LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 251 PERUBAHAN DI BENUA UTARA


__ADS_3

Feng Tzuyu pun langsung berlari menghampiri mereka berdua setelah tahu bahwa Ayahnya dan juga Heilong sedang menjaganya dari kejauhan selama ia tak sadarkan diri. Sebagai seorang anak tentu saja Feng Tzuyu merasa bahwa dia adalah anak yang paling beruntung di dunia ini. Apalagi Heilong yang telah menghilang beberapa waktu lalu dalam keadaan antara hidup dan mati juga hadir dan menjaganya di tempat ini.


“Apakah kau sudah baikan?” Heilong merasa sedikit canggung saat menyapa Feng Tzuyu karena Kaisar Feng Cheng saat ini berdiri di sampingnya. Padahal, ia sudah mendapatkan restu dari Kaisar Feng Cheng untuk menjalin hubungan dengan Feng Tzuyu.


Feng Tzuyu menganggukkan kepala dengan senyuman yang sangat indah. “Keadaanku sudah lebih baik. Berkat bantuan Phoenix Emas dan dua ekor Phoenix yang lain proses pemulihanku bisa berjalan lebih cepat dari seharusnya. Terimakasih atas bantuannya.”


Ternyata Feng Tzuyu pun mengalami hal yang sama. Ia juga merasa canggung berbicara dengan Heilong karena keberadaan Kaisar Feng Cheng di dekat mereka berdua.


Kaisar Feng Cheng sebenarnya juga dapat merasakan suasana yang tidak nyaman ini. Akan tetapi, ia tidak tahu harus pergi kemana karena ini adalah pertama kalinya dia masuk ke dalam pesawat Max Lightning.


“Sebaiknya kita segera kembali karena para prajurit pasti sudah menunggu kedatangan kita semua untuk segera melakukan perayaan kemenangan,” ucap Kaisar Feng Cheng agar keadaan seperti ini tidak berlangsung terlalu lama. Lagipula tidak baik rasanya jika orang tua selalu mengawasi anak muda yang dimabuk asmara.


“Perayaan kemenangan?!” Tentu saja Feng Tzuyu terkejut karena ia sempat tak sadarkan selama peperangan berlangsung. “Apakah kita berhasil membunuh Ignis dan Jenderal Iblis itu?”


“Bukan hanya Ignis dan Jenderal Iblis saja. Tapi, semua prajurit iblis yang berani menginjakkan kakinya di Benua Selatan telah berhasil dimusnahkan,” jawab Kaisar Feng Cheng.


Kaisar Feng Cheng lalu menceritakan apa yang terjadi di medan perang selama Feng Tzuyu tak sadarkan diri karena ia tak tahan melihat Putrinya tenggelam dalam rasa penasaran dan Feng Tzuyu seharusnya memang harus tahu tentang kejadian ini agar ia dapat menceritakan kejadian ini pada seluruh rakyat Kerajaan Red Phoenix di masa mendatang.


Feng Tzuyu melirik Heilong sejenak lalu berkata. “Ternyata apa yang dikatakan Guru memang benar. Kekuatan yang kau miliki akan meningkat dengan sangat tajam jika berhasil menyatu kembali dengan tubuh aslimu.”


Kaisar Feng Cheng mengerutkan kening berusaha memahami apa yang telah diucapkan Feng Tzuyu. Namun, ia malah menjadi semakin bingung. Ia pun bertanya dengan wajah sedikit geram karena merasa telah ditipu oleh Heilong. “Apa maksudmu dengan tubuh asli? Apakah dia bukan Long Bai?”


“Bukan.” Feng Tzuyu menggelengkan kepala lalu lanjut bicara. “Long Bai sebenarnya sudah mati dan pria ini adalah Heilong. Namun, dia dan Long Bai sebenarnya reinkarnasi dari seorang Dewa yang sama yang sama. Jadi bisa dibilang bahwa Long Bai juga adalah Heilong.”


Kaisar Feng terlihat menjadi semakin bingung setelah mendengar penjelasan Feng Tzuyu tentang identitas antara Long Bai dan Heilong. Ia pun lalu meminta Heilong untuk menceritakan tentang identitasnya yang sebenarnya.


