LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 71 SIAPA KAU?


__ADS_3

Di luar dunia Ilusi, Sesosok makhluk berwarna perak dengan perawakan tubuh menyerupai seorang manusia naga, sedang berduel satu lawan satu dengan Casbah di udara.


Di sekitar tubuh manusia naga perak itu, memancar aura energi kegelapan yang mengandung hawa iblis yang sangat kuat. Pancaran aura ini sempat membuat Casbah merinding, untung saja Casbah segera melindungi tubuhnya dengan aura energi cahaya.


Casbah sengaja memancing makhluk itu bertarung di udara untuk menjauhkan makhluk itu dari tempat Heilong yang sedang terjebak di dalam Dunia Ilusi.


Saat ini, Heilong sedang berdiri dengan Tatapan kosong di bawah tempat mereka berdua bertarung. Tapi Heilong tidak sendiri, sebab Mao Shizi selalu berdiri di sampingnya untuk menjaganya sampai dia tersadar kembali.


Menurut ramalan Casbah, Heilong sebentar lagi akan dapat membebaskan diri dari Dunia Ilusi itu, jadi dia tidak ragu bertarung dengan makhluk yang belum dia kenal ini untuk mengulur waktu sampai Heilong tersadar.


Sudah sekitar dua jam mereka berdua bertarung sengit di udara.


Cadangan Qi yang ada di dantian Casbah sudah mulai melemah dan aura energi cahaya yang memancar dari tubuhnya juga mulai meredup karena Casbah sudah menggunakan teknik teleportasi miliknya di luar batas kewajaran.


Sedangkan lawan Casbah, masih terlihat sangat bugar dan penuh energi. Dia sama sekali tidak terlihat kelelahan sedikitpun. Bahkan Aura energi kegelapan yang memancar dari tubuhnya menjadi semakin kuat.


“Siapa kau sebenarnya? Kau pasti bukan iblis yang berasal dari Alam Gaib ini karena kekuatan yang kau miliki lebih besar dari kekuatan Raja Iblis yang ada di Tanah Hitam,” tanya Casbah sambil mengatur kembali pernapasannya.


“Apakah kau layak menanyakan tentang jati diriku? Kalahkan dulu aku, baru aku akan menjawab semua pertanyaanmu!! Jangan terus berlarian seperti seekor an**ng,” seru Jenderal Iblis sombong.


Jenderal Iblis itu mulai kesal karena Casbah selalu dapat melarikan diri dari serangan formasi sihir yang dia buat. Dia lalu memusatkan konsentrasinya dan membuat beberapa gerakan segel tangan untuk menggunakan salah satu formasi sihir terbaiknya.


...“Formasi Sihir Tarian Naga Kegelapan.”...


Sebuah formasi sihir langsung muncul di bawah kaki Jenderal Iblis saat dia menyelesaikan gerakan segel tangannya sambil membaca sebuah mantra dengan bahasa yang sangat aneh.


Formasi sihir ini berbentuk lingkaran yang terbagi menjadi delapan bagian. Di setiap bagian dari formasi itu terdapat gambar kepala seekor naga dengan warna yang berbeda-beda sesuai dengan warna aura masing-masing elemen yang ada di alam semesta ini.

__ADS_1


Casbah menyipitkan matanya saat memandang formasi itu. Dia bisa merasakan aura yang sangat menakutkan dari masing-masing simbol kepala naga Itu.


Sesaat kemudian, simbol-simbol kepala naga Itu mulai berubah wujud menjadi seekor naga sepanjang sepuluh meter. Setiap naga membawa kekuatan satu macam elemen kultivasi.


“Formasi ini?! Ini adalah salah satu formasi penyerangan milik Bangsa Iblis yang ada di dalam catatan kuno. Teknik formasi ini seharusnya sudah lama menghilang bersamaan dengan Jenderal Iblis itu. Apakah kau adalah keturunan dari Jenderal Iblis itu?” tanya Casbah sambil menunjuk Jenderal Iblis yang ada di depannya.


Namun, Jenderal Iblis itu hanya diam dan menjawab pertanyaan Casbah itu dengan isyarat lambaian tangan ke depan tepat ke arah Casbah berada.


Ke-delapan Naga yang ada di dalam formasi sihir itu langsung bergerak menyerang Casbah dari berbagai arah setelah membaca mendapat perintah dari Tuan—nya.


Ke-delapan Naga itu mengepung Casbah dari berbagai arah dan menutup jalan untuk melarikan diri.


