
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komen setelah membaca.
Terimakasih
************************************
Sesosok wanita yang sangat cantik tiba-tiba keluar dari Air mancur itu dan berdiri di hadapan Heilong.
Wanita itu memakai pakaian yang serba hijau dan memiliki daun telinga berbentuk runcing yang mirip sekali dengan telinga para Peri yang sering Heilong lihat di film-film ketika dia masih hidup Bumi beberapa tahun yang lalu.
Wanita itu terus menatap Heilong dengan tatapan yang sangat tajam namun terasa menyejukkan hati. Sebab, mata wanita ini sangat indah melebihi keindahan bunga mawar yang sedang mekar.
Heilong menjadi gugup dan salah tingkah ketika melihat seorang wanita cantik tiba-tiba berdiri di hadapannya. Dia pun berusaha keras untuk menenangkan dirinya.
“Siapa anda, Nona? Dan kenapa anda tiba-tiba berdiri di depanku?” ucap Heilong ramah dengan bibir yang masih sedikit bergetar.
“Nona?!” Wanita itu mengerutkan keningnya. “Usiaku sudah lebih dari Jutaan Ribu tahun. Aku sudah tidak pantas lagi untuk di panggil Nona. Panggil saja aku dengan sebutan yang lain.”
Heilong tidak bisa lagi menyembunyikan keterkejutannya. Sebab, wajah dari wanita yang ada di depannya itu masih seperti seorang gadis yang berusia 21 tahun.
“Ju-Jutaan Ribu tahun?!”
__ADS_1
Heilong berbicara dengan gugup sambil menunjuk wanita itu dengan ujung jari yang bergetar.
Wanita itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Senyuman wanita ini seperti sebuah bintang yang turun dari langit. Sangat indah dan membawa kehangatan bagi siapapun yang melihatnya.
“Mustahil ada makhluk hidup yang bisa hidup selama itu. Bahkan para Dewa saja tidak mungkin memiliki usia yang selama itu, selain Dewa Tertinggi yang memang diciptakan pertama kali oleh Sang Pencipta. Jangan-jangan anda adalah …”
Heilong tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena dia tiba-tiba teringat sesuatu. Dia seperti pernah melihat wajah wanita ini saat dia masih berada di tempat Divine Beast Genbu.
“Aku adalah makhluk yang sedang kau cari. Akulah Divine Beast Aurora penguasa dari semua lautan yang ada di Planet Bumi. Baik itu laut yang ada di Dunia Manusia ataupun laut yang ada Alam Gaib. Kenapa kau terlihat ketakutan saat melihatku? Apakah wajahku terlihat begitu menyeramkan sehingga membuat pria sekuat dirimu menjadi bergetar. Hehe …” seru wanita itu sambil menertawakan Heilong.
Heilong menjadi semakin bingung harus bersikap seperti apa di depan Divine Beast Aurora karena Divine Beast Aurora terlalu ramah. Berbeda sekali dengan para Divine Beast yang pernah dia temui di Planet Dreamland.
“Kalau begitu, mulai sekarang aku akan memanggil anda dengan sebutan Dewi. Tapi, aku masih heran kenapa anda tiba-tiba datang menemuiku karena Divine Beast Genbu pernah mengatakan padaku bahwa para Divine Beast di Planet Bumi lebih suka untuk menyembunyikan dirinya dan sangat susah sekali untuk ditemui.”
“Itu karena kami sudah sepakat untuk memilihmu sebagai penerima warisan kekuatan kami. Tapi, kamu tetap harus melewati ujian khusus untuk bisa mendapatkan warisan itu. Buatlah kami yakin bahwa kamu memang benar-benar orang yang pantas untuk mendapatkan warisan kekuatan kami,” jawab Divine Beast Aurora dengan nada suara tegas.
“Aku sudah tahu tentang itu dan tidak keberatan untuk menerima ujian yang anda berikan. Sebab kekuatan yang akan anda wariskan padaku itu, bisa membantuku untuk menyelesaikan tugas besar yang telah diberikan oleh Sang Pencipta kepadaku,” jawab Heilong.
