LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 93 SIKSAAN


__ADS_3

“Lup—dup … Lup—dup …”


Di tangan kanan Casbah ada gumpalan daging yang terus berdetak dengan irama yang teratur.


Setiap mata yang melihatnya, akan merasa ngeri dan bergidik ketakutan. Termasuk Jin Lang yang berada tepat di hadapan Casbah.


“Ja—jantung siapa itu …?” Jin Lang bergetar ketakutan.


“Jantungmu,” jawab Casbah dingin.


Satu kata yang terucap dari mulut Casbah ini langsung membuat semua orang terdiam dan menatap ke arah dada Jin Lang di mana jantung itu seharusnya berada.


Semua orang bisa melihat ada sebuah sebuah lubang di dada Jin Lang. Tapi anehnya, Jin Lang sepertinya sama sekali tidak merasakan rasa sakit dan lubang itu juga tidak mengeluarkan darah.


Mereka semua akhirnya menarik kesimpulan jika luka itu sudah lama ada di dada Jin Lang dan sudah sembuh sekarang. Sampai akhirnya …


Terdengar suara teriakan yang memekakkan telinga yang berasal dari mulut Jin Lang.


“Jantungku. Cepat kembali jantungku …!!”


Akan tetapi, hal seperti itu tidak berlangsung lama. Kurang lebih hanya berlangsung sekitar tiga nafas saja. Sebab, lubang yang ada di dada Jin Lang tiba-tiba menyemburkan darah yang sangat deras bagaikan sumber mata air.


Suara teriak itu secara perlahan mulai melemah.


Jin Lang lalu melangkah maju menghampiri Casbah dengan langkah yang berat karena menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.


Jin Lang mengumpulkan tenaganya dan berusaha meraih jantung yang ada di tangan kanan Casbah. Akan tetapi, Casbah tiba-tiba menggerakkan tangan kanannya meremas jantung itu kuat-kuat sampai meledak.


Jantung itu hancur berkeping-keping dan hanya menyisakan gumpalan darah.

__ADS_1


Jin Lang yang melihat jantungnya dihancurkan di depan mata kepalanya sendiri, seketika itu langsung roboh dan tak pernah bangkit lagi. Dia mati saat itu juga.


Semua prajurit siluman serigala bulan langsung bergetar ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin. Mental mereka semua langsung roboh bagaikan sebuah pohon kering yang tersapu badai.


Dua orang Jenderal terkuat yang dimiliki oleh Kerajaan Siluman Serigala Bulan yang sangat mereka takuti dan banggakan, ternyata mati dengan sangat mudah di depan mata mereka dalam kondisi yang sangat mengenaskan.


Kerumunan prajurit siluman serigala bulan langsung mundur menjauhi Casbah. Mereka semua takut dengan Casbah yang bisa menghilang secara tiba-tiba dan mengambil bagian tubuh seseorang tanpa diketahui dan dirasakan oleh pemilik tubuh itu.


Chariva akhirnya turun dari kereta kudanya dan maju ke depan menemui para prajurit siluman serigala bulan.


“Kalian semua hanya menjalankan tugas kalian sebagai seorang prajurit, jadi aku bersedia memberi kalian kesempatan untuk bertahan hidup. Aku memberi kesempatan pada kalian selama lima menit untuk meninggalkan tempat ini. Siapapun yang masih berada di tempat ini setelah waktu lima menit yang aku berikan habis, maka mereka semua akan mati.”


Chariva terdiam di tempatnya sambil mengamati apa yang dilakukan oleh para prajurit siluman serigala bulan setelah mengucapkan tawarannya.


Sedangkan para Jenderal Kerajaan Danau Biru langsung berdiri di sekitar Chariva untuk melindungi ratu mereka.


Tidak butuh waktu lama dan tanpa ada diskusi di antara mereka, para prajurit Kerajaan Siluman Serigala Bulan langsung terbagi menjadi dua kelompok.


Kelompok besar ini langsung meletakkan senjatanya di tempat dan pergi meninggalkan istana Kerajaan Siluman Serigala Bulan menuju ke wilayah barat. Sesuai janjinya, Chariva memerintahkan para pasukannya agar tidak menghalangi kepergian mereka dan membiarkan mereka semua hidup.


