LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 192 PEMAHAMAN


__ADS_3

Scree ...


Kedua Phoenix itu dapat merasakan tekanan kekuatan yang sangat luar biasa dari ketujuh pilar raksasa yang mengelilingi mereka berdua.


“Benda apa sebenarnya itu dan siapa yang telah membuatnya?” seru Phoenix Es sambil melihat sekitar.


“Ini bukalah waktu yang tepat untuk bertanya! Apakah kau tidak merasakan ada sesuatu yang sangat berbahaya dari masing-masing pilar raksasa itu. Lebih baik kita hentikan dulu pertarungan ini dan segera pergi dari tempat ini,” balas Phoenix Api tampak gelisah.


Mereka berdua pun berusaha melarikan diri dari tempat ini karena merasa terancam dengan kehadiran ketujuh pilar raksasa ini. Sebab, tekanan kekuatan yang berasal dari ketujuh pilar raksasa itu bukan hanya berusaha menekan kekuatan mereka berdua. Tapi, mereka berdua juga bisa merasakan bahwa ketujuh pilar raksasa ini juga berusaha menyerap tubuh mereka.


Namun …


Sebuah bola berwarna abu-abu tiba-tiba muncul dan berhenti di atas kepala mereka berdua dengan ketinggian sekitar lima meter.


“Elemen Kehampaan?!” Phoenix Es ternyata mengenali benda yang menghadang jalannya dan langsung dibuat terkejut karena elemen kehampaan ada sesuatu yang sangat langka. Bahkan para dewa pun belum tentu memilikinya.


Di Alam Dewa saat ini, hanya Dewa Tertinggi saja yang memiliki Elemen Kehampaan dan kekuatan dari elemen kehampaan inilah yang membuat dirinya bisa mendapatkan posisi yang sangat tinggi di Alam Dewa karena dengan bantuan elemen kehampaan, dia bisa menguak rahasia tentang kehidupan yang selama ini selalu menjadi misteri.


Phoenix Api hanya menatap dengan ketakutan saat melihat elemen kehampaan itu karena ia memiliki pengetahuan yang lebih banyak tentang elemen kehampaan jika dibandingkan dengan Phoenix Es.


Elemen kehampaan itu lalu berubah menjadi sebuah jaring perak yang memancar aura keagungan yang tidak dimiliki oleh makhluk dunia fana. Kedua Phoenix yang merupakan berasal dari golongan Divine Beast pun terpaksa harus bertekuk lutut satu tubuh mereka berdua terjerat di dalam jaring perak ini.


Heilong tak percaya dengan apa ia lihat di depan matanya saat ini. Ia tidak pernah menyangka bahwa kekuatan elemen kehampaan yang selama ini hanya seperti sebuah hiasan di dalam Dunia Jiwa miliknya ternyata menyimpan kekuatan yang sangat luar biasa.


Ia memang berkali-kali telah melihat elemen kehampaan ini ikut berperan saat ia menaklukkan beberapa elemen sebelumnya, misalnya saat ia menaklukkan elemen api. Elemen kehampaan miliknya saat itu berubah menjadi rantai-rantai perak dan menyegel matahari yang merupakan perwujudan dari benih elemen api.


Akan tetapi, yang dilakukan elemen kehampaan miliknya kali ini lebih menakjubkan yaitu menangkap dua ekor Burung Phoenix sekaligus dan membuat mereka berdua bertekuk lutut. Padahal sebagai seekor Divine Beast, mereka berdua memiliki sifat angkuh di dalam dirinya dan tak akan mungkin mau tunduk para siapapun kecuali pada Sang Pencipta.


Beberapa pertanyaan aneh mulai terbesit di pikiran Heilong. Mungkinkah Sang Pencipta sengaja memberikan elemen kehampaan ini para dirinya agar ia lebih mudah memurnikan semua jenis elemen yang ada di Alam Semesta yang luas ini sehingga tugasnya untuk memberantas para iblis yang suka menyebarkan teror menjadi lebih mudah diselesaikan.


