
Karya ini adalah fiktif belaka yang sepenuhnya berdasarkan imajinasi dan pemikiran Author.
*******
Casbah tiba-tiba muncul di samping Heilong dengan menggunakan kemampuan teleportasi miliknya.
Heilong yang sedikit terkejut langsung menoleh ke samping. Namun, sebelumnya dia sempat bertanya, ternyata Casbah telah menggunakan kekuatannya untuk membawa Heilong mendekati tempat Raja Siluman Serigala itu.
Casbah sepenuhnya tahu apa yang sedang dipikirkan Heilong karena itu dia tidak banyak bertanya dan segera meletakkan tangan kanannya di bahu Heilong lalu segera membawa Heilong ke tempat Raja dari Siluman Serigala bulan itu dengan menggunakan kekuatannya.
Dalam sekejap, Heilong dan Casbah telah berada di depan Raja Siluman Serigala itu.
Kerumunan serigala liar itu segera mengelilingi Heilong. Mereka semua ingin membunuh Heilong untuk melindungi Raja Mereka.
Akan tetapi ….
“Roar …”
Raja serigala itu langsung mengeluarkan suara raungan yang sangat keras hingga membuat sebuah siluman serigala liar itu mundur karena ketakutan.
Heilong yang merasa bingung segera bertanya pada Casbah karena Casbah merupakan penduduk asli dari Alam Gaib ini. Jadi seharusnya dia tahu tentang karakter dari setiap siluman yang hidup di tempat ini.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa para serigala liar itu tiba-tiba mundur?”
“Sepertinya Raja Siluman Serigala ini berniat untuk berduel satu lawan satu denganmu.”
“Duel satu lawan satu?!” ucap Heilong makin terkejut karena sifat asli seekor serigala adalah menyerang secara berkelompok.
“Benar,” jawab Casbah singkat. Dia lalu menjelaskan sesuatu karena melihat Heilong yang masih kebingungan. “Raja Siluman Serigala adalah penguasa dari semua siluman yang ada di Alam Gaib ini karena itu dia memiliki sifat yang sangat angkuh layaknya seorang raja hutan.”
Heilong segera mengerti dan hanya menganggukkan kepalanya tanpa banyak bertanya lagi karena Raja Siluman Serigala itu sudah siap untuk menyerangnya.
Casbah segera mundur kebelakang untuk memberi ruang gerak antara Heilong dan Raja Siluman Serigala. Lalu dia membuat dua buah medan pelindung yang terbuat dari energi cahaya.
Satu medan pelindung untuk melindungi area pertarungan antara Heilong dan Raja Siluman Serigala. Sedangkan yang satunya lagi untuk menjaga agar para siluman serigala itu tidak bisa lagi mendekati pintu gerbang kota Biru Laut.
Seluruh prajurit yang ada di depan pintu gerbang, seketika melihat cahaya yang sangat menyilaukan mata menutupi kerumunan siluman serigala liar itu. Mereka semua semakin yakin bahwa para dewa telah datang untuk menyelamatkan mereka.
Sementara itu, Heilong dan Raja Siluman Serigala sudah memulai pertarungan yang cukup sengit di dalam medan pelindung cahaya buatan Casbah.
...“Cakar Badai Api.”...
Cakar siluman serigala yang telah dipertajam dengan kekuatan dari energi api dan energi angin terus menyerang ke arah Heilong.
...“Dinding Es.”...
Heilong segera menggunakan jurus pertahanan elemen es miliknya untuk menahan serangan dari Raja Siluman Serigala itu. Akan tetapi, kekuatan dari dinding es itu jauh lebih lemah dari kekuatan cakar raja siluman serigala yang memiliki gabungan dua buah elemen.
“Kekuatan dari dinding es milikmu ini memang lebih kuat dari kekuatan elemen api. Tapi, dinding es milikmu ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dibandingkan dengan kekuatan elemen angin.”
Li Zen yang merasakan bahwa Heilong sedang dalam keadaan terdesak, kemudian memberikan sedikit petunjuk tentang dasar-dasar elemen.
__ADS_1
“Aku sudah tahu tentang hal itu. Lawan dari elemen angin adalah elemen tanah. Tapi, di dalam tubuhku sama sekali tidak ada kekuatan elemen tanah,” jawab Heilong sambil terus memusatkan energi elemen es miliknya ke dalam dinding es.
