LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 216 DUEL TEKNIK PENYEMBUH


__ADS_3

“Jika kau tidak berani menerima taruhan yang aku ajukan, lebih baik kau jangan sok kuat ingin menantangku. Bilang saja kau takut kalah dan segera minggir dari jalanku. Aku tidak ingin terlalu lama membuang waktu di tempat ini dengan sia-sia.”


Heilong berjalan melawati Raja Api Verde tanpa memandangnya seolah-olah tidak ada seorangpun di dekatnya. Dengan santainya, ia melangkahkan kaki sambil bersiul menatap langit-langit.


“Tunggu …!!” suara Raja Api Verde terdengar besar saat menghentikan Heilong. Ia seolah-olah berusaha keras untuk menekan amarahnya.


Heilong pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik lalu bertanya. “Apakah kau berubah pikiran? Jika tidak ada yang penting, maka jangan menunda perjalananku.”


“Aku setuju dengan taruhan itu. Jika kau menang, kau boleh mengambil setengah dari semua tanaman obat yang tubuh di kebun obat milikku. Tapi, apa yang akan kau berikan jika aku yang menang? Jangan katakan bahwa hanya aku saja yang akan bertaruh dalam pertandingan kali ini.”


Raja Api Verde balik bertanya karena ia merasa bahwa ucapan Heilong tentang taruhan itu hanyalah sebuah siasat agar dia melarikan diri dari tempat ini tanpa harus melawan dirinya. Sebab, ia sama sekali belum pernah melihat Heilong menggunakan kemampuan penyembuhan selama bertarung di dalam Pagoda Raja Api.


Heilong tersenyum seolah-olah menertawakan pertanyaan Raja Api Verde lalu segera mengulurkan tangan kirinya ke depan. Dan …


Boom ...


Sebuah tungku pemurnian pil langsung muncul di hadapan mereka berdua setelah Gelang Galaxy yang ada di tangan kiri Heilong bersinar.


Tungku pemurnian pil ini adalah salah satu benda pusaka milik Li Ziqi yang disimpan di dalam gudang pesawat Max Lightning.


Heilong tidak tahu apa nama dari tungku pemurnian pil ini kerena sejak awal dia memang tidak begitu tertarik dengan hal-hal tentang alkimia, tapi ia bisa merasakan tekanan yang cukup kuat dari tungku pemurnian pil ini.


“Apakah benda ini layak untuk dijadikan taruhan?” ucap Heilong sambil meletakkan tangan kanannya di atas tungku.

__ADS_1


Raja Api Verde tidak segera menjawab, tapi ia memeriksa dengan detail setiap bagian tungku itu termasuk ukiran-ukuran berbentuk burung phoenix yang mengelilingi badan tungku.


“Periuk Phoenix Surgawi?! Ini benar-benar tungku pemurnian pil yang ada dalam legenda itu. Bagaimana kau bisa memiliki tungku pil ini?” Tubuh Raja Api Verde bergetar saat mengenali benda pusaka yang ada depannya ini karena tungku pemurnian pil adalah benda yang paling diinginkan oleh semua alkemis dan tabib.


“Jangan terlalu banyak bertanya! Aku hanya butuh jawaban, benda ini cukup atau tidak jika dijadikan sebagai bahan taruhan dalam pertandingan ini? Jika tidak, maka aku akan segera menyimpannya kembali,” ucap Heilong berusaha menghindari pertanyaan tentang tungku pemurnian pil ini.


“Cu-cukup …” jawab Raja Api Verde dengan suara bergetar dan kedua matanya masih tertuju pada tungku pemurnian pil milik Heilong.


'Sepertinya bocah ini sama sekali tidak tahu tentang Periuk Phoenix Surgawi. Jika dia tahu bahwa nilai dari tungku pemurnian pil itu melebihi nilai dari semua tanaman obat yang ada di kebun obat milikku ini, maka ia pasti akan menyesal menjadikan benda pusaka ini sebagai bahan taruhan. Aku akan mendapatkan panen besar hari ini.' ucap Raja Api Verde dalam hati sambil tersenyum sendiri saat membayang ia akan memenangkan Periuk Phoenix Surgawi.


