LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 83 TENGGELAM DALAM AMARAH


__ADS_3

Sesosok bayangan hitam yang menyerupai manusia dengan ukuran tubuh yang sedikit lebih besar terlihat sedang berjalan keluar dari portal dimensi itu.


Semakin lama sosok itu menjadi semakin dekat dan jelas. Hawa iblis yang ada di sekitar portal dimensi itu juga menjadi semakin kuat.


Mereka semua akhirnya bisa melihat bahwa sosok itu sebenarnya adalah seekor Warewolf dengan tubuh yang sangat kekar dan memiliki rambut berwarna perak.


Heilong langsung terkejut saat melihat kedatangan sosok ini. Sebab, dia sudah tidak asing lagi dengan sosok Warewolf tersebut.


Warewolf itu adalah Jiro. Salah satu Jenderal Iblis di Planet Dreamland yang pernah menyelamatkan Last ketika dikalahkan oleh Heilong di Benua Utara.


Jiro melirik sebentar ke arah piramida cahaya lalu melemparkan kembali pandangannya ke arah Jenderal Siluman Serigala Bulan yang telah memanggilnya ke tempat ini. Suasana harinya saat ini sedang buruk karena dia dipanggil ke tempat ini saat menjalani latihan tertutup.


“Ada apa kau memanggilku datang ke tempat ini? Apakah karena benda yang dibuat oleh sekumpulan semut itu,” tanya Jiro geram dengan tatapan setajam pedang yang siap memotong lidah Jenderal siluman serigala bulan itu jika dia memberikan jawaban yang tidak memuaskan.


“Ma—Maafkan saya tuan … Saya terpaksa memanggil anda ketempat ini karena ada dua orang penguasa yang sangat kuat mencoba untuk merebut wilayah kekuasaan cucu Tuan yang terhormat. Saya tidak bisa menandingi kekuatan mereka karena mereka memiliki kekuatan dan jurus-jurus elemen cahaya yang diajarkan oleh Shen Long.”


Jenderal Siluman Serigala Bulan itu menjawab dengan gugup pertanyaan yang dilontarkan Jiro. Dia terlihat sangat ketakutan saat melihat Jiro yang datang dengan keadaan marah. Sepertinya dia telah memanggil Jiro di saat yang tidak tepat.


Jiro langsung mengalihkan pandangannya kembali ke tempat piramida cahaya berdiri. Sekilas dia memang bisa merasakan jejak kekuatan teknik cahaya milik Shen Long karena Shen Long pernah muncul sekali di hadapan mereka yaitu saat mereka menggunakan Formasi Rain Tower untuk menyerang Benteng Ardent di Benua Tengah Planet Dreamland.


Saat melihat ke arah piramida cahaya itu, ada sesuatu yang membuat Jiro tertarik. Sesuatu itu adalah Heilong.


Jiro menunjuk Heilong dengan jari telunjuknya yang dihiasi dengan cakar runcing berwarna hitam. “Ternyata kau masih hidup dan berkeliaran dengan bebas di tempat ini.”


“Apakah kau mengenal siluman itu?” Casbah yang melihat perubahan pada raut wajah Heilong saat melihat kedatangan Jiro akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


“Ya, aku sangat mengenalnya. Dia adalah salah satu Jenderal Iblis di Planet Dreamland yang ingin aku bunuh,” jawab Heilong sambil menatap ke arah Jiro dengan kebencian. Sepatutnya Heilong masih menyimpan dendam pada Jiro yang telah bergabung dengan Last dan Nash untuk menyerang Sekte Giok Salju.


“Iblis?! Jadi dia adalah salah satu Jenderal Iblis. Ternyata benar dugaanku selama ini. Raja Siluman Serigala Bulan yang baru telah bersekutu dengan Bangsa Iblis. Pantas saja dia menjadi seorang Raja yang kejam dan haus akan kekuasaan. Dia juga tidak segan-segan meninggalkan semua ajaran yang diberikan oleh Raja Siluman Serigala Bulan terdahulu.”

__ADS_1


Chariva akhirnya mengetahui penyebab utama dari berubahnya perilaku Siluman Serigala Bulan terhadap Bangsa Manusia. Ternyata Bangsa Iblis ada di balik semua ini.


“Aku masih masih hidup atau tidak, itu semua bukanlah urusanmu. Dan di mana pun aku berada saat ini, aku rasa aku tidak perlu lapor kepadamu. Memangnya siapa kau?!” balas Heilong balik menunjuk Jiro dengan jari telunjuknya.


“Hehe …” Jiro menyeringai. “Memang benar itu semua bukanlah urusanku. Tapi kau telah ketinggalan berita yang penting. Saat ini Bangsa Iblis telah berhasil menguasai Benua Tengah. Kami juga berhasil merebut hampir empat puluh persen wilayah kekuasaan Benua yang lain. Dan hanya wilayah yang berada di dekat istana para Divine Beast dengan radius lima belas kilometer saja yang belum bisa kami sentuh.”


Seketika, amarah Heilong langsung meledak disertai dengan tatapan membunuh yang sangat tajam saat mendengar bahwa sebagian besar wilayah Planet Dreamland telah berhasil dikuasai Bangsa Iblis. Dia langsung terbang ke arah arah Jenderal Iblis Jiro dan keluar dari perlindungan piramida cahaya.


“Siapapun yang berani menyerang tempat tinggal orang-orang yang aku sayangi, dia harus mati!!”


