
“Hentikan!!”
Teriak Heilong seketika menggelegar di udara saat ia tiba di tempat pertarungan antara Feng Tzuyu dan Ignis. Ia terbang dengan kecepatan penuh karena merasakan energi kehidupan yang memancar dari tubuh Feng Tzuyu terus melemah.
Akan tetapi, Ignis pura-pura tidak mendengar suara teriakan Heilong dan malah semakin mempercepat gerakannya. Mana mungkin ia rela melepaskan buruan yang sudah ada di depan matanya hanya karena sebuah teriakan dari orang yang sama sekali tidak ia kenal.
“Sial! Iblis itu benar-benar ingin menantangku.” Heilong menjadi geram saat melihat Ignis terus maju dan ingin membunuh Feng Tzuyu. “Jika itu yang kau inginkan, maka aku akan mengikuti permainanmu.”
...“Teknik Hukum Ruang — Perpindahan Bintang.”...
Heilong mengerakkan tangan kanannya dan kekuatan hukum ruang seketika itu juga langsung meledak dan menyelimuti tubuhnya.
Dalam sekejap, ia sudah menghilang dari tempatnya dan muncul kembali di samping Feng Tzuyu.
“Apa?!” Ignis pun tak bisa menutupi keterkejutannya saat melihat Heilong sudah berdiri di samping Feng Tzuyu. “Bagaimana dia bisa bergerak secepat itu? Padahal jarak ia dan gadis itu sebelumnya sangat jauh. Seharusnya aku yang tiba lebih dulu di dekat gadis itu dan langsung membunuhnya.”
Heilong menatap Ignis dengan dingin. Hawa membunuh yang sangat mengerikan memancar dengan kuat dari tubuhnya. Ia tidak akan pernah membiarkan siapapun yang berani menggangu orang terdekatnya bisa mati dengan mudah.
“Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk berhenti!! Sepertinya iblis sepertimu tidak bisa diperingatkan hanya dengan kata. Baiklah! Biarkan tinjuku ini yang bicara.”
...“Tinju Api Unicorn.”...
Heilong segera menghantamkan tinjunya dengan penuh amarah. Rasa amarah yang memuncak telah membuat kekuatan tinjunya menjadi semakin kuat hingga berkali-kali lipat walaupun gerakannya saat menyerang terlihat begitu santai.
Whoost ...
Sebuah bola api berwarna seputih cahaya matahari langsung melesat dari tangan Heilong dan menghantam Ignis hingga membuat tubuhnya terpental.
Mata semua prajurit iblis yang ada di medan perang langsung mengarah ke arah Ignis padahal mereka semua juga sedang dalam bahaya karena Gremlin terus memburu mereka. Namun, apa yang terjadi pada Ignis tetap saja membuat para iblis menjadi penasaran dan tak dapat menahan diri untuk tidak melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan pimpinan mereka.
Ignis yang tidak siap dengan serangan Heilong hanya menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan itu karena ia merasa bahwa serangan tiba-tiba yang dilakukan Heilong itu tidak memiliki kekuatan yang begitu besar.
Namun, perhitungannya ternyata salah karena ia tidak tahu bahwa kekuatan tempur yang dimiliki Heilong telah melebihi tingkat kultivasi yang ia miliki.
__ADS_1
Ignis akhirnya terjatuh ke tanah setelah menerima serangan Heilong yang begitu kuat. Ia pun akhirnya bisa mengenali identitas Heilong karena hanya ada satu manusia saja yang memiliki kekuatan api unicorn di seluruh Alam Semesta.
“Ternyata itu kau!! Sepertinya takdir telah mempermudah jalanku untuk membalas dendam. Kali ini aku pasti akan memisahkan semua anggota tubuhmu sebelum aku mencabut nyawamu.” Ignis langsung mengancam Heilong setelah mengetahui bahwa pria misterius yang ada di hadapannya saat ini adalah orang yang telah lama ia cari.