“Kalau begitu cepat kau katakan pertandingan seperti apa yang akan kita lakukan?” Heilong tampak sudah tidak sabar lagi karena waktu terus berjalan selama ia berhenti di tempat ini.


Raja Api menunjuk sekumpulan burung yang ada di sekitar kebun obat. “Aku akan melukai beberapa dari burung itu. Siapa yang mampu menyembuhkan burung yang memiliki luka peling parah, maka ia akan menjadi pemenangnya.”


Heilong sebenarnya telah kehilangan minatnya setelah mendengar tantangan dalam pertandingan ini. Namun, godaan dari kebun obat yang ada di tempat ini telah mengusik pikirannya. Ia pun membiarkan Raja Api Verde untuk melakukan lebih dulu.


“Kau sepertinya meremehkanku! Baiklah akan aku tunjukkan seperti apa kekuatan penyembuhan yang dimiliki oleh api hijau milikku ini.”


Raja Api Verde lalu melemparkan sebuah pedang ke arah seekor burung yang sedang terbang bebas di hadapannya.


Seketika, burung itu langsung jatuh ke tanah karena sepasang sayap yang ia miliki telah terpotong dan tergeletak di sampingnya.


Burung itu masih hidup, namun ia dalam keadaan sekarat dan seolah-olah tidak memiliki semangat untuk hidup karena selain kehilangan banyak darah, ia telah kehilangan sepasang sayap yang merupakan satu-satunya alat untuk bertahan hidup.

__ADS_1


“Tenanglah, aku akan segera menyebutkanmu,” ucap Raja Api Verde menghibur seolah-olah tak memiliki dosa.


Ia lalu membuat sebuah bola api berwarna hijau sebesar kepalan tangan dan berusaha mendekatkan kembali sepasang sayap yang telah terpotong tadi ke posisi aslinya.


Setelah itu, Raja Api Verde langsung melepaskan bola api hijau yang ada di tangan kanannya ke tubuh burung yang telah sekarat itu.


Seketika tubuh burung itu tenggelam dalam nyala api berwarna hijau yang membara. Akan tetapi, raut wajah burung itu terlihat semakin nyaman dan tak menunjukkan sedikitpun tanda-tanda kesakitan yang sebelumnya menghiasi wajahnya.


Energi kehidupan yang ada di dalam api berwarna hijau itu langsung membanjiri setiap bagian tubuh burung itu dan menempelkan kembali sepasang sayapnya yang telah terpotong. Sama sekali tidak ada bekas luka yang tertinggal di tubuh burung itu.


“Apakah kau sudah melihat teknik penyembuhan yang aku miliki? Belum terlambat sepertinya jika kau mengaku kalah daripada kau mempermalukan dirimu sendiri saat kau kalah,” ucap Raja Api Verde menyeringai seolah-olah dia telah menang.


“Menyerah? Aku bahkan bisa melakukan hal yang lebih hebat dari pada yang telah kau lakukan.”


Heilong lalu membuat sebuah pedang aura elemen angin lalu membaca sebuah mantra. Ia lalu menatap sepasang burung yang berdiri diatas sebuah ranting pohon dan langsung menyerangnya.


Sepasang burung itu tentu saja tidak dapat menghindari serangan jurus pedang itu karena Heilong menggunakan kekuatan elemen angin untuk mempercepat sabetan pedang miliknya.


Seekor burung langsung menghilang saat terkena serangan Heilong sepertinya tubuh burung itu langsung hancur berkeping-keping saat serangan jurus pedang Heilong mengenainya. Sedangkan burung yang satu lagi jatuh tergeletak tak bernyawa di atas permukaan tanah.


Heilong lalu membuat sebuah api unggun di jalan setapak ini karena takut akan merusak kebun obat yang ada di sekitar mereka.


“Apa yang akan kau lakukan? Bukankah kau seharusnya menyembuhkan burung itu?” tanya Raja Api Verde heran.

__ADS_1


“Aku memasak burung panggang dan makan dulu. Tenang saja, aku masih bisa menyembuhkan burung ini meskipun hanya tinggal tulangnya saja.” Heilong lalu melanjutkan aktivitasnya dan mengabaikan Raja Api Verde.


__ADS_2