LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 136 NISAKA VS VANES ( PART 1 )


__ADS_3

Heilong terus melihat ke arah bulan seakan-akan sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius, sampai-sampai suara Chariva yang begitu dekat pun ia abaikan.


Chariva yang merasa penasaran, mengikuti apa yang dilakukan Heilong yaitu menatap bulan. Namun, ia sama sekali tidak menemukan sesuatu yang istimewa pada bulan itu. Lalu apa yang sebenarnya dilihat oleh Heilong dari bulan ini hingga ia mengabaikan apa yang ada di sekitarnya?


Chariva berhenti menatap bulan lalu menepuk pundak Heilong agar ia tersadar dari lamunannya dan kembali bertanya. “Apa yang sebenarnya sedang kamu pikirkan? Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan bulan yang ada di Alam Gaib ini?”


“Beberapa waktu yang lalu saat Jenderal Iblis Bai Long menculik Mao Shizi, ia mengatakan bahwa Mao Shizi akan dijadikan tumbal dalam acara ritual yang akan ia lakukan pada saat bulan purnama. Dan, bulan purnama akan muncul beberapa hari lagi. Aku sedang memikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan Mao Shizi sebelum bulan purnama muncul,” jawab Heilong masih fokus menatap bulan.


“Tentu saja kita harus segera memusnahkan para iblis yang menghadang kita. Coba kau lihat beberapa orang Jenderal Iblis yang memberikan komando pada para pasukan iblis di tempat yang berbeda.”


Chariva menunjuk setiap tempat dimana para Jenderal Iblis berada. Walaupun jaraknya sangat jauh, insting yang dimiliki Chariva untuk mendeteksi keberadaan hawa iblis sangatlah kuat. Jadi, menentukan lokasi keberadaan para Jenderal Iblis berada di medan perang ini bukanlah masalah yang sulit.


Heilong mengarahkan pandangannya ke-tiga tebing berbeda yang ditunjuk oleh Chariva. Ke-tiga tempat itu berada di barisan paling belakang pasukan iblis dan jaraknya saling berjauhan karena jumlah pasukan iblis yang dipimpin oleh setiap Jenderal Iblis sangatlah banyak.


Ia melihat ada tiga orang Jenderal Iblis berdiri di puncak tebing yang berbeda. Dua Jenderal Iblis Laki-laki dan Satu Jenderal Iblis wanita.


Jenderal Iblis wanita ini pastilah Jenderal Iblis Vanes yang berasal dari Planet Dreamland. Walaupun ia belum pernah bertemu secara langsung dengan Jenderal Iblis Vanes, tapi informasi yang diberikan Nisaka dalam rapat waktu itu sudah sangat jelas.


Lagipula, Jenderal Iblis Vanes memiliki bagian tubuh yang sangat istimewa dan tidak dimiliki oleh Ras Iblis yang lain yaitu ke-tujuh ekornya yang memiliki warna berada seperti warna pelangi.

__ADS_1


Ke-tujuh warna berbeda pada ekor Jenderal Iblis Vanes ini bukanlah tanpa sebab tapi semua warna ini mewakili warna energi alam alam yang ada di alam semesta. Jadi, bisa dikatakan bahwa Jenderal Iblis Vanes mampu menggunakan semua jenis elemen. Kecuali, elemen air dan elemen cahaya karena ke-dua elemen ini telah direnggut oleh langit saat rubah ekor pelangi membelot dan bergabung dengan Bangsa Iblis.


Sedangkan untuk dua Jenderal Iblis yang tersisa adalah Jenderal Iblis Mon dan Jenderal Iblis Dryad. Sebab, hanya mereka saja yang tersisa dari keempat Jenderal Iblis Alam Gaib dan fisik mereka juga cukup istimewa.


Jenderal Iblis Mon adalah Iblis yang berasal dari Ras Iblis Api Neraka. Jadi, warna api yang menyala dari tubuhnya berwarna hitam pekat bukan berwarna merah layaknya Ras Iblis Api biasa.


Sedangkan Jenderal Iblis Dryad berasal dari Ras Iblis Batu Besi. Kekuatan fisiknya lebih kuat dari Ras Iblis Batu pada umumnya dan warna kulitnya sedikit lebih gelap karena terdapat kandungan biji besi.