“Kenapa kalian memilih untuk tetap di sini? Bukankah itu artinya kalian tetap memilih untuk berperang melawan kami meskipun kalian kalah jumlah sekarang,” seru Chariva bertanya sambil menatap para prajurit di depannya.


“Kami telah bersumpah untuk mengabadikan diri kami pada Raja yang baru. Jadi kami akan tetap di sini untuk melindunginya. Raja juga menjanjikan pada kami bahwa dia akan memberikan kami hadiah yang sangat besar. Jika kami bisa menahan kalian semua di gerbang kota sampai matahari terbenam.”


Seorang prajurit menjawab pertanyaan itu dengan lantang dan tanpa ada ketakutan sedikitpun. Dalam pikirannya, sebentar lagi tugasnya akan selesai karena hanya tinggal sepuluh menit lagi, matahari akan tenggelam di tempat ini.


“Jadi karena harta ya. Bagus … Bagus …” Chariva menganggukkan kepalanya dengan sedikit tersenyum. “Kalau begitu kalian semua tetaplah mataku. Ada sebuah peta harta karun di dalam bola mataku. Dan jumlah kekayaan yang tersimpan di dalam peta itu melebihi kekayaan yang dimiliki oleh raja kalian.”


Selain terkenal dengan kecepatan dan panca indranya yang tajam. Para siluman serigala bulan ini juga terkenal dengan keserakahannya akan harta. Namun, hal ini tidak didukung dengan tingkat kecerdasan mereka yang berada di bawah rata-rata.

__ADS_1


Dan Chariva mengetahui tentang kelemahan yang satu ini. Dia berniat untuk menggunakan sifat serakah mereka agar terjebak ke dalam perangkap yang telah dia persiapkan.


Para prajurit Kerajaan Siluman Serigala Bulan langsung menatap mata Chariva tanpa berpikir panjang saat mereka mendengar ada sebuah peta harta karun yang tersimpan di dalam bola mata Chariva.


...“Ilusi Tujuh Dosa.”...


Kedua mata Chariva memancar sinar yang langsung merenggut kesadaran kelima ratus prajurit itu dan memindahkannya ke dalam dunia Ilusi.


“Huuf … Habislah mereka semua. Jurus ini jauh lebih kejam daripada Jurus Tangan Cahaya Menembus Batas yang aku gunakan untuk membunuh Jin Lang,” ucap Casbah menarik nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.


“Kenapa anda berkata begitu? Apakah jurus ini mampu membunuh mereka, Tuan?” tanya Liu Yin yang kebetulan berdiri di samping Casbah. Jadi dia bisa mendengar dengan sangat jelas apa yang telah dikatakan Casbah barusan.


“Jurus ini tidak bisa membunuh mereka tapi jurus ini akan merubah mereka semua menjadi Gila karena sifat-sifat buruk yang mereka miliki. Di dalam dunia Ilusi itu, mereka semua akan disiksa sampai mati sesuai dengan sifat buruk mereka dan akan dihidupkan kembali lalu disiksa kembali sampai mental mereka benar-benar hancur dan menjadi gila. Mereka semua hanya bisa keluar dari dunia Ilusi itu setelah kehilangan akal dan pikirannya,” jelas Casbah.


Liu Yin sangat senang setelah mendengar penjelasan Casbah tentang jurus ini. Dia senang karena jurus yang sangat menakutkan seperti ini tidak dimiliki oleh pihak musuh.


“Ampun ……”


“Tolong …”


“Tidakkk …… Jangan siksa kami lagi …”


“Kami berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi …”


“Ahhh … Panassss … Hentikan …”


Teriakan para prajurit siluman serigala bulan terdengar silih berganti saat berada di dalam dunia Ilusi buatan Chariva.


Setelah sepuluh menit berlalu, teriakan-teriakan itu mulai berhenti. Dan digantikan dengan pemandangan yang sangat memilukan.

__ADS_1


Para prajurit Kerajaan Siluman Serigala Bulan yang berhasil keluar dari Dunia Ilusi, semua menjadi Gila dan pergi meninggalkan tempat ini entah kemana sambil terus mengoceh tak beraturan.


__ADS_2