Heilong tidak bisa menolak permintaan Kaisar Feng Cheng dan ia pun mulai menceritakan semuanya dengan detail dan terperinci termasuk perjalanan selama berada di Alam Gaib dan tentang roh Long Bai yang telah digunakan Dark Etheroz untuk membangkitkan Jenderal Iblis Bai Long.


Lagipula ia tidak mungkin selamanya akan menyembunyikan identitasnya yang asli karena ada beberapa yang sudah mengetahui identitas aslinya.


Kaisar Feng Cheng akhirnya bisa memahami cerita dan keadaan Heilong. Rasa amarah yang sempat muncul di wajahnya juga langsung sirna dan digantikan dengan kekaguman yang sangat luar biasa karena di usia yang semuda itu, Heilong telah melewati berbagai macam ujian yang sangat berat.

__ADS_1


“Ada satu pertanyaan lagi yang ingin aku tanyakan padamu?” raut wajah Kaisar Feng Cheng tiba-tiba berubah menjadi misterius.


“Silahkan katakan saja. Anda tidak perlu sungkan seperti itu karena aku masih tetaplah Heilong yang sama seperti dulu,” Heilong masih terlihat sangat tenang.


“Siapa yang datang ke Benua Selatan waktu itu dan mengatakan bahwa ia mencintai putriku? Kau atau Long Bai,” lanjut Kaisar Feng Cheng bertanya dengan wajah serius karena hal ini menyangkut masa depan putrinya.


“Tentu saja itu aku karena Long Bai sama sekali tidak mencintai Feng Tzuyu. Sebab, dia sudah mencintai gadis lain lain Shen Yu.” Heilong menjawab dengan cepat dan tanpa ragu karena semua kejadian itu masih terukir jelas dalam ingatannya.


“Haha … Baguslah kalau begitu. Itu artinya aku tidak salah memilih calon suami untuk putriku.” Kaisar Feng Cheng tertawa renyah karena penilainya terhadap Long Bai menjadi berubah dan lebih menyukai Heilong setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Mereka bertiga pun akhirnya mengakhiri obrolan yang canggung ini dan segera menghampiri ketiga Phoenix itu karena Phoenix Es dan Phoenix Api harus segera kembali ke dalam Dunia Jiwa miliknya.


“Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu dan ini adalah warisan dari Divine Beast Suzaku yang telah dititipkan padaku.” Phoenix Emas tiba-tiba berbicara pada Heilong setelah Phoenix Api dan Phoenix Es kembali ke dalam Dunia Jiwa Heilong.


Sebuah bola cahaya berwarna emas keluar dari mulut Phoenix Emas dan masuk ke dalam Dunia Jiwa Heilong. Bola cahaya itu lalu mendarat di depan Phoenix Es dan Phoenix Api seperti sebuah telur.


Heilong bisa merasakan bahwa di dalam bola cahaya berwarna emas itu terdapat energi kehidupan yang sangat luar biasa dan dapat menentang aturan takdir.


Sosok bayangan Phoenix Emas akhirnya kembali ke tubuh Feng Tzuyu setelah memberikan warisan dari Divine Beast Suzaku pada Heilong.


“Ternyata Phoenix Emas adalah Phoenix yang mewakili kekuatan keabadian. Pantas saja Divine Beast Suzaku bisa memperoleh posisi yang begitu tinggi dalam kelompok Divine Beast.”


Heilong pun segera bergegas membawa mereka Kaisar Feng Cheng dan Feng Tzuyu meninggalkan pesawat Max Lightning kerena ia masih harus menolong dua benua yang tersisa. Walaupun ia tahu bahwa keadaan di Benua Timur dan Benua Utara lebih stabil daripada Benua Barat dan Benua Selatan. Namun, keadaan di medan perang tidak dapat ditebak dan bisa berubah setiap saat bagaikan sebuah ombak di lautan luas.


**


Semua rakyat yang tinggal di Benua Selatan saat ini tengah berkumpul di depan benteng pertahanan yang tadinya adalah area medan perang dengan para iblis.


