
Sebuah formasi sihir raksasa seketika muncul di langit dan mengunci area pertarungan antara Gremlin melawan Chi Tian saat Dewa Chi Qi merentangkan kedua tangannya ke arah Planet Dreamland.
Formasi sihir raksasa itu bagaikan sebuah dunia kecil yang memiliki berlapis-lapis dinding dimensi super kuat dan tidak akan mungkin bisa ditembus oleh kultivator dibawah Tingkat Heavenly God. Ini adalah arena pertarungan yang paling cocok untuk kedua Beast yang telah mencapai Tingkat Divine God.
Gremlin dan Chi Tian sama-sama mendongak ke langit sambil mengumpulkan cadangan Qi kosmik yang sea di dalam dantian mereka. Sebab, pertarungan kali ini tidak akan berjalan dengan mudah karena hanya sang pemenang lah yang akan hidup.
“Apakah kau memiliki pesan-pesan terakhir sebelum aku menghancurkan tubuhmu dengan kesepuluh kepala yang aku miliki.” Hawa membunuh yang sangat kuat seketika meledak dari tubuh Chi Tian saat api dendam kembali membakar pikirannya.
Gremlin menyeringai lalu berkata seolah-olah mengejek. “Tidak perlu banyak bicara! Jika kau memang mampu membunuhku, maka majulah sekarang juga! Tapi, yang akan menang dalam pertempuran kali ini pastilah aku karena Bangsa Iblis sudah ditakdirkan untuk musnah.”
Gremlin pun segera merubah kembali wujudnya ke bentuk aslinya karena wujud manusianya memiliki batasan-batasan tertentu yang membuatnya tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh yang ia miliki.
Boom ...
Tekanan aura yang memancar dari tubuh mereka berdua langsung berbenturan dan menciptakan sebuah ledakan dahsyat. Bahkan lapisan dinding dimensi yang mengelilingi dunia ini juga ikut bergetar.
Untung saja mereka berdua berada di dalam sebuah dunia buatan yang tak berpenghuni. Jadi tidak akan ada nyawa makhluk tak berdosa yang akan menjadi korban.
Chu Tian segera memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Gremlin. Ia mengerakkan ke-sembilan kepala yang lain melesat ke arah Gremlin dan membuka mulutnya lebar-lebar.
...“Semburan Sembilan Neraka.”...
Semburan api dari berbagai arah seketika mengepung Gremlin dan menyerangnya dari sengaja arah. Gremlin sama sekali tidak memiliki tempat untuk menghindar.
...“Perisai Aura Dewa.”...
Sebuah medan pelindung yang sangat kuat seketika mengelilingi tubuh Gremlin saat ia mengibaskan semua ekornya ke arah delapan penjuru mata angin.
__ADS_1
Semua api yang keluar dari ke-sembilan kepala milik Chu Tian terus membakar medan pelindung itu tanpa jeda sedikitpun bagaikan sebuah api yang merebus sebuah pil obat.
Namun, pertahanan yang dimiliki Gremlin ternyata sangat kuat hingga semua api itu akhirnya padam tanpa sanggup meninggalkan jejak sedikitpun pada medan pelindung buatannya.
“Hanya dengan kekuatan seperti ini kau berani bermimpi untuk membunuhku? Kau benar-benar telah membuat malu nama Chu Yi dan semua Beast Iblis. Dasar lemah!!” ejek Gremlin.
Gremlin lalu mengarahkan ke-sembilan ekor yang ia miliki ke arah sembilan kepala Chu Tian dan membelitnya dengan kuat.
...“Ledakan Sembilan Elemen.”...
Semua kekuatan dari masing-masing elemen seketika meledak dari masing-masing ekor Gremlin dan menyerang ke-sembilan kepala Chu Tian tanpa ampun.
Di hadapan serangan Gremlin yang begitu dahsyat, kesembilan kepala Naga Chu Tian pun akhirnya hancur berkeping-keping dan berubah menjadi gumpalan asap energi kegelapan.
“Ternyata kau memang seekor Divine Beast yang sangat kuat seperti yang dirumorkan dalam sejarah. Pantas saja kau bisa mengalahkan Ayahku waktu itu. Tapi, aku berbeda karena semua kekurangan yang ada di dalam jurus-jurus milik Ayahku telah berhasil aku sempurnakan. Haha...” Chu Tian tertawa renyah sambil mengucapkan ancaman untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.
