
“Maaf jika hamba lancang, apakah Yang Mulia mengenal manusia yang bernama Zaha ini?”
Mata-mata itu menjadi penasaran dan tidak bisa menahan keinginannya untuk bertanya dengan identitas Zaha saat melihat keterkejutan Raja Singa Bulu Emas.
“Dia bukanlah Manusia. Tapi, aku tidak bisa mengungkap identitas aslinya pada sembarang orang atau dia akan datang kemari dan memberiku hukuman yang sangat berat,” jawab Raja Singa Bulu Emas sambil mengerutkan keningnya dan terlihat sedikit ketakutan.
“Siapa yang berani menghukum Raja Singa Bulu Emas. Jika dia berani datang ke Istana ini untuk membuat keributan, maka kami akan membunuhnya untuk demi melindungi nyawa Raja kami. Meskipun aku harus mengorbankan nyawaku,” balas mata-mata dengan suara tegas untuk meyakinkan Raja Singa Bulu Emas.
“Hentikan omong kosongmu itu! Kekuatan yang dimiliki pria bernama Zaha itu sangat luar biasa. Jika dia mau, dia bisa menghancurkan seluruh wilayah Tanah Jingga ini hanya dengan satu jari saja,” seru Raja Singa Bulu Emas menatap tajam ke arah mata-mata yang berdiri di depannya.
“…” Mata-mata ini tak berani membalas ucapan dari Raja Singa Bulu Emas. Sebab, raut wajah Raja Singa Bulu Emas terlihat sangat serius ketika mengucapkan semua ini.
Raja Singa Bulu Emas memang tidak segan-segan akan mengurung mata-mata ini jika dia terus bertanya sesuatu tentang Zaha.
“Dengarkan perintahku! Beritahukan pada semua prajurit penjaga agar jangan ada yang berani mengganggu pria bernama Zaha. Biarkan pria bernama Zaha itu pergi kemanapun di Tanah Jingga ini, termasuk memasuki tempat terlarang yang ada di Hutan Singa Emas. Siapapun yang berani melanggar perintahku akan aku jatuh hukuman kurungan seumur hidup,” seru Raja Singa Bulu Emas memberi perintah.
Mata-mata itu sebenarnya ingin menolak perintah Raja Singa Bulu Emas. Tapi dia menghentikan niatnya itu, setelah dia mendengar hukuman yang akan diberikan pada siapapun yang berani melanggar perintah ini.
“Baik, Yang Mulia. Saya akan segera memberitahukan perintah Raja ini pada semua prajurit mata-mata agar mereka segera menyebarkan perintah ini pada semua Jenderal dan prajurit penjaga.”
Mata-mata itu segera pergi meninggalkan ruangan Raja Singa Bulu Emas, meski perintah ini terdengar tidak masuk akan dipikirinnya. Terlebih lagi sikap Raja Singa Bulu Emas emas yang sangat aneh, bahkan terkesan ketakutan saat mendengar nama Zaha.
Raja Singa Bulu Emas segera berdiri dari singgasananya setelah mata-mata itu pergi. Dia berjalan mondar-mandir sambil meletakkan kedua tangannya di belakang punggungnya dan sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tidak lama kemudian seorang wanita cantik dengan rambut berwarna emas datang menghampiri Raja Singa Bulu Emas. Dia memakai pakaian berwarna emas yang terbuat dari bulu seekor singa.
__ADS_1
Wanita ini adalah Putri Mao Shizi, satu-satunya anak perempuan yang dimiliki oleh Raja Singa Bulu Emas.
“Kenapa ayah terlihat begitu gelisah? Apakah Kerajaan Banteng Api akan kembali melakukan penyerangan besar-besaran ke Kerajaan kita lagi,” tanya Mao Shizi.
“Masalah yang kita hadapi lebih besar dari itu. Baru-baru ini Tanah Jingga kedatangan makhluk yang sangat sakti. Jika kita salah bersikap dengan makhluk ini, maka seluruh wilayah Tanah Jingga ini akan hancur hanya dalam waktu semalam,” jawab Raja Singa Bulu Emas dengan suara gelisah.
