LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 51 JENDERAL VOLDRYD


__ADS_3

Ketika kabut asap tebal yang menutupi seluruh tempat ini menghilang, semua orang dikejutkan dengan kemunculan sosok Siluman Banteng yang berwarna hitam pekat sehitam langit malam.


Siluman Banteng itu memiliki tinggi dan perawakan tubuh yang sama persis dengan Raja Banteng Api. Namun, seluruh bulu yang ada di tubuh Banteng ini berwarna hitam pekat. Yang lebih mengerikan lagi adalah warna matanya yang semerah darah. Mirip sekali dengan mata para iblis yang haus darah dan selalu menyebar teror.


“Mulai sekarang kau adalah salah satu Jenderal Perang kerajaan Tanah Hitam. Dan namamu adalah Voldryd. Aku akan memberimu kekuatan tambahan yaitu elemen petir dan kegelapan,” seru Raja Iblis dari Tanah Hitam.


Sembilan buah petir langsung turun dari langit dan menyambar tubuh Jenderal Voldryd.


Seketika, seluruh tubuh Jenderal Voldryd diselimuti dengan aura berwarna hitam pekat seperti warna api neraka dengan kilatan petir yang menyambar-nyambar.


Setelah berhasil menyerap semua kekuatan elemen petir kegelapan dan menstabilkan auranya, Jenderal Voldryd langsung bersujud sambil menghadap langit. “Sebutkan perintah pertama anda yang mulia. Hamba akan menyelesaikan tugas itu sebaik mungkin.”


“Tugas pertamamu adalah menghilangkan jejak. Habisi semua makhluk yang telah menyaksikan semua kejadian ini. Jangan biarkan siapapun ada yang hidup atau kau sendiri yang akan kehilangan kehidupanmu. Setelah kau berhasil menyelesaikan tugas pertamamu, segeralah pergi ke Istanaku yang ada di Tanah Hitam.”


Awan mendung yang berwarna hitam pekat itu perlahan-lahan mulai menghilang bersamaan dengan aura yang begitu menindas milik Raja Iblis dari Tanah Hitam setelah dia mengucapkan perintah pertamanya pada Jenderal Voldryd.


Jenderal Voldryd menatap daerah sekelilingnya dengan niat membunuh yang sangat tajam. Dia akhirnya mengeluarkan senjata pusakanya yang berbentuk kapak raksasa setelah menyadari bahwa di sekeliling hanya ada tembok-tembok dinding pelindung yang terbuat dari elemen tanah.


“Aku bisa merasakan ada banyak sekali hawa kehidupan di balik dinding itu. Apakah kalian semua berpikir bahwa dinding pelindung seperti itu bisa menghalangi untuk menjalankan tugas yang telah diberikan oleh Raja Iblis,” seru Jenderal Voldryd.


Para prajurit Kerajaan Banteng Api kembali bergidik ketakutan karena suara seruan dari Raja mereka, sekarang telah berubah menjadi sangat menyeramkan dan dingin tak ubahnya seperti suara seekor iblis.


Jenderal Voldryd langsung mengangkat kapak raksasanya dengan kedua tangannya menghadap ke arah langit.


Langit kembali bergemuruh akibat aura energi petir kegelapan yang memancar dari kapak pusaka milik Jenderal Voldryd. Aura itu seperti mengundang petir-petir yang ada di langit untuk datang mendekat dan bergabung dengannya.

__ADS_1


“Duar … Duar … Duar …”


Satu per satu petir-petir yang ada di langit mulai turun dan menyambar kapak pusaka yang ada di tangan Jenderal Voldryd.


Setiap kali ada petir yang menyambar kapak pusaka itu, maka kapak pusaka itu akan menjadi semakin tajam dan berkilau dengan cahaya kegelapan.


“Sambaran Petir Neraka.”


Jenderal Voldryd segera menganyunkan kapak pusaka yang ada di tangannya untuk menyerang dinding pelindung buatan Mao Shizi.


“Boom …”


Seketika ledakan yang sangat dahsyat langsung terdengar disertai dengan guncangan yang sangat kuat saat petir berwarna hitam pekat keluar dari kapak pusaka itu dan menghantam dinding pelindung buatan Mao Shizi.


Sembilan lapisan dinding pelindung itu langsung hancur hanya dengan sekali serangan.


Untung saja Heilong sempat membawa Mao Shizi terbang dengan menggunakan sayap pemberian Galene. Meskipun Galene sekarang tidak berada di dalam tubuh Heilong, namun sepasang sayap berwarna pelangi ini ternyata ikut bersama dengan Heilong di dalam tubuhnya yang baru ini.


