LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 42 KEPALA KOKI ( Part 2 )


__ADS_3

“Itu hanya sebuah seni memotong sayuran saja. Aku rasa semua koki di tempat ini pasti memiliki kemampuan seperti itu karena itu adalah syarat mutlak untuk menjadi bagian dari koki Istana,” balas Heilong.


“Kecepatan dan ketepatanmu dalam memotong semua sayur dan buah-buahan ini, mampu menjaga agar semua sayur dan buah-buahan ini tetap segar. Ini adalah kelebihan tersendiri dari teknik memotong yang kau miliki. Aku jadi ingin mencoba bagaimana rasa dari sayur dan buah-buahan ini dengan lidahku sendiri.”


Kepala Koki itu langsung mengambil potongan buah apel dan segera memasukkannya ke dalam mulutnya.


Heilong hanya menyeringai ketika melihat Kepala Koki memakan potongan buah apel itu dengan lahap dan tanpa ada rasa curiga sedikitpun.


Sepertinya Heilong telah memasukkan sesuatu ke dalam sayur dan buah-buahan yang telah dia potong, sesaat sebelum dia menunjukkan hasil potongannya kepada Kepala Koki.


Kepala Koki itu langsung memegang lehernya dengan kedua tangannya setelah memakan potongan apel itu.


“Kau … A-apa yang …”


Kepala Koki itu langsung jatuh terkapar di atas lantai sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya.


“Ternyata mudah sekali mengelabuhi indra penciuman seorang Kepala Koki sepertimu. Padahal koki sekelas dirimu harusnya memiliki indra perasa dan penciuman yang sangat tajam. Sebab, jika ada racun yang masuk ke dalam makanan Raja, kau pasti akan dihukum mati.”


Heilong segera mengikat tubuh Kepala Koki itu dengan sebuah tali yang berada di sudut ruangan. Dia lalu meletakkan tubuh Kepala Koki itu di dalam plafon dapur ini karena dia tidak membunuh Kepala Koki itu. Tapi, dia hanya membuat Kepala Koki itu pingsan dengan racun yang diberikan oleh Mao Shizi.


Heilong lalu pergi ke pintu masuk dapur dan memberi tanda pada Mao Shizi untuk pergi ke dapur.


“Apakah kau sudah berhasil melumpuhkan Kepala Koki itu?” tanya Mao Shizi sedikit cemas karena dia tidak melihat tubuh Kepala Koki di sekitar tempat ini.


“Sudah. Ternyata racun pemberianmu itu sangat ampuh. Tapi sayangnya, efek dari racunmu itu hanya bertahan selama enam jam.”


“Lalu di mana kau letakkan tubuh Kepala Koki itu? Kau jangan menyimpan tubuh Kepala Koki itu sembarangan karena sebentar lagi adalah jam makan malam Raja. Seharusnya sebentar lagi para koki yang bekerja di dapur ini akan segera kembali untuk menyiapkan makanan Sang Raja.”


Heilong hanya menggerakkan ujung jari telunjuknya ke arah atas untuk menjawab semua pertanyaan Mao Shizi.


Seketika, semua kecemasan yang ada di hati Mao Shizi langsung sirna ketika merasakan aura yang memancar dari tubuh Kepala Koki meskipun terlihat sangat lemah.

__ADS_1


“Ternyata kau cukup cerdik juga. Aku tidak pernah mengira bahwa kau akan menyimpan tubuh Kepala Koki di dalam plafon atap dapur ini. Dari mana kau mendapatkan ide seperti itu?”


“Tidak ada tempat yang lebih aman untuk menyimpan tubuh kepala koki itu karena dapur ini telah dikelilingi oleh para prajurit. Aku juga tidak bisa membawa tubuh Kepala Koki itu keluar dari dapur ini,” balas Heilong.


“Kalau begitu, aku akan segera merubah wujudmu menjadi Kepala Koki agar kita bisa mulai menjalankan rencana kedua.”


Tanpa buang-buang waktu lagi, Mao Shizi segera meletakkan telapak tangan kanannya di depan Heilong.


Seketika, aura energi tanah yang sangat kuat segera menyelimuti tubuh Heilong dan merubah wujudnya menjadi seperti wujud Kepala Koki dari Kerajaan Banteng Api.


