
Chariva lalu menatap mata setiap prajurit yang ada di depannya. Dia melihat keraguan di wajah mereka semua saat dia mengenalkan Casbah pada mereka semua sebagai kakaknya.
Semua ini bisa terjadi karena Casbah telah menolak dengan keras saat Chariva mengungkapkan niatnya untuk pergi ke Tanah Biru dan membangun Kerajaan milik Bangsa Manusia di wilayah kekuasaan Siluman Serigala Bulan.
Sejak saat itu, hubungan mereka menjadi semakin jauh karena Casbah melarang Chariva untuk menyebutnya sebagai kakak dan memutuskan hubungan keluarga.
Akan tetapi, saat dia kembali bertemu lagi dengan kakaknya setelah sekian lama, Chariva memilih untuk melupakan larangan itu dan tetap memilih untuk mengakui Casbah sebagai kakaknya di depan umum. Casbah pun sepertinya tidak keberatan dengan hal ini karena karena dia tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan.
“Gunakan kekuatanmu untuk membuktikan masa lalu kita pada semua prajuritmu agar tidak menimbulkan fitnah di masa depan. Aku bisa mengerti alasan mereka tidak berani bertanya pada dirimu dan memilih untuk menyembunyikan keraguan mereka. Kau adalah Ratu mereka, dan meragukan pernyataan Sang Ratu merupakan salah satu bentuk pemberontakan yang bisa dihukum berat,” bisik Casbah lirih.
Chariva merespon dengan anggukan kepala lalu merentangkan tangan kanannya ke depan dan berseru dengan suara lantang seakan-akan suara ini menusuk telinga para prajurit bagaikan sebuah tombak yang terbuat dari guntur.
“Tataplah telapak tanganku ini. Dan kalian akan melihat sebuah kebenaran tentang masa lalu Ratu kalian.”
...“Teknik Cahaya Pemindah Pikiran.”...
Seketika, telapak tangan kanannya Chariva bersinar dengan cahaya yang sangat terang.
Cahaya itu langsung masuk ke dalam mata semua orang yang menatapnya dan memberikan gambaran masa lalu Sang Ratu di dalam otak mereka.
Mereka semua melihat masa kecil Casbah dan Chariva serta saat-saat mereka berdua diangkat murid oleh Shen Long lalu akhirnya berpisah setelah pertengkaran hebat akibat ego masing-masing. Namun, dia tidak memperlihatkan semua kejadian dalam hidupnya. Sebagian besar kejadian yang dia alami tidak diperlihatkan oleh Chariva karena kejadian-kejadian penting itu menyangkut privasinya, selain itu dia juga harus mempersingkat waktu.
“Pantas saja Shen Long mengirim gadis ini untuk membantu Heilong. Sepertinya dia juga tahu alasan kenapa luka yang diterima Jenderal Iblis Bai Long akan berpengaruh dengan tubuh Heilong.”
Diam-diam Li Zen juga membiarkan dirinya terkena sinar yang memancar dari telapak tangan Chariva. Saat itulah dia sadar jika Chariva memiliki kemampuan yang sangat istimewa dan tergolong langka. Tapi, dia hanya bergumam di dalam hati dan tidak memberitahu Heilong tentang hal ini.
__ADS_1
**
Setelah kurang lebih sepuluh menit, Chariva menghentikan tekniknya itu dan aliran cahaya yang memancar dari tangannya juga langsung menghilang.
Raut wajah para prajurit itu tampak cerah dan semua keraguan di dalam hati para mereka terhadap pernyataan Ratu Chariva juga langsung lenyap seperti debu yang tersapu angin.
Mereka semua lalu memberi hormat pada Casbah dan mengucapkan terimakasih karena telah membantu melindungi kota mereka semalam.
“Bangun. Aku bukanlah penguasa negeri ini. Aku hanyalah seorang tamu yang secara tidak sengaja melintasi kota ini, jadi penghormatan seperti itu rasanya terlalu tinggi buatku,” seru Casbah sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya meminta mereka semua bangkit.
