LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 31 SEBUAH PERNYATAAN


__ADS_3

Silahkan Spam Like dan Komen.


Terimakasih 🙏


*****


“Kekuatan fisik dari Raja Singa Bulu Emas ternyata sangat kuat. Jika aku terus menyerangnya tanpa menggunakan menggunakan strategi khusus, maka aku pasti akan kalah dengan mudah.”


Di bawah reruntuhan Ring pertarungan itu, Heilong terus berpikir bagaimana caranya untuk mengalahkan Raja Singa Bulu Emas. Dia tidak ingin langsung keluar. Sebab, Raja Singa Bulu Emas pasti sudah menunggunya di atas.


“Aku tahu bahwa kau masih hidup anak muda. Jika kau tidak segera muncul di hadapanku, aku terpaksa harus memaksamu keluar.”


Raja Singa Bulu Emas memusatkan energi elemen tanahnya ke kedua tangan, lalu dia menghantam tinjunya ke reruntuhan Ring pertandingan mereka.


“Boom … Boom … Boom …”


Tinju Raja Singa Bulu Emas terus membombardir reruntuhan Ring tempat pertarungan mereka berdua tanpa henti.


“Dinding Es.”


Heilong segera memasukkan energi es miliknya ke kedua tangan dan membuat sebuah dinding es yang sangat tebal di atas tubuhnya untuk memblokir serangan tinju Raja Singa Bulu Emas.


“Bang …”


Raja Singa Bulu Emas tiba-tiba menghentikan tinjunya karena kedua tangannya membentur sebuah dinding yang sangat keras dan juga dingin. Hawa dingin dari dinding es ini hampir saja membekukan kedua tangannya.


“Ternyata kau tidak hanya memiliki kekuatan elemen air saja di tubuhmu. Cepat keluarlah dari dalam reruntuhan itu dan lawanlah aku dengan kekuatanmu yang sebenarnya. Tunjukkan padaku elemen kultivasi apa saja yang kau miliki,” seru Raja Singa Bulu Emas.

__ADS_1


Heilong segera menghilangkan dinding es miliknya dan naik kepermukaan setelah menyingkirkan bebatuan yang menutupi tubuhnya.


“Akhirnya kau keluar juga. Sampai kapan kau akan menyembunyikan kekuatanmu yang sesungguhnya dariku? Apa karena aku mengatakan bahwa pertarungan ini hanyalah sebuah latihan, maka kau sengaja tidak mengeluarkan kekuatanmu yang sebenarnya?” tanya Raja Singa Bulu Emas menatap tajam ke arah Heilong.


“Benar. Ini adalah sebuah latihan saja karena itu aku tidak ingin ada di antara kita yang terluka. Jika aku mengeluarkan penuhku, aku takut tidak bisa mengendalikan kekuatan itu jika aku sedang dalam keadaan terdesak dan membuat anda menjadi terluka parah. Apalagi jika anda sampai mati di tanganku, maka semua penghuni Kerajaan Singa Bulu Emas ini akan memusuhiku dan terus memburuku,” jawab Heilong.


“Sial! Ternyata kau memang benar-benar meremehkan kekuatanku,” seru Raja Singa Bulu Emas geram. Dia lalu menatap tajam ke arah Heilong dan berteriak dengan suara lantang. “Aku Raja dari Kerajaan Singa Bulu Emas, dengan ini memberimu perintah untuk menyerangku dengan kekuatan penuh yang kau miliki. Jika aku terbunuh dalam pertarungan ini, maka tidak akan ada yang akan menuntut balas padamu dan kau akan menjadi penguasa baru dari Kerajaan milikku ini jika aku mati.”


Suara Raja Singa Bulu Emas ini dapat didengar oleh seluruh penghuni Kerajaan Singa Bulu Emas.


Semua prajurit Istana yang berjaga di sekitar area Kerajaan menjadi terkejut dan segera berlari menuju tempat suara itu berasal untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, Putri Mao Shizi langsung melarang semua prajurit itu untuk mendekat dan hanya boleh melihat dari luar pagar yang ada di sekitar Ring pertarungan.


“Ayah, apa ayah yakin dengan semua ucapan ayah barusan? Ayah sama saja dengan mempertaruhkan Kerajaan ini dalam sebuah pertarungan! Jika hal ini memang benar, maka ayah tidak ada bedanya dengan Raja Banteng Api yang tidak pernah menganggap rakyatnya sesuatu yang penting dan tidak lebih dari sekedar budak,” tanya Mao Shizi dengan perasaan sedikit kecewa.


“Ayah sangat yakin karena semua penderita yang dialami orang rakyat kita adalah akibat dari kekuatan ayah yang sangat lemah. Jika ayah sedikit lebih kuat dan bisa mengalahkan Raja Banteng Api, maka semua penderita ini tidak akan pernah dialami oleh rakyat kita. Karena itu ayah berpendapat kalau keadaan di Kerajaan ini akan menjadi lebih baik jika dipimpin oleh orang yang lebih kuat dari Ayah,” jawab Raja Singa Bulu Emas.


