
Casbah yang sedang mencari tanaman obat di bagian selatan pulau ini, tiba-tiba menghentikan pencariannya saat merasakan ada kekuatan yang sangat luar biasa dari arah sumber mata air.
Dia khawatir dengan keadaan Chariva karena kekuatan besar yang berasal dari sumber mata air itu bukanlah milik adiknya.
Dengan menggunakan teknik teleportasi, dia langsung menghilang dan muncul di sekitar kolam sumber mata air. Dia melihat Heilong berdiri di sana dengan pakaian yang berbeda dari sebelumnya.
“Kamu…?! apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kamu seharusnya mencari tanaman obat di bagian utara? Jangan-jangan kau sejak tadi terus berada di sini dan sama sekali tidak mencari tanaman obat,” tanya Casbah menyapa dengan raut wajah yang terlihat sedikit bingung.
“Aku sudah selesai memanen tanaman obat di bagian utara dan berniat untuk mencarimu. Tapi aku tergoda saat melihat air yang sangat segar dari kolam sumber mata air ini. Jadi aku memutuskan untuk mandi di tempat ini sebentar.” jawab Heilong tersenyum aneh seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
Casbah tak begitu saja percaya dengan ucapan Heilong, apalagi dia melihat jika tingkat kultivasi Heilong mengalami peningkatan yang sangat besar. Jadi, Heilong pasti sudah cukup lama bermeditasi di tempat ini.
Casbah lalu sengaja menanyakan berbagai macam pertanyaan sampai akhirnya Heilong mengaku jika dirinya dipindahkan oleh Divine Beast Aurora ke tempat ini. Dia juga menanyakan apakah melihat Chariva di sekitar sini. Tapi Heilong mengatakan tidak melihat siapapun di tempat ini saat dia datang.
Beberapa jam yang lalu, Casbah bisa merasakan aura keberadaan adiknya masih berada di kolam sumber mata air ini dan mengalami terobosan kultivasi. Tapi, dia memutuskan untuk tidak mendekat karena takut mengganggu.
Casbah menjadi khawatir dengan keadaan Chariva sampai sebuah giok komunikasi yang dia simpan dibalik lengan bajunya mengeluarkan suara. Dia buru-buru mengambil giok komunikasi itu dan melihat bahwa yang sedang menghubunginya adalah Chariva.
Chariva menyampaikan pesan pada Casbah agar segera pergi ke danau yang ada di ujung bagian utara bersama dengan Heilong karena Divine Beast Aurora sedang menunggu mereka di tempat ini.
Tanpa banyak bicara lagi, Casbah segera membawa Heilong ke danau itu dengan menggunakan kemampuan teleportasi.
**
Danau Bagian Utara.
__ADS_1
Heilong akhirnya muncul kembali di tempat ubh bersama dengan Casbah.
Divine Beast Aurora langsung memeriksa tubuh Heilong dari bawah ke atas untuk melihat apakah ada kesalahan dalam proses penggabungan dua tubuh ini. Jika terjadi kesalahan, maka dia bisa segera memperbaiki kekurangan itu karena masih ada beberapa Teratai Asal Kehidupan yang tersisa.
Namun setelah memperhatikan dengan se*sama, Divine Beast Aurora malah menemukan hasil yang mengejutkan.
Bukan hanya tingkat kultivasi Heilong saja yang ditingkatkan. Tapi, pondasi tubuh Heilong adalah tubuh seorang Dewa dan Dunia Jiwa yang dia miliki telah membesar hingga sepuluh kali lipat.
Pondasi tubuh yang dimiliki Heilong saat ini seharusnya hanya dimiliki oleh orang yang telah berhasil mencapai Lapis God dan sudah berada di tingkat itu dalam waktu yang cukup lama.
Divine Beast Aurora sedikit bingung dengan peningkatan kekuatan fisik Heilong. Dia lalu memusatkan konsentrasinya dan kembali mencari tahu.
Divine Beast Aurora akhirnya menemukan penyebab semua kejadian menakjubkan di tubuh Heilong adalah benang aura roh berwarna emas yang kini telah berubah menjadi sebuah daun emas.
