
Heilong segera terbang mengejar Vanes, namun kecepatan Vanes yang setingkat dengan para Divine Beast mana mungkin bisa dikejar dengan mudah? Heilong 'pun kembali dengan tangan kosong ke tempat Nisaka. Kebetulan Chariva juga sudah ada di sana dan siap untuk pergi dari Alam Bawah sadar ini.
“Kenapa kau tidak mencoba menghentikannya saat akan melarikan diri dari tempat ini. Kesempatan sebagus ini tidak akan muncul dua kali. Apakah kau sebenarnya tidak berniat untuk untuk membunuh para Iblis?” seru Heilong geram saat sampai di depan Nisaka. Ia tidak habis pikir kerja Nisaka malah menyia-nyiakan kesempatan sebagus ini.
Dan … Apakah darah Divine Beast Aurora masih akan berpengaruh pada tubuh Vanes saat ia kembali ke tubuh fisiknya? Belum lagi dia akan lebih mudah meminta bantuan pada para iblis jika ia kembali ke alam asalnya. Menurutnya Nisaka kali ini telah benar-benar melewatkan kesempatan emas yang mungkin hanya akan muncul sekali seumur hidup.
“Itu adalah tujuanku yang sebenarnya, jadi untuk apa aku mencegahnya meninggalkan tempat ini?” balas Nisaka dingin. Tatapan matanya yang setajam pedang bagaikan ribuan pedang yang menusuk pita suara Heilong dan membuatnya terdiam walaupun pikirannya masih memprotes tindakan Nisaka.
“Mari kita keluar dari Dunia ini dan kita lihat apa yang terjadi dengan tubuh Jenderal Iblis Vanes,” sahut Chariva menghentikan ketegangan.
Chariva jelas tahu apa yang dimaksud Nisaka karena ini bukanlah pertama kalinya ia berperang melawan bangsa Iblis bersama dengan Nisaka.
Di pertempuran besar sebelumnya, Chariva pernah melihat Nisaka menggunakan darah Divine Beast Aurora untuk membunuh salah satu Jenderal Iblis terkuat di Alam Gaib sehingga jumlah Jenderal Iblis yang dimiliki Alam Gaib dalam perang besar kali ini hanya berjumlah empat.
Akan tetapi, ia tidak memahami kenapa Nisaka tidak menggunakan darah Divine Beast Aurora untuk membunuh para iblis lain dan hanya menggunakannya pada para iblis yang memiliki garis keturunan Divine Beast saja. Jika ia menyebarkan darah Divine Beast Aurora ke medan perang yang dipenuhi oleh para pasukan iblis, maka pertempuran ini akan cepat berakhir.
Namun, ia tidak berani menanyakan hal itu di depan umum karena takut akan menyinggung perasaan Nisaka. Sebab, Nisaka pasti memiliki alasan yang sangat masuk akan sehingga ia tidak dapat menggunakan darah Divine Beast Aurora sesuka hatinya.
Chariva menggunakan kekuatannya untuk membawa mereka berdua pergi dari Alam Bawah sadar ini. Walaupun ia tahu bahwa Nisaka pasti memiliki cara sendiri untuk pergi dari tempat ini seperti saat ia datang ke Alam Gaib ini dengan caranya sendiri.
__ADS_1
**
Hanya dalam waktu dua tarikan nafas, mereka bertiga telah kembali ke tubuhnya masing-masing.
Heilong langsung menarik nafas panjang saat ia kembali ke tubuhnya. Entah kenapa ia merasa dadanya sedikit sesak, mungkin ini adalah efek saat saat rohnya meninggalkan tubuh fisiknya selama beberapa waktu. Tapi anehnya, Chariva dan Nisaka tidak menunjukkan keanehan apapun. Mereka berdua seperti orang yang baru terbangun dari meditasi.
“Ternyata kalian bertiga sudah kembali. Kalau begitu aku bisa kembali fokus mengatur pasukan yang ada di medan perang.”
Suara seorang pria yang sudah sangat familiar, muncul secara tiba-tiba dari arah belakang saat kesadaran mereka bertiga kembali. Mereka bertiga langsung berbalik dan melihat Casbah berdiri di sana sambil mengendalikan sebuah medan pelindung yang mengelilingi tubuh mereka berempat.
“Sejak kapan kau berada di tempat ini?” tanya Heilong penasaran karena ia melihat bahwa Prajurit yang ada di sekitar mereka juga tidak mengetahui kalau roh mereka bertiga telah meninggal tubuh untuk sementara waktu. Akan tetapi, hal itu sepertinya tidak berlaku pada Casbah, apakah mungkin karena Casbah memiliki hubungan darah dengan Chariva?
