
Setelah kemunculan sebuah lubang hitam di langit dunia kecil ini, Gremlin lalu menyatukan kembali ke-tiga perwujudannya dan segera menembakkan semburan energi yang cukup kuat ke arah langit untuk memperkuat daya hisap yang dimiliki lubang hitam itu.
Ledakan energi yang memancar dari tubuh Chu Tian, seketika terhisap secara gila-gilaan dan menghilang tanpa jejak di dalam lubang hitam misterius itu saat daya hisap yang dimiliki lubang hitam itu meningkat hingga sepuluh kali lipat setelah Gremlin menembakkan kekuatannya.
Chu sama sekali tak memiliki kemampuan untuk memblokir daya hisap ataupun menghancurkan lubang hitam itu karena pemahamannya tentang hukum ruang tidak terlalu tinggi. Selain itu, kekuatan hukum ruang juga tidak mudah dipelajari karena memiliki sebuah syarat khusus untuk dapat mempelajarinya yang sampai saat ini masih menjadi sebuah misteri.
Gremlin menyeringai saat melihat tekanan energi yang meledak dari tubuh Chu Tian terus semakin menipis dari waktu ke waktu dan akhirnya menunjukkan sosoknya yang terlihat begitu rapuh dan lemah karena semua Qi kosmik yang ada di dalam tubuhnya telah habis sampai mengering. Bahkan, ukuran tubuh Naga yang dimiliki Chu Tian juga telah menyusut cukup drastis.
“Rasanya menyedihkan sekali saat melihat seekor Raja Beast Iblis yang begitu sombong jatuh ke dalam keadaan yang seperti ini. Sekarang kau bukan lagi seekor Naga yang gagah perkasa, tapi kau adalah seekor naga yang kurus kering seperti daging asap. Haha ....” ejek Gremlin terlihat sangat senang karena ia akhirnya bisa membalaskan dendamnya pada Chu Tian.
“Sial!! ternyata kau selalu menahan kekuatanmu sejak awal pertarungan ini berlangsung. Kau sangat licik!!” balas Chu Tian geram dengan tatapan tajam. Namun, ia tidak bisa berbuat apapun untuk menyerang Gremlin saat ini.
“Jika aku bertarung dengan sungguh-sungguh sejak awal, kau pasti sudah lama kabur. Sebab, walaupun kau memiliki tubuh seekor naga tapi pemikiranmu selicik seekor tikus. Dan, jangan pernah aku licik karena kau sendiri lebih licik dariku. Apakah kau tidak ingat saat kau menyebarkan fitnah tentang diriku ke seluruh penjuru Alam Dewa dan membuatku harus menerima hukuman yang begitu panjang!!”
Gremlin sudah mengumpulkan kekuatannya ke dalam cakar yang ia miliki untuk memberikan serangan terakhir dan mengakhiri duel ini. Sebab, ia juga tahu bahwa Chu Tian juga sedang mengulur waktu sebisa mungkin agar ia memiliki kesempatan untuk memulihkan diri dan kabur dari tempat ini.
“Jika aku tidak sombong dan licik maka aku sudah pasti berada di langit dan menjadi seorang iblis. Terimakasih banyak atas pujiannya. Hehe …” jawab Chu Tian tertawa renyah seakan-akan tak memiliki dosa.
“Kalau begitu bawalah pujianku itu ke Alam Akhirat. Pergilah kau ke neraka!!”
__ADS_1
Dengan menggunakan semua kekuatan yang tersisa di dalam tubuhnya, Gremlin langsung melompat ke tempat Chu Tian sambil mengarahkan cakar tangan kanannya yang tertutup dengan aura berwarna pelangi.
...“Cakar Pelangi Menebus Awan.”...
Seketika, kuku-kuku tajam yang ada di tangan kanan Gremlin langsung mengubah tubuh Chu Tian menjadi potongan-potongan tipis layaknya daging steak.
Sama sekali tidak terdengar sedikitpun jerit kesakitan dari mulut Chu Tian saat Gremlin menghancurkan tubuhnya tanpa ampun karena gerakan Gremlin yang begitu cepat saat melakukan serangan membuatnya tidak sempat bersuara.