Divine Beast Aurora sedikit terkejut saat mendengar ucapan Heilong yang mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang menjalankan sebuah tugas besar dari Sang Pencipta karena yang dia tahu hanya Heilong adalah manusia yang diberikan keistimewaan khusus oleh Sang Pencipta.
Memang benar alasan Divine Beast Aurora datang untuk menemui Heilong kali ini adalah atas permintaan dari Utusan Sang Pencipta yang berwujud Bola Cahaya Misterius. Tapi, Utusan Sang Pencipta itu tidak mengatakan apapun padanya tentang tugas besar yang sedang diemban oleh Heilong.
__ADS_1
Divine Beast Aurora yang penasaran akhirnya memutuskan untuk menanyakan hal itu secara langsung pada Heilong “Apakah aku boleh tahu tugas besar seperti apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta padamu? Sebab kau adalah manusia pertama yang mendapatkan keistimewaan seperti ini setelah ribuan tahun.”
“Sang Pencipta memberiku tugas untuk memusnahkan Bangsa Iblis yang menggangu kedamaian di Dunia Tengah. Dan ciri-ciri dari iblis yang harus aku musnahkan adalah di tubuh Iblis itu masih terdapat Hawa Iblis yang sangat kuat,” jawab Heilong.
Divine Beast Aurora kembali tersenyum saat mendengar jawaban Heilong. “Dari jawabanmu barusan sepertinya kau juga sudah mengerti bahwa pemilik dari energi kegelapan tidak semuanya di sebut dengan iblis. Karena ciri utama dari Iblis adalah mereka memiliki hawa iblis di tubuhnya.”
“Benar, aku sudah memahami tentang hal itu karena Divine Beast Genbu sudah pernah menjelaskan padaku tentang hal itu. Lagipula aku juga memiliki seorang teman dari Bangsa Iblis yang telah berhasil menghilangkan semua hawa iblis yang ada di dalam dirinya. Dan sekarang dia bisa disebut sebagai seorang Dewi,” jawab Heilong.
Divine Beast Aurora merasa sangat senang dengan jawaban Heilong. Tanpa pikir panjang lagi dia langsung menunjukkan versi lengkap dari peta Alam Gaib itu.
“Seharusnya kau sudah pernah melihat peta yang mirip dengan ini sebelumnya. Tapi, peta yang kau lihat sebelumnya itu tidak selengkap peta yang aku miliki.”
Heilong melihat peta itu dengan teliti dan dia memang melihat ada dua tempat tambahan di peta itu. Yaitu sebuah wilayah berwarna biru laut di bawah Tanah Hijau. Dan sebuah wilayah berwarna coklat di atas tanah Abu-abu.
“Tujuanku datang ke tempat ini adalah untuk menunjukkan padamu di mana letak dari Istanaku. Dengan begini maka kau akan tahu kemana kau harus pergi,” Seru Divine Beast Aurora.
“Apakah Istana anda berada di bawah Tanah Hijau?” tanya Heilong langsung untuk menghemat waktu.
“Benar. Istanaku berada di laut yang ada di bawah Tanah Hijau. Dan Siluman Ular yang ada sana adalah makhluk yang aku tugaskan untuk menjaga gerbang masuk Istanaku,” jawab Divine Beast Aurora.
“Berarti aku hanya tinggal mengalahkan para siluman ular itu agar aku bisa masuk ke dalam Istana anda,” ucap Heilong menyeringai.
__ADS_1
“Jika kau berani melakukan hal itu, maka kau akan menjadi musuhku dan aku akan langsung membunuhmu. Aku tidak akan peduli lagi meskipun kau adalah manusia pilihan dari Sang Pencipta. Sebab, para siluman ular itu adalah makhluk yang dengan setia telah menjaga Istanaku selama ribuan sejak aku turun ke Planet Bumi ini. Aku sudah menganggap para Siluman Ular itu sebagai bagian dari Istanaku,” ancam Divine Beast Aurora.
Heilong langsung terdiam karena wajah Divine Beast Aurora terlihat sangat serius saat mengucapkan ancaman itu. Sama sekali tidak ada keraguan pada setiap kata yang terucap dari bibir indah Divine Beast Aurora.