
Bagian Tengah Pulau.
Chariva sedang duduk bermeditasi di atas sebuah batu yang tidak jauh dari sumber mata air pulau ini.
Di sekitar sini, energi alam sangat melimpah dan paling murni. Dia tidak pernah merasakan energi alam semurni ini sebelumnya.
Padahal sebelum menjadi seorang ratu dan menetap di Tanah Biru, dia sudah mengelilingi hampir semua tempat di Alam Gaib ini kecuali Tanah Hijau dan Tanah Hitam yang memerlukan ijin khusus untuk bisa memasuki wilayah itu.
Ini adalah pertama kali baginya dan juga merupakan berkah terbaik selama dia hidup.
Dia telah mengalami terobosan kultivasi dari Lapis Grand Emperor tingkat 7 ke Lapis Grand Emperor tingkat 8 hanya dengan menyerap energi alam yang ada di tempat ini selama satu jam.
Padahal kultivasinya sudah mengalami jalan buntu selama lima tahun. Sampai dia harus melakukan latihan tertutup selama beberapa tahun, tapi latihan tertutupnya itu tidak membuahkan hasil.
Saat ini dia sedang berkonsentrasi penuh untuk menstabilkan aura nya serta mengisi kembali cadangan Qi yang ada di dalam dantiannya. Dia harus segera memperkuat pondasi kultivasinya dulu setelah mengalami terobosan.
Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu kekuatan yang aneh muncul dari langit lalu mendarat di atas permukaan kolam mata air itu.
Chariva segera mengakhiri meditasinya dan mencari tahu benda apa itu.
Betapa kagetnya dia saat melihat ada sebuah bunga teratai yang memiliki ukuran sebesar tubuh orang dewasa. Dan posisi bunga teratai itu juga agak aneh karena bunga teratai itu mendarat di atas kolam sumber mata air dengan posisi terbalik seakan-akan kuncup dari Bunga Teratai itu sedang meminum air dari kolam sumber mata air ini.
Namun Chariva tidak berani bertindak gegabah dengan langsung mendekati bunga teratai itu. Tapi, dia mengamati bunga teratai itu dari jauh sampai dia merasa benar-benar aman untuk mendekat.
Bunga Teratai itu adalah Teratai Asal Kehidupan yang baru saja dipindahkan oleh Divine Beast Aurora.
Bunga Teratai Asal Kehidupan dan Heilong ternyata dipindahkan Divine Beast Aurora ke bagian tengah pulau ini di mana terdapat mata air yang merupakan sumber kehidupan semua tanaman di pulau ini.
Energi alam yang sangat melimpah dan murni di kolam mata air ini memang sangat cocok untuk membentuk Dunia Jiwa Heilong yang baru.
__ADS_1
Heilong segera menyerap energi alam yang ada di kolam mata air ini melalui retakan-retakan yang ada di sekitar kuncup bunga teratai asal kehidupan.
Sambil menyerap energi alam, dia juga mengamati apa yang terjadi di dalam Dunia Jiwanya.
Dia melihat ada beberapa bola seukuran kepalan tangan orang dewasa dengan warna yang berbeda antara satu dengan yang lainnya sedang berkumpul di pusat Dunia Jiwa miliknya.
“Bukankah itu adalah benih energi alam yang aku dapatkan selama ini. Kenapa benih-benih itu tidak segera membentuk ulang Dunia Jiwaku? Apa yang sebenarnya sedang mereka tunggu?” Heilong mengerutkan kening, berpikir keras karena tidak biasanya hal seperti itu terjadi.
Biasanya setiap kali mendapatkan benih energi alam, benih energi alam itu akan langsung aktif untuk membentuk sesuatu di dalam Dunia Jiwa miliknya. Tapi kali benih-benih energi itu seperti sedang menunggu sesuatu.
Sesaat kemudian, energi alam yang diserap Heilong langsung membanjiri Dunia Jiwanya seperti sebuah kabut yang berasal dari surga.
