
“Bukankah sudah 'ku katakan sejak awal bahwa semua Iblis yang bertemu denganku pasti akan mengatakan bahwa dia akan membunuhku. Namun, kenyataannya … mereka semua malah mati di tanganku! Itu artinya kalian semua memang tidak pantas menjadi lawanku. Dan … Hukuman mati adalah hukuman yang paling sesuai untuk para iblis yang selalu menebarkan teror dan ketakutan.” Heilong menatap Ignis dengan dingin dan hawa membunuh yang begitu kuat pun juga bisa terlihat dari aura tubuhnya.
Apa yang telah dilakukan Ignis pada Feng Tzuyu sepertinya telah membangkitkan sisi lain dari Heilong karena Heilong jarang sekali mengeluarkan hawa membunuh dari tubuhnya. Itu artinya kemarahan yang dimiliki Heilong sudah mencapai batasnya dan tidak akan bisa diobati sekali dengan kematian Ignis.
Pedang aura elemen api dan elemen es juga telah siap di kedua tangannya karena ia tahu bahwa Ignis tidak akan bisa dihabisi dengan cara yang biasa. Sebab, Ignis adalah guru dari para iblis yang ada di seluruh penjuru Planet Dreamland.
Ignis menatap Heilong dengan penuh ketakutan. Andai saja masih tersisa sedikit kekuatan dalam dirinya, ia pasti sudah melarikan diri sejauh mungkin.
Dengan bibir bergetar, Ignis pun mencoba menarik belas kasihan Heilong. “Ti — Tidak …!! Ja — Jangan butuh aku! Aku bersedia menjadi pelayanmu dan akan tunduk dengan semua perintah yang kau berikan.”
“Jika aku percaya dengan ucapan seorang iblis, maka dunia ini pasti akan berada di ambang kehancuran. Dasar iblis terkutuk, terimalah kematianmu!”
...“Tebasan Phoenix Pencabut Nyawa.”...
Kekuatan Api dan Es Phoenix seketika langsung melonjak dari kedua pedang aura yang ada di tangan Heilong. Tanpa membuang banyak waktu lagi, Heilong pun langsung menghunuskan kedua pedang itu ke dada Ignis dan meninggalkan luka yang tak dapat disembuhkan karena beberapa bagian penting dalam tubuhnya juga ikut hancur saat itu juga.
Ignis akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh Heilong dan berada dalam keadaan sekarang. Sekarang hanya tinggal satu masalah yang tersisa yaitu hawa iblis yang ada di tubuhnya karena hawa iblis itu akan berubah menjadi Racun Hawa Iblis jika terlepas dari tubuh pemiliknya.
Heilong lalu menyimpan kembali kedua pedang aura yang ada di tangannya dan segera mengepalkan tangan kanannya. Energi aku yang merupakan gabungan antara api unicorn dan api phoenix mulai menyelimuti tinjunya dan membuat kepalan tangan itu menjadi bercahaya bagaikan sebuah matahari.
...“Tinju Pemusnah Iblis.”...
Tangan kanan Heilong yang dipenuhi dengan cahaya dan berkobar bagaikan sebuah api surgawi langsung menghantam Ignis dengan kuat dan menghilangkan semua hawa iblis yang ada di dalam tubuhnya.
Ignis pun akhirnya mati setelah hawa iblis yang ada di dalam tubuh benar-benar habis sampai mengering. Akan tetapi, karena tubuh Ignis sedikit istimewa dengan para iblis yang lain. Dark Etheroz ternyata telah menanamkan sebuah mantera peledak yang akan aktf dengan sendirinya ketika nyawa Ignis menghilang saat ia membentuk ulang tubuh Ignis beberapa waktu yang tepat.
Boom ...
__ADS_1
Ledakan Dahsyat pun terjadi saat Ignis meninggalkan dunia ini tanpa meninggalkan bagian tubuh yang tersisa. Semuanya berubah menjadi serpihan yang lebih halus dari butiran debu dan menghilang terbawa angin.
