
“Dasar kau wanita si*lan!! Jika Aku tidak bisa membalas apa yang telah kau perbuat pada Cakar dan gigi taringku, maka jangan panggil aku Yin Lang. Aku pasti akan membunuhmu tanpa tempat pemakaman.”
Yin Lang sangat marah, seteguk darah kembali menetes di mulutnya saat mengumpat Liu Yin. Amarahnya bagaikan sebuah gunung yang siap meletus dan tidak akan pernah bisa didamaikan.
Liu Yin melipat kedua tangannya ke depan sambil tetap memegang pedang di tangan kanannya. Dengan santai, dia sedikit memiringkan kepalanya ke samping lalu tersenyum dan balas mengejek Yin Lang.
“Cih … Memangnya siapa yang berniat untuk memanggil namamu, jangan sok akrab …!! Lagipula kau bukanlah seekor siluman serigala yang tampan dan kuat. Kau hanyalah seekor siluman serigala ompong yang lemah dan tidak memiliki cakar ataupun taring yang merupakan kebanggaan setiap serigala. Lalu bagaimana caranya kau akan membunuhku jika melindungi dirimu sendiri saja kau tak mampu? Kau sama sekali tidak layak mengatakan hal seperti itu di depanku.”
“Tidak layak?! Coba kau katakan sekali lagi !! ” balas Yin Lang geram sambil menunjuk Liu Yin.
“Tidak layak … Lemah … Serigala ompong. Apa masih ada kurang?” Liu Yin menjawab santai dengan senyum meremehkan.
“Breng**k!! Dasar wanita si**an!!
Yin Lang tidak dapat membendung lagi amarahnya dan seteguk darah kembali menetes di mulutnya. Dia lalu mengusap darah itu dengan ibu jari tangannya dan mulai melakukan gerakan segel tangan.
Setiap gerakan segel tangan itu, memakan sebagian Qi yang ada di dalam tubuhnya. Kedua tangannya bahkan bergetar hebat saat bergerak.
“Hati-hati!! Lawanmu akan menggunakan teknik transformasi beast dan kembali ke wujud aslinya. Transformasi Beast adalah jurus terakhir yang dimiliki oleh setiap siluman karena taruhan untuk menggunakan teknik itu adalah vitalitas hidupnya sendiri.”
Chariva mengirimkan transmisi suara langsung ke telinga Liu Yin agar dia menjadi semakin waspada karena setelah ini lawannya akan memiliki kekuatan seekor monster.
Tepat setelah Chariva memberi peringatan, tubuh Yin Lang seketika langsung berubah menjadi seekor serigala raksasa yang memiliki bulu berwarna perak.
Gigi taring dan semua kuku cakar yang telah dipotong oleh Liu Yin dalam pertarungan sebelumnya, juga tumbuh kembali bahkan menjadi semakin besar dan panjang mengikuti ukuran tubuhnya yang sedikit membesar.
“Grrr ….”
Yin Lang berjalan lambat mengelilingi Liu Yin dengan keempat kakinya seperti seekor serigala kelaparan yang melihat seekor rusa. Dengan tatapan dingin yang memancarkan niat membunuh setajam pedang, dia berusaha mencari celah untuk menyerang Liu Yin.
__ADS_1
Liu Yin yang menjadi sangat waspada, juga mengerakkan tubuhnya mengikuti ke arah mana Yin Lang bergerak. Dia tidak akan memberikan Yin Lang sedikitpun kesempatan untuk melakukan serangan.
Gerakan tubuh dan tatapan mata Liu Yin selalu mengikuti ke arah mana Yin Lang bergerak. Hal ini membuat Yin Lang merasa kesulitan untuk menemukan celah menyerang. Sampai akhirnya …
“Swosh …”
Ada sebuah pisau yang tiba-tiba melesat dari kerumunan prajurit siluman serigala bulan dan mengarah lurus menyerang ke arah Liu Yin.
Liu Yin secara refleks ingin membalikkan tubuhnya ke belakang untuk menghalau serangan pisau itu. Namun, saat dia baru mengerakkan sebagian tubuhnya, tiba-tiba Casbah sudah ada di belakangnya dan menangkap pisau itu dengan kedua ujung jarinya.
“Konsentrasilah pada pertarunganmu. Aku akan membereskan semua gangguan yang menuju ke arahmu.”
Casbah mendapat bisikan dari Chariva jika Jin Lang yang berdiri paling dekat dengan tempat pertarungan antara Liu Yin dan Yin Lang, akan melakukan serangan rahasia dengan menggunakan sebuah pisau yang telah dilumuri dengan racun.