"Setiap Iblis yang bertemu denganku pasti akan mengucapkan omong kosong yang sama denganmu. Tapi, pada akhirnya mereka semua mati di tanganku! Sepertinya kau salah mengerti dengan kehendak sang takdir. Takdir tidak sedang mempermudah jalanmu untuk membalas dendam. Akan tetapi, sang takdir mempermudah jalanmu untuk segera menuju ke Alam Kematian.”
Heilong lalu mengangkat tangan kirinya ke langit dan mengeluarkan pesawat Max Lightning. Ia kemudian segera memindahkan tubuh Feng Tzuyu ke dalam pesawat itu. Sebab, Feng Tzuyu membutuhkan energi alam yang sangat melimpah selama masa penyembuhan.
Ignis mendongak ke atas saat melihat kemunculan pesawat Max Lightning. Ia tentu saja tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja dan berniat untuk menghancurkan pesawat itu. Apalagi Heilong saat ini juga berada di dalam pesawat itu.
“Hehe … Dasar manusia bodoh!! Apakah kau pikir aku tidak akan menyerangmu saat kau berada di dalam pesawat itu. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus karena aku juga bisa sekalian menghancurkan pesawat yang telah membunuh banyak pasukan iblis di Alam Gaib.”
Apa yang terjadi dengan para Iblis di Alam Gaib telah diketahui oleh para iblis yang ada di Planet Dreamland. Jadi, para iblis yang ada di Planet Dreamland sangat membenci Heilong dan juga semua senjata yang ia miliki. Tidak terkecuali pesawat Max Lightning.
...“Api Neraka Membakar Langit.”...
Ignis merentangkan tangan kanannya ke arah pesawat Max Lightning dan semburan api berwarna hitam pekat pun langsung muncul menuju ke arah pesawat Max Lightning.
Akan tetapi, Heilong tiba-tiba muncul di depan pintu masuk pesawat Max Lightning dan segera mengayunkan pedang aura elemen air yang ada di tangannya.
Aura energi air yang sangat kuat seketika berubah menjadi ombak dahsyat yang langsung menerjang semburan api hitam yang menurut Ignis memiliki suhu sepanas neraka.
Namun, Api itu tak ubahnya sepertinya api biasanya yang ada di tungku perapian saat berhadapan dengan jurus pedang elemen air yang dimiliki Heilong.
Kekuatan elemen air yang dimiliki Heilong telah jauh meningkat hingga mencapai batas tertinggi setelah ia mendapatkan benih elemen air dari Divine Beast Aurora. Selain itu, pemahamannya tentang hukum elemen air juga telah sangat tinggi dan mendekati sempurna.
“Ti—Tidak mungkin?! Ini pasti hanyalah sebuah Ilusi!” Ignis tak bisa percaya bahwa salah satu jurus andalannya dapat dikalahkan oleh Heilong dengan begitu mudah. Ia pun berpikir bahwa ia telah terjebak dalam jurus Ilusi yang dimiliki Heilong karena ia tahu bahwa Heilong memiliki jurus Ilusi yang sangat kuat.
“Jangan kau sama aku dengan saat pertama kali kita bertemu di Benua Timur beberapa bulan yang lalu. Aku yang sekarang telah jauh berbeda karena aku adalah manusia yang ditunjuk oleh Sang Pencipta untuk memusnahkan para Iblis yang selalu menebarkan teror dimana-mana.”
Heilong kembali menghilang dari pandangan Ignis tanpa meninggalkan jejak. Ignis pun terlihat panik dan menyerang ke segala arah karena tidak dapat melacak keberadaan Heilong. Sebab, Heilong saat ini bersembunyi di dalam dimensi yang berbeda dengan kekuatan Hukum Ruang. Ia bisa melihat Ignis dengan jelas, tapi Ignis sama sekali tidak dapat melihat keberadaannya.
“Sial! Jika terus begini maka semua Qi yang ada di dalam tubuhku akan terbuang sia-sia.” Ignis pun akhirnya berhenti melakukan serangan karena ia sama sekali tak dapat menemukan jejak Heilong.
