
Di dalam cincin penyimpanan itu terdapat dua Bunga Teratai Asal Kehidupan. Padahal jumlah Teratai Asal Kehidupan yang dibutuhkan untuk menarik roh Long Bai dari tubuh Jenderal Iblis Bai Long hanyalah satu. Lalu yang satu lagi akan digunakan untuk apa?
Namun, Heilong memutuskan untuk tetap menyimpan dua Bunga Teratai Asal Kehidupan itu. Dia lalu menyimpan cincin penyimpanan itu ke dalam gelang penyimpanan miliknya.
“Divine Beast Aurora pasti memiliki maksud tersendiri dengan memberikan Bunga Teratai Asal Kehidupan dalam jumlah lebih. Sebab, tanaman ini adalah tanaman yang sangat langka dan jumlahnya sangat terbatas. Aku hanya harus menunggu saat yang tepat untuk menggunakan tanaman itu,” ucap Heilong dalam hati.
Gambar di layar itu kemudian berganti kembali dan memperlihatkan sosok terakhir Jenderal Iblis dari Planet Dreamland.
Sosok yang muncul kali ini adalah seorang wanita yang sangat cantik. Dia adalah satu-satunya Jenderal Iblis wanita ada di Alam Gaib saat ini.
Wanita ini memiliki sepasang telinga seekor rubah dan memiliki tujuh ekor berwarna pelangi.
“Jenderal Iblis ini adalah Jenderal Iblis Vanes. Dia sangat ahli dalam menyamar dan mem*nipulasi aura tubuhnya. Kekuatan terbesarnya ada pada ke-tujuh ekornya yang memiliki aura yang berbeda antara satu dengan yang lain. Tingkat kultivasi Jenderal Iblis ini berada di Lapis Grand Emperor tingkat ke-sembilan.”
Cahaya yang memancar dari baru giok itu akhirnya meredup dan menghilang setelah menampilkan semua sosok Jenderal Iblis yang saat ini berada di Tanah Ungu.
“Nisaka … Mengenai Jenderal Iblis Vanes itu, apakah kau telah memutuskan untuk melawannya?” tanya Xiao Long saat Nisaka akan menyimpan kembali batu giok itu.
Xiao Long yang sama-sama murid Divine Beast sangat mengerti sekuat apa kemampuan bertarung yang dimiliki Nisaka karena para Divine Beast tidak akan memilih orang yang lemah untuk menjadi muridnya.
“Tentu saja. Alasanku masuk ke medan perang kali ini adalah karena Jenderal Iblis wanita itu. Sebab, di Alam Gaib ini tidak ada wanita yang mampu melawan Jenderal Iblis Vanes salain aku. Jika dilihat dari kemampuan bertarung, Chariva memang mampu melawan Jenderal Iblis Vanes meskipun tingkat kultivasinya berada di bawah Jenderal Iblis Vanes karena dia memiliki keunggulan dalam jurusnya yang langsung menyerang jiwa lawan. Akan tetapi, Chariva tidak bisa melakukan hal itu karena dia telah mendapat tugas untuk membantu Heilong melawan Jenderal Iblis Bai Long,” jawab Nisaka.
Casbah yang awalnya ingin marah pada Nisaka karena menyebut tidak ada wanita yang bisa melawan Jenderal Iblis Vanes selain dirinya, seketika menelan kembali umpatan yang akan dia ucapkan saat Nisaka mengucapkan jika Chariva tidak dapat bertarung dengan Jenderal Iblis Vanes karena dia memiliki tugas lain yang jauh lebih penting.
“Syukurlah kalau kau sudah memutuskan untuk melawan Jenderal Iblis Vanes. Sebab, kecantikan yang dimiliki oleh siluman rubah itu pasti akan menyihir mata setiap pria yang menjadi lawannya. Aku takut para pria itu akan terbunuh sebelum mereka mengangkat senjatanya,” seru Xiao Long mengingatkan semua pria yang ada di tempat ini.
