LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 77 DICULIK


__ADS_3

Mereka berdua terus beradu pukulan dengan sangat sengit walaupun cadangan Qi yang ada di dalam tubuh mereka sudah hampir habis.


Heilong yang berada dalam keadaan yang tidak seberapa menguntungkan, akhirnya perhatiannya terpecah saat tinjunya menghantam bagian ulu hati Jenderal Iblis Bai Long.


Pukulan yang sangat keras itu juga hampir membuat Heilong terjatuh karena menahan rasa sakit akibat efek serangan balik yang sangat misterius. Namun untungnya, Heilong bisa menahan rasa sakit itu dan hanya sedikit membungkukkan badannya sambil memegangi area perut bagian atas.


Jenderal Iblis Bai Long tiba-tiba menghantamkan tinjunya dengan keras ke arah bagian kepala Heilong ketika Heilong mencoba berdiri.


Seketika, Heilong benar-benar terjatuh ke tanah dan pandangannya menjadi kabur. Tapi dia belum pingsan dan masih dapat merasakan pergerakan Jenderal Iblis Bai Long yang mencoba menggunakan momen ini untuk melakukan serangan kedua yang lebih mematikan.


Jenderal Iblis Bai Long memusatkan sebagian besar Qi yang tersisa di tubuhnya ke dalam kedua cakar berwarna perak yang ada di kedua tangannya.


Tepat saat Jenderal Iblis Bai Long ingin menyerang Heilong dengan menggunakan cakar naganya yang berwarna perak dan sangat tajam itu, Li Zen tiba-tiba muncul di depan Heilong dalam wujud Pedang Penjaga Surga dan berhasil memblokir serangan itu.


“Clang …”


Li Zen yang masih dipenuhi dengan kekuatan lalu menggunakan teknik ledakan aura energi alam.


Ledakan aura yang sangat kuat ini mampu membuat Jenderal Iblis Bai Long yang sudah hampir kehabisan Qi tersungkur ke belakang.

__ADS_1


“Berani sekali kau mencoba membunuh muridku saat aku berada di sampingnya!! Apa kau pikir aku sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk membunuhmu?” ancam Li Zen.


“Ka-Kau?! Ternyata benar dugaanku. Kau adalah Li Zen. Aku pikir kau ikut mati bersama Tuan-mu di masa lalu, tapi ternyata kau baik-baik saja selama ini. Bahkan kau telah memilih Tuan yang baru.”


Jenderal Iblis Bai Long langsung mengenali bahwa yang memblokir serangannya barusan adalah Li Zen. Sebab, ini bukanlah pertama kalinya mereka berdua beradu kekuatan. Sebelumnya, saat Bangsa Iblis menyerang ke Alam Dewa, Jenderal Iblis Bai Long telah beberapa kali bertarung dengan Li Xuan. Tentu saja saat itu senjata pusaka Li Xuan adalah Pedang Penjaga Surga dengan Li Zen sebagai roh senjatanya.


Jenderal Iblis Bai Long segera membuat sihir ruang dan pergi melarikan diri melalui sebuah lubang hitam. Dia tidak yakin jika cadangan Qi miliknya yang sudah hampir mengering akan mampu menahan serangan kekuatan penuh Li Zen.


“Bangun …!! Aku tidak ingin memiliki seorang murid yang lemah. Pukulan selemah itu seharusnya tidak akan membuatmu kehilangan kesadaran,” bentak Li Zen.


Pandangan Heilong berangsur-angsur pulih dan segera berdiri setelah dia mendengar seruan Li Zen.


Tiba-tiba Heilong dikejutkan dengan suara teriakan seorang wanita meminta tolong dari arah utara. Suara ini terdengar sangat tidak asing dan arah datangnya suara itu adalah arah yang dituju oleh Casbah untuk mencari tempat perlindungan.


Heilong langsung melihat ke arah datangnya suara itu dan melihat Casbah sudah jatuh tak sadarkan diri di bawah kaki Jenderal Iblis Bai Long dengan luka-luka cakaran yang cukup parah.


Sedangkan Mao Shi, dia berada di bawah kekuatan rantai pengekangan yang terbuat dari kekuatan sihir Jenderal Iblis Bai Long. Rantai sihir itu sama persis dengan rantai yang digunakan untuk membelenggu tubuh Li Zen di Dunia Ilusi.


