
“Kemana?” Heilong sontak saja langsung menatap Divine Beast Lambda dengan wajah bertanya-tanya karena ucapan Divine Beast Lambda ini memiliki makna yang berbeda jika didengar oleh orang yang salah.
“Tentu saja ke Benua Atlantis. Aku dan Shen Long telah sepakan untuk memberikan benih elemen cahaya dan benih elemen kegelapan untuk menyempurnakan kekuatan yang kau miliki karena Dark Etheroz juga telah jauh menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Bahkan, kami para Divine Beast merasa kesulitan jika harus bertarung satu lawan satu dengan dia kecuali tubuh asli kami turun ke Dunia Tangan. Namun, itu adalah suatu hal yang tidak mungkin karena ada larangan yang sangat keras di Alam Dewa,” jawab Divine Beast Lambda dengan tatapan dingin karena ia sepertinya tahu apa yang sedang dipikirkan Heilong.
Heilong menjadi malu dan hanya tersenyum kecut karena telah memikirkan hal yang lain. Namun, ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. “Bisakah kita menunggu sampai Gremlin selesai mengembalikan kekuatannya? Sebab, Gremlin juga akan ikut dalam pertarunganku melawan Dark Etheroz jadi kenapa kita bertiga tidak kembali bersama-sama.”
“Tidak! Aku tidak bisa menunggu lagi karena waktu yang telah aku habiskan di tempat ini sudah terlalu lama. Apakah kau tidak sadar bahwa semakin lama menunggu, maka Planet Dreamland akan semakin dekat dengan kehancurannya,” jawab Divine Beast Lambda tegas.
Divine Beast Lambda tidak bisa mengobarkan keselamatan sebuah planet hanya untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti karena tidak ada yang tahu kapan Gremlin akan menyelesaikan proses penyerapan kekuatannya. Karena itu, ia lebih memilih untuk memperkuat kekuatan yang dimiliki Heilong sembari menunggu Gremlin menyelesaikan kultivasinya.
Heilong langsung berubah pikiran saat mendengar tentang keadaan Planet Dreamland karena orang-orang terdekat yang ia miliki saat ini semuanya berada di Planet itu. “Baiklah, ayo kita pergi sekarang. Biar Gremlin menyusul ke Planet Dreamland setelah ia menyelesaikan kultivasinya. Aku rasa ia bisa pergi sendiri ke Planet Dreamland setelah semua kekuatannya pulih.”
“Aku akan kembali ke Benua Atlantis. Jika Gremlin telah selesai menyerap kembali semua kekuatannya. Kalian berdua langsung bilang padanya agar segera pergi ke Planet Dreamland, tidak perlu mampir ke Benua Atlantis karena Planet Dreamland sangat membutuhkan bantuan untuk saat ini.” Divine Beast Lambda meninggalkan pesan para Divine Beast Aurora dan Divine Beast Zaha karena mereka berdua 'lah yang bertanggung jawab atas keselamatan Gremlin selama berada di Alam Gaib.
Divine Beast Aurora dan Divine Beast Zaha mengangguk kepala tanda setuju kerena mereka berdua juga tahu betul bagaimana keadaan Planet Dreamland saat ini. Untung saja beberapa kultivator tingkat God yang dimiliki Benua Atlantis segera pergi ke Planet Dreamland dan membantu menjaga Planet itu. Jika tidak, maka seluruh Benua yang ada di Planet Dreamland pasti sudah dikuasai oleh Bangsa Iblis.
Divine Beast Lambda pun segera membuka portal dimensi yang menghubungkan Alam Gaib dan Benua Atlantis lalu membawa Heilong pergi dari Alam Gaib ini.
__ADS_1
Casbah yang tak sempat mengatakan sesuatu untuk perpisahan dan terimakasih karena telah mendapatkan sedikit bagian tubuh Phoenix dari Heilong, hanya bisa menatap Heilong meninggalkan tempat ini. Namun, ia juga sangat bersyukur karena kehadiran Heilong di tempat ini telah membawa banyak manfaat bagi Alam Gaib dan juga dirinya.
**
Heilong merasa sedikit pusing saat melewati portal dimensi ini yang mirip seperti lorong sebuah Goa tanpa ujung. Sebab, ini adalah pertama kalinya ia melewati sebuah portal dimensi yang menghubungkan antar Planet. Jadi, ia belum terbiasa dengan tekanan energi yang ada di tempat ini.