“Aku menolak,” seru Heilong.


Jawaban Heilong ini membuat semua siluman yang melihat kejadian ini menjadi sangat terkejut, termasuk Raja Singa Bulu Emas dan juga Putri Mao Shizi. Mereka semua tidak pernah menyangka bahwa akan ada orang yang mau menolak menjadi seorang Raja yang kehidupannya selalu diliputi kemewahan dan bergelimang harta.


“Kenapa kau menoleh tawaranku ini? Apakah menjadi seorang Raja tidak terlalu menarik perhatianmu?” tanya Raja Singa Bulu Emas dengan tatapan sedikit aneh.


“Menjadi seorang Raja adalah suatu hal yang sangat menarik dan sangat diidam-idamkan oleh semua orang. Tapi, aku tidak yakin bahwa aku bisa menanggung beban dari tugas seorang Raja karena aku lebih suka berkelana untuk meningkatkan kekuatanku daripada harus berdiam diri di Istana. Lagipula aku ini adalah seorang Manusia, jadi mana mungkin aku memimpin Kerajaan dari Siluman Singa? Jika aku menerima tawaran anda dan menjadi Raja dari Kerajaan Singa Bulu Emas ini, maka pasti banyak rakyat Kerajaan ini yang akan memprotes hal itu,” jawab Heilong.


Jawaban Heilong ini terdengar sangat masuk akal. Sebab, Siluman Singa Bulu Emas memang tidak terlalu suka dengan bangsa manusia karena kedua bangsa ini pernah mengalami sejarah yang buruk di masa lalu.


“Baiklah, jika kau bisa mengalahkan Ayahku dan mampu mengalahkan Raja Banteng Api. Maka aku Putri Mao Shizi, satu-satunya Putri yang dimiliki oleh Raja Singa Bulu Emas. Berjanji akan menjadi pendampingmu dan mengikuti kemanapun kau pergi,” seru Mao Shizi.

__ADS_1


Pernyataan dari Putri Mao Shizi membuat Raja Singa Bulu Emas menjadi sangat terkejut karena dia tidak percaya bahwa Putrinya akan rela mengorbankan masa depannya hanya untuk kedamaian seluruh rakyat Kerajaan ini.


“Apa kau sadar dengan ucapanmu barusan itu, Putriku? Jika kau menikah dan menjadi pendamping dari Bangsa Manusia, maka kau tidak akan mungkin bisa tinggal di Tanah Jingga ataupun Tanah Putih. Dan satu-satunya tempat yang bisa menerimamu hanyalah Tanah Abu-abu,” tanya Raja Singa Bulu Emas memastikan keputusan yang telah diambil oleh Putrinya.


“Aku sangat yakin dan tidak akan menyesal dengan apa yang telah aku janjikan karena kedamaian di Kerajaan Singa Bulu Emas ini adalah segala-segalanya di mataku,” jawab Mao Shizi.


Tadinya Mao Shizi sempat bingung harus berkata apa pada ayahnya agar ayahnya mengijinkan dia untuk menemani Heilong pergi ke Tanah Abu-abu setelah Heilong berhasil mengalahkan Raja Banteng Api karena ini adalah kesepakatan yang telah dia buat dengan Divine Beast Zaha dan Heilong.


Dan dengan pernyataan ini maka masalah itu dengan mudah bisa teratasi. Kerajaan Singa Bulu Emas bisa menjadi damai kembali dan dia tidak perlu mencari alasan lagi untuk bisa pergi menemani Heilong. Tapi, Heilong harus mengalahkan Raja Banteng Api terlebih dahulu.


“Apa kau dengar semua yang telah diucapkan oleh Putriku barusan? Apa sekarang kau mau bertarung dengan serius denganku?” tanya Raja Singa Bulu Emas dingin karena dia sebenarnya tidak rela jika satu-satunya Putri yang dia miliki akan menikah dengan Bangsa Manusia.


“Baiklah, aku akan bertarung melawan anda dengan semua kekuatan yang aku miliki.”


Heilong yang sebenarnya sudah tertarik dengan Putri Mao Shizi saat pertama kali melihatnya, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia segera menerima tawaran ini tanpa ada berpikir panjang.


Heilong lalu menyimpan kembali Pedang Penguasa Laut ke dalam Dunia Jiwanya dan mengeluarkan Pedang Bintang Api.


Seketika aura energi api yang sangat kuat memancar dari tubuh Heilong.


“Aku sudah siap untuk melawan anda sekarang. Majulah dan seranglah aku dari arah manapun yang anda suka,” seru Heilong.


“Ternyata kau cukup percaya diri juga, anak muda.”


Raja Singa Bulu Emas langsung berubah wujud menjadi seekor Singa Emas Raksasa dan segera berlari ke arah Heilong untuk menyerangnya.


“Roar …”

__ADS_1


__ADS_2