Setelah suasana menjadi tenang, Chariva kembali memberikan perintah.
“Karena keraguan yang ada di pikiran kalian telah teratasi, sekarang kita harus kembali ke tujuan awal kita. Kita semua harus segera pergi ke Kerajaan Serigala Bulan dan meminta pertanggung jawaban pada Raja Siluman Serigala Bulan yang baru.”
“Siap. Ratu.” Seluruh pasukan menjawab serentak.
Para prajurit itu segera berbasis dengan rapi dipimpin oleh dua orang Jenderal di bagian terdepan. Sedangkan keempat Jenderal yang lain berjalan di sekitar Chariva, Casbah dan Heilong untuk menjaga keselamatan mereka.
Mereka semua segera bergegas pergi ke arah barat untuk menuju wilayah tengah Tanah Biru. Di sanalah terdapat Kerajaan Siluman Serigala Bulan yang baru dibangun beberapa bulan ini.
Sedangkan untuk para prajurit laki-laki, tetap diperintahkan oleh Ratu Chariva untuk menjaga pintu gerbang ini saat dirinya pergi menyerang Kerajaan Siluman Serigala Bulan.
**
Hutan Cemara Biru.
__ADS_1
Setelah berjalan puluhan mil, para pasukan ini akhirnya memasuki hutan yang dikuasai oleh para siluman serigala bulan. Hutan ini juga berfungsi sebagai wilayah perbatasan karena di balik hutan ini terdapat Kerajaan Siluman Serigala Bulan.
Musim dingin telah lama berlalu di tempat ini. Jadi Salju yang biasanya menutupi tempat ini juga ikut menghilang dan memberikan sedikit keuntungan pada para prajurit ini. Para prajurit ini akan mampu melihat dengan jelas jika ada siluman serigala bulan yang mengintai mereka sebab para siluman serigala bulan ini biasanya menyembunyikan dirinya di balik salju karena memilih warna bulu yang hampir mirip dengan warna butiran salju.
Heilong melihat sekeliling dan merasa sedikit aneh karena semua pepohonan yang ada di hutan ini memiliki daun yang berwarna biru. Padahal warna daun pepohonan seharusnya berwarna hijau kecuali warna bunga. Dia akhirnya menarik kesimpulan jika tanah yang ada di tempat ini memberi pengaruh besar pada pepohonan yang tumbuh di sini.
Mereka semua terus menyusuri hutan dengan sangat hati-hati karena hutan seperti ini merupakan tempat yang sangat cocok bagi para siluman serigala bulan untuk melakukan penyerapan.
Dan …
Mereka semua benar-benar disergap oleh ribuan siluman serigala bulan tepat di bagian tengah hutan.
Para siluman itu memblokir arah perjalanan mereka. Arah depan dan samping telah sepenuhnya di tutup. Satu-satunya jalan yang bebas adalah mundur kebelakang. Tapi, bagaimana mungkin para prajurit ini akan menyerah begitu saja di depan Bangsa Siluman. Apalagi saat ini ratu mereka berada di sini untuk mendampingi mereka.
Meskipun jumlah prajurit yang dibawa oleh Chariva memiliki jumlah yang lebih sedikit dari pada jumlah siluman serigala bulan yang ada di depannya saat ini. Tapi, para prajurit ini tidak terlihat takut sedikitpun.
“Serang …!!”
Dua Jenderal wanita yang ada di baris paling depan langsung mengeluarkan perintah untuk menyerang sambil mengacungkan pedang yang ada di tangan mereka ke arah barisan siluman serigala bulan.
Sedangkan empat Jenderal wanita yang ada di sekitar Chariva juga langsung bersiaga melindungi ratu mereka.
“Auuuuu ……”
“Clang … Clang …”
__ADS_1
Suara lolongan siluman serigala bulan segera memenuhi hutan ini diikuti dengan suara benturan antar cakar serigala dengan pedang milik para prajurit wanita.
Para prajurit wanita dan siluman serigala bulan saling bertukar serangan dengan sengit.