Saat pergi ke Alam Gaib, Heilong memang melakukan perjalanan lintas Planet. Namun ia sama sekali tidak melewati portal dimensi saat pergi ke Alam Gaib karena ia dikirim secara langsung dengan kekuatan khusus yang dimiliki oleh sebuah bola cahaya misterius yang ia temui di Alam Kematian.
“Kenapa dengan raut wajahmu? Apakah kau akan mabuk hanya dengan melewati sebuah portal dimensi saja? Xin Ye saja bisa menahan tekanan yang ada di dalam portal dimensi ini saat aku pertama kali membawanya pergi ke Benua Atlantis. Apakah kau akan kalah dengan kekasihmu sendiri?” ucap Divine Beast Lambda dengan santai. Namun, kata-kata ini telah menusuk pikiran Heilong dan mengusik harga dirinya.
“Pusatkan konsentrasimu dan bentuklah sebuah medan pelindung dari Qi murni yang ada di dalam tubuhmu. Ingat! Qi murni, bukan Qi yang memiliki kekuatan elemen di dalamnya,” lanjut Divine Beast Lambda memberi petunjuk.
Qi murni mulai mengalir dari dantian Heilong menuju ke semua titik-titik meridian yang tersebar di tubuhnya lalu membentuk sebuah pakaian khusus yang terbuat dari Qi murni.
Heilong mulai merasa nyaman saat Qi murni ini melindungi tubuhnya. Tekanan kekuatan aneh yang memancar dari portal dimensi ini seakan-akan dipantulkan oleh Qi murni ini.
“Bagaimana? Apakah kau merasa lebih nyaman sekarang?” tanya Divine Beast Lambda menyelidik.
__ADS_1
“Terimakasih. Berkah bimbing dari anda, saya mulai terbiasa dengan tekanan energi yang ada di dalam portal dimensi ini,” jawab Heilong tulis.
“Kau sangat pintar berbicara, pantas saja para gadis-gadis muda itu bisa terjerat dengan rayuan manismu,” sindir Divine Beast Lambda kemudian raut wajahnya kembali serius. “Tekanan energi yang memenuhi portal dimensi ini disebut energi kekacauan. Sebab, energi ini terbentuk dari gangguan energi ruang dan waktu karena terbentuk sebuah portal dimensi yang membelah hukum ruang dan waktu di sekitar tempat ini. Dan, hanya Qi murni saja yang dapat meredam efek dari energi kekacauan.”
Heilong hanya menganggukkan kepala karena ia sebenarnya tidak paham dengan konsep dari energi kekacauan ini, yang ia rasakan hanyalah aliran energi yang ada di tempat ini sangat kacau sehingga Qi yang ada di dalam dantiannya ikut terpengaruh.
“Apakah kau pernah merasakan hidupmu hancur saat orang terdekatmu mengkhianatimu.” Divine Beast Lambda tiba-tiba menanyakan sesuatu yang membuat Heilong bingung.
“Tidak,” jawab Heilong tegas dengan penuh kepastian.
Divine Beast Lambda lalu menoleh ke arah Heilong dan menatapnya dengan aneh. “Tidak?! Apakah kau sama sekali tidak pernah dikhianati seseorang?”
“Mustahil jika kita tidak pernah dikhianati oleh seseorang. Namun, kita sering salah paham dengan jalannya takdir hanya karena dikhianati oleh seseorang. Bahkan, tidak sedikit orang yang akan menyalahkan takdir,” jawab Heilong.
“Apa maksudmu?” Divine Beast Lambda menjadi semakin penasaran. Ia sudah tidak sabar ingin mengetahui maksud dari ucapan Heilong.
“Kehidupan seseorang tidak akan pernah hancur hanya karena urusan duniawi karena semua itu sudah diatur oleh takdir. Yang hancur hanyalah impian yang selalu ia bayangkan. Kerana itu, sebuah Harapan akan selalu ada untuk memperbaiki Impian yang hancur itu asalkan orang itu tidak menyerah untuk menggapai kembali impianny,” jelas Heilong.
__ADS_1
Divine Beast Lambda menjadi takjub dengan pola pikir Heilong. Dengan usia yang semuda itu, ia dapat memiliki pemahaman yang begitu luas tentang takdir dan kehidupan. Mungkin ini adalah pengaruh dari elemen kehampaan yang ada di dalam tubuhnya.
“Sepertinya kau lebih cocok menjadi seorang ahli filsafat setelah tugasmu memusnahkan para iblis ini selesai,” ucap Divine Beast Lambda mengakhiri obrolan kerena ia ingin lebih memahami maksud dari ucapan Heilong barusan.