Selain itu, Chu Tian telah berani membunuh Zhi Qing dan membuatnya dirinya berseteru dengan penduduk Alam Dewa karena fitnahnya yang sangat keji.
Berbagai rencana telah tersusun dengan rapi di pikiran Gremlin untuk menghadapi kekuatan Chu Tian. Namun, ia tidak berani bertindak gegabah karena ia belum mengetahui jurus-jurus yang dimiliki Chu Tian. Jika Chu Tian memang telah berhasil menyempurnakan jurus-jurus milik Chu Yi, itu artinya kekuatan yang ia miliki lebih kuat dari Ayahnya.
...“Teknik Penyatuan Kegelapan.”...
Chu Tian tiba-tiba menghisap semua kepulan asap energi kegelapan yang muncul dari kehancuran kesembilan kepala yang ia miliki lalu menyatukan semua asap energi kegelapan itu ke dalam dantian miliknya.
Aura energi kegelapan yang memancar dari tubuh Chu Tian menjadi semakin pekat dan lebih kuat. Bahkan warna aura yang memancar dari tubuhnya lebih gelap dari malam. Hawa iblis yang tersembunyi di dalam aura kegelapan itu pun juga menjadi semakin menguat.
'Benar-benar aura energi kegelapan yang sangat murni. Andai saja ia tidak memiliki hawa iblis di dalam tubuhnya mungkin ia bisa menjadi lawan dari Lambda di Alam Dewa.' Gremlin tiba-tiba teringat dengan Divine Beast Lambda saat melihat aura energi kegelapan yang memancar dari tubuh Chu Tian karena aura itu sangat murni dan tidak bisa muncul dari tubuh sembarang kultivator.
__ADS_1
“Sekarang sangatnya kau mengucapkan selamat tinggal pada Dunia ini.” Chu Tian kembali menyerang Gremlin setelah ia berhasil menyatukan semua kekuatan yang ada di dalam asap energi kegelapan itu ke dalam tubuhnya.
...“Cakar Naga Pemecah Langit.”...
Cakar naga iblis yang begitu kokoh dan tajam seketika menghujani medan pelindung buatan Gremlin tanpa ampun dan dengan tekanan kekuatan yang begitu mengerikan hingga seakan-akan mampu membelah langit.
Medan pelindung itu pun akhirnya mengalami kerusakan yang sangat parah dan tidak mingkin bisa dipulihkan. Akan tetapi, Gremlin masih terlihat cukup tenang dan kembali memusatkan kekuatan yang ia miliki ke ke-sembilan ekor miliknya.
****Pyar**** ...
Keretakan yang begitu banyak akhirnya membuat medan pelindung itu hancur bagaikan serpihan-serpihan kaca.
“Haha … Sekarang kau tidak bisa bersembunyi lagi.” Chu Tian tertawa terbahak-bahak. Sebab, dengan hilangnya medan pelindung ini maka Gremlin tidak akan lagi sempat membuat medan pelindung untuk yang kedua kalinya.
...“Pusaran Ombak Pelangi.”...
Boom ...
Tanpa diduga, Gremlin ternyata segera melakukan serangan sebelum medan pelindung yang ia buat benar-benar menghilang sepenuhnya.
Pusaran angin yang begitu dahsyat dan berwarna pelangi seketika muncul dan menghantam tubuh Chu Tian saat Gremlin memutar tubuhnya sambil mengibaskan kesembilan ekor miliknya searah jarum jam.
Chu Tian pun langsung terpental sangat jauh akibat serangan ini karena ia sempat menurunkan kewaspadaannya untuk sesaat.
“Sepertinya Chu Yi tidak pernah memberitahumu tentang peraturan pertama dalam pertempuran hidup dan mati!” seru Gremlin dingin dengan tatapan tajam.
“Apa itu?” balas Chu Tian sambil mencoba berdiri.
__ADS_1
“Berhenti mengucapkan omong kosong!” jawab Gremlin sambil meledakkan kembali semua kekuatan yang tersimpan di dalam tubuhnya.