“Siapakah kau! Cepat tunjukkan wujudmu! Jangan beraninya cuma menyerang secara diam-diam.” Phoenix Es yang terkenal sangat dingin dan tenang akhirnya menjadi geram saat tubuhnya terjebak di dalam jaring perak ini.


“Aku adalah Heilong. Penguasa Dunia Jiwa ini!” Heilong akhirnya menunjukkan perwujudannya di depan Phoenix Api dan Phoenix Es. Aura yang memancar dari tubuhnya saat berada di dalam Dunia Jiwa ini terlihat lebih kuat dan memiliki keagungan sendiri.


“Ternyata kau adalah manusia yang tadi! Jika aku tahu bahwa kau menyimpan kekuatan sebesar ini dan memiliki elemen kehampaan di dalam dirimu, aku akan membunuhmu lebih dulu sebelum aku menantang Phoenix Es bertarung.” Phoenix Api juga terlihat sangat marah namun ia tak dapat melakukan perlawanan.


Heilong terlihat sangat senang saat mendengar ucapan Phoenix Api karena ini adalah saat yang tepat untuk menghancurkan keangkuhannya.


“Jika kau memang memiliki kemampuan untuk membunuhku, kenapa kau menghabiskan waktuku untuk mengucapkan omong kosong yang tak berarti seperti itu? Cepat keluar dari jaring perak itu dan bunuh aku jika kau mampu!!” tantang Heilong dengan suara dingin dan tatapan sinis.

__ADS_1


Phoenix Api hanya menatap dengan niat membunuh yang kuat tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk menjawab tantangan Heilong. Sebab, jaring perak ini benar-benar telah membelenggu kekuatan yang ada di dalam tubuhnya dan sama sekali tak memberikan kesempatan untuk memulihkan diri.


“Ternyata kau cukup berani juga manusia. Kau berani mengancam seekor Phoenix Api tepat di depan matanya. Haha … Aku rasa Phoenix Api itu akan langsung bunuh diri jika kejadian ini sampai tersebar ke telinga Ras Phoenix Api yang lain.” Phoenix Es tertawa renyah saat melihat Phoenix Api tak bisa berkutik saat mendengar tantangan Heilong.


Heilong mengalihkan pandangannya ke arah Phoenix Es lalu berseru. “Tantangan ini juga berlaku untukmu. Jangan kau pikir aku tidak tahu bahwa kau sama sombongnya dengan Phoenix Api. Namun, pengendalian emosimu yang cukup tinggi karena pengaruh dari sifat elemen es berhasil menutupi sifat burukmu itu. Jika kau terlahir dari Ras Phoenix Api, aku rasa sifatmu akan jauh lebih arogan dari Phoenix Api yang ada di depanku saat ini.”


“Kau …!!” Phoenix Es ingin mengumpat dan membunuh Heilong saat juga. Akan tetapi, ia segera menelan kata-katanya kembali saat teringat bahwa Heilong memiliki kekuatan elemen kehampaan yang sulit dikalahkan.


“Haha … Kena kau sekarang. Bagaimana rasanya diejek oleh seorang manusia? Aku rasa kau juga tidak akan memiliki muka lagi untuk kembali ke tempat Ras Phoenix Es jika apa yang terjadi di tempat ini sampai terdengar di telinga mereka.” Sekarang giliran Phoenix Api yang menertawakan Phoenix Es.


“Apakah kalian berdua sudah selesai menertawakan satu sama lain? Jika sudah puas, maka persiapkan diri kalian karena aku akan memurnikan tubuh kalian berdua dan membuat kalian berdua menjadi bagian dari Dunia Jiwa milikku,” ucap Heilong yang membuat kedua Phoenix itu langsung terdiam.


“Tunggu manusia! Jika yang kau inginkan hanyalah kekuatan, maka aku bisa meminjamkan kekuatanku itu tanpa kau harus memurnikan tubuhku. Dengan begitu, kau juga hampir bisa meminta bantuanku jika kau berada dalam bahaya,” tawar Phoenix Es berusaha membujuk Heilong.


