LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 148 AKHIR RAJA IBLIS DAGON


__ADS_3

Wanita misterius itu segera membuat beberapa gerakan segel tangan saat sabit pusaka yang ada di tangannya melesat ke arah Raja Iblis Dagon.


Gerakan kedua tangannya secepat kilat seakan-akan tak menanggung beban apapun, padahal tekanan energi yang menyelimuti kedua tangannya telah meningkat hingga sepuluh kali lipat dan membuat area luas satu kilometer menjadi berguncang.


“Pusaran Bulan Sabit Ungu,” teriak wanita misterius itu setelah menyelesaikan gerakan segel tangannya.


Seketika, aura berwarna ungu yang menyelimuti sabit pusaka itu menjadi semakin terang dan menyilaukan mata hingga membuat sabit pusaka itu terlihat seperti sebuah bulan sabit berwarna ungu.


Putaran dari sabit pusaka itu saat meleset juga semakin meningkat tajam hingga mampu menutupi semua bagian kosong pada senjata pusaka itu dan membuatnya terlihat bagaikan sebuah bulan purnama yang berwarna ungu.


Raja Iblis Dagon mengerutkan kening saat merasakan tekanan kekuatan yang sangat mengerikan dari sabit pusaka itu. Bahkan, seluruh bagian tubuhnya tidak bisa digerakkan karena terkunci oleh kuatnya tekanan energi yang menuju ke arahnya. Ia bagaikan seekor rusa yang terjebak dalam kubangan lumpur dan menunggu serangan datang merenggut nyawamu.


**


Di sisi lain, seluruh area medan peperangan berhenti untuk sesaat dan pandangan semua orang termasuk para prajurit iblis, tertuju pada pertarungan sengit antara wanita misterius dan Raja Iblis Dagon yang sangat menarik perhatian semua orang. Sebab, aura yang memancar dari tubuh mereka berdua memiliki tekanan yang diluar batas kewajaran.


Para prajurit iblis tentu saja mendukung Raja Iblis Dagon dan mengelu-elukan namanya walaupun mereka semua melihat bahwa Raja Iblis Dagon berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan.


Tujuan para prajurit iblis melakukan hal itu bukanlah untuk menyemangati Raja Iblis Dagon agar kekuatan bisa segera pulih dan mampu melepaskan diri dari tekanan kekuatan yang dipancarkan oleh sabit pusaka itu. Tapi, mereka semua sengaja melakukan hal itu karena ingin merusak konsentrasi Dewi Bulan Ungu.


Para prajurit gabungan Alam Gaib melakukan hal yang sebaliknya. Mereka semua hanya diam saja karena takut akan mengganggu konsentrasi sang dewi. Lagipula mereka semua juga tidak tahu harus memanggil wanita misterius dengan sebutan apa?

__ADS_1


Para Raja yang tergabung dalam pasukan gabungan alam gaib sebenarnya sudah mengetahui tentang identitas wanita misterius itu. Tapi, mereka merahasiakan semua ini dari para prajurit.


Wanita misterius itu tidak lain adalah Dewi Bulan Ungu yang sengaja dikirim oleh Alam Dewa ke tempat ini untuk membunuh para prajurit iblis yang berasal dari Dunia Bawah karena Divine Beast Shen Long telah memberitahukan pada Chariva siapa dewi yang akan datang ke Alam Gaib untuk membantu mereka dalam perang kali ini. Dan, Chariva pun juga telah menyampaikan informasi ini para semua Raja Alam Gaib dan juga Heilong.


Para Raja ini tampaknya juga ingin merahasiakan identitas asli Dewi Bulan Ungu dari para prajurit karena mereka semua berpikir bahwa Dewi Bulan Ungu tidak ingin identitas diketahui oleh para penduduk Alam Gaib. Sebab, sejak datang ke tempat ini, Dewi Bulan Ungu juga selalu menutupi wajahnya dengan cadar dan tidak memperkenalkan diri.


