
“Tu-Tuan … Apakah semua emas dan permata yang ada di kantong penyimpan ini benar-benar anda berikan padaku sebagai bayaran untuk menyewa sebuah kamar?” tanya penjaga penginapan dengan bibir bergetar karena terkejut.
Penjaga penginapan itu seakan-akan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Dia berkali-kali melihat isi dari kantong penyimpanan itu hanya untuk membuktikan bahwa yang sedang dia alami ini bukanlah sebuah mimpi.
“Jika kau tidak segera memberiku sebuah kamar untuk menginap, maka aku akan mengambil kembali kantong penyimpan yang baru saja aku berikan padamu dan pergi mencari tempat penginapan lain,” jawab Zaha dingin karena dia sudah tidak sabar menunggu.
“Ba-baik, Tuan. Mari ikut denganku, aku akan memberikan anda kamar terbaik di penginapan ini.”
Penjaga penginapan itu langsung menyimpan kantong penyimpan pemberian Zaha dan segera mengantarkan Zaha ke sebuah kamar yang ada di lantai paling atas.
Ini adalah kamar terbaik dan termewah yang ada di penginapan ini. Sebab, luas kamar ini hampir memenuhi satu lantai dan bisa disebut sebagai sebuah rumah pribadi daripada sebuah kamar.
Kamar di lantai paling atas ini juga memiliki halaman sendiri lengkap dengan sebuah taman bunga yang sangat indah. Padahal letak dari kamar ini berada di lantai paling atas penginapan dan jaraknya kurang lebih seratus meter dari permukaan tanah.
“Ini kunci kamar anda, Tuan.”
Penjaga penginapan itu segera membukakan pintu lalu memberikan kunci kamar ini pada Zaha.
Zaha tidak membuang-buang waktu lagi, dia segera masuk ke kamar dan menutup pintu kamar itu karena sebenarnya punggungnya sejak tadi juga sudah cukup lelah karena terus menggendong Heilong yang belum juga sadar.
Penjaga penginapan itu segera mengeluarkan kembali kantong penyimpan pemberian Zaha dan melihat sekali lagi emas dan permata yang ada di dalamnya. Sebab, dia belum benar-benar percaya bahwa itu adalah emas dan permata asli. Bisa saja itu adalah benda yang terbuat dari sihir.
Setelah cukup lama mengamati emas dan permata yang ada di dalam kantong penyimpan itu, Penjaga Penginapan itu akhirnya tersenyum lebar. “Ini benar-benar emas dan permata asli. Akhirnya aku menjadi orang kaya. Setelah tamu ini meninggalkan penginapan ini, aku juga akan mengundurkan diri dari penginapan ini dan membuka tempat usaha sendiri. Aku sudah bosan selalu diperintah oleh bos yang cerewet.”
__ADS_1
**
Setelah masuk ke dalam kamar, Zaha langsung disuguhkan dengan sebuah ruang tamu yang sangat mewah dan dipenuhi dengan ornamen yang terbuat dari emas dan taring singa.
“Ternyata penduduk dari Kerajaan Singa Bulu Emas ini sangat pandai menghias ruangan. Aku bisa menyewa jasa mereka untuk menghias Istanaku yang ada di Tanah Abu-abu.”
Zaha melewati ruang tamu setelah puas melihat setiap hiasan yang ada di sana. Dia akhirnya sampai di kamar utama ruangan ini dan melihat ada dua buah tempat tidur yang permukaannya terbuat dari mutiara.
“Bukankah ini adalah mutiara dari seekor Kerang Laut yang hanya hidup di laut yang ada di sekitar Tanah Hijau?! Dari mana penduduk Tanah Jingga ini bisa mendapatkan mutiara-mutiara ini? Jika Aurora sampai tahu hal ini, sepertinya dia akan menenggelamkan seluruh dataran Tanah Jingga ini tanpa ampun,” ucap Zaha mengerutkan kening ketika melihat butiran-butiran mutiara yang sangat indah itu.
Zaha segera meletakkan tubuh Heilong di atas tempat tidur yang ada di sebelah kirinya. Lalu dia rebahan di tempat tidur yang ada di sebelah kanan.