__ADS_1
“Keluarlah kau!! Sampai kapan kau akan terus bersembunyi seperti seekor tikus. Bukankah kau mengatakan bahwa kau adalah manusia yang akan memusnahkan para iblis. Lalu kenapa kau terus bersembunyi.” Ignis berusaha memancing Heilong agar bersuara karena ia sangat yakin bahwa Heilong masih berada di tempat ini.
Heilong pun akhirnya muncul di belakang Ignis dan langsung mengejutkannya. Tanpa sadar, Ignis melompat menjauhi Heilong seperti seekor tikus yang ketakutan.
Heilong pun tak dapat menahan tawa lalu berkata dengan nada mengejek. “Jika aku tak menyembunyikan diriku, bagaimana aku bisa melihat seorang petinggi Bangsa Iblis menjadi ketakutan dan menyerang tanpa tujuan seperti seekor ayam yang kehilangan induknya. Haha ...”
"Sial!! Kau benar-benar mencari kematian!” Aura energi api dan air yang ada di tubuh Ignis langsung meledak dan menyatu dengan aura energi kegelapan. Ini adalah jurus terkuat yang dimiliki Ignis setelah tubuhnya berhasil tempa ulang.
...“Badai Lautan Api Neraka.”...
Ketiga elemen kekuatan itu seketika berubah menjadi sebuah angin tornado yang sangat gelap namun memiliki suhu udara yang sangat panas. kekuatannya saat bergerak bisa dibandingkan dengan ombak tsunami yang bisa menghancurkan apapun yang ia lewati.
“Hanya jurus seperti itu ingin mencoba membunuhku. Jika dibanding dengan Fire Thunder Storm milik Guru Li Ziqi, maka jurus itu tidak akan ada apa-apanya.” gumam Heilong lirih saat angin tornado berwarna hitam pekat itu semakin mendekati tempatnya.
...“Teknik Hukum Waktu — Pembekuan Aliran Waktu.”...
Aliran waktu di sekitar tempat ini langsung berhenti saat Heilong mengulurkan tangan kanannya sambil menggunakan kekuatan hukum waktu.
Angin tornado kegelapan yang terlihat begitu mengerikan, seketika berubah menjadi sebuah patung angin raksasa.
Heilong hanya bisa mempertahankan teknik hukum waktu ini selama sepuluh nafas saja. Sebab pengendali hukum waktu terlalu membebani kesadarannya. Karena itu, ia tidak bisa menggunakan teknik hukum waktu ini setiap saat.
Hal ini sangat berbeda dengan hukum ruang yang hanya sedikit membebani kesadarannya. Karena itu, ia bisa leluasa saat menggunakan kekuatan hukum ruang walaupun ada batas tertentu dalam penggunaannya karena kekuatan fisik yang ia miliki sebenarnya belum cukup mampu untuk menggunakan kekuatan yang sangat istimewa itu secara terus-menerus.
Ia lalu mengulurkan tangan kirinya yang telah dipenuhi dengan hukum ruang ke arah langit.
...“Teknik Hukum Ruang — Lubang Dimensi Tanpa Batas.”...
Sebuah lubang hitam berukuran raksasa seketika muncul di langit dan membuat langit seolah-olah terbelah.
Lubang hitam raksasa itu langsung menelan angin tornado kegelapan yang baru saja dibuat Ignis hanya dalam waktu dua nafas saja. Bisa dibayangkan bagaimana kuatnya daya hisap yang dimiliki lubang hitam itu.
Waktu sepuluh nafas telah berlalu dan teknik hukum ruang dan waktu yang digunakan Heilong juga telah menghilang.
__ADS_1
Ignis pun bisa kembali bergerak. Namun, seluruh tubuhnya tiba-tiba dibuat bergetar ketakutan karena jurus terkuat yang ia miliki tiba-tiba menghilang tanpa jejak bagai ditelan bumi. Padahal semua Qi yang ada di tubuhnya telah ia gunakan untuk membuat jurus itu.