
Diagram sihir yang ada di bawah kaki Heilong kemudian terbang dan berubah menjadi dua bentuk diagram sihir yang sama persis. Namun, ukuran diagram sihir ini jauh lebih kecil. Kira-kira hanya seukuran telapak tangan.
Satu diagram sihir masuk ke bagian tengah Pedang Penjaga Surga. Dan yang satu lagi masuk ke punggung telapak tangan Heilong.
Semua proses kontrak senjata ini berbeda sekali dengan kontrak segera yang pernah dia lakukan dengan Li Ziqi. Padahal Heilong menggunakan gerakan dan mantra yang sama.
Aura energi cahaya yang memancar dari Pedang Penjaga Surga mulai meredup dan menjadi stabil. Sekarang, aura energi cahaya yang memancar dari pedang pusaka ini hanya memiliki radius 1 cm saja.
Jenderal Voldryd menjadi bergetar ketakutan ketika dia melihat pedang pusaka yang ada di tangan Heilong. Sebab, pedang itu memiliki kekuatan energi cahaya dengan intensitas yang sangat tinggi dan hampir mirip dengan sebuah matahari.
Hanya dengan pancaran cahaya dari Pedang Penjaga Surga, energi kegelapan dan hawa iblis yang ada di dalam tubuh Jenderal Voldryd seakan-akan mulai luntur dan kekuatan menjadi semakin melemah.
“Bagaimana mungkin ada pedang yang begitu menakutkan di dunia ini. Pedang itu sepertinya bukan bagian dari dunia ini. Pedang pusaka itu pasti berasal dari Alam Dewa,” ucap Jenderal Voldryd mengernyitkan keningnya.
Jenderal Voldryd merasa ketakutan ketika melihat Pedang Penjaga Surga, namun dia tidak bisa mundur dari tugas yang diberikan secara langsung oleh Raja Iblis.
Jika dia memilih untuk mundur, maka Raja Iblis Tanah Hitam pasti akan langsung membunuhnya saat dia sampai di Istana Raja Iblis. Tapi jika dia memilih maju dan bertarung dengan Heilong, dia tidak yakin kekuatannya akan mampu menahan serangan pedang pusaka yang ada di tangan Heilong.
Saat ini posisi Jenderal Voldryd seperti berdiri di atas sebuah tebing yang dikelilingi oleh jurang yang sangat dalam. Keputusan apapun yang dia ambil, hasilnya akan tetap kematian.
Karena tidak punya pilihan lain, Jenderal Voldryd akhirnya memutuskan maju untuk melanjutkan pertarungannya dengan Heilong meskipun dia tidak yakin bahwa dirinya akan selamat. Namun, dia sudah merencanakan untuk menyeret Heilong mati bersamanya.
Jenderal Voldryd segera menggenggam erat kapak pusaka miliknya dengan menggunakan kedua tangannya sambil memasukkan semua energi yang ada di dalam tubuhnya.
Kekuatan energi api, petir dan kegelapan dalam jumlah yang sangat besar ini membuat kapak pusaka milik Jenderal Voldryd menjadi membesar hingga empat kali lipat.
Tanah disekitar tempat itu langsung berguncang hebat akibat tekanan yang sangat kuat dari Kapak Pusaka itu.
Seluruh tubuh Jenderal Voldryd pun juga mulai diselimuti dengan api berwarna hitam yang dikelilingi kilatan-kilatan petir.
__ADS_1
Mao Shizi menjadi sedikit khawatir dengan Heilong ketika melihat Jenderal Voldryd yang akan mengeluarkan jurus pamungkasnya. Dia akhirnya berlari ke arah Heilong dan berdiri di sampingnya.
“Aku akan menggunakan kekuatan elemen tanahku untuk menahan serangan ini,” tawar Mao Shizi.
Namun, di luar dugaan. Ternyata Heilong menolak bantuan Mao Shizi karena dia khawatir dengan keselamatan Mao Shizi. Sebab, jika Mao Shizi sampai mati di tempat ini, Heilong pasti akan disalahkan oleh Raja Singa Bulu Emas dan seluruh penduduk Tanah Jingga. Itu artinya musuhnya di Alam Gaib ini akan semakin bertambah banyak dan akan membuatnya semakin sulit untuk mencapai tujuannya datang ke Alam Gaib ini.
Heilong akhirnya menolak bantuan Mao Shizi. “Menjauhlah dari tempat ini dan carilah tempat perlindungan yang aman. Kekuatan dari pedang pusakaku yang baru ini, pasti akan mampu menahan serangan iblis itu.”
