
Heilong lalu memejamkan kedua matanya dan menenggelamkan konsentrasinya untuk memeriksa kembali setiap bagian tubuhnya termasuk dantian dan Dunia Jiwa miliknya. Sebab, ia sudah mengetahui perubahan yang terjadi para seluruh titik-titik meridian miliknya, jadi rasanya tidak perlu lagi untuk memeriksa titik-titik meridian itu.
Ia berusaha keras mencari perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya setelah mendapat petunjuk dari Li Zen karena Li Zen tidak akan pernah mengucapkan hal yang tidak penting.
Selain itu, Ia sebenarnya juga sangat penasaran dengan kekuatan seperti apa yang ia dapatkan setelah berhasil menyerap kekuatan Phoenix Es dan Phoenix Api ke dalam Dunia Jiwa miliknya. Namun, ia juga sangat yakin kalau kekuatan yang ia dapatkan sangatlah istimewa.
Setelah sekitar sepuluh nafas memeriksa ke dalam Dunia Jiwa miliknya, Heilong akhirnya melihat sepasang sayap yang terbang bebas di dalam Dunia Jiwa miliknya.
Sayap itu terlihat sangat indah karena memiliki dua warna yang berbeda namun selaras. Tekanan energi api dan energi es yang memancar dari sepasang sayap itu juga sangat kuat.
Sayap sebelah kanan berwarna merah menyala dengan api yang terus berkobar bagaikan api abadi yang tak akan pernah padam.
Sedangkan sayap sebelah kiri berwarna putih dengan lapisan kabut yang sedingin es karena setiap bulu yang ada di sayap itu telah membeku dan berubah menjadi es.
“Jangan-jangan sepasang sayap ini adalah kekuatan misterius yang dimaksud Guru! Baiklah, aku akan coba menggunakannya dan memperlihatkan pada Guru.”
Aura energi api dan energi es langsung muncul secara bersamaan dari tubuh Heilong lalu berubah menjadi sepasang sayap yang melekat di punggungnya.
“Apakah sepasang sayap ini yang Guru maksud dengan kekuatan gabungan antara Phoenix Api dan Phoenix Es,” ucap Heilong tersenyum cerah walaupun Li Zen saat ini tidak berada di hadapannya tapi ia tahu bahwa Li Zen akan selalu memantaunya dari dalam pesawat Max Lightning.
__ADS_1
“Benar sekali! Sepasang sayap itu adalah Sayap Kaisar Phoenix. Kau bisa menggunakannya sebagai pengganti sayap yang pernah dipinjamkan Galene. Seharusnya sepasang sayap pelangi yang pernah dipinjamkan Galene itu saat ini sudah tidak ada lagi di dalam tubuhmu,” jawab Li Zen lalu suaranya kembali menghilang.
Heilong akhirnya teringat para Galene yang telah pergi meninggalkannya beberapa hari yang lalu. Jika Li Zen tidak mengingatkannya, ia mungkin akan lupa dengan sepasang sayap pelangi yang pernah dipinjam Galene sebagai bayaran karena diijinkan untuk tinggal di dalam Dunia Jiwa miliknya.
Dunia Ilusi inipun akhirnya hancur setelah Heilong selesai menyerap semua kekuatan kedua Phoenix itu. Sebab, energi alam yang memancar dari tubuh kedua Phoenix itu adalah penopang kelangsungan Dunia Ilusi ini.
“Sudah tidak ada hal yang menarik lagi di tempat ini. Lebih baik aku segera kembali dan melihat bagaimana keadaan Gremlin sekarang.”
Tanpa menyimpan kembali sepasang sayap yang ada di punggungnya, Heilong langsung terbang meninggalkan ruangan terakhir dari Goa Api dan Es ini. Ia sepertinya ingin memamerkan sepasang sayap yang baru saja ia dapatkan para Casbah.
Aura energi api dan es langsung memenuhi setiap lorong yang ia lewati dan membuat semua dinding yang ada di sekitarnya runtuh kerena perbedaan dua suhu udara yang sangat ekstrim dan melampaui batas yang bisa diterima oleh dinding itu.
