
Setelah menemukan keberadaan Raja Api Aka, Heilong langsung melesat sambil mengarahkan tinjunya ke tempat Raja Api Aka.
Boom ....
Raja Api Aka dan Heilong saling membenturkan tinjunya satu sama lain dan mengguncang seluruh bagian ruangan ini saat ledakan meletus dari benturan kedua kekuatan yang ada di tangan kanan mereka.
Heilong menggunakan kekuatan elemen es dari Phoenix Es sedangkan Raja Api Aka tetap menggunakan kekuatan api merah yang sangat ia bangga-banggakan.
Kekuatan es yang dimiliki Heilong ini ternyata sangat berpengaruh saat mengenai tubuh Raja Api Aka dan membuat seluru api yang memancar dari tubuhnya langsung padam hingga ia harus tersungkur sejauh beberapa meter.
Raja Api Aka langsung berdiri dan menatap Heilong dengan dingin. Ia belum pernah dipermalukan seperti ini selama hidupnya, apalagi yang mengalahkannya adalah seorang anak muda yang usianya belum mencapai ratusan tahun. Namun, ia tiba-tiba terkejut saat merasakan keanehan di tangan kanannya.
“Kekuatan Phoenix Es?!” Raja Api Aka bergetar saat merasakan hawa dingin yang sangat kuat mulai menyebar ke tangan kanannya setelah berhasil memukul mundur nyala api merah yang ada di tinjunya. Samar-samar ia juga bisa merasakan jejak seekor Phoenix yang agung di dalam hawa dingin ini.
“Ternyata kau juga memiliki pengetahuan yang cukup luas. Benar! tinju yang aku gunakan untuk menyerangmu barusan mengandung kekuatan elemen es dari Phoenix Es. Apakah kau merasa takut sekarang?” jawab Heilong tertawa mengejek.
Mata Raja Api Aka kemudian tertuju pada sepasang sayap yang ada di belakang punggung Heilong. Akhirnya ia menyadari bahwa salain memiliki kekuatan api unicorn pemberian Bianca, di tubuh Heilong masih ada kekuatan dari Phoenix Es dan Phoenix Api.
Seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat, Raja Api Aka tanpa sadar berjalan mundur ke belakang beberapa langkah seperti orang yang ketakutan.
**
__ADS_1
Di puncak Pagoda Raja Api, Divine Beast Lambda dan Divine Beast Shen Long melihat pertarungan antara Heilong dan Raja Api Aka dari sebuah cermin pusaka.
“Sejak kapan Heilong memiliki kekuatan dari Phoenix Api dan Phoenix Es. Seingatku, ia belum memiliki kekuatan ini saat pertama kali menginjakkan kakinya di Alam Gaib.” Divine Beast Shen Long melirik Divine Beast Lambda karena dia sempat berada di Alam Gaib selama beberapa hari untuk menjemput Heilong.
“Saat berada di Alam Gaib, aku memang merasakan ada perbedaan di tubuh Heilong setelah ia pergi ke suatu tempat setelah berhasil membunuh Jenderal Iblis Bai Long. Tapi, aku sama sekali tidak tahu bahwa perbedaan itu berasal dari kekuatan Phoenix Api dan Phoenix Es yang baru saja ia dapatkan,” jawab Divine Beast Lambda mengingat kembali saat-saat ia berada di Alam Gaib.
Divine Beast Shen Long lalu tertawa renyah. “Pantas saja sarang burung phoenix api tiba-tiba menghilang dari Benua Atlantis. Ternyata burung yang sangat arogan itu pergi ke Alam Gaib untuk menemui musuh bebuyutannya.”
“Untungnya dia juga tidak bertemu dengan para iblis selama melakukan perjalanan ke Alam Gaib. Jika ia sampai mati di tangan para iblis dan kekuatan api miliknya berhasil diambil, maka para iblis itu tidak akan pernah takut lagi dengan api phoenix,” balas Divine Beast Lambda lalu mereka berdua kembali menyaksikan pertarungan antara Heilong dan Raja Api Aka.