Melihat tekad kuat yang memancar di mata Heilong saat mengucapkan kata-kata ini, Mao Shizi tidak memiliki alasan lain selain percaya dengan semua ucapan Heilong. Tanpa banyak bicara lagi dia segera berlari menjauh dari tempat pertarungan ini dan melihat pertarungan ini dari jarak dua puluh meter.
Jenderal Voldryd lalu mengangkat kapak pusakanya menghadap ke langit.
Seketika …
“Duar … Duar …”
“Terimalah akibatnya karena sudah memancingku untuk menggunakan jurus andalanku ini anak muda!! Aku pastikan tubuhmu akan hancur berkeping-keping ketika kekuatan dari jurusku ini menghantam tubuhmu,” seru Jenderal Voldryd menyeringai saat mengucapkan ancaman pada Heilong.
“Jangan banyak omong. Jika kekuatan dari jurus yang akan kau gunakan memang sehebat itu, maka bunuhlah aku sekarang juga. Tapi, jika aku berhasil selamat dari jurusmu itu, maka kau yang tidak akan selamat,” balas Heilong dingin.
Heilong lalu menggenggam Pedang Penjaga Surga dengan menggunakan tangan kanannya dan segera melakukan gerakan jurus Pedang Membelah Bumi.
Mereka berdua akhirnya saling mengayunkan senjata pusaka yang ada di tangan mereka untuk saling menyerang.
“Kapak Petir Api Kegelapan.”
Bayangan energi api berbentuk kapak berwarna hitam pekat dengan dikelilingi petir yang menyambar-nyambar langsung keluar dari tebasan kapak pusaka Jenderal Voldryd dan bergerak lurus ke arah Heilong.
...“Pedang Membelah Bumi.”...
__ADS_1
Bayangan energi es dan angin berbentuk sebuah pedang raksasa juga muncul dari pedang pusaka milik Heilong. Namun, ada sedikit perbedaan yang mencolok dari bayangan pedang kali ini yaitu bayangan pedang kali diselimuti dengan energi cahaya yang cukup kuat dan menjadikan ketajaman dari bayangan pedang itu menjadi semakin meningkat.
“Boom …”
Kedua kekuatan dahsyat itu akhirnya saling berbenturan dan menimbulkan suara ledakan yang sangat keras. Suara ledakan ini bahkan sampai terdengar ke wilayah Tanah Putih yang merupakan tetangga dekat dari wilayah Tanah Merah.
Bayangan kapak kegelapan milik Jenderal Voldryd dapat dihancurkan dengan mudah oleh bayangan pedang yang tebentuk dari jurus milik Heilong.
Namun, kekuatan dari jurus Heilong ini tidak menghilang setelah menabrak serangan dari Jenderal Voldryd. Bayangan pedang ini sekarang bergerak menuju ke arah Jenderal Voldryd.
Jenderal Voldryd segera bergerak ke samping untuk untuk menghindari serangan ini. Tapi …
“Ah …”
Jerit kesakitan tiba-tiba keluar dari mulut Jenderal Voldryd ketika tangan kanannya kirinya terlepas dari tubuhnya.
Gerakan Jenderal Voldryd jauh lebih lambat dari kecepatan serangan Heilong, mungkin karena ukuran tubuhnya yang cukup besar sehingga membuat kecepatan gerakannya yang menjadi sedikit melambat. Akibatnya tangan kirinya tepotong karena terkena serangan Heilong.
Jenderal Voldryd berdiri sambil memegangi bahu kirinya dan menggunakan kekuatannya untuk menghentikan pendarahan.Dia lalu menatap Heilong dengan dingin dan mengancamnya.
“Dasar kau manusia kurang ajar!! Suatu saat kau harus membayar karena telah memotong tangan kiriku.”
Jenderal Voldryd segera berbalik dan terbang melarikan diri ke arah Tanah Hitam.
Namun, Heilong tidak akan pernah membiarkan Jenderal Voldryd pergi melarikan diri karena Jenderal Voldryd telah mengetahui kekuatan baru yang dimiliki oleh Heilong.
Heilong memegang Pedang Penjaga Surga dengan kedua tangannya agar kekuatan tebasan dari pedang ini menjadi semakin berlipat ganda. Dia lalu menebaskan Pedang Pusaka miliknya ke langit, tepat di mana posisi Jenderal Voldryd berada.
...“Pedang Badai Petir Mengguncang Angkasa.”...
__ADS_1