LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 113 LANGIT DAN BUMI BERGETAR


__ADS_3

Xiao Long mengabaikan Raja Singa Bulu Emas setelah selesai memperkenalkan diri. Dia lalu memperhatikan seluruh halaman istana ini yang sudah menjadi semakin ramai dari sebelumnya. Hingga membuat bagian halaman istana ini terlihat hampir penuh.


Dia merasa sedikit cemas jika duelnya dengan Heilong akan gagal. Sebab, jika semuanya sudah hadir, berarti dia harus menunda latih tandingnya dengan Heilong dan segera berangkat ke medan pedang.


Xiao Long lalu melirik Chariva dah bertanya. “Apakah semuanya sudah hadir?”


“Ratu Nisaka dan pasukan siluman ular dari tanah Hijau belum datang. Mungkin mereka sedikit terlambat karena jarak antara Tanah Biru dan Tanah Hijau memang cukup jauh. Tapi, mereka pasti akan datang, sebab Divine Beast Aurora telah mengatakan padaku jika mereka akan datang,” jawab Chariva.


Xiao Long terlihat senang setelah mendengar jawaban Chariva. “Kalau begitu masih ada sedikit waktu sambil menunggu kedatangan para siluman ular itu.”


Xiao Long lalu menatap Casbah. “Bawa kami berdua ke tempat yang tidak terlalu jauh dari sini. Tapi, tempat itu harus jauh dari keramaian agar aku bisa leluasa mengerahkan kekuatanku.”


“Bukan kah kau tadi mengatakan jika hanya ingin menguji, kenapa harus mengerahkan semua kekuatan,” protes Casbah karena merasa Heilong akan berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan jika Xiao Long mengerahkan semua kekuatannya.


“Tidak apa-apa. Latih tanding tanpa mengerahkan semua kekuatan, ibarat sayur tanpa garam. Latihan ini akan terasa hambar dan tak ada gunanya untuk menguji kemampuan bertarungku,” sahut Heilong yang setuju dengan ucapan Kakeknya.


“Bagus … Bagus … Kau memang sangat cocok menjadi cucuku. Haha…” Xiao Long tertawa renyah.


“Baiklah, aku akan membawa kalian berdua ke puncak gunung itu. Gunung itu adalah gunung mati yang sudah ribuan tahun tidak meletus. Bagian kaki gunungnya yang sangat terjal membuat gunung itu jarang disinggahi makhluk hidup,” seru Casbah sambil menunjuk sebuah gunung yang berjarak sekitar lima ratus meter dari istana.


Xiao Long dan Heilong sama-sama setuju dan mereka bertiga pun pergi ke puncak gunung dengan menggunakan kekuatan teleportasi milik Casbah.


**


Sementara itu sekitar 5 km dari Kerajaan Siluman Serigala Bulan, rombongan siluman ular yang dipimpin Ratu Nisaka sengaja berhenti di tempat ini sejak sepuluh menit yang lalu.


Kedua Jenderal ular yang tidak sabar, segera menghadap sang ratu dan bertanya kapan mereka akan kembali melanjutkan perjalanan.


“Maaf, Ratu. Para prajurit sudah tidak sabar untuk melanjutkan perjalanan karena mereka ingin segera beristirahat sebentar sebelum berangkat ke medan perang.”


“Tenanglah. Kita akan melanjutkan perjalanan setelah selesai menonton pertarungan yang cukup menarik. Lagipula aku sengaja menghentikan perjalanan karena ini adalah perintah dari Guru,” seru Nisaka agar semua pasukannya tenang.


Ternyata semua ini telah diatur oleh Divine Beast Aurora.


Sepertinya Divine Beast Aurora juga ingin mengetahui seberapa besar kekuatan bertarung yang dimiliki Heilong setelah berhasil menerobos ke puncak Grand Emperor. Dan yang paling cocok untuk menjadi lawan bertarung Heilong adalah Xiao Long yang memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan Heilong.


**


Sementara itu Casbah, Heilong dan Xiao Long sudah sampai di atas puncak gunung yang tingginya mencapai sepuluh ribu meter dari permukaan laut hanya dalam satu kedipan mata saja.

__ADS_1


Setelah mengantarkan mereka berdua, Casbah segera pergi meninggalkan mereka dan kembali ke Istana Siluman Serigala Bulan.


Heilong dan Xiao Long sama-sama saling memandang dan meledakkan Qi yang ada di tubuh mereka.


Aura yang sangat kuat, seketika memancar dari tubuh mereka berdua hingga membuat gunung ini bergetar seperti akan meletus.


“Nak, apakah kau yakin akan melawan tinjuku ini dengan tinjumu. Apakah kau tidak ingin menggunakan padang pusaka milikmu?” tanya Xiao Long memastikan apakah Heilong benar-benar akan melawan dia hanya dengan tangan kosong.


“Tinjuku ini akan berubah layaknya pedang pusaka saat aku menggunakan Teknik Tangan Dewa Pedang. Sebab, inti dari teknik ini adalah mengubah tangan bagai pedang.”