Tepat seperti apa yang telah dikatakan Mao Shizi. Sepuluh menit kemudian, semua koki yang bekerja di dapur ini telah kembali lagi ke dapur dan segera menyiapkan makanan untuk Raja Banteng Api.


Untung saja, Mao Shizi telah kembali ke ruang makan. Jadi ketika para koki itu kembali ke dapur, mereka semua hanya melihat Heilong yang sudah menyamar menjadi Kepala Koki.


**


Mao Shizi sudah hampir bosan menunggu di meja makan karena dia hanya seorang diri duduk di tempat ini tanpa temen mengobrol.


“Ini makanan anda nona?” ucap Heilong sambil meletakkan sebuah nampan berisikan makanan di depan Mao Shizi.


“Tidak perlu bersikap sungkan seperti ini. Bukankah kau dan aku sudah cukup sering mengobrol,” ucap Mao Shizi setengah berbisik.


“Sekarang aku sedang menyamar menjadi Kepala Koki dari Kerajaan Banteng Api. Jadi aku harus berpura-pura tidak mengenalmu karena kedua prajurit yang ada di depan pintu itu sepertinya sedang mengamatimu.”


Mao Shizi segera melirik ke arah ke dua prajurit yang sedang berjaga di depan pintu masuk ruang makan. Dia sedikit risih dengan tatapan para kedua prajurit itu karena prajurit itu menatap tubuh Mao Shizi dengan penuh nafsu.


Mao Shizi kemudian menyipitkan matanya ke arah kedua prajurit itu. Dan sebuah badai pasir tiba-tiba muncul di depan pintu ruang makan lalu segera menyerang kedua mata prajurit itu sampai menjadi buta.


“Rasakan! Itu adalah hukuman yang pantas untuk tatapan kurang ajar kalian,” ucap Mao Shizi geram. Tapi, ucapan ini hanya bisa di dengar Heilong yang memang berada di sampingnya.


Para prajurit lain segera datang menghampiri kedua prajurit itu dan membantunya. Mereka semua sedikit bingung kenapa tiba-tiba bisa terjadi badai pasir yang cukup aneh. Karena selain ukuran badai pasir ini yang tidak begitu besar, cuaca di tempat ini juga sedang cerah.

__ADS_1


Keempat prajurit yang baru datang itu segera membawa kedua temannya pergi dari ruang makan dan segera menuju ke ruang pengobatan.


“Kau sangat kejam. Tidak seharusnya kau membutakan kedua mata para prajurit itu karena mereka berdua hanya menikmati keindahan alam yang diciptakan oleh Sang Pencipta,” tegur Heilong setelah tempat ini sepi.


“Hal seperti itu juga berlaku untukmu, jika kau berani memandang tubuhku dengan tatapan yang sama seperti kedua prajurit itu,” balas Mao Shizi dingin.


“Baiklah, segera nikmati makananmu. Aku akan kembali ke dapur karena Raja sudah memesan makanan.”


Heilong segera kembali ke dapur dan membiarkan Mao Shizi sendiri di ruang makan.


*********


Catatan Author


Maaf sebelumnya karena mungkin aku tidak bisa up banyak bab di sini untuk bulan ini. Sebab, novelku yang baru harus update setiap hari karena aku juga memulai dari awal lagi.


Jika kalian penasaran, kalian bisa follow IG : @author_nitacc untuk mendapatkan info tentang novel terbaru.


Jangan lupa follow Like dan Komen di setiap chapter Legenda Dewa Pedang season 2 agar lvl novelku bisa naik lagi bulan depan. Jadi aku bisa update banyak lagi untuk mengejar target 60 ribu kata & pastinya akan ada tambahan bonus chapter jika novel ini bisa mencapai lvl 10. Seperti Legenda Dewa Pedang season 1.


Update setiap hari novel ini sepertinya akan mulai aku lakukan di minggu akhir bulan ini untuk menaikkan grafik dari sistem.


*Aku telah menambah sedikit informasi yang ada di bab perubahan jadwal update, silahkan baca lagi.


Rekomendasi Novel bagus




__ADS_1


__ADS_2