LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 78 MURID SHEN LONG


__ADS_3

Heilong membawa Casbah yang tak sadarkan diri kembali ke penginapan.


Dia segera meletakkan Casbah di atas tempat tidur lalu menggunakan kekuatan dari teknik penyembuhan elemen air miliknya untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka yang ada di tubuh Casbah.


...“Jurus Berkah Alam.”...


Aura berwarna biru yang mengandung energi kehidupan langsung memancar dari kedua telapak tangan Heilong dan menghujani tubuh Casbah dengan energi kehidupan.


Seketika, luka-luka bekas cakaran naga langsung menutup dengan cepat dan akhirnya menghilang tanpa jejak.


Sambil menunggu Casbah siuman kembali, Heilong memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk bermeditasi sambil memulihkan kembali Qi yang ada di dalam Dantiannya.


*Qi \= Energi Alam.


Dia mulai menyerap energi alam yang ada di sekitarnya sambil memusatkan konsentrasinya untuk mengatur aliran energi alam masuk ke dalam dantiannya.


Sedangkan untuk Li Zen, dia berdiri di depan Heilong dalam wujud Pedang Penjaga Surga untuk melindungi mereka berdua.


**


Istana Danau Biru.


Di pusat kota danau biru terdapat sebuah istana yang cukup besar dan indah. Seluruh bagian istana ini terbuat dari batu kristal yang berwarna biru. Dan, yang lebih menarik adalah semua penghuni istana ini adalah wanita.


Di dalam ruang rahasia istana ini, Seorang wanita sedang bermeditasi dia atas sebuah formasi sihir elemen cahaya.

__ADS_1


Wanita itu memiliki wajah yang sangat cantik. Matanya yang berwarna hijau sangat pas sekali dengan kulitnya yang seputih salju.


Sekilas, wajah wanita ini sedikit mirip dengan Casbah. Mereka berdua juga memiliki warna rambut yang sama yaitu coklat, yang menjadi perbedaan hanyalah wanita ini memiliki kulit yang lebih putih dan bersih.


Aura yang memancar dari tubuh mereka juga sama yaitu aura elemen cahaya. Bedanya jika aura cahaya yang dimiliki Casbah memancar kesan yang berwibawa, maka aura cahaya yang memancar dari tubuh wanita ini memiliki kesan yang suci bak seorang Dewi.


Cara berpakaian mereka juga hampir mirip. Wanita ini adalah penguasa di istana ini tapi dia hanya memakai pakaian kerajaan yang berwarna putih polos tanpa ada hiasan apapun. Yang menjadi tanda jika dia adalah seorang penguasa adalah mahkota yang ada di atas kepalanya.


Wanita ini adalah Ratu Chariva. Penguasa dari Istana Danau Biru yang merupakan kerajaan terkuat di Tanah Biru ini.


Seratus tahun yang lalu, dia datang ke tanah biru ini dan berhasil mengalahkan Raja Siluman Serigala Bulan. Namun, dia tidak berniat untuk memonopoli seluruh wilayah Tanah Biru ini karena Tanah Biru sejatinya adalah tempat kelahiran bagi para siluman serigala bulan. Jika dia melakukan hal itu, maka dia tidak ada bedanya dengan seorang penjajah yang sangat kejam.


Ratu Chariva hanya mengambil wilayah bagian Timur saja. Sedangkan untuk wilayah bagian tengah dan barat diserahkan pada Raja Siluman Serigala Bulan. Dengan perjanjian bahwa para siluman serigala bulan tidak akan pernah menyerang para Bangsa Manusia yang ada di wilayah timur.


Akan tetapi, sejak kematian Raja Siluman Serigala Bulan lima tahun yang lalu, para siluman serigala bulan mulai melakukan penyerangan ke wilayah timur.


Dalam waktu lima tahun ini, Ratu Chariva tidak terlalu mengambil banyak tindakan karena dia sebelumnya memiliki persahabatan yang cukup baik dengan Raja Siluman Serigala Bulan. Ia berniat untuk menemui putra dari Raja Siluman Serigala Bulan setelah dia menyelesaikan latihan tertutupnya.