Sementara itu, Gremlin juga telah menyelesaikan tugasnya untuk membunuh semua prajurit iblis yang ada di tempat ini. Sebagian besar mayat prajurit iblis yang ada di tempat ini telah dimakan oleh Gremlin karena ia membutuhkan tambahan energi kegelapan untuk memperkuat kekuatannya sebelum pertarungannya dengan Beast Iblis Purba itu tiba. Sedangkan untuk hawa iblis yang ada di tubuh para prajurit iblis, sistem percernaan yang dimiliki Gremlin memiliki cara khusus untuk menetralkannya.
Semua prajurit Kerajaan Red Phoenix bersorak gembira merayakan kemenangan mereka atas Bangsa Iblis. Mereka semua sangat senang karena pertempuran yang sangat sulit ini akhirnya dapat mereka menangkan tanpa menimbulkan banyak korban jiwa di pihak mereka. Tentu saja mereka semua juga sangat berterimakasih dengan kehadiran Gremlin dan Heilong di tempat ini.
Kaisar Feng Cheng segera pergi menghampiri Heilong. Ia akhirnya mengenali identitas Heilong saat ia mengeluarkan Pesawat Max Lightning karena Heilong sempat menggunakan pesawat ini ketika ia berkunjung ke Benua Selatan beberapa tahun yang lalu.
Sayangnya Yang Shuo dan Yang Zhu saat ini tidak ada di Benua Selatan karena mereka berdua terjebak di Benua Utara saat Bangsa Iblis mulai melakukan invasi besar-besaran. Jika mereka berdua ada di tempat ini pasti mereka berdualah orang pertama yang dapat mengenali Heilong, selain Feng Tzuyu.
“Long Bai, bagaimana keadaan putriku saat ini?” Kaisar Feng Cheng terlihat sangat cemas karena Feng Tzuyu ada satu-satunya Putri kesayangannya. Selain itu, dia adalah penerus tahta Kerajaan Red Phoenix.
“Paman Feng tidak perlu khawatir. Saat ini Tzuyu sedang dalam masa pemulihan dan sama sekali tidak ada luka yang cukup parah di tubuhnya. Ia hanya kehilangan begitu banyak Qi karena menggunakan jurus-jurus tingkat tinggi di luar batas kemampuan tubuhnya. Aku akan membawa Paman Feng melihat Tzuyu.”
Sebelum mereka berdua masuk ke dalam pesawat Max Lightning, Heilong memerintahkan Gremlin untuk berjaga di tempat ini takutnya bantuan dari Bangsa Iblis akan datang dan melakukan serangan balasan.
Kaisar Feng Cheng pun juga memberitakan yang sama pada para Jenderal dan prajurit Kerajaan Red Phoenix. Selain itu, ia juga memberikan sedikit perintah tambahan yaitu membersihkan mayat para iblis yang ada di area medan perang dan memberikannya para Gremlin karena Kaisar Feng Cheng juga tahu bahwa Gremlin sangat suka memakan daging para iblis.
Di halaman belakang istana yang ada di dalam pesawat Max Lightning. Tubuh Feng Tzuyu melayang di udara sambil menyerap semua energi alam yang sangat melimpah di tempat ini.
Halaman belakang istana ini sebelumnya adalah tempat latihan yang biasa digunakan Li Ziqi. Jadi, tentu saja kualitas energi alam yang ada di halaman belakang istana ini lebih baik dari tempat yang lain. Kecuali beberapa tempat khusus yang tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang seperti kamar pribadi Li Ziqi dan juga ruangan rahasia yang sedang digunakan Li Zen.
Heilong dan Kaisar Feng Cheng akhirnya tiba di halaman belakang istana ini. Namun, mereka berdua tidak dapat mendekat karena di sekitar tempat Feng Tzuyu berada dilindungi oleh kobaran api phoenix emas dan sesosok bayangan Phoenix Emas berukuran raksasa.
“Kita-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan putriku untuk dapat kembali seperti semula?” tanya Kaisar Feng Cheng karena ia juga tahu bahwa Heilong memiliki kemampuan penyembuhan.
