
Tubuh Jenderal Voldryd langsung terbelah menjadi beberapa bagian kecil-kecil akibat kekuatan elemen angin dan petir yang ada di Jurus Pedang Badai Petir Mengguncang Angkasa.
“Akhirnya aku berhasil membunuh Jenderal Voldryd. Mulai sekarang, keadaan di Tanah Jingga akan kembali menjadi damai.”
Heilong merasa sangat senang ketika melihat tubuh Jenderal Voldryd telah berubah menjadi serpihan. Itu artinya tugasnya di Tanah Jingga dan Tanah Merah ini telah selesai sehingga dia bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Tanah Hijau.
Batas waktu 30 hari yang dia miliki di Alam Gaib ini juga sudah berkurang cukup banyak. Sampai saat ini, dia telah menghabiskan 8 dari 30 hari yang dia miliki. Hanya tinggal 22 hari saja bagi Heilong menyelesaikan misinya.
Tanpa di sadari Heilong, Mao Shizi sudah kembali mendekat dan berdiri di belakangnya.
“Apa yang kau lakukan. Tugasmu untuk membunuh Jenderal Voldryd belum selesai,” seru Mao Shizi.
Mao Shizi lalu menunjuk sebuah bola kecil berwarna hitam pekat dengan jari telunjuknya. “Bola berwarna hitam itu adalah jantung dari siluman. Di dalam bola itu terdapat semua ingatan yang dimiliki siluman itu sebelum dia meninggal. Coba kau pikirkan baik-baik, bagaimana jika bola hitam itu sampai jatuh ke tangan Raja Iblis?”
Heilong menatap bola berwarna hitam itu, dia bisa merasakan aura energi kegelapan yang sangat kuat dari bola hitam itu. Dan arah bola hitam itu terbang adalah Tanah Hitam.
Warna dari jantung siluman dipengaruhi oleh elemen yang paling dominan di dalam tubuhnya. Setelah berubah menjadi seekor iblis sejati, elemen kegelapan adalah elemen yang paling dominan di tubuh Jenderal Voldryd. Itulah alasan kenapa warna jantung Jenderal Voldryd berwarna hitam pekat padahal elemen yang dia miliki sebelumnya hanyalah elemen api.
Heilong segera mengeluarkan sayapnya dan terbang mengejar bola hitam itu dengan kecepatan penuh yang dia miliki.
Ternyata bola berwarna hitam itu memiliki kecepatan yang sangat tinggi. Tanpa terasa dia sudah terbang mengejar bola hitam itu cukup jauh dan telah meninggalkan wilayah Tanah Merah.
Saat ini dia berada di atas sebuah danau yang merupakan perbatasan antara Tanah Putih dengan Tanah Merah.
Heilong akhirnya bisa mengejar bola hitam itu saat dia tepat berada di tengah-tengah danau dan menghadang arah dari bola berwarna hitam itu.
__ADS_1
Bola berwarna hitam itu akhirnya diam ditempat karena aura energi cahaya yang memancar dari Pedang Penjaga Surga. Aura cahaya ini seperti mengunci pergerakan bola hitam itu dengan benang-benang cahaya yang halus namun sekuat rantai baja.
“Apakah kau yang membuat bola hitam itu berhenti bergerak?” tanya Heilong dengan suara berbisik sambil mendekatkan Pedang Penjaga Surga ke mulutnya.
“Benar, aku menggunakan Teknik Segel Cahaya Matahari untuk menghentikan pergerakan jantung iblis itu. Teknik ini akan mengeluarkan benang-benang cahaya khusus yang mampu membekukan energi kegelapan selama beberapa menit,” jawab Li Zen.
Heilong merasa senang karena Li Zen menggunakan kemampuannya di saat yang tepat. Sebab, Air yang ada di danau ini memberikan keuntungan pada dirinya karena dia sudah berencana untuk menggunakan jurus berelemen api dan air yang ada di dalam Kitab Pedang Tujuh Bintang.
Heilong menggenggam erat Pedang Penjaga Surga dengan kedua tangannya sambil memasukkan energi air dan energi api yang sangat kuat di dalam pedang pusaka itu.
Gabungan dari aura energi air dan energi api yang sangat kuat, menciptakan kabut tebal yang menutupi daerah di sekitar danau ini.
Pusaran Air yang sangat besar juga muncul di permukaan danau yang ada di bawah Heilong. Pusaran Air ini membuat arus danau ini menjadi sangat kuat dan mengikis sebagian daratan yang ada di pinggiran wilayah Tanah Hitam dan Tanah Merah.