**
“Jangan takut! Dia belum berhasil menyerap kekuatan Phoenix Api dan Phoenix Es itu secara sempurna. Tunjukkan kekuatan terbaik yang kau miliki dan jangan biarkan dia bisa melewati lantai pertama ini dengan mudah. Biar bagaimana pun juga kau adalah bagian dari delapan Raja Api yang merupakan simbol kekuatan Benua Atlantis. Jangan kau permalukan gelar itu hanya karena kau ketakutan melihat kekuatan yang dimiliki lawanmu.”
Tidak ada hasil yang membanggakan tanpa usaha yang keras karena itu Divine Beast Lambda ingin para penjaga setiap lantai Pagoda Raja Api tidak menahan kekuatannya saat berduel dengan Heilong.
“Dengarkan anak muda! Meskipun kau memiliki kekuatan dari Phoenix Api dan php Es di dalam tubuhmu. Tapi kau tidak akan bisa melawati lantai pertama ini dengan mudah karena sebagai seorang Raja Api, aku harus menjaga lantai ini meskipun harus mempertaruhkan nyawaku sendiri.”
Raja Api Aka lalu menghantamkan kedua tinjunya di depan dadanya. Aura energi api yang memancar dari tubuhnya langsung melonjak saat ia berhasil menyatukan kekuatan dari hukum api secara sempurna.
lantai pertama Pagoda Raja Api ini sekarang telah benar-benar berubah menjadi seperti neraka. Hawa panas yang ada di ruangan ini bahkan mampu mempengaruhi Sayap Kaisar Phoenix yang ada di punggung Heilong.
__ADS_1
“Apakah kau pikir aku akan diam saja dan hanya akan melihat saat menyerangku? Aku juga bisa meledakkan semua kekuatan yang ada di dalam tubuhnya dan memberikan serangan balasan yang lebih mengerikan dari serangan api merahmu.”
Heilong pun juga melakukan hal sama. Ia mencoba meledakan semua kekuatan elemen api dan elemen es yang berasal dari Phoenix Es dan Phoenix Api secara bersamaan hingga menimbulkan ledakan energi yang memiliki tekanan yang sangat mengerikan dan mampu menyebarkan api merah yang ada di sekitarnya.
Ia menjadi lebih bersemangat saat merasakan bahwa pertarungannya dengan Raja Api Aka ini telah memperkuat kekuatan Api Phoenix dan Es Phoenix yang ada di dalam tubuhnya. Hukum energi kedua kekuatan itu menjadi semakin kuat setiap kali ia berhasil menahan serangan api merah yang dikeluarkan Raja Api Aka.
Saat melihat kekuatan api merah yang ada di sekitarnya mulai melemah kerena tekanan dari energi es miliknya, Ia lalu mengepalkan tangan kirinya yang telah diselimuti dengan kekuatan elemen es dari Phoenix Es dan terbang ke arah Raja Api Aka.
...“Tinju Phoenix Es Pembeku Nirwana.”...
Tubuh Heilong langsung menghilang dari pandangan Raja Api Aka kerana ia juga menggunakan jurus tarian menembus langit saat melakukan sarangan.
Raja Api Aka menjadi bingung saat kehilangan jejak Heilong. Ia hanya melihat gangguan-gangguan kecil pada api merah yang ada disekitarnya namun tidak sampai memadamkan api itu.
'Gerakan pemuda itu sangat gesit. Aku bahkan tidak dapat memperkirakan dari arah mana ia akan melakukan serangan. Lebih baik aku membuat sebuah medan pelindung sambil menunggu kesempatan.' pikir Raja Api Aka.
Raja Api Aka lalu membuat perisai api yang mengelilingi tubuhnya layaknya sebuah cangkang telur.
“Haha … Kenapa kau membuat medan pelindung? Apakah kau tidak yakin dengan kekuatan fisik yang kau bangga-banggakan saat aku pertama kali memasuki lantai ini.”
Suara Heilong bergema di saluruh ruangan ini. Namun, ia sama sekali tak menunjukkan wujudnya dan terus berlari dengan kecepatan tinggi di sekitar api merah itu.
__ADS_1
Raja Api Aka sama sekali tidak menanggapi ejekan Heilong dan terus memusatkan konsentrasinya. Biar bagaimana pun juga ia tidak boleh terkena serangan ini jika ingin memenangkan duel melawan Heilong karena ia bisa merasakan bahwa Heilong telah memusatkan kekuatannya dalam serangan kali ini.