“Aku tidak pernah menyangka ternyata sayap pemberian Galene ini ikut bersamaku ke Alam Gaib ini. Apa mungkin sepasang sayap itu telah berubah menjadi sebuah senjata pusaka, jadi sepasang sayap ini tetap berada di tubuhku yang baru bersama dengan semua pedang pusaka milikku,” gumam Heilong terkejut setelah mengetahui bahwa dia ternyata bisa menggunakan sepasang sayap pelangi ini di Alam Gaib. Padahal seharusnya sayap pelangi ini menempel di tubuh Long Bai yang masih ada di Planet Dreamland.


“Kenapa kau tidak pernah mengatakan padaku jika kau memiliki kemampuan untuk terbang. Kalau aku tahu sebelumnya, kita tidak perlu repot-repot menyamar untuk masuk ke Kerajaan ini. Tapi, kita bisa langsung masuk melalui jalur udara,” ucap Mao Shizi dingin.


Mao Shizi sebenarnya memiliki kemampuan untuk terbang, namun dia tidak menggunakan kemampuannya itu dan lebih memilih masuk ke Kerajaan Banteng Api dengan cara menyamar agar dia juga bisa melindungi Heilong yang dia pikir tidak memiliki kemampuan untuk terbang.


“Kau tidak pernah tanya padaku sebelumnya. Aku bukan orang yang suka memamerkan kekuatanku secara sembarangan karena kekuatan itu nantinya bisa menjadi senjata rahasia buatku ketika aku menemui lawan-lawan yang jauh lebih keluar dariku,” balas Heilong.

__ADS_1


“Kemampuan untuk melarikan diri maksudmu?! Hanya seorang pengecut saja yang menganggap hal itu sebagai sebuah kemampuan,” ucap Mao Shizi sinis karena sudah terlanjur kesal.


Di atas langit, mereka berdua menyaksikan bagaimana Jenderal Voldryd membantai para prajurit Kerajaan Banteng Api dengan sangat kejam.


Sama sekali tidak terlihat kesedihan di mata Jenderal Voldryd. Sepertinya ingatnya ketika dia menjadi Raja Banteng Api memang telah benar-benar menghilang setelah dia menyelesaikan ritual transformasi iblis.


“Sepertinya dia telah benar-benar menjadi seekor iblis sejati. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” tanya Mao Shizi sedikit bingung karena hal ini di luar rencana yang telah dia susun.


“Tentu saja kita harus segera mengalahkannya sebelum dia menghancurkan seluruh wilayah Tanah Merah,” jawab Heilong.


“Kalau begitu aku akan membantumu,” ucap Mao Shizi menatap mata Heilong.


“Tidak, ini terlalu berbahaya untukmu. Kau adalah putri dari Kerajaan Singa Bulu Emas, jika terjadi sesuatu padamu. Apa yang harus aku katakan pada Raja Singa Bulu Emas dan seluruh rakyat yang tinggal di Tanah Jingga,” cegah Heilong karena dia tidak ingin Mao Shizi berada dalam bahaya.


Mao Shizi merasa sedikit garam. Sebab, Heilong sepertinya telah meragukan kekuatan yang dia miliki. “Apa kau lupa, meskipun aku seorang putri. Tapi, aku bukanlah seorang putri yang lemah dan manja. Aku memiliki beladiri untuk melindungi diriku sendiri. Lagipula musuh yang harus kita hadapi semarang memiliki kekuatan elemen api, petir dan kegelapan. Apakah kau bisa mengatasi serangan dari elemen petir miliknya?”


“Cara yang paling efektif untuk melawan serangan elemen petir adalah dengan menggunakan kekuatan elemen tanah,” jawab Heilong.


“Apa kau memiliki kekuatan itu?” balas Heilong.


Heilong baru menyadari kekurangannya setelah cukup lama berdebat dengan Mao Shizi. Dia akhirnya menerima tawaran Mao Shizi.


“Sepertinya kita memang harus berkerjasama untuk mengalahkan Jenderal Voldryd.”


Heilong dan Mao Shizi segera turun dah menghadang Jenderal Voldryd agar dia tidak keluar dari wilayah istana Kerajaan Banteng Api.

__ADS_1


Jenderal Voldryd menatap Heilong dan Mao Shizi dengan dingin. “Ternyata dua ekor lalat yang sejak tadi terus bersembunyi, akhirnya berani muncul di hadapanku dan mengganggu kesenanganku.”


Tanpa banyak bicara lagi, Jenderal Voldryd langsung menyerang Heilong dan Mao Shizi dengan menggunakan kapak pusaka miliknya yang telah diselimuti dengan aura energi api, petir dan kegelapan yang sangat kuat.


__ADS_2