“Aku rasa kekuatan dari jurusmu itu masih sangat kurang untuk dapat menghancurkan bola hitam yang merupakan perwujudan dari jantung iblis. Perlu kau ketahui bahwa jantung iblis ini memiliki kekerasan yang hampir menyamai baju perang milik para Dewa. Itulah alasan kenapa jantung iblis masih tetap utuh ketika kau menyerang iblis ini dengan Jurus Pedang Membelah Bumi yang seharusnya bisa membelah benda apapun,” seru Li Zen yang sudah sering sekali menghancurkan jantung iblis saat wujud pedangnya di gunakan oleh Li Xuan.
“Aku tidak pernah mengatakan padamu untuk menarik kembali jurus itu. Tapi, aku mengatakan bahwa kekuatan dari jurus itu terlalu lemah. Jadi kau harus memperkuat kekuatan dari jurus itu,” jawab Li Zen.
“Aku tidak mungkin bermeditasi untuk meningkatkan tingkat kultivasi yang aku miliki di tengah pertarungan,” bantah Heilong sedikit garam karena dia merasa Li Zen sedang memberinya sebuah teka teki yang cukup sulit.
“Kau cukup menyalakan batu permata yang ada di pedang ini. Karena kau menggunakan jurus elemen air dan api, maka kau cukup menyalakan batu permata yang berwarna merah dan biru,” ucap Li Zen memberi petunjuk.
“Bagaimana caranya? Kau sama sekali belum mengajariku untuk melakukan hal seperti itu,” balas Heilong.
“Keluarkan pedang pusaka yang memiliki elemen yang sama dengan batu permata itu lalu dekatkan ke Pedang Penjaga Surga. Kekuatan cahaya yang mengelilingi pedang pusaka ini akan merubah kedua pedang itu menjadi bentuk energi dan memasukkannya ke dalam bola permata itu,” ucap Li Zen.
__ADS_1
“Apakah semua pedang yang dimasukkan ke dalam batu permata itu akan berada di sana itu selamanya?” tanya Heilong untuk memastikan apakah kejadian ini sama seperti yang pernah dia alami sebelumnya.
Di pertarungannya melawan Bangsa Iblis di Planet Dreamland, pedang pusaka ini telah beberapa kali menyerap pedang pusakanya yang lain ketika dia berada dalam keadaan bahaya. Dan semua pedang pusaka itu akan kembali setelah Heilong mengeluarkan jurusnya. Tentu saja kekuatan dari jurus itu menjadi berlipat ganda.
“Tidak. Semua pedang itu akan kembali setelah kau selesai menggunakannya. Tapi, jika kau ingin membuat semua pedang itu berada di dalam batu permata Pedang Penjaga Surga untuk selamanya, kau harus menempa kembali pedang pusaka ini dengan Teknik Penempaan Dewa,” jelas Li Zen.
“Apakah ada perbedaan?” tanya Heilong penasaran.
“Tentu saja ada. Jika kau ingin membuat semua pedang itu berada di dalam batu permata Pedang Penjaga Surga untuk selamanya, maka kekuatan dari Pedang Penjaga Surga akan meningkat hingga seribu kali lipat,” jawab Li Zen.
Heilong tidak mengajukan pertanyaan lagi karena benang cahaya yang membelenggu bola hitam itu sudah mulai melemah dan hampir menghilang.
Dia lalu memanggil Pedang Penguasa Laut dan Pedang Bintang Api tanpa menyentuhnya dan membiarkan kedua pedang pusaka itu melayang di dekat Pedang Penjaga Surga.
Cahaya yang mengelilingi Pedang Penjaga Surga itu secara perlahan mulai menarik kedua pedang pusaka itu mendekat lalu merubah kedua pedang itu menjadi bola energi, sama seperti apa yang telah dijelaskan oleh Li Zen.
“Whost …”
Seketika aura dan tekanan energi yang ada di dalam Pedang Penjaga Surga menjadi semakin kuat ketika kedua bola energi itu masuk ke dalam batu permata berwarna biru dan merah.
Heilong segera menebaskan Pedang Pusaka miliknya ke bola hitam itu.
...“Pedang Lautan Panas Mengguncang Langit.”...
“Boom …”
__ADS_1
Bola Hitam yang merupakan jantung Jenderal Voldryd akhirnya hancur berkeping-keping seperti debu.