Semua pria yang hadir dalam pertemuan ini setuju dengan ucapan Xiao Long. Kecantikan yang dimiliki Jenderal Iblis Vanes memang begitu menyihir dan tidak beda jauh dengan kecantikan yang dimiliki oleh Chariva ataupun Nisaka. Namun, para pria ini tidak mau mengakuinya.
__ADS_1
Di tempat ini yang memiliki tingkat kultivasi Lapis Grand Emperor tingkat ke-sembilan hanya empat orang mereka adalah Xiao Long, Heilong, Casbah dan Nisaka. Dan mereka berempat telah menentukan targetnya masing-masing yaitu Jenderal Iblis yang juga memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan mereka.
“Kita telah mendapatkan informasi tentang Jenderal Iblis yang tinggal di Tanah Ungu. Lalu strategi apa yang akan kita gunakan,” tanya Chariva pada Heilong.
Semua mata juga langsung tertuju pada Heilong dan membuat Heilong sedikit gugup.
“Strategi kita cuma satu yaitu meminimalisir jumlah korban jiwa di pihak kita. Dengan begini, maka kita bisa melakukan sarangan balik saat mereka semua lengah,” seru Heilong dengan wajah serius.
“Strategi yang cukup bagus. Sengaja menjaga jumlah pasukan agar kekuatan kita tetap stabil dari awal hingga akhir pertempuran. Akan tetapi, saat berada di medan perang. Apa yang telah kita rencanakan biasa tidak akan sesuai dengan keadaan,” sahut Nisaka membantah karena memiliki pengalaman berperang lebih banyak daripada Heilong.
“Kalau begitu, berarti kita harus lebih memfokuskan pertahanan untuk menguras tenaga pihak musuh,” balas Heilong.
“Aku setuju dengan rencana yang kedua. Dengan bertahan, kita juga bisa melihat strategi musuh dan menyusun serangan balasan,” ucap Xiao Long berusaha mengakhiri perdebatan antara Heilong dan Nisaka.
“Siapa lagi yang setuju dengan rencana yang kedua,” tanya Heilong berusaha mengumpulkan pendapat semua orang.
“Aku juga setuju.”
“Aku juga setuju dengan rencana ke-dua.”
Semua Raja telah memberikan suaranya dan mereka semua setuju dengan rencana yang ke-dua yaitu bertahan sambil menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
“Baik, karena semua sudah sepakat untuk menjalankan rencana ke-dua, maka kita akan memakai strategi bertahan dalam perang ini. Hanya para raja yang boleh maju melawan Para Jenderal Iblis dengan catatan dia harus benar-benar yakin jika dia mampu membunuh Jenderal Iblis itu,” seru Heilong.
Semua Raja yang hadir di tempat ini menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.
“Baik, karena semuanya telah di atur sesuai rencana. Maka aku akan mengakhiri pertemuan kali ini. Kita semua akan berangkat ke medan perang besok pagi. Sebab, kita harus berhasil membunuh Jenderal Iblis Bai Long sebelum bulan purnama tiba, atau dia akan berhasil menerobos Lapis God.
__ADS_1
Semua orang satu per satu mulai meninggalkan ruang pertemuan kecuali Xiao Long dan Heilong karena mereka berdua sepertinya memiliki banyak hal untuk diceritakan.
**
Satu hari telah berlalu.
Para pasukan dari berbagai Kerajaan sudah siap berangkat menuju ke medan perang.
Mereka semua telah berbaris dengan tapi di halaman Istana Siluman Serigala Bulan untuk menerima perintah dari Raja mereka masing-masing.
Akan tetapi, para raja itu memberikan tugas pada Heilong untuk mengatur para pasukannya.
“Apakah kalian semua sudah siap mengorbankan nyawa kalian jika berada dalam keadaan bahaya,” teriak Heilong dengan suara lantang.
“Kami siap.”
“Saya siap.”
“Kalau begitu kita akan segera berangkat sekarang juga,” seru Heilong.
Satu per satu para prajurit itu mulai meninggalkan istana ini dan pergi ke medan perang.
############################
Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏
Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.
__ADS_1
“