Casbah benar-benar terpojok dan sama sekali tidak menemukan celah sedikit pun untuk melarikan diri.


Ke-delapan Naga itu lalu menyemburkan api dari berbagai jenis elemen yang berasal dari mulut mereka.


Hawa panas dan dingin yang sangat mengerikan langsung mengepung tempat Casbah berdiri.


Sebelumnya, saat bertarung satu lawan satu melawan Jenderal Iblis ini, Casbah selalu menggunakan keunggulannya dalam hal kecepatan untuk menghindari setiap serangan yang mengarah ke tubuhnya. Namun, hal seperti itu tidak bisa dilakukan di hadapan ke-delapan Naga yang berukuran cukup besar ini.


Casbah tidak mampu menghindari serangan semburan api yang berasal dari mulut kedelapan Naga itu. Kedelapan api itu menghantam tubuhnya dengan telak hingga membuat Jubah Kerajaan yang dia kenakan menjadi rusak. Padahal Jubah Kerajaan itu adalah artefak pertahanan tingkat roh yang seharusnya menjadi salah satu artefak pertahanan terkuat di Alam Gaib ini.


“Bagus!! Kalian semua benar-benar mampu menghancurkan artefak pertahananku dan membuatku terluka. Sekarang aku akan memperlihatkan kekuatanku yang sesungguhnya. Tidak akan aku biarkan iblis seperti kalian menang melawanku. Setiap luka yang ada di tubuhku ini akan aku kembalikan hingga berkali-kali lipat.”


Casbah yang penuh emosi segera melepaskan mahkota yang ada di kepalanya lalu melemparkan mahkota itu ke dekat tempat Heilong berada.


Seketika, aura energi cahaya yang tadinya mulai meredup, langsung meluap-luap bagaikan kobaran api setelah Casbah melepaskan mahkotanya.

__ADS_1


“Ternyata dia menggunakan mahkota itu untuk membelenggu kekuatan aslinya. Untung saja aku juga belum menggunakan kekuatan penuhku,” gumam Jenderal Iblis dalam hati menatap sinis ke arah Casbah.


Ke-delapan Naga itu mulai bergerak menyerang Casbah. Tapi, pancaran aura energi cahaya yang sangat menyilaukan mata ini membuat mereka kesulitan untuk melihat posisi Casbah berada.


Casbah pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Setiap kali kepala Naga itu akan menyentuh tubuhnya, dia bergerak beberapa langkah ke samping lalu meninju dengan keras kepala Naga itu hingga terjatuh ke tanah.


Strategi Casbah ini ternyata berhasil. ke-delapan Naga itu akhirnya berhasil dipukul mundur oleh Casbah setelah kurang lebih satu jam.


“Sekarang terimalah serangan balasanku.”


...“Delapan Pedang Cahaya Langit.”...


Ke-delapan pedang cahaya raksasa tiba-tiba turun dari langit dan menembus masing-masing kepala Naga itu.


Ke-delapan Naga itu langsung menghilang tanpa jejak dan formasi yang ada di bawah kaki Jenderal Iblis juga langsung hancur berkeping-keping.


“Sekarang giliranmu menerima serangan padang cahayaku ini. Aku akan membunuhmu sebelum kau menyebarkan teror yang lebih besar lagi di Alam Gaib ini.”


Casbah menggunakan ujung jari telunjuknya untuk mengendalikan kedelapan pedang cahaya yang tertancap di tanah setelah berhasil membunuh ke-delapan Naga itu.


Ke-delapan pedang cahaya itu sekarang bergerak lurus menyerang ke arah Jenderal Iblis.


“Lemah!! Hanya dengan pedang cahaya murahan seperti itu, kau berani bertindak sombong di hadapanku.”


...“Diagram Pertahanan Raja Kegelapan.”...


Formasi pertahanan yang cukup besar dan kokoh tiba-tiba muncul di depan tubuh Jenderal Iblis saat dia merentangkan tangan kanannya ke depan.

__ADS_1


Aura energi kegelapan yang sangat kuat pada diagram pertahanan itu mampu memadamkan aura energi cahaya yang ada di dalam ke-delapan pedang cahaya milik Casbah. Dan ke-delapan pedang cahaya itu akhirnya hancur berkeping-keping seperti potongan cermin.


“Si-siapa kau sebenarnya …?” ucap Casbah tak percaya saat melihat ke-delapan pedang cahaya miliknya berhasil dihancurkan.


__ADS_2