LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 89 RAHASIA HUKUM DAN JURUS


__ADS_3

Heilong memusatkan perhatiannya pada setiap kata yang ada pada selembar kertas itu. Dia mulai mengerti inti dari seluruh kalimat yang ada di sana.


Di dalam selembar kertas itu dijelaskan bahwa energi petir dan energi angin memiliki kecepatan yang dapat menembus batas-batas dunia ini.


Kedua elemen itu tidak hanya cepat namun juga memiliki tekanan kekuatan yang mematikan. Karena itu kedua elemen ini membutuhkan kekuatan ekstra untuk dapat mengendalikannya.


Kecepatan kedua elemen ini bisa menyaingi kecepatan elemen cahaya yang mampu menembus hukum waktu, sedangkan kekuatannya mampu menyaingi kekuatan elemen kegelapan yang mampu mendobrak hukum ruang.


“Ternyata dugaanku selama ini salah. Teknik teleportasi yang digunakan Casbah sepertinya memanfaatkan hukum waktu, bukan hukum ruang karena Casbah adalah seorang kultivator elemen cahaya. Dia sepertinya mampu memperlambat hukum waktu yang ada di sekitarnya sehingga menjadikan gerakannya menjadi sangat cepat dan hampir tak terlihat. Pantas saja dia terlihat sangat kelelahan setiap kali berteleportasi ke tempat yang sangat jauh.”


Heilong juga mengetahui rahasia kenapa Jenderal Iblis Bai Long sama sekali tidak kehilangan banyak tenaga saat menggunakan teknik teleportasi miliknya saat melarikan diri dari pertarungan melawan dirinya dan menculik Mao Shizi.


Hukum waktu memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan hukum ruang memiliki tingkat penggunaan Qi yang lebih rendah. Setiap hukum memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sama seperti prinsip hukum sebab akibat.


“Aku akan mencobanya sekarang.”


Heilong lalu keluar dari Dunia Pikirannya dan segera menyalurkan energi angin ke kedua telapak kakinya seperti sebuah bantalan alas kaki. Setelah itu dia lalu menyalurkan energi petir ke bagian kakinya.


Energi angin berfungsi untuk melawan gaya gravitasi di planet ini sehingga berat tubuhnya akan menjadi sebagian ringan. Sedangkan energi petir untuk mempercepat laju langkahnya seperti sebuah mesin turbo pada pesawat Max Lightning.


Heilong lalu mencoba berlari dengan menggunakan teknik barunya ini.


Dan ….


Dia sangat terkejut sekaligus senang karena jarak seratus meter hanya dia lewati dalam satu kali nafas saja.

__ADS_1


Kecepatan ini sedikit lebih lambat dari kecepatan Casbah saat berteleportasi. Namun lawannya adalah Bangsa Iblis, jadi kecepatan seperti ini sudah lebih dari cukup.


Saat berlari, Heilong bisa merasakan ada perubahan hukum waktu di sekitar arah dia melintas. Entah itu hukum waktu tempat yang ada di sekitarnya menjadi melambat atau hukum waktu yang ada di tubuhnya yang menjadi lebih cepat. Tapi yang jelas, kecepatannya saat berlari dengan menggunakan Jurus Tarian Menembus Langit jauh lebih cepat hingga sepuluh kali lipat jika dibandingkan saat dia menggunakan jurus Supersonic Dance.


“Kau akhirnya berhasil menguasai Jurus Tarian Menembus Langit. Jurus itu bisa dianggap sebagai pembuka jalanmu untuk menguasai Hukum Ruang dan Waktu. Saat kau memiliki elemen cahaya dan elemen kegelapan di dalam tubuhmu, maka kau akan bisa membuka tabir rahasia untuk mempelajari kedua hukum yang sangat langka itu dan menguasainya.”


Li Zen tiba-tiba muncul di depan Heilong dan mengagetkannya. Dia memberi sedikit petunjuk tentang hukum ruang dan waktu yang sangat langka.


Di Dunia Atas ataupun Dunia Bawah, yang berhasil menguasai kedua hukum ini tidak lebih dari sepuluh orang.


