
Casbah melirik benda yang ada di tangan Heilong itu dan matanya langsung terbelalak karena terkejut saat melihat sepasang bagian tubuh Phoenix yang memancarkan aura elemen es dan elemen api. “I—Itu?! Apakah benda yang ada di tanganmu itu adalah bagian tubuh dari masing-masing Phoenix.”
Heilong menganggukkan kepala. “Ya! Hanya ini saja yang tersisa dari Tambang Batu Es Khayalan karena sebagian besar tubuh kedua Phoenix itu telah ikut aku murnikan di dalam Dunia Jiwaku.”
“Tidak masalah! Dengan sisa bagian tubuh ini, aku sudah bisa membuat senjata pusaka yang setingkat dengan senjata pusaka milik Dewa jika ditempa dengan cara yang tepat.” Casbah segera menerima benda itu lalu menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan.
Heilong hanya tersenyum hanya melihat kegembiraan Casbah. Ia tidak menyangka bahwa benda yang terlihat tak berguna di matanya akan menjadi sesuatu yang sangat berharga di mata Casbah layaknya sebuah harta karun.
Casbah kembali menatap Heilong setelah menyimpan sepasang tulang rusuk itu. “Kekuatan dari Phoenix Es dan Phoenix Api saat ini telah menyatu dengan sempurna di dalam tubuhmu. Dan, kedua kekuatan itu akan menjadi modal bagimu untuk bertarung dengan Dewa Iblis. Bagaimana jika kau tunjukkan padaku seberapa kuat kekuatan elemen api dan es yang kau miliki sekarang.”
Casbah sangat paham dengan kekuatan yang dimiliki oleh seekor Phoenix yang sangat ampuh jika digunakan untuk membunuh para iblis karena ia sering mendengar keistimewaan yang dimiliki oleh seekor Phoenix dari Divine Beast Shen Long saat ia masih berada di bawah bimbingannya.
Jika Heilong ingin dapat mengalahkan Dark Etheroz dengan mudah, maka ia harus menguasai kekuatan Phoenix Api dan Phoenix Es yang ada di dalam dirinya secara penuh hingga dapat menggunakan kekuatannya itu dengan maksimal.
“Baiklah. Akan aku tunjukkan padamu seberapa kuat kekuatan elemen api dan elemen es yang aku miliki saat ini. Tapi, kau harus berdiri sedikit menjauh karena aku belum dapat mengendalikan kekuatan ini secara penuh. Mungkin saja akan terjadi ledakan energi saat aku mencoba menggunakan kekuatan ini untuk pertama kali.”
Casbah langsung mundur ke belakang sejauh sepuluh meter setelah mendengar peringatan Heilong karena ia sendiri tidak ingin mati dengan sia-sia di tempat ini.
Heilong lalu merentangkan kedua telapak tangan kanannya dan memusatkan konsentrasinya setelah melihat Casbah sudah berada di jarak yang cukup aman.
Heilong mencurahkan semua perhatiannya untuk mengatur aliran energi api dan energi es yang tersimpan di dalam Dantiannya agar berkumpul di tengah-tengah kedua telapak tangannya.
__ADS_1
Ini adalah percobaan pertamanya menggunakan kedua kekuatan ini. Jadi, ia harus bertindak sangat hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dan menimbulkan ledakan energi kerena saat ini ia sedang berada di dalam sebuah Goa. Jika terjadi ledakan energi di tempat ini, maka Goa ini akan runtuh dan menimpa tubuhnya.
Secara perlahan, titik-titik api mulai terlihat di telapak tangan kanan Heilong dan terus membesar hingga membentuk sebuah bola api sebesar kepalan tangan. Walaupun memiliki ukuran yang lebih kecil dari api unicorn, hawa panas yang memancar dari bola api itu lebih kuat daripada api unicorn.
Hal yang sama juga terjadi di tangan kanan Heilong, titik-titik es mulai muncul dan terus membesar hingga membentuk sebuah bola salju seukuran kepala tangan yang memancar hawa dingin yang sangat menakutkan hingga seakan-akan bisa membekukan apapun yang dilewatinya.