“Jika kau ingin menyelamatkan nyawa gadis ini. maka datanglah ke Istana Kristal Ungu milikku. Aku memberimu waktu sampai bulan purnama. Lebih baik kau berdoa saja agar ***** makanku tidak tiba-tiba muncul, atau aku tidak akan dapat menahan diri untuk memakannya. Haha …”

__ADS_1


Jenderal Iblis Bai Long kembali menggunakan kekuatan sihir ruangnya untuk kembali membuat sebuah lubang hitam. Kali ini dia membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama karena hanya menggunakan satu tangannya saja untuk untuk membuat formasi sihir ruang yang sangat rumit ini. Sebab, satu tangan yang lain dia gunakan untuk mengendalikan rantai sihir yang menjerat Mao Shizi.


Heilong terbang secepat kilat untuk merebut kembali Mao Shizi sebelum Jenderal Iblis itu menyelesaikan formasi sihirnya. Akan tetapi kecepatan terbangnya masih kalah cepat beberapa nafas dari gerakan tangan Jenderal Iblis Bai Long saat membuat segel sihir.


Jenderal Iblis Bai Long akhirnya berhasil membawa pergi Mao Shizi tanpa ada halangan sedikitpun.


Heilongpun tak bisa berbuat apa-apa saat melihat Jenderal Iblis Bai Long membawa kabur Mao Shizi ke dalam lubang hitam. Sebab, dia sama sekali tidak mengerti tentang hukum ruang. Dia bisa saja tersesat lalu mati jika memaksakan diri untuk menerobos masuk.


“Lebih baik kau selamatkan dulu pria itu. Siapa tau dia mengetahui tempat keberadaan Istana Kristal Ungu. Seharusnya kau juga tidak mengetahui dimana letak istana itu. Lagipula bulan purnama masih kurang lima hari lagi. Manfaatkan kesempatan itu untuk memulihkan diri dan mencari cara agar kau bisa menyerang tubuh Jenderal Iblis itu tanpa mengalami rasa sakit di tubuhmu.” Li Zen tidak mau Heilong mengejar Jenderal Iblis itu tanpa arah tujuan yang jelas. Sebab, bisa saja tempat yang diucapkan Jenderal Iblis itu adalah tempat yang penuh dengan jebakan.


“Tapi, bagaimana jika Jenderal Iblis itu membunuh Mao Shizi sebelum bulan purnama itu tiba?” jawab Heilong cemas.


“Itu tidak akan terjadi. Jenderal Iblis Bai Long tidak akan pernah membunuh wanita itu sebelum bulan purnama datang. Dan aku bisa menjamin ucapku ini,” ucap Li Zen dengan suara tegas penuh keyakinan.


“Apa alasannya? Kenapa Guru terlihat begitu yakin? Jangan-jangan Guru mengetahui tujuan Kendari iblis itu menculik Mao Shizi,” tanya Heilong penasaran dengan tatapan memohon.


Meskipun hanya kenal selama beberapa hari saja, tapi Mao Shizi adalah satu-satunya wanita yang sangat dekat dengan dirinya di Alam Gaib ini. Bahkan Heilong juga telah membicarakan rencana pernikahannya dengan Mao Shizi di depan Raja Singa Bulu Emas. Jadi bagaimana mungkin Heilong tidak khawatir dengan keselamatan Mao Shizi walaupun Li Zen telah menjamin keselamatan Mao Shizi.


“Karena Jenderal Iblis Bai Long akan menggunakan gadis itu sebagai tumbal dalam ritual penarikan kekuatan iblis dari Dunia Bawah untuk mengembalikan kekuatan aslinya. Jika dia sampai berhasil melakukan ritual itu, maka kesempatanmu untuk dapat mengalahkan dia menjadi nol.” Li Zen mengucapkan kata-kata ini dengan serius sambil menatap tajam ke arah Heilong.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi, Heilong segera membawa Casbah kembali ke Kota Danau Biru. Dia harus cepat membuat Casbah pulih agar bisa memandunya pergi ke Istana Kristal Ungu.


__ADS_2