Li Ziqi dan Dao Xue Lian termasuk dalam kesepuluh orang yang berhasil menguasai hukum ruang dan waktu karena status mereka yang tinggi di kedua dunia tersebut. Jadi mereka mendapat sumber daya dan pelatihan yang lebih baik jika dibandingkan dengan dewa atau iblis biasa.


“Guru, aku mau menanyakan sesuatu tentang Jurus Pedang Membelah Bumi. Aku sudah melihat kembali kitab tujuh bintang dan sama sekali tidak menemukan ada gerakan yang kurang. Semua gerakan yang aku gunakan saat menggunakan Jurus Pedang Membelah Bumi sudah sama persis dengan apa yang tertulis di Kitab Pedang Tujuh Bintang.”


Li Zen pun menjawab dengan perlahan agar Heilong bisa mengingat setiap kata-kata ini. “Sesuai dengan namanya yaitu membelah bumi. Penggunaan jurus ini seharusnya di hantamkan di atas tanah karena definisi Bumi dalam jurus ini adalah Tanah. Kau akan bisa melihat kekuatan sesungguhnya dari jurus ini dari retakan-retakan di atas tanah yang kau buat dengan menggunakan jurus ini.”


“Aku mengerti, Guru. Aku akan segera mencobanya.”


Heilong segera menghilangkan pengaruh dari Jurus Aji mundri dengan membaca mantra penggunaan jurus ini secara terbalik.


**


Sosok Heilong akhirnya terlihat kembali di tempat terakhir kali dia terlihat. Dia memang tidak pernah meninggalkan tempat ini, tapi Jiro sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menembus pengaruh dari Jurus Aji Mundri.


Heilong tidak melihat sosok Jiro di tempat ini, namun dia bisa merasakan ada aura energi kegelapan dan hawa iblis yang sangat kuat di tepi bagian barat dari hutan ini. Kurang lebih jaraknya hampir lima kilometer.

__ADS_1


“Iblis Serigala Liar!!! Aku menunggu kedatanganmu di sini untuk berduel. Jika kau bukan seekor ayam, maka datang temui aku dan bertarung sampai mati di sini.”


Teriakan Heilong bergema di seluruh bagian Hutan bagaikan sebuah petir yang menggelegar.


Jiro yang mendengar suara teriakan Heilong, langsung memindai posisi Heilong berada. Dia mengerutkan keningnya saat mengetahui bahwa Heilong masih berada di tempat pertarungan mereka sebelumnya dan tidak bergeser sedikitpun. Dia langsung berlari menuju ke tempat Heilong.


“Ternyata kau memiliki nyali yang sangat besar. Aku pikir kau telah lari seperti para manusia lainnya saat melihatku.”


“Pemimpinmu saja telah berhasil aku kalahkan. Lalu kenapa aku harus melarikan diri saat melawan anak buahnya. Apakah pikiranmu masih sehat?”


Jiro langsung menghantamkan tinjunya saat mendengar ejekan Heilong. Keinginannya untuk membunuh Heilong manjadi semakin berapi-api dan tak akan mungkin bisa dipadamkan.


Mereka berdua kembali saling bertukar pukulan satu sama lain.


Tekanan angin yang sangat kuat langsung muncul saat kedua tinju mereka saling berbenturan. Meskipun tanpa menggunakan Qi dan hanya mengandalkan kekuatan tubuh fisik saja, mereka berdua bisa membuat kekuatan pukulan yang sebesar itu.


Cadangan Qi yang ada di dalam dantian Heilong juga sudah penuh. Bertukar pukulan seperti ini juga tidak akan mungkin bisa mengeringkan dantiannya.


Suara benturan benda keras terdengar saling bersahut-sahutan. Kekuatan fisik mereka ternyata seimbang.


Mereka berdua akhirnya menghentikan pukulan masing-masing dan saling menatap dengan dingin bak dua ekor singa yang akan saling membunuh.


“Bagaimana manusia sepertimu memiliki fisik yang mampu menyaingi kekuatan fisik siluman serigala sepertiku? Tubuh istimewa apa yang kau miliki?” tanya Jiro dingin.


Heilong menyeringai lalu mengejek Jiro. “Aku memiliki tubuh nenek moyangmu. Jika kau ingin tahu, maka panggil aku leluhur.”

__ADS_1


__ADS_2