“Benar-benar merepotkan saja, padahal di dalam tubuhmu seharusnya ada kekuatan elemen air yang bisa mempercepat proses penyembuhan jika tubuhmu terluka. Tapi, kenapa kau belum juga sadar. Padahal luka yang ada di tubuhmu seharusnya tidak terlalu parah karena kau cuma kehabisan Qi saja,” gumam Zaha sambil melihat Heilong.
Setelah memeriksa kurang lebih dua menit, Zaha akhirnya melihat ada sebuah benda yang memancarkan aura berwarna coklat di dalam Dunia Jiwa Heilong. Ini adalah warna aura yang dipancarkan oleh sebuah benda pusaka yang memiliki elemen tanah.
“Ternyata dia memiliki benda pusaka berelemen tanah di dalam tubuhnya. Pantas saja kemampuan elemen airnya menjadi sedikit melambat. Karena benda pusaka itu akan menjadi seperti sebuah bendungan yang akan menghambat kekuatan elemen air miliknya.”
Tubuh Zaha memiliki sebuah keistimewaan yaitu bisa meningkat kekuatan dari semua benda pusaka berelemen tanah yang ada di sekitarnya. Meskipun benda pusaka itu berada di dalam Dunia Jiwa seseorang.
Zaha kemudian mengulurkan tangan kanannya ke arah Heilong dan mengeluarkan secara paksa benda pusaka itu dari dari Dalam Dunia Jiwa Heilong.
Sebuah mahkota dengan hiasan tanduk rusa akhirnya keluar dari dalam Dunia Jiwa Heilong dan jatuh ke tangan kanan Zaha.
__ADS_1
“Bukankah ini adalah mahkota yang terbuat dari sisa-sisa tubuh dari Ular King Cobra Tanduk Rusa?! Dari mana pemuda ini bisa mendapatkan Mahkota Tanduk Rusa,” ucap Zaha terkejut.
Keterkejutan Zaha ini sangat wajar. Sebab, Ular King Cobra Tanduk Rusa sudah lama punah di Alam Gaib ini.
Zaha tidak tahu bahwa Heilong mendapatkan Mahkota Tanduk Rusa Ini dari Game The Power Of Java. Mahkota itu adalah salah satu hadiah kejutan yang diberikan oleh NPC Lilla karena Heilong berhasil menemukan area tersembunyi yang ada di stage keempat.
Kekuatan energi air yang ada di dalam tubuh Heilong secara perlahan mulai meningkat setelah Mahkota Tanduk Rusa ini dikeluarkan secara paksa oleh Zaha.
Saat ini, seluruh tubuh Heilong telah tenggelam di dalam aura berwarna biru. Energi air ini terus memperbarui Qi murni Heilong karena Qi murninya hampir terkuras sampai kering, maka proses penyembuhan ini membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari biasanya.
Sambil menunggu Heilong memulihkan diri, Zaha mengeluarkan sebuah bola energi berwarna coklat dan membagi bola energi itu menjadi delapan bagian.
Zaha kemudian meletakkan kedelapan bagian dari bola energi elemen tanah ini ke dalam Mahkota Tanduk Rusa, sebelum dia mengembalikan mahkota itu ke dalam Dunia Jiwa Heilong.
Waktu yang ditunggu-tunggu Zaha akhirnya tiba. Aura berwarna biru yang ada di tubuh Heilong mulai meredup. Itu tandanya bahwa proses penyembuhannya sudah selesai dan sebentar lagi dia akan sadar.
“Kau beruntung karena sudah bertemu denganku. Aku telah memberimu sedikit hadiah kecil sebelum aku pergi dari sini. Kelak jika kau menyadari hadiah ini, maka kekuatan pertahananmu akan meningkat dengan sangat tajam,” ucap Zaha sambil mengembalikan Mahkota Tanduk Rusa ke dalam Dunia Jiwa Heilong.
Zaha kemudian pergi ke luar kamar dan menuju ke halaman karena dia ingin pergi meninggalkan penginapan ini.
Tapi ketika dia sampai di halaman, seseorang wanita dengan memakai cadar di wajahnya. Tiba-tiba muncul dan menghalangi jalan Zaha untuk pergi.
*****
__ADS_1
Update satu chapter dulu sampai pertengahan bulan karena author lagi disibukkan dengan pekerjaan. 🙏