“Apa benar begitu? Aku bisa merasakan bahwa di dalam dantianmu ada energi elemen tanah yang sangat murni. Jangan-jangan kau sama sekali tidak menyadari apa yang ada di dalam tubuhmu sendiri.”
Ucapan dari Li Zen ini seketika memancing rasa penasaran di pikiran Heilong. Dia kemudian memeriksa semua kekuatan yang ada di dalam tubuhnya.
Dan … Heilong dibuat terkejut saat melihat ada bola inti elemen tanah di dalam dantiannya.
'Dari mana bola inti elemen tanah itu berasal … ?!'
Sebuah pertanyaan pun akhir muncul di benak Heilong karena dia sama sekali belum pernah mendapatkan warisan elemen tanah dari para Divine Beast. Namun, ini bukanlah saatnya untuk terlena dalam sebuah pemikiran yang tak pasti.
Heilong segera memasukkan energi elemen tanah miliknya ke dalam dinding es. Seketika, kekuatan dari dinding es itu meningkat dengan sangat tajam hingga cakar-cakar raja siluman serigala tidak mampu untuk menggores permukaan dari dinding es itu.
Raja Siluman Serigala itu tampak kebingungan karena serangan terkuatnya sudah tidak mampu lagi untuk menggores dinding pertahanan Heilong.
Heilong yang sejak tadi terus mengamati setiap gerakan dari raja siluman serigala langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan serangan balik.
Dia mengulurkan tangan kanannya dan mengeluarkan semua jenis tipe elemen penyerangan yaitu angin, air , api dan petir lalu menggabungkan keempat elemen itu menjadi sebuah pedang aura yang sangat tajam.
“Aku akan membantumu.”
Li Zen lalu mengulurkan tangan kanannya ke arah Heilong. Seketika energi elemen cahaya dan elemen kegelapan langsung keluar dari tangannya dan menyatu dengan pedang aura buatan Heilong.
“Sekaranglah saatnya kau menggunakan jurus terkuat dari kitab pedang tujuh bintang,” seru Li Zen.
Heilong menganggukkan kepalanya lalu mengayunkan pedangnya ke arah raja siluman serigala.
Tubuh raja siluman serigala langsung berubah menjadi serpihan kecil-kecil dan menjadi abu layaknya sebuah pohon yang dihantam meteor.
Casbah lalu menghilangkan medan pelindung bahaya miliknya setelah merasakan bahwa aura kehidupan milik raja siluman serigala telah sepenuhnya menghilang.
Para siluman serigala itu langsung berlari menjauhi Heilong dan Kota Biru Laut setelah melihat raja yang sangat mereka takuti telah mati dengan sangat mengenaskan di tangan Heilong.
Para prajurit penjaga menjadi sangat senang ketika melihat para siluman serigala liar itu pergi menjauhi kota kelahiran mereka.
“Sudah saatnya kita pergi meninggalkan kota ini.”
Casbah lalu membawa Heilong terbang dan berhenti di atas langit.
Para prajurit yang melihat Casbah dan juga Heilong yang sedang terbang di langit, segera bersujud dan menyembah mereka berdua layaknya menyembah seorang dewa.
Casbah tersenyum saat melihat apa yang dilakukan oleh para prajurit itu. “Jika kau jadi mereka, apakah kau akan melakukan hal yang sama?”
Heilong berpikir cukup lama sebelum menjawab pertanyaan Casbah. Dia lalu menjawab dengan tegas.
“Tidak.”
“Apa alasanmu?”
“Karena aku bisa menjadi seorang Dewa jika aku mampu meningkatkan tingkat kultivasiku ke titik tertinggi. Jadi untuk apa aku menyembah Dewa. Aku hanya akan menghormati dan berterimakasih pada para Dewa, tapi aku tidak akan bersujud dan menyembah mereka.”
__ADS_1
“Lalu siapa yang seharusnya kau sembah?” tanya Casbah memastikan.
“Sang Pencipta,” jawab Heilong tegas penuh percaya diri.
