
“Angkat tanganmu menghadap ke langit, lalu ledakan semua energi angin yang ada di dalam tubuhmu. Biarkan energi angin itu mengambil alih untuk mengendalikan elemen api dan elemen petir. Dengan begitu kekuatan tinjumu akan menjadi berlipat-lipat ganda karena angin akan menyatukan kedua energi penghancur itu,” ucap Li Zen memberi petunjuk dari dalam pedang penjara surga yang ada di dalam dunia jiwanya.
Heilong segera menuruti arahan dari Li Zen dan mengangkat tangan kanannya menghadap ke langit sambil meledakkan semua energi angin yang ada di dalam tubuhnya.
Seketika, badai yang sangat dahsyat langsung muncul di tengah-tengah langit yang masih terus bergemuruh dengan suara petir.
“Apa nama jurus ini? Kenapa aku merasakan jika kekuatan dari jurus ini tidak kalah dari jurus pedang membelah bumi?” tanya Heilong terkejut setelah merasakan tekanan kekuatan yang sangat luar biasa dari tangan kanannya.
“Jurus itu adalah penyempurnaan dari Jurus Pedang Membelah Bumi yang dibuat oleh seorang Dewa yang bergelar Tangan Dewa. Dia adalah master teknik pukulan di Alam Dewa. Dengan kecerdasan dan pengamatannya yang sangat tinggi, dia mampu merubah teknik pedang yang pernah dia lihat menjadi sebuah teknik pukulan. Nama jurus yang kau gunakan ini adalah Tinju Penghancur Bintang,” jawab Li Zen.
Xiao Long sejak tadi terus memperhatikan setiap gerakan Heilong termasuk ketika saat dia sedang mengobrol dengan Li Zen.
Dia sebenarnya bingung ketika melihat Heilong berbicara sendiri, tapi dia kemudian teringat dengan cerita Casbah jika Heilong memiliki sebuah roh senjata yang memiliki kesadaran sendiri.
Xiao Long akhirnya menghantamkan tinjunya ke arah Heilong setelah melihat kekuatan yang ada di tangan kanan Heilong sudah siap digunakan untuk menahan serangannya.
“Roarrrr …”
Bayangan Naga Emas kembali muncul dari tinju tangan kanan Xiao Long. Tapi bayangan naga emas kali ini memiliki sepasang tanduk yang kokoh dan kuku cakar yang lebih tajam.
Bayangan Naga Emas ini melesat lurus ke arah Heilong seolah-olah akan menerkamnya dan menghancurkan semua bagian tubuhnya.
Permukaan tanah yang dilewati bayangan naga emas ini, akan langsung retak dan meninggalkan bekas cekungan sedalam setengah meter akibat tekanan kekuatan yang sangat kuat.
Heilong menyeringai saat melihat bayangan naga emas semakin mendekat, dia lalu segera menghantamkan tinjunya untuk melawan serangan tinju Xiao Long.
...“Tinju Penghancur Bintang.”...
“Whoostt …”
Tinju Heilong ini menciptakan sebuah angin tornado petir api yang sangat dahsyat dan langsung menggulung bayangan naga emas.
__ADS_1
“Roarrrr … Roarrrr …” suara bayangan naga emas meronta ketakutan saat terjebak di dalam tornado petir api.
Elemen emas yang membentuk bayangan naga emas, secara perlahan mulai dilelehkan dengan kekuatan gabungan antara elemen api dan elemen petir yang ada dalam kekuatan tinju Heilong.
Gabungan elemen api dan elemen petir yang telah diperkuat oleh elemen angin, menciptakan sebuah petir yang memiliki suhu sepanas matahari. Kebetulan kelemahan elemen emas adalah suhu yang sangat panas jadi bayangan naga emas sangat tersiksa saat tersambar petir ini.
Kekuatan bayangan naga emas langsung berkurang sekitar tujuh puluh persen setelah lapisan elemen emasnya menghilang.
Pada saat inilah kekuatan elemen angin Heilong langsung mengambil peran penting, elemen angin ini segera menyebarkan elemen tanah yang membentuk tubuh utama bayangan naga emas sampai bayangan naga emas itu benar-benar menghilang.
Xiao Long hanya diam ditempat sambil tersenyum saat kekuatan tinjunya berhasil di hancurkan Heilong. Dia merasa bangga dan kagum dengan kekuatan tempur yang dimiliki cucunya ini.