“Siapa yang sedang menuju kemari? Jangan-jangan telah terjadi sesuatu dengan Heilong.”
Tatapan mata Casbah terus melekat ke arah lonjakan energi itu berasal. Ia tidak tahu siapa pemilik dari kekuatan dahsyat itu karena aura yang memancar dari arah itu memiliki tekanan energi es dan energi api yang berada di luar batas kewajaran. Bahkan, ia yakin bahwa Heilong saja tidak akan mungkin bisa memancarkan aura sedahsyat itu meskipun ia telah menjadi seorang Dewa.
Akan tetapi, tebakan Casbah itu langsung dipatahkan saat ia melihat sosok Heilong sedang terbang ke arahnya.
“Heilong?! Benarkah itu kamu?” Casbah yang masih tak percaya bahwa sosok yang ia lihat adalah Heilong segera mengusap kedua matanya lalu melihat lagi ke arah Heilong berada.
__ADS_1
“Ternyata itu benar-benar kau. Kau sepertinya telah berhasil mendapat warisan yang ada di Tambang Batu Es Khayalan itu,” lanjut Casbah dengan tawa renyah setelah memastikan bahwa yang datang ke tempat ini adalah Heilong. Kekhawatiran yang ada di dalam pikirannya seketika menghilang saat mengetahui bahwa pemilik aura yang sangat dahsyat ini adalah Heilong.
Heilong langsung mendarat di depan Casbah dengan senyum penuh kemenangan menghiasi wajahnya. “Ya, aku berhasil mendapatkan warisan yang tersimpan di dalam Tambang Batu Es Khayalan. Dan, warisan yang aku dapatkan bukan hanya satu tapi dua.”
“Dua?!” Casbah tentu saja terkejut bahwa Tambang Batu Es Khayalan ini memiliki dua buah warisan. Jika ia tahu tentang hal ini, maka ia pasti tidak akan mau mengalah dengan Heilong dan berusaha mendapatkan satu di antara dua warisan itu.
“Salain Batu Es Khayalan, di Tambang ini juga terdapat Batu Api Matahari yang seharusnya baru aku dapatkan jika aku mencarinya di Benua Atlantis,” jawab Heilong berusaha menghilangkan rasa penasaran Casbah.
“Apakah aku bisa melihat bentuk kedua batu itu?” balas Casbah dengan nada memburu.
Heilong menggelengkan kepala lalu menunjuk sepasang sayap yang ada di punggungnya. “Kedua batu pusaka itu telah berhasil aku murnikan dan berubah menjadi sepasang sayap Kaisar Phoenix ini.”
Casbah merasa sedikit kecewa setelah mengetahui kedua kekuatan yang ada di dalam kedua batu pusaka itu telah menyatu sempurna dengan tubuh Heilong. Padahal ia juga ingin mengambil sedikit manfaat dari batu pusaka itu.
Akan tetapi, hal itu tidak berlangsung lama karena Casbah menyadari bahwa semua ini adalah pengaruh dari takdir. Mungkin Heilong memang orang yang telah ditakdirkan untuk memiliki kekuatan yang ada di dalam kedua batu pusaka itu karena ia memikul tugas yang sangat berat yaitu memusnahkan para Iblis.
“Apakah aku telah membuatmu kecewa?” tanya Heilong setelah melihat perubahan pada raut wajah Casbah.
“Untuk apa aku harus kecewa? Aku sama sekali tidak memiliki alasan untuk kecewa karena kedua batu pusaka itu sepertinya memang ditakdirkan untuk jatuh ke tanganmu agar kekuatanmu bisa cepat meningkat dan kau bisa segera memusnahkan para iblis itu,” elak Casbah berusaha menyembunyikan apa yang ia pikirkan sebelumnya.
__ADS_1
Heilong lalu mengeluarkan sesuatu dari gelang penyimpanan miliknya dan memberikannya pada Casbah. “Ambillah benda itu. Anggap saja itu sebagai ganti dari kedua batu pusaka yang telah aku ambil.”