LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 63 BAHAN PENEMPAAN SENJATA DEWA


__ADS_3

Jarinya tiba-tiba terhenti di bab kelima dari kitab itu.


Di bab ke lima itu ditulis bahwa jika seseorang mampu memahami inti dari hukum energi petir dan hukum energi angin lalu berhasil menggabungkan kedua energi itu menjadi satu, maka dia dapat merubah tubuhnya menjadi partikel-partikel energi yang bisa mengacaukan tatanan hukum ruang dan waktu yang ada di sekitarnya.


“Aku memang memiliki kedua kekuatan ini. Namun, aku belum benar-benar memahami tentang kedua energi ini. Sepertinya aku harus berlatih lebih keras lagi agar aku bisa secepatnya menguasai teknik ini.”


Heilong terus membalikkan halaman demi halaman yang ada di bab kelima itu sambil mencari tahu bagaimana cara untuk memahami hukum energi angin dan hukum energi petir. Namun, usahanya itu ternyata sia-sia karena ada beberapa halaman yang hilang dari kitab pusaka ini.


Heilong akhirnya menyimpan kembali kitab itu ke dalam dunia pikirannya dan berniat untuk menanyakan bagian halaman yang hilang pada Divine Beast Byako karena bagian yang hilang itu adalah bagian terpenting dari kitab ini.


Li Zen yang sejak tadi terus berdiam diri di samping Heilong, tiba-tiba berpindah tempat dan berdiri di hadapan Heilong lalu menegurnya.


“Kenapa kau tidak melanjutkan mempelajari kitab itu? Apakah kau sudah berhasil memahami semua isi dari kitab itu?”


“Tidak banyak yang bisa aku pelajari dari kitab itu karena ada beberapa halaman yang hilang dari kitab itu. Dan halaman yang hilang itu sepertinya membahas tentang cara menggabungkan antara hukum energi angin dan hukum energi petir. Tapi, isi dari bab lima sepertinya sudah cukup untuk menuntunku memahami hukum kedua energi itu.”


Heilong menjawab pertanyaan Li Zen dengan santai karena memang tidak ada yang bisa dia lakukan dengan kitab itu untuk saat ini.


Li Zen yang merasa Heilong tidak serius untuk mempelajari isi dari kitab itu, terus mencerca Heilong dengan berbagai macam pertanyaan yang cukup rumit tentang energi petir dan energi angin. Dan dia baru berhenti setelah merasa cukup puas dengan jawaban Heilong.


Heilong juga menjelaskan pada Li Zen bahwa untuk dapat memahami hukum energi petir dan energi angin secara maksimal, dibutuhkan suatu kondisi khusus yaitu suatu tempat dengan kadar energi angin dan energi petir yang sangat melimpah.


Li Zen pun akhirnya kembali ke dalam Dunia Jiwa Heilong dan memberikan waktu pada Heilong untuk sendirian. Mungkin saja saat dia sedang sendiri, dia akan mendapatkan sebuah pencerahan tentang cara cepat untuk mempelajari hukum energi angin dan hukum energi petir.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Casbah dan Mao Shizi akhirnya muncul kembali di hadapan Heilong. Heilong pun segera berjalan menghampiri mereka berdua.


“Apakah ada masalah di Tanah Merah?” tanya Heilong menatap Casbah karena waktu perjalanan kali ini lebih lama dari waktu ketika dia pertama kali menculik Mao Shizi.


“Tidak ada. Hanya saja Raja Singa Bulu Emas merasa berat untuk mengijinkan Putrinya pergi meninggalkan dirinya untuk waktu yang cukup lama. Aku membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk meyakinkannya bahwa Putrinya akan aman selama perjalanan ini.”


Heilong bisa mengerti dengan apa yang diucapkan Casbah karena dia sendiri juga tahu bahwa Raja Singa Bulu Emas sangat menyayangi Mao Shizi karena Mao Shizi adalah satu-satunya Putri yang dimiliki oleh Raja Singa Bulu Emas.


