
Sementara itu, suasana di medan perang utama telah berangsur-angsur menjadi stabil.
Semua prajurit iblis dunia bawah yang berusaha meledakkan dirinya, jumlah telah semakin berkurang hingga memudahkan para prajurit langit dan Xiao Long untuk membunuh prajurit iblis dunia bawah yang tersisa sebelum mereka berhasil meledakkan diri.
Dewi Bulan Ungu pun akhirnya bisa bersantai sejenak karena ia tidak perlu lagi memperkuat lapisan medan pelindung bulan ungu. Sebab, dengan jumlah prajurit iblis dunia bawah yang hanya tersisa sekitar seratus ekor saja, ia tidak perlu lagi mengkhawatirkan tentang pencemaran racun hawa iblis karena sosok naga cahaya pasti akan bisa menelan semua racun hawa iblis itu sebelum dapat mencemari Alam Gaib ini.
Saat ini pandangnya mengarah ke tempat istana iblis karena merasakan aura yang tak biasa dan bukan berasal dari Bangsa Iblis. “Sepertinya pemuda itu telah berhasil naik ke Tingkat God. Setelah pertempuran di tempat ini selesai, aku akan segera pergi menemuinya dan menyampaikan pesan dari kak Li Ziqi. Salain itu, aku juga harus menyelesaikan tugas tambahan yang diberikan oleh Dewa Tertinggi padaku.”
Ia lalu menghilangkan medan pelindung bulan ungu dan ikut turun ke medan perang agar pertempuran di tempat ini cepat selesai.
**
Bagian Belakang Istana Iblis.
Casbah, Chariva dan Nisaka akhirnya sampai di puncak tebing yang ada di bagian belakang istana. Mereka semua melihat seekor singa bulu emas berukuran raksasa yang pingsan di atas sebuah batu.
__ADS_1
“Apakah singa itu adalah Putri Mao Shizi dari Kerajaan Siluman Singa Bulu Emas?” Nisaka menatap singa raksasa itu dengan kasihan. Sebab, ia bisa merasakan bahwa nyawa dari singa itu sepertinya tidak dapat diselamatkan walaupun sama sekali tidak ada luka di tubuhnya.
“Itu memang dia. Aku masih ingat dengan aroma tubuhnya karena aku dan Heilong sempat melakukan perjalanan dari Tanah Putih ke Tanah Biru selama beberapa hari,” jawab Casbah.
“Kalau begitu ayo segera kita tolong,” seru Chariva yang segera berjalan menghampiri Mao Shizi. Casbah dan Nisaka mengikuti dari belakang.
“Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menolongnya,” ucap Nisaka setelah mereka bertiga berada di sebelah Mao Shizi.
“Kenapa kau berkata begitu? Bukankah kau memiliki teknik penyembuhan yang diajarkan langsung oleh Divine Beast Aurora? Luka seperti ini seharusnya bisa kau sembuhkan dengan mudah.” Casbah menatap Nisaka dengan curiga.
Apalagi Mao Shizi dan Nisaka sebenarnya belum pernah bertemu sebelumnya lalu bagaimana mungkin mereka berdua memiliki permusuhan?
Jadi satu-satunya alasan yang bisa dipikirkan Casbah adalah Raja Siluman Singa Bulu Emas memiliki masalah pribadi dengan Nisaka. Sebab, hanya Raja Siluman Singa Bulu Emas saja yang pernah bertemu Nisaka. Itu pun hanya dalam pertemuan besar antar Kerajaan yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.
“Aku harap kau tidak salah paham,” ucap Nisaka balas menatap Casbah lalu lanjut bicara. “Jika gadis ini memang memiliki luka di tubuhnya, aku pasti bisa menyembuhkannya. Akan tetapi, di tubuh gadis ini memang sama sekali tidak ada luka. Lalu apa yang harus aku sembuhkan? Jika kalian berdua tidak percaya, maka kalian bisa memeriksanya.”
__ADS_1
Casbah hanya diam saja karena ia adalah seorang laki-laki. Jadi tidak pantas baginya untuk memeriksa tubuh seorang wanita tanpa ijin. Ia lalu memberi isyarat pada Chariva agar memeriksa tubuh Mao Shizi untuk memastikan apa yang telah dikatakan Nisaka.
Chariva segera menggunakan teknik mata dewa untuk memeriksa tubuh Mao Shizi dengan teliti dan sama sekali tidak menemukan luka sedikitpun para tubuh Mao Shizi. Bahkan Yin murni yang ia miliki masih tetap utuh.
“Nisaka berkata yang sebenarnya. Gadis ini sama sekali tidak terluka dan Yin murni yang ia miliki juga sama sekali tidak rusak. Akan tetapi, energi kehidupan yang ada di dalam tubuhnya semakin menghilang tanpa alasan yang jelas. Hal inilah yang membuat ia berada dalam keadaan kritis,” ucap Chariva setelah selesai memeriksa tubuh Mao Shizi.
Casbah terlihat semakin bingung karena ia tidak dapat memeriksa tubuh Mao Shizi. Jadi, ia sama sekali tidak memiliki tebakan apapun tentang hilangnya energi kehidupan yang dimiliki Mao Shizi.
“Sepertinya ada suatu benda yang telah diambil secara paksa dari tubuh Mao Shizi. Dan, benda itu seharusnya memiliki fungsi yang sangat penting bagi hidupnya layaknya sebuah jantung pada tubuh manusia,” tebak Nisaka.
“Hal seperti itu memang bisa saja terjadi karena setiap siluman memiliki sumber kehidupan yang berbeda-beda. Dan tidak selalu berada pada jantungnya. Tapi, benda seperti apa yang telah hilang dari tubuhnya. Jika kita tidak segera mengetahuinya maka nyawa gadis ini tidak akan bisa kita selamatkan.” Casbah mengerutkan kening sambil berpikir. Ia mengingat kembali kelemahan yang dimiliki oleh Siluman Singa Bulu Emas untuk mencari jawaban.
“Apa yang sedang kalian semua lakukan di sini? Kenapa kalian semua tidak segera menolong Mao Shizi? Apakah ada masalah khusus dalam tubuhnya?”
Sebuah suara tiba-tiba muncul dari arah pintu masuk tebing. Mereka bertiga pun segera menoleh ke arah itu dan melihat Heilong sudah berdiri di tempat ini sambil menatap ke arah Mao Shizi.
__ADS_1