“Apakah ayah bisa memberitahukan padaku apa yang sebenarnya telah terjadi di Tanah Jingga ini? Dan makhluk seperti apa yang membuat ayah menjadi sangat cemas seperti ini?”
Raja Singa Bulu Emas langsung membisikkan tentang identitas Zaha pada Putrinya karena hanya dia satu-satunya orang yang dia percaya di Kerajaan ini.
Raut wajah Putri Mao Shizi juga ikut berubah menjadi cemas setelah mendengar cerita dari Raja Singa Bulu Emas.
“Jadi rupanya kita telah kedatangan makhluk yang sangat istimewa. Jika ayah tidak keberatan, ijinkan aku menemui pria bernama Zaha itu untuk mewakili ayah. Rasanya akan sangat tidak sopan jika kita tidak menyambut kedatangannya, padahal kita tahu bahwa dia datang ke tempat kita,” ucap Putri Mao Shizi setelah mendengar cerita dari ayahnya.
“Kalau begitu ayah akan segera memerintahkan beberapa prajurit untuk mengawalmu pergi menemui Zaha. Seharusnya saat ini dia berada di sebuah penginapan yang ada di dekat pintu gerbang perbatasan,” lanjut Raja Singa Bulu Emas.
Tapi, Putri Mao Shizi segera menolak tawaran ayahnya yang ingin memerintah beberapa prajurit untuk mengawalnya.
“Ayah, biarkan aku pergi sendiri menemui Zaha. Bukankah ayah mengatakan padaku bahwa Zaha tidak ingin identitasnya diketahui oleh orang banyak. Jika aku datang dengan pengawalan Kerajaan untuk menemuinya, maka rakyat akan curiga dan identitas asli dari Zaha bisa terbongkar.”
Raja Singa Bulu Emas menganggukkan kepalanya. Tapi, dia masih cepat jika harus membiarkan Putrinya pergi sendirian dari Istana ini. Sebab, wajah dari Putri Mao Shizi yang sangat cantik bisa mengundang bahaya bagi dirinya sendiri.
“Ayah tidak bisa mengijinkanmu pergi tanpa pengawalan,” seru Raja Singa Bulu Emas.
“Ayah tenang saja. Aku akan pergi keluar Istana dengan menyamar dan menutupi wajahku dengan topeng,” Putri Mao Shizi lalu mengeluarkan sebuah medali emas yang sama seperti yang ada di tangan Zaha. “Lagipula aku memiliki medali emas ini. Jika sesuatu terjadi padaku, aku tinggal membuka topengku dan menunjukkan medali emas ini pada prajurit yang ada di sekitarku.”
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu. Tapi, kau harus segera kembali,” ucap Raja Singa Bulu Emas terlihat pasrah.
“Baik, ayah. Aku berjanji akan segera kembali setelah aku menyampaikan salam ayah pada Zaha.”
Putri Mao Shizi lalu berjalan meninggalkan Istana untuk segera mencari Zaha.
**
Di Dalam Penginapan.
Zaha akhirnya sampai di penginapan yang ditunjukkan oleh prajurit penjaga pintu gerbang.
Ternyata penginapan ini sangat mewah luas. Namun, penginapan ini terlihat sangat sepi. Mungkin karena harga sewa kamar di penginapan ini yang tergolong cukup mahal.
Zaha kemudian masih ke penginapan itu sambil tetap membawa Heilong di punggung.
Penjaga penginapan yang melihat Zaha masuk ke dalam penginapan, langsung menghampirinya dan menghadangnya.
“Permisi Tuan, maafkan saya karena terpaksa menghentikan anda. Tempat ini adalah sebuah penginapan bukan rumah sakit. Sepertinya teman anda sedang terluka, apakah tidak lebih baik anda membawanya untuk menemui seorang Tabib.”
Zaha segera mengeluarkan sebuah kantong yang terbuat dari kulit rusa dan memberikan kantung itu pada pelayan.
“Ambil semua benda yang ada di dalam kantong ini dan berikan aku sebuah kamar.”
Penjaga penginapan itu segera menerima kantung kulit itu dan terdiam. Tubuhnya menjadi bergetar karena isi dari kantong kulit itu adalah emas dan permata yang sangat banyak.
__ADS_1