“Aku juga bersedia melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Phoenix Es. Jika kau mau membiarkan kami tetap hidup, maka kami berdua berjanji akan mematuhi semua perintahmu,” sahut Phoenix Api mendukung ucapan Phoenix Es.


Heilong terdiam sejenak memikirkan ucapan kedua Burung Phoenix ini. Sebab, yang dikatakan kedua Burung Phoenix itu cukup masuk akal, namun ia juga membutuhkan kekuatan yang lebih untuk dapat melawan Dark Etheroz yang telah menjadi semakin kuat.


“Maaf tapi aku harus menolak karena yang aku butuhkan kali ini adalah kekuatan yang besar dari diriku sendiri. Bukan mengandalkan bantuan dari makhluk lain karena lawan yang akan aku hadapi adalah seekor Raja Iblis dan belum tentu kekuatan yang kalian berdua milikki akan mampu membantuku saat pertarungan itu terjadi.” tolak Heilong.


Phoenix Es dan Phoenix Api saling memandang lalu sama-sama menganggukkan kepala mereka berdua sepertinya telah memikirkan tawaran yang cukup menarik dan tidak akan mungkin bisa ditolak Heilong.


“Baiklah! Kami berdua bersedia untuk menyerahkan tubuh kami agar bisa kau murnikan. Tapi, berikan kami sedikit waktu untuk meletakkan telur reinkarnasi Phoenix di dalam Dunia Jiwa ini dan meninggal sedikit pecahan jiwa kami agar kami bisa berinkarnasi kembali. Sebab, kami berdua juga ingin memusnahkan para iblis,” ucap Phoenix Es menatap mata Heilong dengan serius.


“Baiklah! Aku akan memberikan sedikit waktu pada kalian berdua untuk menyiapkan segala sesuatu yang kalian butuhkan agar bisa berinkarnasi kembali. Tapi, kalian berdua tetap harus berada di dalam ketujuh pilar ini,” jawab Heilong.


“Itu tidak masalah. Kami berdua bisa meletakkan telur reinkarnasi Phoenix itu di tempat ini,” balas Phoenix Es.


Heilong lalu mengerakkan ujung jari telunjuknya ke atas. Jaring perak yang membelenggu kedua Burung Phoenix itu akhirnya terbang sedikit lebih tinggi dari tempatnya semula dan memberikan kesempatan pada kedua Burung Phoenix itu agar bisa bergerak dengan lebih leluasa. Ia juga meredam aura yang keluar dari ketujuh pilar raksasa itu.


Setelah terlepas dari belenggu jaring perak dan tekanan dari ketujuh pilar raksasa itu, Phoenix Es dan Phoenix Api segera membaca sebuah mantera rahasia dengan bahasa kuno milik Klan Phoenix.


Satiap kali mereka selesai membaca sebuah mantera, maka sebuah aksara kuno berwarna emas akan keluar dari mulut mereka. Kejadian ini berlangsung secara terus-menerus hingga semua aksara kuno yang keluar dari mulut kedua Phoenix itu membentuk sebuah cangkang telur.


Heilong melihat apa yang dilakukan kedua Phoenix itu dengan kecewa. “Aku kira aku akan melihat sesuatu yang indah saat mereka berdua membuat telur reinkarnasi. Ternyata dugaan salah, pantas saja jumlah ras Phoenix tidak mengalami peningkatan karena telur mereka terbuat dari sebuah mantera.”


**


Sementara itu Casbah yang telah cukup lama menunggu sendirian di ruangan kedua mulai merasa bosan karena tidak ada apapun di tempat ini.

__ADS_1


Ia pun mencoba berkomunikasi dengan Chariva dan menanyakan tentang keadaan di medan perang saat ini, terutama keadaan tentang Gremlin.


Chariva pun segera memberikan jawaban dan mengatakan bahwa semua pasukan gabungan Alam Gaib telah kembali ke Kerajaannya masing-masing bersama dengan Raja mereka. Dan, yang tinggal di medan perang saat ini hanyalah para Divine Beast saja.