“...” Heilong tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepala saja sebagai tanda bahwa ia paham dengan semua ucapan Casbah.
Pandangan mereka bertiga lalu tertuju ke tempat Jenderal Iblis Vanes yang saat ini dalam posisi setengah berlutut dengan keringat yang mengalir deras, seakan-akan menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Bahkan ia tidak bisa mengeluarkan suara selain rintihan.
Casbah yang sama sekali tidak mengetahui apa yang telah terjadi di Alam Bawah sadar Heilong sebelumnya, hanya bisa mengikuti arah mereka melihat dengan rasa keterkejutan. Sebab ia melihat tubuh Vanes saat ini memiliki tanda-tanda sebelum Jenderal Iblis ke-lima yang dimiliki Kerajaan Iblis Tanah Hitam, mati dalam pertempuran sebelumnya.
Casbah secara refleks bertanya pada Nisaka. “Apakah kau telah melakukan sesuatu para Jenderal Iblis Wanita itu?”
__ADS_1
Nisaka hanya melirik Casbah sebentar lalu kembali melihat ke arah Vanes lalu menjawab. “Benar. Lagipula dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa lawanku adalah Jenderal Iblis wanita itu. Karena ini yang mulai menyerang lebih dulu, maka aku memberinya pelajaran lebih cepat dari yang telah aku rencanakan.”
“Haha...” Casbah tertawa renyah karena sangat senang. Sebab, setelah ini kekuatan yang dimiliki oleh Bangsa Iblis akan sangat berkurang. “Bagus. Kalau begitu aku akan maju ke medan perang dan menghabisi para prajurit iblis yang berada di bawah komando Jenderal Iblis wanita itu.”
Casbah langsung menghilang dari tempat ini dan muncul kembali di tengah-tengah medan perang. Ia segera memimpin para pasukan yang berasal dari Kerajaan Tanah Putih untuk menyerang para prajurit iblis yang ada di sekitar tempat Vanes karena para prajurit itu saat ini tidak lagi memiliki komando.
Para prajurit iblis yang berdiri di sekitar Vanes menjadi sangat panik karena pimpinan mereka belum juga mengeluarkan perintah menyerang padahal pasukan musuh sudah sudah semakin dekat.
Apalagi saat mereka melihat tanda-tanda aneh di tubuh Nisaka. Meskipun sama sekali tidak ada luka di tubuh pimpinan mereka, namun mereka bisa mendengar suara rintihan dari mulut Vanes walaupun terdengar secara samar-samar. Suara itu jelas adalah suara rintihan karena menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Di tambah lagi warna kulit Vanes yang mulai berubah membiru seperti orang yang terkena racun ular.
Hawa Iblis yang ada di tubuh Vanes terus memudar karena dilahap oleh darah Divine Beast Aurora layaknya sebuah lubang hitam yang menghisap apapun yang ada di depannya hingga ia tidak dapat mempertahankan wujud manusianya dan kembali ke wujud aslinya.
Aura yang memancar dari tubuhnya semakin lama juga semakin meredup seiring dengan menghilang hawa iblis yang ada di dalam tubuhnya. Padahal, hawa Iblis ini merupakan energi kehidupan para iblis. Jika hawa iblis itu sampai kering, maka nyawa iblis itu akan menghilang.
Tubuh Vanes akhirnya berubah menjadi abu berwarna hitam dan menghilang dari Dunia ini untuk selamanya saat semua hawa iblis yang ada di dalam tubuhnya terkuras habis.
Salah satu Jenderal Iblis yang memiliki perang penting di kubu Bangsa Iblis telah mati. Padahal saat ini jumlah Jenderal Iblis yang tersisa sangat sedikit.
Raja Iblis Dagon langsung sakit kepala saat mengetahui tentang kematian Vanes. Ia terpaksa harus membagi Prajurit Iblis yang berada di bahwa kendali Jenderal Iblis Vanes ke dua orang Jenderal Iblis yang lain karena Jenderal Iblis Bai Long tidak dapat ia ganggu.
__ADS_1
Meskipun Bai Long adalah seorang Jenderal Iblis, namun dia sebenarnya adalah Jenderal Iblis dari Dunia Bawah. Jadi kedudukannya bisa dibilang lebih tinggi dari pada Raja Iblis di Dunia Tengah. Kecuali Dark Etheroz yang memang telah mendapat pengakuan dari Raja Iblis Dunia Bawah.