Dia memang tidak mengerahkan kekuatan penuhnya dalam duel kali ini karena ini hanyalah latih tanding biasa, selain itu lawannya adalah cucunya sendiri. Jadi mana mungkin dia akan tega menyerang cucunya sendiri dengan kekuatan penuh.
Namun, kekuatan tinju dengan menggunakan enam puluh persen kekuatannya, seharusnya tidak akan semudah itu untuk dipatahkan karena kekuatan tinju itu mampu menghancurkan sabuah gunung.
Xiao Long lalu mengacungkan jempolnya pada Heilong. “Bagus. Kau memiliki kekuatan tempur yang sangat tinggi. Sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkan keselamatanmu lagi saat kau berada di medan perang.”
Xiao Long hanya tersenyum karena Heilong ternyata memiliki kemampuan untuk melihat kekuatan yang digunakan lawannya.
“Akhirnya kalian berdua selesai juga. Untung saja kalian berdua tidak menghancurkan gunung ini. Kalau sampai hacur, adikku pasti akan marah besar padaku.” Casbah tiba-tiba muncul kembali untuk menjemput mereka berdua.
Casbah segera memegang tangan mereka berdua dan segera membawa mereka berdua kembali ke Kerajaan Siluman Serigala Bulan.
**
Sementara itu, Nisaka yang melihat pertarungan antara Heilong dan Xiao Long dari awal sampai akhirnya, merasa tertarik pada Heilong dan ingin memilikinya.
Jarang sekali adalah orang yang mampu menarik perhatian Ratu Nisaka karena Nisaka hanya memandang seseorang dari kekuatan bertarung dan tekad orang itu.
Karena itu dia tetap sendiri selama ratusan tahun meskipun memiliki paras yang sangat cantik. Bahkan kecantikan yang dia miliki adalah yang nomor dua di Alam Gaib ini karena nomor satu adalah Divine Beast Aurora.
__ADS_1
Namun, dia sedikit ragu untuk mengejar Heilong karena Heilong juga mendapat perhatian khusus dari Gurunya yaitu Divine Beast Aurora.
Akan tetapi, dia segera membuang pikiran bodoh ini karena teringat dengan tugas penting yang sedang dia jalankan dan tugas ini diberikan secara langsung oleh Divine Beast Aurora.
Dia lalu memerintahkan kedua Jenderal Ular untuk memimpin para prajurit siluman ular melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Siluman Serigala Bulan.
**
Casbah bersama Heilong dan Xiao Long akhirnya kembali muncul kembali di hadapan semua orang yang ada di halaman Kerajaan Siluman Serigala Bulan.
Semua prajurit dan raja yang berkumpul di halaman Istana Siluman Serigala Bulan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah atas pertarungan hebat yang mereka tunjukkan.
Tidak sedikit dari para prajurit yang mendalami teknik pukulan mendapat pencerahan dari pertarungan mereka berdua, terutama para prajurit yang berasal dari Kerajaan Singa Bulu Emas dan Kerajaan Banteng Api yang memang selalu mengandalkan fisik mereka dalam bertarung.
“Ratu Nisaka dari Tanah Hijau telah tiba,” teriak seorang prajurit yang bertugas menjaga pintu gerbang.
Sesuai dengan perintah Chariva sebelumnya, Liu Yin dan Liu Ye segera bergerak menuju pintu gerbang istana untuk menyambut kedatangan rombongan dari Tanah Hijau.
“Semuanya sudah hadir. Mari kita pergi ke ruang pertemuan dan menunggu kehadiran Ratu Nisaka di sana untuk membicarakan beberapa hal sebelum pergi ke medan perang,” ajak Chariva pada Heilong dan semua Raja yang hadir di tempat ini.
Meskipun Heilong adalah pimpinan tertinggi di medan perang. Tapi, tuan rumah di Istana ini adalah Chariva jadi semua yang ada di area Istana Siluman Serigala Bulan masih dikendalikan olehnya.
Para Raja dan Heilong segera mengikuti Chariva menuju ke ruang pertemuan.
Masing-masing Raja hanya diperbolehkan membawa dua orang Jenderal saja ke ruang pertemuan ini untuk menghemat tempat dan menghindari terjadinya perdebatan yang tidak perlu.
############################
Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.
__ADS_1