LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V4 # CH 119 HANCURKAN SEMUANYA


__ADS_3

Heilong lalu terbang dan masuk ke dalam pesawat Max Lightning.


Dia lalu segera pergi menuju ke kokpit pesawat dan menyalakan komputer utama yang mengendalikan seluruh mesin dan setiap bagian pesawat ini secara otomatis.


“Selamat datang kembali, Tuan. Apakah ada yang bisa saya bantu?”


Sebuah hologram perwujudan dari kecerdasan komputer utama ini langsung muncul di sebuah tabung yang ada di tengah-tengah kokpit pesawat dalam bentuk seorang gadis kecil.


“Cepat nyalakan semua senjata yang ada di pesawat ini dan hancurkan semua bom yang ditembakkan oleh kapal perang milik Bangsa Iblis,” seru Heilong memberi perintah.


“Dimengerti, Tuan.”


Semua senapan mesin dan alat peluncur misil jarak jauh langsung keluar di bagian bawah sayap kanan dan sayap kiri pesawat Max Lightning. Serta sebuah Bazoka penembak laser yang ada di bagian atas badan pesawat.


“Swoosttt … Swoosttt …”


Puluhan misil jarak jauh langsung di tembakan Pesawat Max Lightning ke arah semua bom yang ditembakkan dari meriam kapal perang bangsa iblis.


“Boom … Boom … Boom …”


Suara ledakan yang saling bersahut-sahutan langsung terdengar saat misil-misil pesawat Max Lightning langsung menabrak semua bom-bom itu dan meledakkannya di udara.


Di dalam kokpit pesawat, Heilong tertawa lega karena semua bom itu berhasil dihancurkan saat masih berada di udara sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.


“Sekarang hancurkan semua kapal perang milik Bangsa Iblis itu,” lanjut Heilong memberi perintah.


“Cadangan energi pesawat ini tidak cukup untuk menggerakkan meriam utama. Jadi permintaan Tuan sepertinya akan sulit untuk dilakukan,” jawab komputer utama.


Heilong lalu mencari sesuatu di dalam gelang galaxynya. Dia sedang mencari Batu Pelangi Matahari yang merupakan salah satu sumber bahan bakar pesawat ini.


Dia masih ingat jika dulu dia pernah meletakkan sisa dari pecahan dari Batu Pelangi Matahari ke dalam gelang penyimpan ini. Namun, benda itu sekarang susah sekali untuk ditemukan karena di dalam gelang penyimpanan ini sudah semakin banyak barang yang disimpan.


“Akhirnya ketemu juga …”


Heilong akhirnya menemukan Batu Pelangi Matahari itu. Ternyata batu itu berada di bawah tumpukan baru kecubung ungu yang jumlahnya menjulang tinggi bagaikan sebuah gunung.


“Apakah Batu Pelangi Matahari ini cukup untuk mengisi cadangan bahan bakar pesawat ini dan mengerakkan meriam utama?” tanya Heilong sambil menunjukkan batu pada perwujudan komputer utama.


“Letakkan batu itu di atas meja, Tuan. Saya akan segera memeriksanya.”

__ADS_1


Sebuah meja yang dilengkapi dengan mesin pemindai yang terbuat dari sinar laser, langsung muncul dari dalam lantai yang ada di depan tabung kaca komputer utama.


Heilong lalu segera meletakkan batu itu di atas meja dan menunggu hasilnya karena waktunya sudah banyak terbuang untuk mencari keberadaan batu ini beberapa saat yang lalu.


**


Sementara itu, di luar pesawat Max Lightning.


Kedua Jenderal Iblis yang berada di atas kapal perang utama masih terdiam di tempat karena terkejut saat melihat seberapa mengerikannya kekuatan yang dimiliki oleh pesawat Max Lightning.


Mereka tidak menyangka jika semua bom yang telah mereka tembakkan akan bisa dihancurkan dengan mudah di udara dan tanpa meninggalkan korban jiwa di pihak lawan.


Mereka berdua benar-benar mengalami kegagalan total kali ini dan tidak punya pilihan selain bertarung dengan menggunakan kekuatan mereka sendiri.


Saat sedang merenung dan memikirkan rencana serangan selanjutnya, tiba-tiba kedua Jenderal Iblis itu merasakan suatu firasat yang sangat buruk dari arah pesawat yang masih terbang di atas langit bibir pantai.


Kedua Jenderal Iblis ini lalu menatap ke arah pesawat itu.


Seketika, kedua Jenderal Iblis itu kembali dibuat terkejut dan sangat panik saat melihat semua senjata yang ada di pesawat Max Lightning telah merubah arah sasarannya ke kapal perang mereka.


“Semuanya … Dengarkan perintahku!! Cepat turun dari kapal dan berlindunglah di dasar laut,” teriak Jenderal Iblis Volt memberi perintah.


Sedangkan Jenderal Iblis Volt terbang ke langit sambil membawa Jenderal Iblis Eyu bersamanya.


Mereka semua sedikit kebingungan dan tidak mengerti alasan kenapa Jenderal Iblis Volt secara tiba-tiba memerintahkan mereka semua meninggalkan kapal. Tapi, karena ini adalah perintah dari Jenderal Iblis maka mereka tetap harus mematuhinya.