“Sang Pencipta adalah pencipta segala sesuatu yang ada di tiga dunia. Beliau juga yang telah menciptakan para Dewa. Dewa bisa terluka dan mati dengan sebab-sebab tertentu. Tapi, Sang Pencipta adalah makhluk yang abadi. Hanya Sang Penciptalah yang pantas aku sembah,” lanjut Heilong.
“Haha … jawaban yang sangat menarik. Sudah lama aku menantikan ada seseorang yang bisa menjawab seperti itu.”
Wujud Casbah lalu berubah menjadi bola cahaya yang telah beberapa kali Heilong temui saat dia berada di alam kematian.
Dunia yang ada di sekitarnya juga langsung menghilang dan kemudian berubah menjadi alam kematian yang sangat gelap.
“Ternyata kau adalah utusan dari Sang Pencipta. Kenapa kau membawaku kemari? Bukankah aku harus pergi ke tempat Divine Beast Aurora agar aku bisa hidup kembali,” tanya.
“Hidup kembali? Kau belumlah mati, jadi bagaimana kau bisa hidup kembali. Saat ini kau sedang dalam keadaan koma di sebuah rumah sakit yang ada di Las Vegas. Dan semua yang telah kau alami di Planet Dreamland dan juga Alam Gaib ini adalah sebuah ilusi untuk mengujimu sekaligus memberimu teguran karena kau tidak pernah percaya dengan keberadaan Sang Pencipta,” jawab bola cahaya.
Seketika, Heilong langsung menyadari semua kesalahannya semasa dia hidup dan sangat menyesal. Air mata pun secara perlahan mulai mengalir karena rasa penyesalan yang begitu dalam.
“Karena kau telah lulus dalam ujian ini, maka aku akan mengembalikan rohmu ke dalam tubuhku sehingga kau bisa menyelesaikan tugasmu di Bumi.”
Bola cahaya itu sama sekali tidak memberikan Heilong kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
Roh Heilong segera dibawa pergi dari Alam Kematian itu dan kembali dimasukkan ke dalam tubuhnya.
**
Perlahan-lahan Heilong mulai membuka matanya. Dia merasa sangat familiar dengan ruangan dimana dia terbangun.
“Ini adalah salah satu ruangan rumah sakit terbaik di Las Vegas. Ternyata semua yang aku alami itu adalah sebuah mimpi.”
Heilong lalu melihat memperhatikan tubuhnya. Dia mendapati seluruh bagian tubuhnya tetap utuh namun dipenuhi dengan banyak luka sehingga harus diperban.
Seorang suster yang selama ini merawat Heilong akhirnya datang untuk melakukan pemeriksa rutin. Dia merasa terkejut ketika melihat Heilong kembali sadar. Sebab, Heilong sudah hampir satu bulan dalam keadaan koma dan sengat kecil sekali harapan untuk bisa sadar kembali.
Heilong segera mengajukan beberapa pertanyaan pada suster itu dan suster itu menjawab dengan sabar.
Dari suster tersebut, Heilong akhirnya tahu bahwa dirinya bisa selamat dari jurang itu karena sherly menggunakan tubuhnya untuk melindungi dirinya saat mereka berdua terjatuh ke dalam jurang.
Meskipun beberapa tulang yang ada di tubuh Heilong banyak yang patah. Tapi, dia masih bisa diselamatkan dan akan kembali pulih setelah menjalani beberapa terapi.
Akan tetapi, Sherly tidak bisa diselamatkan. Dia telah meninggal karena mendapatkan luka yang sangat parah di bagian kepala.
Heilong sangat bersedih setelah mendengar kabar kematian Sherly.
Saat ini Heilong sendirian di ruangan ini. Suster yang merawat dirinya telah lama meninggalkan ruangan ini setelah dia menjawab semua pertanyaan yang diajukan Heilong.
Dalam kesendirian, Heilong tiba-tiba menyadari bahwa di bagian tangan kirinya ada sesuatu benda yang aneh. Benda itu adalah sebuah gelang dengan liontin berbentuk pedang.
Dia lalu mengamati gelang itu dengan teliti.
Heilong akhirnya sadar bahwa bentuk liontin itu ternyata sangat mirip sekali dengan Pedang Penjaga Surga yang berkali-kali dia gunakan di Planet Dreamland. Sedangkan untuk gelangnya, dia sangat yakin bahwa gelang itu adalah gelang galaxy pemberian dari Li Ziqi.
__ADS_1