“Sebenarnya aku bisa membantu mengobatinya dan membuatnya tersadar sekarang juga. Sayangnya sosok bayangan Phoenix Emas yang menjaganya terlihat tidak ramah. Aku takut jika aku bergerak mendekat maka hal itu justru akan menghambat proses pemulihan yang dilakukan oleh Phoenix Emas itu” jawab Heilong tampak lesu kerena ia masih tidak dapat melakukan apapun untuk membantu Feng Tzuyu padahal kekuatan yang ia miliki telah jauh meningkat.
__ADS_1
Tiba-tiba …
Phoenix Es dan Phoenix Api yang ada di dalam Dunia Jiwa Heilong keluar dari tubuh Heilong dan terbang mendekati Phoenix Emas.
Ketiga Phoenix itu saling beresonansi satu sama lain. Mereka bertiga sedang berkomunikasi dengan bahasa khusus yang hanya bisa dipahami oleh Ras Phoenix.
Sesaat kemudian, ketiga Phoenix itu terbang mengelilingi tubuh Feng Tzuyu seolah-olah sedang menari. Energi Alam yang masuk ke dalam tubuh Feng Tzuyu menjadi semakin cepat dan proses pemulihan tubuhnya menjadi lebih cepat hingga berkali-kali lipat dari sebelumnya.
“Sepertinya Tzuyu akan segera sadar dalam beberapa menit ke depan.” Heilong mengetahui apa yang sedang dilakukan ketiga Phoenix itu karena ia mendapatkan sedikit pengetahuan tentang teknik rahasia yang dimiliki oleh Ras Phoenix saat Phoenix Es dan Phoenix Api menjadi bagian dalam Dunia Jiwa miliknya.
“Jangan-jangan kau tahu apa yang sedang dilakukan ketiga Phoenix itu?” Kaisar Feng Cheng terlihat terkejut sekaligus senang karena ia melihat perubahan yang sangat baik dari tubuh Feng Tzuyu.
Heilong menganggukkan kepalanya lalu mulai menjelaskan. "Mereka bertiga sedang menggunakan sebuah teknik rahasia milik Ras Phoenix yang dikenal dengan Teknik Penarikan Bintang. Teknik ini dapat mempercepat proses penarikan energi alam yang ada di sekitarnya sehingga mempercepat proses penyembuhan.”
Kaisar Feng Cheng hanya mengangguk kepala saat mendengar penjelasan Heilong dan menunggu sampai Feng Tzuyu tersadar kembali.
Ketiga Phoenix itu terus menari tanpa henti selama sepuluh menit dan jumlah energi alam yang ada di tempat ini juga semakin menipis karena kecepatan produksi energi alam di tempat ini tidak dapat mengimbangi kecepatan penyerapan energi alam yang dilakukan Feng Tzuyu.
Feng Tzuyu pun akhirnya tersadar kembali dan ke-tiga Phoenix itu berhenti menari dan berdiri di sekitar Feng Tzuyu.
Saat pertama kali membuka matanya yang dilakukan Feng Tzuyu adalah melihat pemandangan yang ada di sekitarnya karena ia memang sudah tidak asing dengan tempat ini. Sebab, ia Heilong telah beberapa kali membawanya ke halaman belakang istana pesawat Max Lightning.
“Kenapa aku bisa berada di sini? Bukankah aku seharusnya masih berada di medan perang dan bertarung melawan Ignis. Dan, kenapa ada dua Phoenix yang lain? Apakah Guru telah memanggil bantuan dari Ras Phoenix?”
Feng Tzuyu hanya bisa melihat ke-tiga Phoenix yang ada di dekatnya saat ia pertama kali membuka matanya kembali. Sebab, Heilong dan Kaisar Feng Cheng berdiri cukup jauh dari tempat Feng Tzuyu berada. Ia tentu saja mengenali Phoenix Emas hanya dengan sekali lihat, namun ia sama sekali tidak mengenali Phoenix Es dan Phoenix Api.
“Tuan Putri seharusnya bertanya para pria yang ada di depan pintu masuk Halaman Istana ini karena dia adalah pemilik dari Phoenix Es dan Phoenix Api. Ia juga adalah orang yang telah membawa anda ke tempat ini.”
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari Phoenix Emas, Feng Tzuyu segera menoleh ke arah yang ditunjukkan burung itu karena ia yakin bahwa pria yang membawanya ke tempat ini adalah Heilong.
Dan …