
Kabut tebal yang menutupi ranting pohon itu akhirnya menghilang dan menunjukkan sesosok burung yang bertengger dengan gagah seolah-olah tak pernah mengalami luka sedikitpun.
“Bagaimana bisa … Tidak mungkin … Ini sangat mustahil .…!! Bahkan seorang Dewa yang hidup di Alam Dewa sekalipun pasti akan kesulitan jika harus menghidupkan makhluk hidup yang telah mati dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan seperti itu.” Raja Api Verde terus berteriak histeris tak mau mempercayai apa yang ada di depan matanya.
Sebagian Dewa yang tinggal di Alam Dewa memang memiliki kemampuan untuk menghidupkan kembali makhluk hidup yang telah mati asalkan kondisi tubuhnya masih utuh dan tingkat kultivasi yang dimiliki makhluk itu harus jauh lebih rendah dari miliknya.
“Cepat aku saja kekalahanmu jangan banyak alasan. Meskipun kau tidak dapat mempercayai kekuatan penyembuhan yang aku miliki, tapi kau tidak dapat menyangkal bukti yang ada di depan matamu itu. Burung yang telah aku bunuh dan aku makan, saat ini telah berhasil aku hidupkan kembali tanpa bekas luka sedikitpun.”
Heilong sudah tidak sabar untuk segera menikmati hadiah dari kemenangannya. Sebab kapan lagi ia bisa merampok harta karun yang dimiliki oleh seorang Raja Api. Apalagi beberapa tanaman obat langka yang tumbuh di tempat ini memiliki kegunaan yang sangat baik untuk menetralkan racun hawa iblis.
Meskipun merasa enggan, tapi Raja Api Verde tidak dapat mengingkari perjanjian yang telah ia buat karena hal itu dapat merusak nama baik Raja Api yang lain. Apalagi pertandingan ini pasti disaksikan oleh kedua Divine Beast yang menjaga tempat ini.
“Ambillah sesukamu tapi kau harus meninggalkan beberapa dari masing-masing tanaman obat agar tanaman obat itu tidak punah di tempat ini. Kau seharusnya tahu bahwa beberapa tanaman obat yang tumbuh di tempat ini sangatlah langka dan keberadaannya sudah menghilang di tempat asalnya.” seru Raja Api Verde tak berdaya tanpa melihat Heilong. Tatapan matanya masih terfokus pada burung yang bertengger di atas ranting pohon.
Heilong tampak bersemangat dan langsung berlari ke kebun obat. Tanpa rasa sungkan lagi, Heilong mulai memetik setiap tanaman obat yang tumbuh di tempat ini lalu menempatkan ke dalam sebuah tempat khusus sebelum dimasukkan ke dalam gelang penyimpanan miliknya.
Untungnya di dalam Buku Resep Masakan Kerajaan Langit juga terdapat bagaimana cara untuk menyimpan semua tanaman obat ini agar khasiatnya tidak menghilang walaupun disimpan dalam waktu yang cukup lama. Hal ini tentu saja semakin mempermudah Heilong untuk memetik semua tanaman langka yang ada di kebun obat ini.
Namun, Heilong masih ingat dengan pesan Raja Api Verde karena itu setelah ia mengambil setengah dari satu jenis tanaman obat yang tumbuh di tempat ini, ia segera pindah untuk memetik tanaman obat yang lain. Sebab, mungkin di masa depan nanti ia akan memerlukan lagi tanaman obat yang tumbuh di tempat ini.
Hanya dalam waktu dua puluh menit, Heilong sudah mengambil seperempat dari jumlah tanaman obat yang tumbuh di tempat ini dan telah mendapatkan hampir dua puluh jenis tanaman obat yang tergolong sangat langkah.
__ADS_1
Heilong terlihat sangat senang dan sama sekali tak terlihat kekalahan di wajahnya padahal tidak semua tanaman obat bisa diambil dengan cara biasa. Ada beberapa tanaman obat yang membutuhkan tenaga ekstra saat mengambilnya karena akar tanaman obat itu mencengkram dengan kuat salah satu pilar yang ada di tempat ini.
“Masih ada setengah lagi! Semangat!” Heilong kembali melanjutkan memetik tanaman obat itu setelah beristirahat sejenak.
**
Puncak Pagoda Raja Api.
“Bocah bernama Heilong itu ternyata cukup licik juga ya! Ia sama sekali tidak menggunakan teknik penyembuhan elemen air yang ia miliki dan malah memainkan sebuah trik.”