Casbah langsung menggunakan teknik teleportasinya untuk menghalau serangan rahasia itu setelah mendengar ucapan Chariva.
Chariva bisa tahu tentang hal ini karena sejak dia menginjakkan kakinya di tempat ini, dia selalu menggunakan kekuatan pembaca pikirannya pada kedua Jenderal Siluman itu. Yang dia cari sebenarnya adalah lokasi pasti keberadaan Raja Siluman Serigala Bulan yang baru, sekaligus seperti apa penampilannya. Sebab, Chariva belum pernah sekalipun bertemu dengan dia.
Liu Yin segera membalikkan tubuhnya ke posisi awal dan melihat Yin Lang sudah melompat ke arahnya sambil mengarang cakarnya yang setajam pedang untuk mencabik-cabik tubuhnya.
“Mati kau!! Haha … Nyawamu sudah berada di ujung genggaman tanganku. Bagaimana kau akan menghindari seranganku ini,” seru Yin Lang di udara.
...“Cakar Serigala Perak Membelah Bulan.”...
Liu Yin hanya menyeringai lalu memasukkan energi elemen air ke kaki kirinya.
...“Tendangan Hembusan Ombak.”...
Liu Yin langsung mengangkat kaki kirinya yang sudah diselimuti dengan aura energi air yang sangat kuat dan menendang moncong Yin Lang.
__ADS_1
“Boom …”
Yin Lang langsung terpental hampir sepuluh meter dan mendarat dengan posisi kepala yang membentur dinding pintu gerbang istana.
Karena posisinya yang tidak begitu menguntungkan saat menerima tendangan Liu Yin, maka tendangan itu mengenainya dengan telak dan menimbulkan luka yang cukup parah di bagian mulut.
Kedua gigi taring Yin Lang kembali patah dan sebagian besar gigi depannya juga ikut hancur. Saat ini, Yin Lang benar-benar menjadi seekor siluman serigala ompong.
Liu Yin segera melemparkan pedang yang ada di tangannya bagaikan sebuah anak panah tepat ke arah jantung Yin Lang.
Yin Lang langsung mati ditempat setelah jantungnya hancur berkeping-keping dan tidak dapat dipulihkan kembali.
Sementara itu, Casbah yang sejak tadi terdiam di tempat dia menahan serangan pisau tersembunyi itu, secara tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang dan muncul kembali di samping Jin Lang.
“Apakah kau yang melempar pisau ini barusan?” tanya Casbah sambil menunjukkan pisau yang baru saja di tangkap.
“Memangnya kenapa kalau aku yang melempar pisau itu!! Apakah kau juga ingin menantangku berduel? Aku siap menghadapi manusia sepertimu bertarung satu lawan satu. Itu juga jika kau memiliki keberanian untuk melawanku.” Jin Lang berteriak menantang. Setiap kata-katanya menyiratkan bahwa Casbah adalah manusia yang lemah dan tidak pantas bertarung melawannya.
“Aku tidak berniat bertarung dengan siluman serigala yang sudah mati,” jawab Casbah tersenyum dan meninggalkan teka-teki di setiap telinga orang yang mendengarnya.
Chariva hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan kakaknya.
Para Jenderal Kerajaan Danau Biru yang ada di dekatnya menjadi sedikit bingung saat melihat ekspresi Ratu mereka yang sangat aneh. Salah seorang Jenderal akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Dan jawaban yang mereka terima ternyata sangat mengejutkan.
Chariva mengatakan jika Yin Lang itu telah mati namun dia belum menyadari kematian.
“Apa maksud kata-katamu itu!! Apakah kau tidak melihat jika aku masih berdiri di tempat ini dengan sehat dan tidak ada sedikitpun bagian tubuhku yang hilang,” seru Jin Lang geram.
“Tidak ada bagian tubuh yang hilang? Apakah kau yakin dengan ucapanmu itu? Kalau begitu lihatlah apa yang ada di tanganku ini.”
__ADS_1
Casbah segera mengulurkan tangan kanannya dan menunjukkan sesuatu yang ada di tangannya itu kepada semua orang.
Para prajurit siluman serigala bulan, seketika menjadi ketakutan saat melihat benda itu. Andai saja waktu bisa diputar balik, maka mereka pasti tidak akan mau ikut dalam peperangan ini dan lebih memilih untuk menetap di wilayah barat.