LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 257 BALAS DENDAM


__ADS_3

Dunia Ilusi inipun akhirnya lenyap saat Formasi Besar itu berhasil dihancurkan Heilong.


Jenderal Iblis Minmei langsung menjerit kesakitan dan memuntahkan seteguk darah berwarna hitam pekat. Ia terus memegangi kepalanya dengan kuat karena jiwanya terluka parah karena sebagian jiwa yang ia tanamkan di dalam formasi besar itu juga ikut hancur.


“Hou'er sekarang adalah saatnya kau mengakhiri ini semua.” seru Heilong memberi perintah pada Xue Xian Hou saat melihat Jenderal Iblis Minmei tergeletak di atas permukaan tanah sambil memegangi kepalanya.


Dalam kondisi seperti itu, Jenderal Iblis Minmei tidak akan mampu menghindari serangan Xue Xian Hou ataupun melakukan serangan balasan. Sebab, pondasi kultivasinya juga ikut runtuh saat jiwanya terluka parah.


Xue Xian Hou menganggukkan kepalanya lalu berdiri di samping tubuh Jenderal Iblis Minmei. Ia lalu mengeluarkan Tongkat Phoenix Angin dari dalam cincin penyimpanannya.


Tongkat Phoenix Angin adalah sebuah senjata yang diberikan oleh Xin Ye sebagai tanda terimakasih karena telah merawatnya saat ia terkena kutukan yang membuat tubuhnya tak berdaya selama beberapa hari. Ia sebenarnya enggan untuk menggunakan Tongkat Phoenix Angin karena ia belum sepenuhnya menguasai senjata pusaka ini.


Aura energi cahaya, es dan angin seketika memancar dengan kuat dari tubuh Xue Xian Hou sangat ia menggenggam tongkat pusaka ini. Bahkan tubuhnya pun ikut bergetar karena kuatnya terkena energi yang memancar dari dalam tongkat pusaka ini.


Heilong segera berdiri di belakang Xue Xian Hou lalu dan menempuk pundaknya sambil mengirimkan Qi kosmik yang ada di dalam tubuhnya untuk membantu Xue Xian Hou menunduk senjata pusaka ini. “Fokuskan pikiranmu untuk mengendalikan tongkat pusaka itu. Tenang saja, aku akan selalu membantumu.”


Tongkat Phoenix Angin pun akhirnya menjadi tenang saat Qi kosmik yang dimiliki Heilong membanjiri tongkat pusaka itu. Xue Xian Hou segera memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat segel kontrak dengan Tongkat Phoenix Angin. Sebab, sejak awal ia selalu gagal melakukan hal ini karena Tongkat Phoenix Angin selalu melakukan perlawanan saat Xue Xian Hou mencoba menundukkannya.


Setelah selesai membuat segel, Xuan Xian Hou lalu menetes beberapa tetes darahnya di atas Tongkat Phoenix Angin agar senjata pusaka itu memiliki ikatan yang kuat dengan dirinya.


“Selesai.” Xue Xian Hou terlihat sangat senang saat berhasil menundukkan Tongkat Phoenix Angin meskipun harus mengandalkan bantuan Heilong. Ia pun segera menoleh ke belakang dan berkata. “Terimakasih. Jika tidak ada kamu, mungkin aku tidak akan pernah bisa menundukkan tongkat pusaka ini.”

__ADS_1


“Itu adalah hal yang sudah seharusnya aku lakukan,” jawab Heilong singkat lalu kembali menunjuk ke arah Jenderal Iblis Minmei. “Cepat segera bunuh Jenderal Iblis itu sebelum ada Iblis lain yang membantunya melarikan diri.”


Xue Xian Hou lalu mengarahkan ujung Tongkat Phoenix Angin ke arah Jenderal Iblis Minmei sambil memasukkan semua Qi yang tersisa di dalam tubuhnya ke dalam tongkat pusaka itu.


...“Badai Cahaya Pembeku Iblis.”...


Ketiga kekuatan yang ada di dalam tongkat pusaka itu langsung bergabung menjadi satu dan menciptakan sebuah badai cahaya yang memiliki suhu sedingin neraka es.


Semua hawa iblis yang ada di tubuh Jenderal Iblis Minmei langsung lenyap saat diterjang oleh badai cahaya itu. Tubuhnya lalu dibekukan dan diabadikan di dalam sebuah bongkahan es.


“Akhirnya aku berhasil membalas dendam.” semua beban yang ada di dalam hati Xue Xian Hou lalu langsung lenyap begitu dia melihat mayat Jenderal Iblis Minmei yang berada di dalam bongkahan es.