Divine Beast Shen Long terlihat sedikit tidak senang dengan cara Heilong memenangkan pertandingan ini karena Raja Api Verde termasuk salah satu Raja Api yang berada di bawah bimbingannya. Meskipun awalnya ia memang berniat untuk memberikan sedikit pelajaran para Raja Api Verde agar tidak terlalu sombong.
“Yang dilakukan Heilong bukanlah licik, tapi dia memang sangat cerdik. Dalam sebuah pertarungan kita tidak akan tahu siasat seperti apa yang akan digunakan oleh lawan kita untuk meraih kemenangan. Jika Verde tidak terlalu sombong dan meremehkan Heilong, ia pasti bisa sedikit waspada dan melihat trik yang digunakan Heilong karena ada banyak kecacatan dalam trik itu jika dilihat lebih detail lagi,” balas Divine Beast Lambda mencoba mendinginkan suasana.
Jadi, burung yang bertengger di ranting pohon saat ini adalah burung yang sebelumnya sempat disembunyikan Heilong semakin serangan jurus pedangnya mencapai ranting pohon.
“Tapi jurus yang digunakan Heilong untuk menyembunyikan burung itu sangatlah kuat. Kalau aku tidak salah jurus itu seharusnya ada salah satu jurus yang memiliki kekuatan hukum ruang tingkat tinggi.” Shen Long berusaha mengingat kembali saat-saat Heilong mulai menyembunyikan salah satu burung itu.
“Kau benar! Jurus itu adalah salah satu jurus yang memiliki hukum ruang tingkat tinggi. Bahkan jurus itu telah mendapatkan pengakuan dari Alam Dewa sebagai salah satu jurus terkuat dalam kelompok hukum ruang. Kalau aku tidak salah, nama jurus itu adalah Aji Mundri dan pemiliknya adalah salah satu dewa yang berasal dari salah satu tempat di Bumi yang bernama Pulau Jawa,” jawab Divine Beast Lambda.
**
__ADS_1
Setelah satu jam, Heilong akhirnya kembali ke tempat Raja Api Verde. Ia telah selesai mengambil hadiah kemenangannya dan menepati janjinya untuk menyisakan setengah dari masing-masing jenis tanaman obat. Tidak peduli tanaman obat itu termasuk jenis yang biasa ataupun tanaman obat langka, ia masih tetap menyisakannya.
“Aku akan pergi meninggalkan tempat ini. Terimakasih banyak atas hadiahnya,” ucap Heilong tersenyum puas karena gelang penyimpanan yang ada di tangan kirinya telah dipenuhi dengan berbagai tanaman obat dari berbagai jenis.
Akan tetapi, Raja Api Verde sama sekali tidak memberikan respon. Ia sepertinya telah tenggelam dalam pemikirannya untuk mencari tahu rahasia bagaimana Heilong bisa menghidupkan kembali burung yang telah mati tanpa tubuh yang utuh.
Heilong yang tak ingin berlama-lama lagi di tempat ini, langsung melangkahkan kakinya meninggalkan tempat ini dan pergi ke arah tangga yang menuju ke lantai berikutnya.
Akan tetapi …
“Tunggu …!! Dasar kau bocah sial!! Kau telah menipuku.”
Suara Raja Api Verde yang dipenuhi dengan emosi yang meledak-ledak tiba-tiba terdengar saat Heilong akan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga yang berikutnya.
Heilong pun segera berbalik dan melihat tubuh Raja Api Verde yang telah tenggelam dalam api berwarna hijau. Kedua mata Raja Api Verde memancarkan niat membunuh yang sangat tajam seolah-olah menyimpan sebuah dendam yang tak dapat didamaikan lagi.
“Menipu?! Bagaimana kau bisa mengatakan bahwa aku telah menipu? Bukankah kau telah melihat sendiri saat aku menghidupkan kembali burung itu.” Heilong tetap berpura-pura bodoh seolah tak melakukan sesuatu yang salah.
Raja Api Verde lalu berjalan mendekati pohon itu dan mengambil sebuah tulang burung yang tergeletak di balik pohon lalu melemparkan ke arah Heilong. “Itu adalah tulang dari burung yang telah kau bunuh! Dan burung yang aga di atas ranting pohon itu adalah burung yang berbeda karena burung itu memiliki ukuran yang sedikit lebih besar dan bulu yang lebih halus.”
“Akhirnya kau mengetahui siasat yang aku gunakan,” ucap Heilong menyeringai. “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Jika kau sedikit lebih waspada dan menggunakan teknik mata dewa sejak awal, maka kau tidak akan bisa terjebak dalam siasatku ini.”
__ADS_1
“Tentu saja aku ingin membunuhmu. Dasar bocah licik …!!” Teriak Raja Api Verde yang langsung meledakkan semua energi api yang ada di dalam tubuhnya.