Jurus yang digunakan Gremlin kali ini adalah jurus rahasia yang dimiliki oleh Ras Rubah Ekor Pelangi yang kekuatan dan kecepatannya saat melakukan serangan telah diakui di semua penjuru Alam Dewa karena jurus ini dapat menembus pertahanan apapun layaknya sebuah cahaya pelangi yang mampu menebus awan.
Beast Iblis Purba itupun akhirnya mati di tangan Gremlin setelah melakukan duel yang cukup sengit dan menghabiskan semua cadangan Qi kosmik yang ada di dalam tubuhnya.
“Zhi Qing …!! Aku akhirnya berhasil membalaskan dendammu pada Beast Iblis terkutuk itu.”
Gremlin berteriak dengan keras sambil melihat ke arah langit seolah-olah ia ingin menyampaikan kabar ini pada sahabatnya yang saat ini sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Dunia kecil inipun akhirnya menghilang saat Dewa Chi Qi menarik kembali kekuatan yang ia tanamkan di dalam array formasi raksasa ini karena ia tidak lagi merasakan adanya jejak-jejak pertempuran.
Akan tetapi, sebuah tekanan energi kegelapan dan hawa iblis yang begitu dahsyat tiba-tiba muncul di dekat Gremlin. Namun, pemilik tekanan energi ini bukanlah seekor iblis karena Gremlin mencium jejak aroma dari tubuh seorang manusia iblis.
__ADS_1
Gremlin memperhatikan daerah sekitar untuk mencari pemilik dari kekuatan ini. Namun, ia tidak dapat menemukan apapun karena kekuatan yang ia miliki juga mulai melemah setelah melakukan pertarungan yang sengit dengan Chu Tian.
Ia pun akhirnya hanya meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu sosok itu menampakkan diri.
**
Benua Timur.
Pertempuran sengit antara Naga Hitam melawan seluruh prajurit Kerajaan Blue Dragon dan semua anggota Klan yang ada di Benua Timur terus berlangsung dengan sengit dibawah pimpinan Kaisar Long Jin dan Jenderal Long Bao.
Jumlah prajurit iblis yang ada di seluruh area medan perang juga telah banyak berkurang daripada saat mereka pertama kali menginjakkan kakinya di Benua Timur.
“Keadaan di tempat ini sepertinya sudah berada di bawah kendali kita. Ayah, aku akan pergi ke tempat Bianca dan membantunya melawan Raja Api Nero,” ucap Long Bao meminta ijin pada Kaisar Long Jin yang berdiri di sampingnya.
Long Bao sejak tadi terus melihat ke arah tempat pertarungan antara Bianca dan Nero karena ia telah sangat khawatir dengan keselamatan gadis itu. Sebab, semua anggota keluarga Long telah menganggap Bianca seperti bagian dari anggota keluarga sendiri walaupun Heilong dan Bianca belum melangsungkan pernikahan secara resmi.
“Kehadiranmu di sana hanya akan mengganggu konsentrasi cucu menantu. Apakah kau ingin dia melindungimu sambil bertarung melawan seorang Raja Api yang memiliki kekuatan setara dengan dua orang Jenderal Iblis?”
Akan tetapi, Kaisar Long Jin malah menegur Long Bao kerena ia menganggap bahwa permintaan Long Bao itu hanyalah sebuah keegoisan semata tanpa melihat kekuatan yang dimiliki ia miliki dan menimbang kekuatan yang dimiliki lawan. Dan, hal ini tentu saja hanya akan membahayakan keselamatan Bianca.
__ADS_1
“Maafkan aku, Ayah. Lalu apa yang seharusnya kita lakukan? Apakah aku harus diam saja saat melihat calon menantu keluarga Long sedang mempertaruhkan nyawa demi keselamatan Benua Timur?” Long Bao balik bertanya karena ia tidak ingin terjadi apapun pada calon menantunya karena Long Yuyin tampaknya sudah cukup akrab dengan Bianca.