Saat menjawab pertanyaan Xiao Long, Heilong sudah memusatkan energi apinya ke tangan kanannya lalu merubahnya menjadi sebuah pedang aura dengan menggunakan Teknik Tangan Dewa Pedang.


Xiao Long juga segera memusatkan empat puluh persen energi tanah dan energi cahaya miliknya saat melihat pedang aura di tangan Heilong. Kedua energi itu merubah tinju yang ada di tangan Xiao Long seperti sebuah baja yang berlapis emas.


“Mari kita mulai …!!” seru Xiao Long sambil berlari ke arah Heilong.


...“Tinju Naga Emas — Naga Penghacur Karang.”...


Xiao Long segera menghantamkan tinjunya ke arah Heilong.


Heilong segera meledakkan energi api yang ada di tinju tangan kanannya hingga tercipta serpihan-serpihan pedang kecil berjumlah ratusan yang terus mengelilingi tangan kanannya seolah-olah tangan kanan Heilong adalah sebuah matahari.


...“Tinju Elemen Api — Tinju Racun Api.”...


“Roarrrr …”


“Sring … Sring …”


Bayang Naga Emas yang muncul dari kekuatan tinju Xiao Long langsung beradu dengan ratusan pedang api seukuran jari telunjuk namun membawa kekuatan api yang sepanas matahari.


Bayangan Naga Emas itu pun secara perlahan mulai retak karena terus dihantam ratusan pedang api dan akhirnya hancur.


Xiao Long pun langsung mundur beberapa langkah ke belakang setelah jurusnya berhasil dipatahkan Heilong dengan mudah.


“Bagus sekali nak. Kekuatan tinjumu memang sangat luar biasa. Sepertinya Divine Beast Zaha tidak salah memilihmu untuk memimpin perang besar ini. Apakah kau mau beradu satu pukulan lagi?” ucap Xiao Long yang merasa tidak puas.


“Silahkan, Kakek. Sepertinya kita masih memiliki waktu yang cukup panjang karena belum ada tanda-tanda kedatangan prajurit siluman ular,” jawab Heilong.


“Bagus.”

__ADS_1


Xiao Long kembali memusatkan enam puluh persen kekuatan elemen tanah dan elemen cahaya yang ada di tubuhnya ke tangan kanannya hingga tinju itu berubah kembali menjadi berwarna emas.


...“Tinju Naga Emas—Naga Menembus Bumi.”...


“Roarrrr …”


Raungan seekor naga yang m*mekakkan telinga keluar dari tinju yang ada di tangan kanan Xiao Long. Dan permukaan tanah yang ada di bawah kakinya juga ikut retak.


Seluruh bagian gunung ini menjadi bergetar dengan kuat seakan-akan mau meletus.


Heilong mengerutkan kening karena merasakan tekanan kekuatan yang sangat luar biasa dari tinju itu.


“Kau masih memiliki kesempatan nak. Kau mau mengaku kalah atau mau melawan kekuatan tinjuku ini. Ingatlah, ini hanyalah sebuah latih tanding. Jika kau merasa tidak mampu menahannya lebih baik kau menyerah karena kau masih memiliki tugas untuk memimpin medan perang besok,” seru Xiao Long mencoba memperingatkan Heilong.


Heilong tidak menjawab tapi dia memusatkan energi api dan energi petir ke dalam tinju kanannya.


“Duarrr … Duarrr …”


Langit menjadi bergemuruh seakan-akan mau runtuh saat Heilong meledakkan energi petir dan energi api yang ada di tinju tangan kanannya.


**


Sementara itu, seluruh pasukan dan para Raja yang ada di Istana Siluman Serigala Bulan, berdecak kagum saat melihat duel antara Xiao Long melawan Heilong.


“Xiao Long itu tidak pernah mau mengalah meskipun lawan latihannya adalah cucunya sendiri,” ucap Casbah menggelengkan kepala.


“Aku rasa itu adalah hal yang sangat wajar. Yang tua mana mungkin mau dikalahkan oleh yang muda. Itu semua adalah sifat alami setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini,” balas Chariva.


“Jika kekuatan tinju Raja Xiao Long mampu mengguncang bumi, maka kekuatan Tinju Heilong mampu mengguncang langit. Aku sudah tidak sabar, tinju siapa kira-kira yang akan menang,” sahut Raja Singa Bulu Emas antusias.


**


“Sungguh laki-laki yang sangat menarik. Jarang sekali ada yang mampu menahan serangan tinju Raja Xiao di Alam Gaib ini. Tapi dia malah memancing Raja Xiao untuk mengeluarkan tinju terhebatnya. Beruntung sekali aku mematuhi perintah Guru. Jika tidak, maka aku tidak akan pernah melihat pertunjukan semenarik ini,” ucap Nisaka yang juga melihat dari jauh.


**


Heilong masih terus memasukkan energi api dan energi petir ke dalam tinju kanannya dan membuat langit menjadi semakin bergemuruh.


#############################

__ADS_1


Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏


Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.


__ADS_2