
“Goa Api dan Es.” ucap Casbah saat melihat kedua sisi dinding yang memiliki perbedaan yang sangat mencolok bagaikan langit dan Bumi.
Sebenarnya nama yang diucapkan Casbah itu bukanlah nama yang diucapkan secara tidak sengaja. Melainkan sebuah nama yang sudah disebutkan di dalam kitab yang ia miliki.
Di bagian tengah mulut Goa, mereka berdua melihat sebuah jalan setapak yang terbuat dari balok-balok es tebal yang tak akan pernah terkikis oleh perbedaan suhu yang ada di tempat ini.
“Apakah Goa ini adalah satu-satunya pintu masuk Tambang Batu Es Abadi?” Heilong bertanya sebelum membuat keputusan untuk melanjutkan perjalanan karena energi yang ada di dalam Goa itu sangat tak biasa dan cukup berbahaya.
Casbah menganggukkan kepala. Sorot matanya yang tajam berusaha menembus ke dalam Goa yang ada di hadapannya. “Benar. Ini adalah satu-satunya jalan untuk memasuki Tambang Batu Es Khayalan. Kita harus hati-hati dan jangan sekali-kali menurunkan kewaspadaan saat melewati Goa ini.”
Mereka berdua lalu segera memasuki Goa itu setelah membuat sebuah pelindung khusus yang terbuat dari aura masing-masing karena mereka berdua tidak tahu jebakan seperti apa yang akan menghadang perjalanan ini.
Setiap kali mereka berdua selesai melewati sebuah balok es yang merupakan satu-satunya jalan setapak untuk memasuki Goa ini, maka balok itu akan kembali terbenam dalam tahan dan meninggalkan lapisan es dan api yang tidak bisa dilewati oleh siapapun. Sebab, siapapun yang berani menginjak lapisan itu, maka makhluk itu akan langsung membeku berubah menjadi es atau akan terbakar menjadi abu.
Heilong dan Casbah terus mengikuti jejak yang ditinggalkan oleh burung phoenix api dan entah kenapa jejak yang ditinggalkan oleh burung phoenix itu terlihat lebih jelas saat berada di dalam Goa ini.
“Sepertinya bayangan Burung Phoenix Api itu bukalah bayangan biasa, tetapi dia adalah jiwa dari seekor phoenix api yang pernah tinggal di Lembah Batu Es Khayalan.”
Setelah melihat beberapa keanehan yang terjadi di area sekitar Tambang Batu Es Khayalan dan Goa Api dan Es, Heilong akhirnya menarik kesimpulan yang cukup masuk akal. Sebab, tidak mungkin sosok bayangan phoenix api itu bisa mengetahui jalan menuju ke tempat ini dengan sangat detail tanpa ada kesalahan sedikitpun dan Heilong juga dapat merasakan adanya sedikit hawa kehidupan yang sangat tipis dari dalam tubuh phoenix api itu saat ia pertama kali menampakkan diri.
“Aku juga memiliki pemikiran yang sama karena sebuah bayangan tidak akan pernah bisa memiliki tekanan kekuatan yang sekuat itu. Dan, kecepatannya saat terbang juga berada di luar batas kewajaran,” jawab Casbah berusaha tetap tenang walaupun ia tengah disibukkan untuk mengendalikan aura yang melindungi tubuhnya.
Heilong menjadi semakin bersemangat setelah mendengar jawaban Casbah karena apa yang ia cari sebentar lagi akan ia dapatkan. Dan, sesuatu itu juga sangat berguna bagi Li Zen.
__ADS_1
Apalagi dia juga merasakan energi alam yang sangat murni dan kuat dari dalam Goa ini. Jadi, Ia bisa menyerap energi alam ada di tempat ini dengan bebas untuk menstabilkan pondasi kekuatannya sambil melakukan perjalanan.
Setelah berjalan sekitar dua puluh meter menyusuri Goa ini, dinding yang ada di sekitar Goa mulai berubah warna.
Goa yang tadinya memiliki dua buah warna yang mewakili elemen api dan es elemen, secara tiba-tiba hanya didominasi oleh satu warna saja, yaitu warna merah menyala bagaikan bara api.
Suhu udara yang ada di sekitar tempat ini juga langsung naik dengan sangat cepat bagaikan sebuah neraka api.
Akan tetapi, Heilong dan Casbah sama sekali tak menghiraukan perubahan suhu udara yang terjadi di tempat ini karena kekuatan fisik yang mereka miliki masih mampu untuk menahannya.
Dengan penuh kewaspadaan dan pengendalian aura yang cukup stabil, mereka berdua mulai melangkah menyusuri bagian Goa yang kedua sisi dindingnya bagaikan bara api neraka.
