LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 125 KEMENANGAN CASBAH


__ADS_3

“Casbah akhirnya berhasil membunuh Jenderal Iblis Volt. Bukankah sebelumnya sudah aku katakan, jangan terlalu mengkhawatirkan Casbah karena kekuatan cahaya pasti akan selalu menang saat melawan kegelapan yang berasal dari hawa iblis,” seru Heilong penuh semangat sambil melirik Chariva yang berdiri di sampingnya.


Heilong tahu bahwa Chariva sangat mengkhawatirkan keselamatan Casbah sejak pertarungannya dengan Jenderal Iblis Volt dimulai. Bahkan, ia juga bisa merasakan bahwa Chariva diam-diam membantu Casbah di saat yang genting dengan menggunakan jurus rahasia yang ia miliki.


Chariva sama sekali tidak menanggapi ucapan Heilong yang berusaha menggodanya. Saat ini, ia benar-benar mengabaikan Heilong dan segera terbang menghampiri kakaknya untuk memastikan bahwa satu-satunya keluarga yang ia miliki saat ini, baik-baik saja.


Xiao Long yang kebetulan berdiri tidak jauh dari tempat Heilong, hanya bisa tersenyum kecut sambil menarik nafas panjang saat melihat tingkat laku Heilong sambil sesekali melirik reaksi Raja Singa Bulu Emas.


Biar bagaimana juga, Putri dari Raja Singa Bulu Emas sekarang adalah tunangan Heilong. Jadi, sebagai seorang Ayah, Raja Singa Bulu Emas pasti merasa tidak senang dengan tingkah laku Heilong yang selalu menggoda Chariva. Belum lagi ada sebuah berita yang mengatakan bahwa apa yang dialami Mao Shizi saat ini adalah karena ingin melindungi Heilong dari serangan Jenderal Iblis Bai Long.

__ADS_1


**


Dengan tingkat kultivasi yang ia miliki saat ini, tidak butuh waktu lama bagi Chariva untuk sampai ke tempat Casbah.


Setibanya di tempat Casbah, Chariva langsung memperhatikan tubuh kakaknya ini dengan teliti dan melihat ada banyak sekali luka di tubuh Casbah. Namun, ada beberapa luka yang tergolong cukup parah dan membutuhkan perawatan khusus karena selain cukup dalam, luka-luka itu juga tercemar oleh racun hawa iblis. Jadi pengobatan biasa tidak akan bisa mengobati luka-luka itu sebelum akar permasalahannya yaitu racun hawa iblis berhasil dihilangkan terlebih dahulu.


“Bukankah lebih baik kau simpan saja kekuatanmu itu karena kita semua belum tahu kapan serangan berikutnya akan datang. Lagipula, aku bisa menghilangkan sendiri semua racun hawa iblis yang ada di tubuhku. Apakah kau sudah lupa bahwa aku juga seorang kultivator elemen cahaya?” Casbah segera meminta Chariva untuk menghentikan tindakannya itu karena tugas yang dimiliki Chariva dalam medan perang ini juga cukup berbahaya jadi ia ingin Chariva menyimpan kekuatannya untuk saat ini.


“Diam!! Ini bukanlah waktu untuk kita saling berdebat.” Chariva menatap tajam ke arah Casbah. “Jangan khawatir tentang kekuatanku. Menghilangkan racun hawa iblis bukanlah hal yang menguras banyak tenaga. Tapi, jika racun hawa iblis ini tidak segera dikeluarkan dari dalam tubuhmu, maka dalam beberapa menit lagi racun hawa iblis ini akan mencemari darahmu dan masuk ke dalam Dantiamu. Jika hal itu sampai terjadi, maka kau juga akan berubah menjadi iblis.”

__ADS_1


“Aku mengerti. Baiklah, lakukan sesukamu.”


Casbah tidak banyak bicara lagi setelah Chariva menegurnya dengan keras dan mengingatkan para dirinya bahwa racun hawa iblis ini bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.


Chariva akhirnya bisa kembali memfokuskan perhatiannya untuk mengobati Casbah. Ia beberapa kali melakukan gerakan segel untuk menarik racun hawa iblis itu dari tubuh Casbah lalu ia buang ke dalam sebuah formasi sihir khusus yang menyerupai sebuah lubang hitam yang dapat menelan apapun.


*****


Besok lanjut up lagi cz jamnya udah mepet. Jadi langsung up dulu padahal baru dapat setengah bab 🙏.

__ADS_1


__ADS_2