Lagipula dia telah mengevakuasi semua Bangsa Manusia yang ada di tanah biru ini ke dalam kota tahan biru. Dia juga membuat sebuah benteng pertahanan yang sangat kuat di bagian luar kota.


Benteng pertahanan itu tidak akan mungkin bisa dihancurkan oleh para pasukan siluman serigala bulan karena benteng pertahanan itu sebenarnya adalah artefak tipe pertahanan yang berasal dari Alam Dewa.


Artefak ini diberikan secara langsung oleh Shen Long saat dia berkunjung ke Alam Gaib ini dua ratus tahun yang lalu. Saat itu Shen Long juga mengangkat dua orang kakak beradik sebagai muridnya yaitu Casbah dan Chariva.


Keduanya memiliki kemampuan mata batin yang sangat kuat sehingga mampu melihat dari jarak yang sangat jauh tanpa harus pergi ke tempat itu.

__ADS_1


Jika Casbah memiliki kelebihan dalam kecepatan dan hukum ruang sehingga mampu menguasai teknik teleportasi. Maka Chariva juga memiliki kelebihan, kelebihannya adalah mampu menggunakan kekuatan hukum ruang untuk memasuki alam bawah sadar seseorang dan bertarung dengan jiwa mereka.


Chariva secara perlahan mulai membuka kedua matanya. Dia akhirnya mengakhiri meditasinya setelah cukup lama menjalani latihan tertutup.


“Kakak…?! Apa yang terjadi dengannya? Kenapa aura menjadi sangat lemah.”


Setelah mengakhiri meditasinya, dia langsung memindai seluruh wilayah Kota Danau Biru untuk memastikan bahwa semua rakyatnya baik-baik saja saat dia pergi melakukan latihan tertutup. Namun, dia dikejutkan dengan pemandangan Casbah yang terbaring tak sadarkan diri di sebuah penginapan yang ada di dekat gerbang istana dengan aura yang sangat lemah.


Chariva pun langsung mengenakan cadar untuk menutupi wajahnya dan berniat pergi ke luar istana untuk melihat kakaknya. Tapi, sebuah suara tiba-tiba muncul dan menghentikan langkahnya.


“Kakakmu baik-baik saja saat ini. Jangan terlalu khawatir karena semua luka yang ada di tubuhnya telah berhasil disembuhkan oleh seseorang. Saat ini dia hanya butuh sedikit waktu untuk beristirahat dan memulihkan Qi yang ada di tubuhnya agar bisa siluman kembali.”


Chariva segera bersujud ke arah datangnya suara itu. Di sana dia melihat bayangan seekor naga cahaya berukuran kecil. “Salam Guru. Maafkan murid karena tidak bisa menyambut kedatangan Guru. Apakah Guru memiliki perintah khusus pada murid ini sehingga Guru mengirimkan bayangan jiwa Guru ke Alam Gaib ini.”


“Benar sekali. Aku memang memiliki sesuatu untuk kau lakukan,” jawab Shen Long.


“Silahkan Guru katakan. Murid akan segera menyelesaikan tugas itu secepat mungkin.”


“Tugas ini sangatlah berat karena yang harus kau hadapi bukanlah para siluman tetapi salah satu Jenderal terkuat dari Bangsa Iblis. Apakah kau yakin ingin menerima tugas ini?”


“Saya sangat yakin Guru. Silahkan Guru katakan, tugas apa harus saya lakukan.”


Shen Long lalu menceritakan kemunculan Jenderal Iblis Bai Long di Alam Gaib ini pada Chariva. Dia juga mengatakan jika iblis yang menyerang kakaknya adalah Jenderal Iblis ini. Terakhir, dia meminta Chariva untuk membantu Heilong mengalahkan Jenderal Iblis Bai Long.


“Baik Guru. Murid akan segera melakukan tugas ini.”

__ADS_1


Bayangan Shen Long segera menghilang setelah mendapat jawaban dari muridnya. Dia sangat yakin jika kemampuan khusus yang dimiliki Chariva akan sangat berguna untuk melawan kekuatan Jenderal Iblis Bai Long.


__ADS_2