Namun, mereka semua tidak tahu bahwa tu dekat mereka sebenarnya ada seekor Beast yang pernah melihat wajah dari Dewi Bulan Ungu tanpa cadar. Dan, karena hal itupulalah Beast ini mendapatkan kutukan dari Dewi Bulan Ungu. Beast ini adalah Gremlin.


“Jurus Itu?!” Gremlin yang selalu berdiri di samping Heilong tiba-tiba bergidik ketakutan saat melihat jurus yang digunakan wanita misterius itu seolah-olah ia melihat sesuatu yang sangat menakutkan.


Heilong yang mendengar suara Gremlin langsung menatap dengan penasaran karena tidak biasanya Gremlin mengeluarkan ekspresi ketakutan seperti itu. Lagipula, hanya Heilong saja yang bisa mendengar suara Gremlin akibat pengaruh kutukan dari Dewi Bulan Ungu.


“Apakah kau mengenali jurus itu?” tanya Heilong dengan menggunakan kemampuan telepati agar tidak membuat keributan.


“Jadi wanita itu benar-benar Dewi Bulan Ungu yang telah mengutukmu di Benua Tengah?” lanjut Heilong bertanya dengan ekspresi datar. Ia berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan keterkejutannya.


Gremlin hanya merespon dengan anggukan kepala tanpa mengatakan lebih jauh tentang kekuatan dari jurus itu karena di dalam ingatannya, ia masih merasakan ketakutan yang begitu besar. Padahal kejadian itu sudah lama berlalu.


Heilong tidak lagi mengajukan pertanyaan karena melihat ekspresi Gremlin menjadi semakin tidak nyaman setiap kali ia mengajukan pertanyaan. Gremlin seakan-akan ingin melupakan kejadian itu karena rasa takut yang sangat luar biasa. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya saat itu salain ia sendiri dan Dewi Bulan Ungu.


**

__ADS_1


Sabit pusaka itu terus melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Raja Iblis Dagon dan saat ini jaraknya kurang dari sepuluh meter dari tempat Raja Iblis Dagon berdiri.


“Dinding Kegelapan Abadi.”


Raja Iblis Dagon langsung meledak semua kekuatan yang tersisa di dalam tubuhnya dan membuat sebuah tembok pertahanan yang sangat tebal dari energi kegelapan. Tembok kegelapan itu juga dilapisi dengan hawa iblis murni yang sangat beracun sehingga membuat siapapun langsung menjauh.


Akan tetapi, bagaimana mungkin kekuatan seorang iblis biasa mampu melawan kekuatan seorang dewi sejati yang berasal dari Alam Dewa? Walaupun iblis biasa itu berasal dari Dunia Bawah.


Tembok kegelapan yang dibuat Raja Iblis Dagon langsung hancur berkeping-keping hanya dalam hitungan detik saat berbenturan dengan sabit pusaka itu.


Suara ledakan yang sangat dahsyat juga sempat terdegar dan membuat tempat ini bergetar untuk sesaat.


Dewi Bulan Ungu lalu mengubah gerakan tangannya menjadi seolah-olah sedang mencengkram sesuatu saat sabit pusaka miliknya hanya berjarak beberapa inci dari leher Raja Iblis Dagon.


Putaran sabit pusaka itu menjadi semakin cepat hingga menimbulkan hembusan angin yang cukup kuat.


Para prajurit iblis yang berkumpul di dekat Raja Iblis Dagon bergerak mundur kebelakang karena tak sanggup menahan tekanan hembusan angin yang keluar dari sabit pusaka itu.


Dan, kepala Raja Iblis Dagon akhirnya terlepas dari tubuhnya lalu terlepas sangat jauh saat sabit pusaka itu menerobos lehernya.


Darah iblis yang berwarna hitam pekat, meluncur dengan deras dari bekas luka yang ada di leher Raya Iblis Dagon yang membuat kubangan air yang mirip dengan sebuah danau berukuran kecil dengan air yang berwarna hitam pekat.

__ADS_1


Raja Iblis dari Alam Gaib akhirnya mati dengan kondisi yang sangat mengenaskan dan membuat semangat para prajurit iblis yang ada di medan perang langsung jatuh.


__ADS_2