
Hanya dalam waktu beberapa menit saja kekuatan yang dimiliki Dark Etheroz telah meningkat dengan sangat tajam dan sebanding dengan kekuatan para Divine Beast.
Sementara itu, Gremlin berada dalam keadaan yang tidak begitu menguntungkan karena Qi kosmik yang ada di dalam tubuhnya telah banyak terkuras dan hampir mengering dalam pertarungan sebelumnya melawan Chu Tian.
“Grrr … Majulah jika kau ingin lebih cepat bertemu dengan Dewa Kematian seperti Beast Peliharaanmu. Apakah kau pikir aku akan gentar hanya karena kau telah mendapatkan kekuatan seekor Beast Iblis Purba!!”
Gremlin mengerahkan semua Qi kosmik yang tersisa di dalam tubuhnya dan menciptakan sebuah ledakan aura yang begitu dahsyat hingga mampu membelah langit. Ia adalah serangan terakhir yang bisa Gremlin lakukan sebelum Qi kosmik yang ia miliki benar-benar habis.
Dark Etheroz menyeringai lalu mengeluarkan sebuah pedang pusaka berwarna hitam pekat dengan aura merah membara bak api neraka. “Apakah kau pikir aku juga akan takut dengan gertakan omong kosong itu? Menghadapi serangan putus asa dari seekor Divine Beast, menggunakan tiga puluh persen kekuatanku saja sepertinya sudah sangat layak.”
Pedang pusaka yang ada di tangan Dark Etheroz itu adalah gabungan dari kedua senjata pusaka yang ia miliki dan semuanya adalah senjata pusaka yang termasuk dalam dua belas harta langit. Kedua senjata itu adalah Pedang Penguasa Neraka dan Sabit Bintang Kegelapan.
Gremlin menjadi semakin emosi ketika mendengar ucapan Dark Etheroz yang begitu meremehkannya. Ia pun segera melesat ke arah Dark Etheroz sambil mengarahkan cakarnya yang sangat tajam.
“Dasar Iblis Sial! Terimalah kematianmu dan bawalah senjata rongsokanmu itu menemui Dewa Akhirat.”
__ADS_1
...“Cakar Serigala Membelah Langit.”...
Hembusan angin yang sangat kuat dan setajam pedang langsung melesat ke menuju ke tempat Dark Etheroz ketika Gremlin mengibaskan cakarnya dengan kekuatan penuh.
Hembusan angin yang tercipta dari serangan Gremlin ini setara dengan sabetan ribuan pedang yang telah disatukan menjadi satu kesatuan utuh yang jauh lebih kuat. Jika serangan ini sampai mengenai Dark Etheroz maka tubuhnya akan langsung hancur berkeping-keping.
Akan tetapi, kurangnya Qi kosmik yang ada di dalam tubuh Gremlin tampaknya memberikan dampak yang buruk pada serangannya kali ini. Sebab, ia bisa merasakan adanya celah kecil dari jurus yang baru ia gunakan namun ia tidak memiliki waktu untuk menutupi celah itu.
Dark Etheroz tampaknya mengetahui kelemahan dari jurus yang digunakan Gremlin. Dengan santainya ia mengayunkan pedang pusaka yang ada di tangan kanannya secara vertikal.
Aura energi api dan kegelapan yang begitu dahsyat seketika bertabrakan dengan hembusan angin yang berasal dari serangan cakar Gremlin lalu menerobos celah kecil berbentuk aliran angin yang ada di bagian bawah.
“Hanya segitu saja kekuatan serangan yang dimiliki oleh seekor Divine Beast dan selalu kau bangga-banggakan?” ejek Dark Etheroz sinis.
Semua Qi kosmik yang ada di dalam tubuh Gremlin akhirnya benar-benar terkuras sampai habis dan membuat dirinya menjadi kesulitan untuk menggerakkan semua bagian tubuhnya termasuk berbicara sekalipun. Ia hanya bisa terduduk berdiam diri ketika mendengar ejekan Dark Etheroz sambil menahan emosi yang tak dapat ia lepaskan.
__ADS_1
“Haha …” tawa keras Dark Etheroz bergema di seluruh penjuru Benua Tengah saat melihat kondisi Gremlin yang tak berdaya. Ia tidak pernah menyangka jika dirinya akan menang begitu mudah saat bertarung dengan Divine Beast terkuat di seluruh Alam Semesta.
Tanpa membuang banyak waktu karena takut kekuatan Gremlin akan pulih, Dark Etheroz langsung melesat ke tempat Gremlin dan menyerangnya tanpa ampun.
Dark Etheroz tampak ingin menyiksa Gremlin lebih dulu sebelum mengakhiri hidupnya karena ia kali ini menyerang tanpa menggunakan pedang pusaka miliknya, melainkan menggunakan tinju yang dipenuhi dengan kekuatan elemen api dan kegelapan.
Tubuh Gremlin yang berukuran raksasa itu terus terpental ke sana kemari ketika tinju Dark Etheroz menghantamnya dari berbagai sudut. Namun, Gremlin sama sekali tidak mengeluarkan jerit kesakitan dan mulutnya seolah-olah telah terkunci rapat.
“Haha … Sungguh nikmat sekali ketika melihat Divine Beast terkuat di seluruh Alam Semesta menjadi mainku.” Dark Etheroz terus meninju Gremlin tanpa henti namun ia sengaja mengatur arah pukulannya agar Gremlin tetep terjatuh di wilayah Benua Tengah ketika terpental.
Hal seperti itu berlangsung cukup lama dan membuat Gremlin merasa putus asa karena Dark Etheroz sama sekali tidak memberinya waktu untuk memulihkan diri.
Sampai akhir …
...“Teknik Sembilan Pedang Air - Ombak Lautan Menembus Badai.”...
__ADS_1
Gelombang Tsunami raksasa tiba-tiba muncul dan menyerang Dark Etheroz ketika tinjunya hampir menyentuh tubuh Gremlin untuk kesekian kalian.
Dark Etheroz yang sama sekali tak siap dengan serangan tiba-tiba ini langsung terhempas terbawa ombak sejauh beberapa puluh kilometer.