“Aku ingin mayatnya menjadi pelajaran bagi semua Bangsa Iblis agar tidak mengusik lagi kedamaian yang dimiliki oleh Bangsa Manusia. Selain itu, hal ini bisa dijadikan sebagai pengingat oleh para murid Sekte Giok Salju agar mereka berlatih lebih keras lagi. Sebab, Bangsa Iblis bisa menyerang kapan saja tanpa kita sadari.”


Heilong tak memiliki niat untuk memaksa Xue Xian Hou menghancurkan mayat Jenderal Iblis Minmei setelah mengetahui bahwa Xue Xian Hou memiliki alasan yang cukup kuat atas tindakan yang ia lakukan.


“Pertempuran yang ada di tempat ini telah selesai. Apakah kau tidak ingin pergi ke tempat Raja Api Lilla? Siapa tahu dia membutuhkan bantuanmu untuk mengalahkan Jenderal Iblis Last.” Xue Xian Hou berusaha mengalihkan pembicara karena ia merasa canggung kalau terus membahas tentang Jenderal Iblis Minmei.


“Dia adalah seorang Raja Api yang memiliki pengalaman bertarung lebih banyak dariku. Sepertinya dia tidak akan membutuhkan bantuanku hanya untuk mengalahkan seorang Jenderal Iblis,” jawab Heilong yang sebenarnya ingin sedikit lebih lama lagi di tempat ini untuk mengobati rasa rindunya.


“Jika kau tidak ingin pergi ke sana, maka aku akan melihatnya sendiri. Sebab, Raja Api Lilla telah banyak membantuku selama dia berada di Benua Utara ini. Lagipula aku juga memiliki dendam pribadi dengan Jenderal Iblis Last. Jika kau masih ingat yang menghancurkan bangunan sekteku sebenarnya adalah Jenderal Iblis Last, bukan Jenderal Iblis Minmei.”

__ADS_1


Xue Xian Hou pun langsung terbang meninggalkan Heilong dan menuju ke tempat pertarungan Raja Api Lilla yang kebetulan tidak jauh dari sini. Tepatnya ada di balik sebuah gunung es yang ada di sebelah kanan tempat ini.


Heilong pun dengan terpaksa akhirnya menyusul Xue Xian Hou karena ia takut jika Jenderal Iblis Last tiba-tiba menargetkan Xue Xian Hou jika ia melihatnya.


**


Sementara itu, kekuatan para prajurit iblis menjadi semakin melemah sejak Beast Iblis yang selalu membantu mereka meninggalkan tempat ini karena diserang oleh Gremlin.


Hanya dalam waktu beberapa jam saja, Kaisar Xuan Wu telah berhasil memimpin semua prajurit Kerajaan Green Tortoise memusnahkan para prajurit iblis yang berani masuk ke Benua Utara.


Tentu saja semua anggota Sekte Giok Salju dan Paviliun Saung Bambu memiliki jasa yang paling besar dalam pemusnahan para prajurit iblis. Lalu juga ada beberapa Klan Besar yang juga tiba-tiba datang ke medan perang untuk memberikan bantuan padahal beberapa Klan ini telah lama menutup diri dari segala urusan dunia luar.


“Kenapa bocah itu belum juga kembali? Jangan-jangan dia mendapatkan kesulitan saat bertarung melawan Jenderal Iblis Minmei.”


Shi Tian merasa sedikit aneh karena Heilong dan Xue Xian Hou belum juga muncul di tempat ini. Padahal semua prajurit yang ikut pergi bersama Xue Xian Hou telah kembali ke tempat ini. Bahkan Yang Zhu pun juga telah kembali ke tempat ini walaupun kondisinya tidak terlalu baik dan harus dibawa dengan menggunakan tandu oleh para prajurit.


“Mereka berdua sedang pergi ke tempat pertarungan antara Raja Api Lilla dan Jenderal Iblis Last,” jawab Kaisar Xuan Wu setelah mendapat laporan dari beberapa orang prajurit.


“Jika tebakanku tidak salah, Jenderal Iblis Last adalah seorang Vampire. Seingatku pimpinan dari penyerang Bangsa Iblis ke Benua Utara ini beberapa tahun yang lalu juga bernama Last. Aku juga akan pergi ke sana untuk memastikan.” Shi Tian langsung pergi menyusul Heilong dan Xue Xian Hou ke tempat Raja Api Lilla.


Kaisar Xuan Wu pun juga ikut menyusul ke tempat Raja Api Lilla dan menyerahkan semua pengawasan tempat ini para Jenderal Lian Zhou.

__ADS_1


__ADS_2