Namun, yang tidak dia mengerti adalah kenapa Mao Shizi ikut datang kembali ke Istana ini bersama dengan Casbah. Dan Casbah juga mengatakan bahwa Mao Shizi akan melakukan perjalanan dalam waktu yang cukup lama. Padahal dia sama sekali belum memberikan jawaban pada Casbah mengenai tawaran untuk pergi ke Tanah Biru dan Tanah Ungu.


Heilong sedikit geram karena merasa Casbah telah memaksa dirinya untuk pergi ke Tanah Biru dan Tanah Ungu. Padahal dia sudah menceritakan pada Casbah bahwa dirinya harus segera sampai ke Tanah Hijau untuk menyelesaikan misinya. Tapi, Heilong hanya bisa meredam amarahnya itu karena di tempat ini ada Mao Shizi.


Casbah lalu mengatakan sesuatu yang menarik saat dia menyadari bahwa Heilong sedang marah ke padanya. Dan anehnya kata-kata ini langsung bisa meredam amarah Heilong. Bahkan wajah Heilong saat ini terlihat sangat ceria dan bersemangat untuk segera pergi menuju ke Tanah Biru Dan Tanah Ungu.


“Untuk apa aku berbohong. Jika kau tidak percaya, kau bisa melihat sendiri kitab yang ditinggalkan oleh Guruku ini.”


Casbah lalu mengeluarkan sebuah kitab yang terbuat dari kulit Beast berusia ratusan tahun dan menyerahkan kitab itu pada Heilong.


Heilong yang merasa sangat penasaran segera mengambil kitab itu dan membacanya. Dan dia akhirnya mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh Casbah itu adalah benar.


Kitab ini adalah kitab penempaan yang ditinggalkan oleh seorang Dewa. Di dalam kitab ini disebutkan bahan-bahan yang diperlukan untuk melakukan senjata pusaka terkuat milik para dewa.


Dan semua bahan itu ternyata tersebar di ketiga Planet yang dulunya saling berhubungan yaitu Planet Bumi, Planet Dreamland dan Benua Atlantis yang telah berubah menjadi sebuah planet independen.

__ADS_1


Bahan-bahan yang diperlukan untuk menempa sebuah senjata Dewa adalah Batu Es Khayalan, Batu Api Matahari, dan Batu Petir Kosmik.


Batu Es khayalan terdapat di pusat Tanah Ungu yang ada di Alam Gaib, Planet Bumi.


Batu Petir kosmik terdapat di dasar Lembah Petir Abadi yang ada di Benua Timur, Planet Dreamland.


Batu Api Matahari terdapat di tengah-tengah kawah Gunung Api Langit di Benua Atlantis.


Setelah puas membaca buku itu, Heilong lalu mengembalikan buku itu pada Casbah dan tidak mengajukan banyak pertanyaan lagi.


Mao Shizi sendiri juga terlihat sangat bersemangat untuk pergi ke Tanah Biru dan Tanah Ungu. Sepertinya Casbah telah mengatakan keuntungan apa saja yang akan dia dapatkan selama dia mengikuti perjalanan ini.


Karena mereka semua sudah sepakat, Casbah segera mengulurkan kedua tangannya ke hadapan mereka.


“Peganglah tanganku ini erat-erat dan jangan pernah kalian lepas meskipun tubuh kalian terasa akan hancur. Aku membutuhkan jumlah energi cahaya yang cukup besar untuk memindahkan tiga orang sekaligus. Karena itu tubuh kalian akan menerima serangan balik dari energi cahaya ini. Tapi kalian jangan khawatir karena serangan balik dari energi cahaya ini tidak akan mampu untuk menghancurkan tubuh kalian berdua,” seru Casbah.


Setelah diyakinkan oleh Casbah, mereka berdua langsung memegang kedua tangan Casbah. Heilong memegang tangan sebelah kanan, sedang Mao Shizi tangan sebelah kiri.


Seketika, tubuh mereka bertiga berubah menjadi cahaya dan menghilang dari Istana ini.


*****


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komen setelah membaca.

__ADS_1


__ADS_2