LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 182 BERHENTI


__ADS_3

Di beberapa titik tertentu, Casbah dan Heilong melihat ada beberapa orang kultivator yang masih bertahan dalam kondisi meditasi walaupun keadaan mereka tidak terlalu bagus dan harus menahan rasa sakit yang luar biasa bagaikan berada di dalam neraka es.


Mereka semua tentunya adalah para kultivator elemen es yang sudah bermeditasi sejak lama di tempat ini dan seluruh pikirannya telah terbenam dalam keadaan kultivasi hingga mereka tak menyadari adanya perang besar antara penduduk Alam Gaib dengan Bangsa Iblis beberapa saat yang lalu.


Tubuh para kultivator itu telah ditutupi lapisan es tebal yang mirip dengan bongkahan es seukuran manusia, akibat serangan hawa dingin yang menyerang tubuhnya dari segala arah dan tanpa henti. Andai saja mereka tidak memiliki tekad yang kuat, tentu saja mereka sudah lama terbunuh oleh serangan hawa dingin.


Kedua mata Heilong sedikit bergetar saat melihat para kultivator yang terkubur dalam bongkahan es itu. Sebab, ia bisa merasakan seberapa sakitnya cobaan yang harus ditahan oleh para kultivator itu demi untuk memperkuat kekuatan elemen es yang mereka miliki karena ia pernah berada di posisi seperti ini saat berlatih di bawah bimbingan Divine Beast Genbu.


Saat itu, ia harus bermeditasi di dalam Danau Es seribu pedang selama berbulan-bulan demi memperkuat kekuatan fisiknya dan pemahamannya terhadap kekuatan elemen es. Hawa dingin yang berasal dari Danau Es Seribu Pedang bahkan sempat membekukan setengah dari titik-titik meridian miliknya dan membuatnya berada di ambang kematian.


Untung saja saat itu, Li Ziqi memberikan sedikit pencerahan tentang hukum elemen es sehingga ia dapat mengatasi kesulitan itu dan berhasil memperkuat kekuatan es miliknya sebelum mulai mempelajari kitab tentang jurus-jurus elemen es dari Divine Beast Genbu.


Serangan hawa dingin yang sangat kuat dari Lembah Es Khayalan hampir mirip dengan hawa dingin yang ada di sekitar Danau Es Seribu Pedang yaitu dapat membekukan aliran darah dan bisa membunuh para kultivator itu kapan saja jika mereka menurunkan konsentrasinya.


Untungnya semua kultivator itu masih hidup karena ia dapat melihat energi kehidupan di dalam dantian para kultivator itu walaupun terlihat sangat tenang bak orang yang sedang tertidur pulas.


“Lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini. Jangan ganggu mereka,” ajak Heilong.

__ADS_1


Heilong dan Casbah segera pergi melanjutkan perjalanan karena tak ingin menganggu konsentrasi para kultivator itu. Lagipula waktu yang mereka memiliki untuk mencari Batu Es Khayalan juga tidak banyak.


**


Suhu udara di dalam medan pelindung yang terbentuk dari jurus perisai es ternyata sangat hangat dan mampu menahan serangan hawa dingin yang menuju ke arah mereka.


Casbah merasa sangat nyaman seolah-olah dirinya sedang berada di depan perapian. “Medan pelindung yang kau buat ini ternyata sangat bermanfaat di tempat ini. Jika tidak ada ini, mungkin tubuhku sudah membeku sejak lama.”


“Kau harus bersyukur karena kita baru melakukan perjalanan ke tempat ini setelah aku naik ke Tingkat God. Jika aku masih berada di Tingkat Grand Emperor, jurus perisai es hanya akan membuat sebuah perisai pertahanan yang tak dapat digerakkan dan tidak akan terlalu berguna untukmu,” balas Heilong.


“Bagaimana kalau kita mencarinya sambil terbang?” sebuah ide tiba-tiba muncul di pikiran Heilong saat ia melihat sekelompok burung terbang bebas di atas lembah padahal tempat ini seharusnya dijauhi oleh para Beast.


“Ide yang sangat bagus. Ayo segera kita lakukan.” Casbah langsung setuju karena dengan terbang, jangkauan pandangan mereka bisa lebih luas dan jelas daripada berjalan.


Mereka berdua lalu terbang dengan santai sambil melihat ke bawah dengan jurus mata dewa agar jangkauan pandangan mereka berdua jauh lebih tajam dan dapat menebus jika ada sebuah penghalang yang tersembunyi di dalam tanah. Lagipula, di Lembah Khayalan es ini mereka berdua juga tidak dapat terbang dengan kecepatan penuh karena harus melawan tekanan dari serangan hawa dingin.


Heilong akhirnya berhenti saat melihat ada sesuatu yang sedikit aneh di atas permukaan tanah. Yaitu, ada dua belas pohon bersalju yang ditata sedemikian rupa hingga membentuk sebuah formasi sihir. Jika ia tidak teliti, maka pohon-pohon itu hanya seperti pohon biasa yang tumbuh dengan liar.

__ADS_1


Casbah pun ikut berhenti lalu bertanya. “Apakah kau menemukan keanehan pada semua pohon-pohon ini?”


“Sekilas, Semua pohon yang ada di tempat ini telah membentuk sebuah formasi sihir. Dan …formasi sihir yang terbentuk dari susunan pohon ini mirip dengan formasi pelindung besar yang melindungi istana iblis. Akan tetapi, sama sekali tidak ada jejak hawa iblis ataupun energi kegelapan di dalam formasi sihir ini,” jawab Heilong.


Casbah mengerutkan kening dan melihat kembali susunan pepohonan yang ada di bawah dan ia juga memiliki pendapat yang sama dengan ucapan Heilong. Sebab, ia juga pernah melihat medan pelindung yang melindungi istana iblis.”


Heilong dan Casbah akhirnya turun dan berjalan mendekati semua pohon itu dengan penuh kewaspadaan karena mereka tidak tahu jebakan seperti apa yang tersembunyi di balik semua pepohonan itu. Sebab, jika semua pepohonan itu benar-benar adalah sebuah formasi pelindung, seharusnya akan ada sesuatu yang melindungi formasi itu agar tidak mudah dirusak.


Seketika, sebuah keanehan muncul di depan mata mereka berdua saat mereka berdiri sekitar lima meter dari susunan pohon itu.


Semua pohon itu tiba-tiba tercabut dari permukaan tanah lalu menyatu dan berubah bentuk menjadi seekor siluman pohon setinggi dua puluh meter. “Berhenti!! Tempat ini tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang. Jika kalian berdua berani melangkah maju, maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian berdua.”


Siluman pohon berukuran raksasa itu menatap Casbah dan Heilong dengan penuh permusuhan seakan-akan mereka berdua adalah seorang pencuri yang masuk ke rumahnya tanpa ijin.


Ditatap dengan tatapan seperti itu, Heilong tentu saja merasa tidak nyaman. Ia pun lalu membalas dengan suara dingin. “Minggir!! Aku tidak punya banyak waktu untuk berurusan denganmu. Dan, aku juga tidak memerlukan ijin darimu karena aku akan menghancurkan formasi pelindung itu.”


Siluman pohon itu ternyata sangat arogan dan tak takut sedikitpun dengan ancaman Heilong. Ia pun balik mengancam sambil memancar hawa membunuh yang sangat kuat dari tubuhnya. “Jika kau ingin mati dengan cepat, maka silahkan maju. Dasar manusia lemah!!!”

__ADS_1


__ADS_2