Ketiga Divine Beast itu menjaga tempat itu selama dua puluh empat jam dan tidak membiarkan siapapun mendekat karena Gremlin sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan berhasil.


**


Tiga Jam Telah Berlalu.


Di depan Phoenix Es dan Phoenix Api saat ini telah terbentuk dua buah telur Phoenix dengan warna yang berbeda. Satu telur berwarna merah menyala dan yang satunya lagi berwarna seputih salju.


Kedua Burung Phoenix ini lalu memindahkan sebagian roh mereka yang di dalamnya terdapat semua kesadaran mereka ke dalam cangkang telur itu.


“Silahkan kau serap tubuh kami yang sudah tak memiliki kesadaran lagi. Sebab, yang kau butuhkan hanya kekuatan Phoenix bukan ingatan dan kesadaran kami,” ucap kedua burung phoenix dari dalam telur.


Heilong segera mengaktifkan kembali kekuatan dari jaring perak dan ketujuh pilar raksasa itu setelah mendengar ucapan dari kedua burung phoenix.


Secara perlahan, tubuh kedua Burung Phoenix itu mulai dimurnikan ke dalam ke dua pilar yang berbeda.


Tubuh Phoenix Es dimurnikan ke dalam pilar yang berwarna putih salju yang merupakan pilar elemen es. Sedangkan tubuh Phoenix Api dimurnikan ke dalam pilar berelemen api yang berwarna merah.


**


Di Luar Dunia Jiwa.


Tubuh Heilong yang sejak tadi duduk dalam keadaan meditasi di atas sebuah batu yang tadinya berada di antara dua buah istana yang sangat megah. Tiba-tiba mulai terbakar oleh api yang sangat panas bagaikan sebuah api penyucian yang siap menghancurkan apapun.


Hawa dingin yang sanggup membekukan dunia juga muncul secara bersamaan dengan kemunculan api itu. Karena kedua energi itu memiliki kekuatan yang seimbang, maka kedua energi itu mengambil salah satu bagian di tubuh Heilong. Api disebelah kanan dan Es di sebelah kiri.


Kedua energi ini berusaha membentuk ulang semua titik-titik meridian yang ada di tubuh Heilong dan terus menguat seiring dengan semakin besarnya tubuh Phoenix yang berhasil diserap.


Fenomena yang aneh ini membuat Heilong merasa sangat tidak nyaman sebab tubuhnya terasa dibakar dan dibekukan dalam waktu yang bersamaan. Kadang ia merasakan sakit dan kepanasan, namun saat itu juga tubuhnya akan dibuat kedinginan hingga mati rasa.


Semua ini terus berlangsung selama enam jam penuh sampai tubuh kedua Phoenix berhasil diserap secara sempurna oleh ketujuh pilar raksasa itu.


Heilong akhirnya membuka mata dan mengakhiri proses meditasinya lalu melihat perubahan yang telah terjadi dalam dirinya setelah berhasil menyerap kekuatan yang dimiliki oleh Phoenix Es dan Phoenix Api.


Hal yang paling ia rasakan saat ini adalah pemahamannya terhadap hukum elemen api dan hukum elemen es telah menjadi semakin dalam dan hampir mendekati kesempurnaan karena memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jadi, hanya dengan mendekati kesempurnaan saja, sudah merupakan sebuah pencapaian yang cukup baik.

__ADS_1


Semua titik-titik meridian yang ada di tubuhnya juga telah menjadi semakin kuat dan memiliki lapisan pelindung khusus yang dapat menahan lonjakan energi secara tiba-tiba.


“Di dalam tubuhmu seharusnya memiliki sebuah kekuatan lain yang merupakan gabungan dari Phoenix Es dan Phoenix Api setelah kau berhasil menyerap kekuatan dari kedua Phoenix itu karena kedua Phoenix itu bukanlah Burung Phoenix biasa tapi mereka berdua ada pangeran dari masing-masing Ras Phoenix.” suara Li Zen kembali muncul memberikan sedikit pencerahan.


__ADS_2