Heilong menggunakan kekuatan elemen api di dalam tinjunya.


Api milik Heilong adalah api unicorn yang mengandung sedikit unsur cahaya yang sangat efektif untuk melawan para iblis. Api ini hanya dimiliki oleh seekor unicorn suci, dan Heilong mendapatkan api ini dari Bianca.


...“Tinju Unicorn.”...


Jiro juga menggunakan kekuatan api dalam tinjunya untuk melawan tinju api Heilong. Namun, api milik Jiro adalah api yang berasal dari bangsa iblis.


“Boom …”


Dua tinju yang mengandung kekuatan elemen api yang sangat menakutkan dan memiliki elemen yang saling berlawanan satu lain langsung bertabrakan dengan kuat dan menyebabkan suara ledakan yang memekakkan telinga.


Hembusan angin panas juga langsung menyebar ke segala arah. Untung saja para prajurit Kerajaan Danau Biru mendapat pelindung dari piramida cahaya jadi mereka sama sekali tidak ada yang terluka.


Akan tetapi, para siluman serigala bulan yang ada di sekitar tempat itu mendapatkan dampak yang berbeda. Hampir sepertiga dari mereka terkena dampak dari hembusan angin panas ini dan menerima luka bakar yang cukup parah karena bulu-bulu yang ada di tubuh mereka seperti sepotong kapas yang mudah terbakar. Hanya mereka yang memiliki tingkat kultivasi yang cukup tinggi yang mampu membuat medan pelindung dari aura mereka.


Kekuatan tinju mereka berdua ternyata sama kuat. Heilong dan Jiro sama tersungkur ke belakang sejauh sepuluh meter.


Mereka berdua berdiri saling menatap tajam dengan tangan yang masih bergetar kesemutan.

__ADS_1


Jenderal siluman serigala bulan langsung berjalan mendekat ke tempat Jiro dan berniat memberikan bantuan. Namun, Jiro ternyata malah mengusir dia dan memintanya untuk tidak mengganggu pertarungan ini.


Seorang Warewolf memang memiliki harga diri yang tinggi. Harga diri mereka hampir menyaingi harga diri yang dimiliki oleh Ras Naga. Mereka lebih suka berduel satu lawan satu dengan orang yang dia anggap kuat. Tidak seperti Vampir yang selalu menyerang secara berkelompok.


Heilong pun juga melakukan hal yang sama saat Casbah dan Chariva menawarkan bantuan karena dia menghargai prinsip bertarung yang dimiliki Jiro.


Saat ini, area tengah hutan benar-benar telah menjadi area pertarungan antara Jiro yang Heilong. Siapapun yang menang, akan membawa dampak yang sangat besar dalam peperangan ini.


Jika Heilong memang, maka para siluman serigala bulan yang ada di Hutan ini secara otomatis akan kalah karena satu-satunya kartu as mereka miliki telah berhasil dihancurkan.


Akan tetapi, jika Jiro yang menang. Casbah dan Chariva harus bertarung melawan Jiro yang memiliki kekuatan fisik dan kemampuan bertarung yang cukup tinggi.


“Apakah kalian semua benar-benar telah menaklukkan Benua Tengah? Lalu apa semua penduduk yang ada di Benua Tengah itu masih hidup?” Heilong menahan amarahnya hingga suaranya menjadi sedikit bergetar.


“Benua Tengah adalah kunci bagi kami untuk menaklukkan semua kerajaan besar yang ada di planet liu. Jadi semua menggabungkan kekuatan untuk menaklukkan Benua Terlebih dahulu. Apalagi kedua Jenderal Iblis terkuat yang pernah kami miliki di masa lalu telah berhasil dibangkitkan kembali oleh Raja Dark Etheroz.” Jiro lalu menyeringai. “Mengenai nasib penduduk yang ada di Benua tengah, seharusnya kau bisa menebaknya sendiri. Haha …”


“Dasar kalian para Iblis bren**ek!! Kalian semua harus membayar dengan nyawa kalian dibawah kedua pedangku ini.”


“Hiah ….”


Heilong berteriak dengan marah mengungkap amarah dan dendamnya yang meluap-luap bagaikan sebuah lahar gunung berapi. Qi yang ada di dalam tubuhnya juga langsung meledak dan memancarkan aura yang tak beratutan bagaikan kobaran api.


Dia lalu mengeluarkan Pedang Penguasa Surga dan menyerang ke arah Jiro dengan memb*bi buta.


Jiro terus bergerak secepat angin menghindari serangan pedang Heilong yang diarahkan secara tak beraturan. Tapi, tidaknya kali ini ternyata malah menyebabkan kerugian yang sangat besar di sisi siluman serigala bulan karena Heilong mengayunkan serangan pedangnya seperti orang gila yang telah kehilangan akal.


Siapa pun yang ada di sekitarnya pasti akan terkena serangan itu. Tidak perduli itu adalah pihak kawan ataupun lawan, dimata Heilong yang sudah tenggelam dalam amarah yang begitu dalam, semuanya adalah musuh.


Dan yang berada di sekitar Jiro semuanya adalah para siluman serigala bulan dengan tingkat kultivasi yang tidak begitu tinggi. Jadi mereka semua dengan mudah dibantai dengan serangan pedang Heilong yang sangat mematikan.

__ADS_1


Sedangkan, para prajurit Kerajaan Danau Biru merasa sedikit ketakutan saat melihat Heilong membantai para siluman serigala bulan itu tanpa ampun.


__ADS_2