LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 206 MUSUH TAK TERLIHAT


__ADS_3

Setelah bermeditasi selama kurang lebih empat jam, cadangan Qi yang ada di dalam dantiannya telah penuh. Pemulihan Qi yang sangat cepat ini tidak lepas dari pengaruh pil yang ditinggalkan oleh Divine Beast Shen Long sebelum ia meninggalkan lantai ke-tiga.


Heilong pun segera melanjutkan perjalanannya menuju ke lantai ke-empat karena waktu yang ia telah banyak membuang waktu untuk bermeditasi.


Namun … Ada sesuatu yang aneh saat ia menaiki tangga yang menuju ke lantai ke-empat Pagoda Raja Api. Setiap langkah kakinya terasa sangat beras seolah-olah gaya gravitasi di tempat ini naik berkali-kali lipat.


Heilong terpaksa harus memusatkan perhatiannya dan mengeluarkan tenaga yang lebih besar dari biasanya saat menaiki setiap anak tangga.


“Sepertinya Raja Api yang ada di lantai empat itu sudah mulai menunjukkan taringnya bahkan sebelum aku menginjakkan kakiku di tempatnya.” Heilong tentu saja kesal tapi ia bisa segera mengendalikan kembali emosinya karena ia sadar bahwa dirinya saat ini sedang menjalani sebuah ujian.


Heilong mengabaikan gangguan yang membuatnya sulit melangkah dan terus menaiki anak tangga yang menuju ke lantai ke-empat walaupun langkah kakinya sedikit melambat. Ia juga telah melindungi tubuhnya dengan aura dari Phoenix Es sebagai antisipasi jika Raja Api yang menjaga lantai ke-empat tiba-tiba melakukan serangan tersembunyi.


Setelah menaiki empat puluh lima anak tangga, Heilong akhirnya sampai di pintu masuk ruangan Pagoda Raja Api lantai ke-empat. Ia melihat seluruh ruangan ini ditutupi dengan kabut tebal dan memancar nuansa yang aneh seakan-akan kabut yang ada di hadapan itu tidaklah nyata.

__ADS_1


Heilong menghela nafas panjang berusaha memusatkan konsentrasinya lalu melangkahkan kakinya memasuki ruangan ke-empat Pagoda Raja Api yang terkesan misterius karena ia sama sekali tidak dapat melihat apa yang ada di dalam ruangan itu.


Dan …


Heilong mulai melihat bayangan-bayangan aneh yang terus muncul hanya dalam waktu beberapa nafas lalu menghilang kembali. Ia seolah-olah sedang diawasi dengan sesuatu yang bersembunyi di dalam kabut ini.


“Keluarlah!! Cepat tunjukkan wajahnya!! Apakah seorang Raja Api sepertimu tidak berani berduel melawanku secara langsung? Cepat keluar …!! Jangan bersembunyi di dalam kabut ini!” tantang Heilong berusaha memancing agar Raja Api itu mau menunjukkan wujudnya.


“Kenapa aku harus takut melawan anak muda sepertimu? Kau memang berhasil mengalahkan Aka dan Ao, tapi kau tidak akan mungkin bisa semudah itu melewati lantai yang aku jaga! Aku ada Raja Api Jingga, Arancione. Sang penguasa api ilusi. Haha ...”


Sosok Raja Api Arancione kembali menghilang dan berubah menjadi kabur saat suara tawanya bergema di lantai ke-empat ini. Heilong akhirnya menyadari bahwa ia sudah berada di dalam pengaruh Ilusi saat mulai menaiki tangga yang menuju ke lantai ke-empat. Sebab, ia sama sekali tidak menemukan benda apapun yang dapat membuatnya kesulitan melangkah saat memeriksa dengan teknik mata dewa.


“Apakah kabut ini juga bagian dari teknik ilusi milikmu?” seru Heilong bertanya berusaha mencari tahu.

__ADS_1


“Api adalah tubuhku … Kabut adalah jiwaku … Hanya dengan menyatukan kedua hal itulah maka kekuatan api ilusi milikku akan terbentuk.”


Raja Api Arancione menjawab pertanyaan Heilong tanpa menunjukkan sosoknya. Namun, Heilong bisa merasakan bahwa Raja Api itu masih berada di dekatnya. Ia jadi teringat dengan pertarunganmu melawan Ras Iblis Bayangan Kegelapan, saat itu ia juga mengalami hal yang hampir mirip dengan ini dimana musuhnya menyembunyikan diri di dalam Ilusi.


Heilong meningkat kewaspadaan dan memaksa samua panca indera yang ada di tubuhnya bekerja lebih keras untuk merasakan setiap gerakan yang ada di sekitarnya.


Swoost ...


Puluhan bola api tiba-tiba muncul dari sisi kiri dan melesat ke arahnya saat kabut yang ada di tempat itu membentuk sebuah pusaran energi.


******


Satu bab dulu ya soalnya lagi sibuk 🙏

__ADS_1


__ADS_2