Semua benih energi alam itu langsung aktif saat tersapu oleh kabut energi alam yang sangat murni dan mengandung energi kehidupan.
Benih kehampaan mengambil peran yang pertama dalam pembentukan Dunia Jiwa Heilong. Benih energi ini terbang ke puncak langit Dunia Jiwa lalu merubah menjadi lapisan atmosfer dengan bentuk yang mirip dengan sebuah bola untuk melindungi segala bentuk kehidupan di dalam Dunia Jiwa ini.
Selanjutnya benih elemen tanah. Benih energi ini jatuh ke dasar atmosfer lalu membentuk daratan setinggi sepertiga ukuran bola atmosfer.
Setelah kedua dasar Dunia Jiwa ini terbentuk, Benih energi lainnya mulai mengambil perannya masing-masing.
Benih elemen air berubah menjadi lautan yang mengelilingi daratan.
Benih elemen angin dan benih elemen petir, menyatu dan berubah menjadi gumpalan awan yang menghiasi langit Dunia Jiwa ini.
Sedangkan benih elemen api dan benih elemen es jatuh ke arah yang berlawanan lalu berubah menjadi gunung berapi dan pegunungan es.
“Hanya kurang benih elemen kegelapan dan benih elemen cahaya. Jika aku berhasil mendapatkan kedua benih energi alam tersebut, maka Dunia Jiwaku akan memiliki siang dan malam. Jika saat seperti itu terjadi di dalam Dunia Jiwaku, maka aku pasti akan berhasil menerobos ke lapis God dan menjadi Dewa.”
Heilong berhenti mengamati Dunia Jiwanya dan kembali tersadar.
__ADS_1
Dia merasakan bahwa kultivasinya sebentar lagi akan mengalami terobosan. Dan terobosan ini yang akan dia alami sepertinya tidak kecil.
Jika apa yang dikatakan Divine Beast Aurora saat itu adalah benar, seharusnya sebentar lagi tingkat kultivasinya akan dipromosikan ke puncak Grand Emperor.
Qi yang adalah di dalam dantian Heilong mulai bergolak tak terkendali bak sebuah lautan yang dihantam badai.
Aura yang memancar dari tubuhnya langsung meledak dan menghancurkan kuncup bunga teratai asal kehidupan yang telah banyak membantunya selama beberapa jam ini.
Aura yang memancar dari tubuh Heilong semakin lama menjadi semakin membesar dan membuat pulau ini bergetar karena tekanan Qi yang sangat kuat.
Untung saja Divine Beast Aurora segera bertindak cepat dengan membuat sebuah medan pelindung di sekitar Heilong untuk melindungi pulau ini.
Beberapa saat kemudian, tubuh Heilong memancarkan sinar yang sangat terang bagaikan seorang Dewa.
Dia akhirnya berhasil menembus ke puncak Grand Emperor atau lebih dikenal dengan sebutan manusia setengah dewa karena hanya tinggal salahkan lagi, dia akan memiliki kesempatan untuk menjadi seorang Dewa saat berhasil mencapai Lapis God.
Aura yang memancar dari tubuhnya berangsur-angsur mulai stabil setelah terobosannya selesai.
Heilong segera memindai daerah sekitar kolam sumber mata air ini dengan menggunakan kekuatan mata dewa miliknya.
Dia tidak menemukan siapapun ada di sekitar tempat ini.
Sosok Chariva sudah tidak terlihat lagi di tempat ini karena segera pergi meninggalkan tempat ini setelah tahu bahwa yang ada di sana adalah Heilong. Sebab, Heilong sama sekali tidak mengenakan pakaian saat keluar dari kuncup bunga teratai asal kehidupan.
“Air di bawah terlihat bergitu segar. Aku akan mandi dulu sebelum pergi menemui Divine Beast Aurora dan yang lainnya.”
Heilong segera menjatuhkan dirinya ke dalam kolam mata air.
#############################
__ADS_1
Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.