“Makhluk yang tercipta dari daun emas sepertinya memang ditakdirkan untuk memiliki kekuatan yang sangat menakutkan. Aku tidak bisa mengukur seberapa besar kekuatan yang akan dia miliki nanti jika pohon emas itu telah terbentuk dengan sempurna,” ucap Divine Beast Aurora dalam hati mengakhiri pengamatannya.
“Tidak ada yang salah dalam tubuhmu,” ucap Divine Beast Aurora pada Heilong. Dia lalu memberikan sebuah perintah pada semua orang. “Kalian semua bisa segera kembali karena sebuah pertempuran besar sudah menanti kalian.”
“Pertempuran besar?!”
Casbah, Chariva dan Heilong sama-sama terkejut karena mereka bertiga hanya akan bertarung dengan Jenderal Iblis Bai Long di Tanah Ungu. Tapi, kenapa Divine Beast Aurora mengatakan jika pertempuran besar sudah menunggu mereka bertiga.
Divine Beast Aurora lalu mengetuk permukaan air danau dengan tangan kanan.
Seketika, permukaan air danau itu berubah seperti sebuah cermin dan memperlihatkan pasukan iblis dengan jumlah yang hampir mencapai jutaan.
__ADS_1
“Bala bantuan dari Kerajaan Klan Iblis yang ada di Planet Dreamland sudah datang Alam Gaib ini. Semua pasukan iblis yang ada di Tanah Hitam juga berhasil melarikan diri dari dinding pembatas yang dibuat oleh Divine Beast Zaha. Dan kedua kekuatan iblis ini sekarang telah bergabung di Tanah Ungu,” jelas Divine Beast Aurora.
“Apakah Raja Iblis Dagon dan Keempat Jenderalnya juga ikut bergabung dengan Jenderal Iblis Bai Long?” tanya Casbah yang paling sering berurusan dengan Bangsa Iblis di alam Gaib ini. Terutama Raja Iblis Dagon yang sering keluar melewati dinding pembatas dengan wujud sebuah jiwa kegelapan.
“Mereka berempat juga ikut pergi ke Tanah Ungu bersama dengan Raja Mereka. Saat ini, Tanah Hitam benar-benar kosong. Raja Iblis Dagon telah memindahkan mereka semua ke Tanah Ungu dengan kemampuan teleportasi yang dimiliki Jenderal Iblis Bai Long,” jawab Divine Beast Aurora.
Meskipun tidak sekuat Jenderal Iblis Bai Long, tapi kekuatan keempat Jenderal Iblis dari Alam Gaib ini juga tidak bisa diremehkan terutama dua Jenderal Iblis utama mereka yaitu Jenderal Iblis Volt penguasa petir kegelapan dan Jenderal Iblis Dryad penguasa tanah pemakaman.
Kedua Jenderal Iblis ini telah beberapa kali menyebabkan kekacauan yang cukup besar di Alam Gaib sebelum Tanah Hitam disegel oleh Divine Beast Zaha.
Divine Beast Aurora melihat kecemasan di mata Casbah. “Kau tidak perlu terlalu cemas karena Divine Beast Zaha telah mengumpulkan semua pasukan yang ada di Alam Gaib ini. Mereka semua seharusnya akan tiba di Tanah Biru sebentar lagi. Aku sendiri juga akan mengirimkam Nisaka dan semua pasukan siluman ular untuk mewakiliku dalam peperangan ini.”
Divine Beast Aurora berhenti sejenak lalu berseru dengan tegas. “Ini bukan lagi pertarungan antara Heilong dengan para Jenderal Iblis yang datang dari Planet Dreamland. Tapi, ini adalah perang untuk menyelematkan Alam Gaib dari serangan Bangsa Iblis. Jadi semua penduduk Alam Gaib harus bersatu dalam perang kali ini.”
“Kami akan selalu mengingat nasihat dari anda,” jawab Heilong, Casbah dan Chariva kompak.
Heilong lalu memerintahkan semua penghuni Dunia Jiwanya untuk kembali kecuali Gremlin karena anergi alam di Alam Gaib ini pasti dapat membantu pertumbuhannya.
Mereka semua akhirnya meninggalkan pulau ini dan kembali ke Tanah Biru.
#############################
Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.
__ADS_1