Heilong masih terdiam di tempatnya, Ia berkonsentrasi penuh untuk menstabilkan kedua energi yang berbeda ini agar tidak saling menghancurkan satu sama lain. Selain itu, ia juga memikirkan cara untuk menggabungkan kedua kekuatan ini dengan sempurna karena siapapun tahu bahwa elemen es dan elemen api memang ditakdirkan untuk saling menghancurkan satu sama lain dan susah untuk disatukan.
Setelah dirasa cukup stabil, Heilong mulai menggerakkan kembali kedua tangannya secara perlahan agar saling mendekat. Gerakan terasa sangat berat karena tekanan dari kedua bola energi ini ternyata lebih kuat daripada saat berwujud sepasang sayap.
Bola energi api dan Bola energi es akhirnya saling berdekatan dan terus bergesekan satu sama lain seolah-olah ingin saling memakan.
Whoostt …
Saat kedua bola energi itu terlihat akan menyatu, tiba-tiba gerakan kedua energi itu menjadi berubah dan saling menghancurkan satu sama lain hingga kedua berubah menjadi uap dan menghilang.
Heilong hanya bisa menggaruk kepalanya untuk menahan malu. “ Sepertinya aku harus lebih banyak latihan setelah ini agar bisa mengendalikan kedua kekuatan ini dengan sempurna.”
“Kegagalan dalam percobaan pertama adalah suatu hal yang wajar karena tidak ada yang sempurna di Dunia ini. Kau tidak perlu malu seperti itu,” balas Casbah tertawa.
“Sepertinya kita sudah terlalu lama di tempat ini. Bagaimana kalau kita segera kembali?” ajak Heilong yang sudah tidak sabar untuk mengetahui keadaan Gremlin.
__ADS_1
“Aku baru saja akan mengucapkan hal itu. Kita gunakan saja kekuatan teleportasiku untuk kembali agar lebih mempersingkat waktu.”
Casbah langsung menggunakan kekuatan teleportasi miliknya untuk membawa Heilong meninggalkan Goa ini.
Jalan keluar dari Goa ini tidaklah sesulit saat mereka masuk karena semua jebakan yang ada di tempat ini telah berhasil dihancurkan.
Lagipula Heilong juga telah menghancurkan formasi pelindung yang melindungi pintu masuk menuju ke dunia kecil ini jadi pintu keluar masuk dunia kecil ini dapat dilalui dengan bebas asal mereka sanggup melewati jebakan yang ada di tempat itu.
**
Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh menit, Casbah dan Heilong sudah berhasil keluar dari Dunia kecil itu dan berdiri di pusat Lembah Es Khayalan.
“Apakah kau tidak memiliki cara untuk menyembunyikan pintu masuk dunia kecil ini agar seluruh makhluk hidup yang tinggal di dalam dapat tetap terjaga kelestariannya?” Heilong melirik formasi besar yang telah ia hancurkan beberapa hari yang lalu saat ia akan menerobos ke dalam Dunia kecil itu.
“Sayang sekali aku tidak pandai dalam hal formasi. Namun, jika perkiraanku ini benar formasi pelindung itu seharusnya dibuat oleh Phoenix Es dan Phoenix Api. Kau bisa mencoba memberikan sedikit energi dari kedua Phoenix itu ke dalam formasi sihir ini siapa tahu formasi sihir ini memiliki kemampuan pemulihan diri layaknya seekor Phoenix,” jawab Casbah.
Tanpa membuang banyak waktu, Heilong segera meletakkan ke dua telapak tangannya di atas formasi sihir itu sambil mengalirkan kekuatan yang berasal dari Phoenix Es dan Phoenix Api.
Formasi sihir yang tadinya tampak redup, mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan.
Setiap garis yang membentuk formasi sihir ini mulai bercahaya saat kekuatan elemen api dan elemen es masuk ke dalamnya.
__ADS_1