Dalam sekejap, seluruh area medan perang ini telah diubah menjadi tempat perayaan yang sangat indah dengan berbagai hiasan khas Benua Selatan dan berbagai macam makanan yang sangat melimpah.


Heilong, Feng Tzuyu dan Kaisar Feng Cheng akhirnya tiba di tempat ini. Mereka bertiga sempat terkejut saat melihat antusiasme yang luar biasa dari semua rakyat Benua Selatan untuk membuat pesta perayaan yang semeriah ini.

__ADS_1


Heilong pun terpaksa mengikuti acara perayaan ini karena ia tidak ingin membuat kecewa semua rakyat Benua Selatan. Apalagi pesta perayaan ini memang dibuat khusus untuk dirinya yang saat ini telah menjadi seorang pahlawan di Benua Selatan.


Selama perayaan berlangsung, Heilong tak memiliki banyak waktu untuk berduaan dengan Feng Tzuyu karena semua rakyat Benua Selatan terus bergantian untuk menemuinya.


Pesta perayaan yang ada di tempat ini memang lebih meriah daripada di Benua Barat dan membuat Heilong sampai kekenyangan. Namun, ia tidak dapat tidur sampai pagi tiba karena ia terus memikirkan keadaan di Benua Timur dan Benua Utara.


**


Pagi akhirnya telah tiba dan Heilong sudah bersiap untuk meninggalkan tempat ini. Tujuannya kali ini sudah jelas yaitu Benua Timur karena Benua Timur adalah Benua yang paling dekat dengan Benua Selatan jika dibandingkan dengan Benua Utara yang harus melewati Benua Tengah untuk mencapainya.


Heilong pun segera naik ke atas punggung Gremlin setelah berpamitan pada seluruh rakyat Benua Selatan dan juga Kaisar Feng Cheng serta Feng Tzuyu.


Namun, Kaisar Feng Cheng tiba-tiba menghadang Heilong dan mendarat di punggung saat mereka berdua akan meninggalkan tempat ini.


“Apakah ada sesuatu hal penting yang ingin anda sampaikan?” tanya Heilong karena ia tahu bahwa Kaisar Feng Cheng tidak akan mungkin menghentikan perjalanannya kecuali ada sesuatu yang sangat berbahaya.


“Sepertinya kau harus pergi ke Benua Utara terlebih dahulu karena aku baru saja mendapat kabar dari Yang Zhu bahwa keadaan Benua Utara sedang berada di ambang kehancuran. Sebab, seekor Beast yang selalu menjaga Istana Iblis di Benua Tengah, tiba-tiba muncul di Benua Utara dan membantu ke-dua Jendral Iblis yang menyerang tempat itu.”


Kaisar Feng Cheng lalu mengatakan beberapa informasi yang diberikan Yang Zhu pada Heilong. Namun, semua itu belum bisa memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya telah terjadi di Benua Utara dan bagaimana dengan keadaan semua orang yang menjaga Benua Utara.


Heilong lalu mengeluarkan cermin pemberian Xin Ye dari dalam gelang penyimpanan dan melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang sebenarnya telah terjadi di Benua Utara.


Ia seketika dibuat terkejut saat melihat sesosok Beast Iblis di tengah-tengah medan pertempuran. Dan, Beast Iblis itu juga memancar tekanan kekuatan yang sangat luar biasa karena setiap ia kali menyerang, maka dataran es di Benua Utara akan langsung berguncang dengan kuat.


Heilong lalu memperlihatkan cermin itu para Gremlin dan bertanya. “Apakah kau mengenali Beast Iblis ini?”


Roar ...


Raut wajah Gremlin seketika berubah dipenuhi dengan amarah dan hawa membunuh yang sangat kuat langsung meledak dari tubuhnya. Ia pun juga sempat meraung dengan kuat untuk melepaskan amarahnya.


“Dia adalah Beast Iblis yang telah membunuh Zhi Qing! Tuan, sepertinya kita harus segera pergi ke Benua Utara atau seluruh Benua Utara akan hancur sebentar lagi,” seru Gremlin.

__ADS_1


__ADS_2