Mereka berdua juga sadar bahwa suatu tempat yang memiliki peninggalan yang sangat istimewa, pasti akan memiliki penjagaan yang sangat kuat untuk melindungi benda itu agar tidak jatuh ke tangan yang salah ataup hancur dengan mudah karena termakan usia.
“Suhu udara yang ada di dalam Goa ini sepertinya lebih berbahaya daripada sebuah jebakan. Kau bisa bayangkan bagaimana jika kita masuk ke tempat ini dengan tingkat kultivasi di bawah Grand Emperor,” balas Heilong dengan pikiran yang tetap fokus untuk mempertahankan aura yang melindungi tubuhnya.
“Hawa panas yang ada di dalam Goa ini seharusnya berasal dari kekuatan api phoenix sejati. Sebab, hanya kekuatan api phoenix sejati saja yang tidak dapat terkikis oleh waktu.”
Scree …
Tepat setelah Casbah berbicara, sebuah teriak seekor burung phoenix tiba-tiba bergema di dalam Goa ini dan membuat kobaran api yang ada di sekitar dinding menjadi semakin membesar.
Heilong pun segera bertindak cepat dengan meledakkan Qi elemen yang ada di dalam dantiannya dan kembali membuat perisai es untuk melindungi dirinya dan Casbah. Sebab, suhu udara sepanas ini sangat mustahil untuk ditahan oleh seorang kultivator Tingkat Grand Emperor.
__ADS_1
Heilong saja bahkan sempat merasa kepanasan saat suhu udara yang ada di tempat ini tiba-tiba meningkat setelah kemunculan suara burung phoenix itu. Padahal tingkat kultivasi yang ia miliki sudah berada di Tingkat God.
Hawa dingin dari jurus perisai es dan hawa panas dari dari dinding Goa saling beradu satu sama sama lain saat Heilong dan Casbah kembali melanjutkan perjalanan.
Dengan tingkat kultivasi yang ia miliki saat ini. Hawa dingin yang memancar dari perisai es buatan Heilong mampu membelah hawa panas yang menghalangi jalan mereka berdua dan membuka sebuah jalan.
Selangkah demi selangkah terus berjalan menyusuri Goa yang sepanas neraka ini telah membuat Heilong dan Casbah merasa tidak nyaman walaupun mereka berdua berada di dalam perlindungan perisai es.
Untung saja pemandangan yang ada di sekitar dinding Goa ini cukup indah dan dapat sedikit mengobati rasa ketidaknyamanan mereka. Mereka berdua bisa melihat ribuan stalagtit dan stalagmit yang berwarna merah bagaikan lava pilar yang telah dibekukan menjadi bentuk kristal.
Andai saja Heilong melakukan perjalanan ke tempat ini seorang diri, mungkin saja ia telah mengambil semua kristal-kristal berwarna merah itu sampai tak bersisa. Sebab, iya sangat yakin bahwa kekuatan tubuhnya saat ini mampu menahan hawa panas yang ada di tempat ini.
Akan tetapi, karena ia datang ke tempat ini bersama dengan Casbah, maka ia memiliki kewajiban untuk melindungi Casbah karena Casbah juga pernah melindungimu dirinya saat ia masih lemah.
Setelah berjalan cukup lama, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah ruangan yang sangat luas dan memiliki suhu udara yang normal.
“Aku akan menunggu di sini karena kekuatan yang aku miliki hanya akan menghambat perjalananmu saja,” ucap Casbah dengan raut wajah yang tampak sangat kelelahan.
Casbah sebenarnya sadar bahwa kehadirannya di tempat ini hanyalah menjadi beban bagi Heilong. Dan, jalan yang ada di depan mereka sepertinya bukanlah jalan biasa karena semua dinding yang ada kanan kiri Goa itu telah berubah menjadi balok-balok es abadi.
Jalan berikutnya yang harus dilewati Heilong pastilah dipenuhi dengan hawa dingin yang sangat ekstrim dan dapat membekukan benda apapun yang coba melawatinya. Mungkin karena alasan itu juga maka Goa ini disebut Goa Api dan Es.
“Baiklah, jika itu adalah keputusanmu maka aku akan melanjutkan perjalanan ini seorang diri. Hati-hati 'lah karena tempat ini belum tentu aman meskipun suhu udara di dalam ruangan ini sangat stabil,” ucap Heilong lalu kembali melanjutkan perjalanan seorang diri.
__ADS_1
Aura energi api yang sangat kuat telah memancar dari tubuh Heilong sebelum ia melangkahkan kakinya ke bagian Goa yang selanjutnya.