Heilong sulit untuk melepaskan pandangannya saat menatap tubuh Jenderal Iblis Vanes. Warna kulitnya yang seputih salju dan sehalus kain sutra telah menyihir pikirannya.


Dari sorot matanya yang penuh gairah saat menatap Jenderal Iblis Vanes, Chariva bisa menebak bahwa pikiran Heilong telah terjebak ke dalam teknik pesona milik Siluman Rubah Ekor Pelangi ini. Ia pun lalu menggunakan salah satu jurusnya dan memasuki Alam Bawah sadar Heilong untuk membebaskan Heilong dari Teknik Pesona Jenderal Iblis Vanes.


Heilong benar-benar bebas di Alam Bawah sadarnya. Itu artinya ia sama sekali tidak masuk ke dalam jebakan teknik pesona Jenderal Iblis Vanes. Lalu kenapa Heilong tidak bisa mengalihkan pandangannya saat menatap Jenderal Iblis Vanes? Bukankah Heilong sudah sering melihat wanita yang berparas sangat cantik sebelumnya? Bahkan ia pernah memiliki wajah Divine Beast Aurora secara langsung yang merupakan salah satu wanita tercantik di Alam Dewa.


Chariva lalu mengikuti ke mana arah Heilong memandang dan ia menemukan bahwa Heilong sebenarnya sedang menyaksikan pertarungan antara dua orang wanita yang sangat sengit.


Ke-dua wanita ini sama-sama Siluman. Tapi, yang satu adalah siluman yang berasal dari Bangsa Iblis. Siapa lagi siluman wanita dari Bangsa Iblis ini kalau bukan Jenderal Iblis Vanes.


Yang membuat Chariva terkejut adalah lawan dari Jenderal Iblis Vanes yaitu Ratu Siluman Ular, Nisaka.

__ADS_1


Ia tidak pernah menyangka bahwa Nisaka ternyata juga memiliki kemampuan untuk menerobos ke dalam Alam Bawah sadar seseorang. Dan, ia juga sama sekali tidak bisa merasakan saat Nisaka masuk ke dalam Alam Bawah sadar Heilong.


“Sejak kapan mereka berdua bertarung?” Chariva tanpa basa-basi langsung menghampiri Heilong dan bertanya.


“Mungkin sudah sekitar lima menit yang lalu. Kelihatannya kekuatan yang mereka berdua miliki seimbang,” jawab Heilong tanpa menatap.


“Kalau begitu, kau harus segera mengusir mereka berdua dari tempat ini. Sebelum benturan kekuatan mereka berdua merusak Alam Bawah sadarmu,” ucap Chariva menatap Heilong.


Heilong kali ini membalas tatapan Chariva dan membuat wanita ini menundukkan kepala karena malu. Heilong tidak melepaskan kesempatan ini dan memegang dagu Chariva sambil berkata. “Jika aku tahu caranya, maka aku sudah mengusir mereka berdua sejak tadi. Tapi, karena aku tidak memiliki kemampuan itu, maka aku hanya bisa menonton sambil menunggu kesempatan untuk membunuh Jenderal Iblis Vanes.”


**


Medan pertempuran Alam Bawah Sadar.


Nisaka dan Jenderal Iblis Vanes akhirnya berhenti bertarung setelah bertukar beberapa pukulan. Mereka berdua berdiri di tempat masing-masing sambil menatap satu sama lain dengan dingin.


“Kenapa Siluman Rubah Ekor Pelangi mengkhianati Alam Dewa dan bergabung dengan Bangsa Iblis. Apakah Alam Dewa tidak memperlakukan kalian semua dengan layak?” tanya Nisaka penasaran karena Divine Beast Aurora menolak mengatakan tentang ini walaupun Nisaka berulang kali bertanya. Sebab, ia adalah sebuah rahasia langit.


“Sepertinya kau bertanya pada orang yang salah. Jika kau menanyakan tentang hal itu, maka kau harusnya pergi ke Alam kematian dan bertanya langsung pada leluhurku karena leluhurku sudah lama mati. Jika kau tidak dapat pergi sendiri, maka aku bisa membantumu pergi ke Alam kematian dengan lebih cepat,” balas Jenderal Iblis Vanes dingin dengan tatapan meremehkan.

__ADS_1


__ADS_2