Beberapa menit kemudian, sebuah tembakan sinar laser yang sangat panas dan memiliki daya hancur yang dahsyat. Langsung menembaki kapal perang Bangsa Iblis tanpa ampun.


“Boom … Boom …”


Suara ledakan kembali terdengar saling bersahut-sahutan saat satu per satu kapal perang milik Bangsa Iblis berhasil diledakkan dan hancur berkeping-keping.


Jika Jenderal Iblis Bai Long ataupun Jenderal Iblis Vanes tahu akan hal ini, mereka berdua pasti akan sangat marah. Sebab, biaya untuk membuat sepuluh kapal perang ini tidak murah dan bahan untuk membuatnya juga tidak mudah di dapat.


Para iblis yang berhasil menyelamatkan diri dari kapal perang, langsung bersorak gembira karena mereka semua berhasil menyelamatkan diri dari serangan yang sangat mengerikan itu.


Namun, hal itu tidak berlangsung lama …


“Dor … Dor … Dor …”

__ADS_1


Senapan mesin yang ada di kedua sayap pesawat Max Lightning mulai menembaki para pasukan iblis yang berenang di permukaan laut.


Para iblis itu mencoba kabur dan menghindari arah tembakan itu. Tapi kecepatan peluru yang ditembakan oleh senapan mesin itu jauh lebih cepat dan tidak lebih lemah dari kecepatan cahaya.


Barulah sekarang para iblis itu menyadari kenapa Jenderal Iblis Volt meminta mereka semua untuk berlindung di dasar laut, yaitu agar musuh tidak dapat melakukan serangan saat mereka dalam kondisi yang tanpa pertahanan.


Namun, semua ini sudah terlambat. Satu per satu para prajurit iblis mati tertembak dan mayatnya mengapung di atas laut.


**


Raja Singa Bulu Emas yang tidak tahu apa-apa tentang pesawat Max Lightning tiba-tiba berucap. “Kenapa para iblis itu terlihat begitu mudah dibunuh hanya dengan sebuah peluru. Apakah kekuatan fisik para iblis itu telah menurun banyak karena terlalu lama dikurung di dalam Tanah Hitam.”


“Peluru yang ditembakkan oleh pesawat Max Lightning, bukanlah peluru biasa. Peluru-peluru itu telah diberi mantra khusus oleh dewa perang agar bisa menembus pelindung yang mengandung hawa iblis. Kecuali iblis itu berada di puncak Grand Emperor, mereka tidak akan mampu menahan peluru-peluru itu,” jelas Casbah yang berdiri di sampingnya.


Semua pasukan bersorak gembira saat melihat kehancuran para prajurit iblis yang akan datang menyerang mereka. Tidak ada satupun dari prajurit iblis yang berhasil selamat.


Heilong akhirnya turun dari pesawat Max Lightning dan kembali berdiri di antara Chariva dan Nisaka. Dia lalu menyimpan kembali pesawat Max Lightning.


“Kenapa kau menyimpan kembali pesawat itu? Dengan pesawat itu, kau bisa membawa kami menyeberangi laut ini dengan cepat dan aman,” protes Nisaka yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Heilong sambil meliriknya dengan dingin.


“Pesawatku kehabisan energi. Semua cadangan energi yang tersisa telah aku gunakan untuk menembaki semua iblis yang berenang di permukaan laut. Dan aku tidak memiliki benda yang bisa digunakan sebagai bahan bakar perawatku,” jawab Heilong membalas lirikan Nisaka.


“Dari mana kau mendapatkan pesawat dewa perang itu?” tanya Chariva tiba-tiba.


“Pesawat Dewa Perang?!” Heilong terlihat bingung.


“Iya. Pesawat tempur itu bernama Pesawat Dewa Perang. Hanya Dewa yang bergelar Dewa Perang saja yang memiliki hak untuk menggunakan pesawat itu. Tapi kenapa pesawat itu bisa berada di tanganmu?” terang Chariva sekaligus bertanya.


“Mungkin karena aku adalah kandidat Dewa Perang selanjutnya. Jadi anggap saja pesawat tempur itu adalah uang muka yang diberikan dewa padaku. Ngomong - ngomong apakah di antara kalian berdua tidak ada yang tertarik untuk menikah dengan calon Dewa Perang?”


Heilong sengaja menggoda kedua wanita ini agar mereka geram dan tidak mencari tahu lagi dari mana Heilong mendapatkan pesawat Max Lightning. Sebab, hal-hal yang berkaitan dengan Li Ziqi adalah rahasia yang tidak boleh diketahui oleh umum.


“Dasar Buaya …!!” Chariva mengumpat lalu sedikit menjauh dari Heilong.


Sedangkan Nisaka hanya diam dan membuang muka dari Heilong tanpa berkata apapun. Tapi, sesekali matanya melirik ke arah Heilong tanpa diketahui siapa pun.


###############################


Bantu Share dong novel ini jika kalian suka dengan ceritanya. 🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen setelah membaca. Anggap saja like itu sebagai biaya buka bab di novel berbayar.


__ADS_2