
...“Tarian Menembus Langit.”...
Heilong langsung menggunakan teknik langkah gerakan terkuat yang ia miliki untuk menghindari semua serangan bola api yang menuju ke arahnya karena masing-masing bola api itu memiliki arah serangan yang berbeda dan terus mengikuti kemanapun ia bergerak. Semua bola api itu seakan-akan memiliki pikiran sendiri dan bisa membaca kemana ia akan menghindar.
“Keluarlah!! Bukankah kau adalah seorang Raja Api! Mana ada seorang Raja yang akan menyerang seperti seorang pengecut yang terus bersembunyi di dalam kabut Ilusi. Lebih baik kau ganti saja gelarmu menjadi pecundang api,” ejek Heilong sambil melihat kabut yang ada di sekitar.
Heilong sengaja memancing emosi Raja Api Arancione agar dia bisa melacak di mana lokasi persembunyian Raja Api ini melalui suaranya saat membalas ejekan Heilong.
Raja Api Arancione ternyata langsung merespon ejekan Heilong ini kerena ejekan itu telah menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang Raja Api dan benar-benar telah menyentuh garis bawahnya sebagai seorang kultivator. Ia pun langsung membalas dengan suara dipenuhi amarah dan api permusuhan di setiap kata-katanya.
“Jangan kurang ajar kau anak muda …!! Kau hanyalah seorang kultivator pemula yang tak lebih dari sebuah butiran debu di depan mataku. Kekuatan dan pengalaman bertarung yang kau miliki tidak lebih dari seujung kuku 'ku. Kaulah yang lebih pantas disebut sebagai seorang pecundang!! Aku bisa mengambil nyawamu hanya dengan mengedipkan mataku.”
__ADS_1
“Haha …” Heilong tertawa renyah saat mendengar ancaman dari Raja Api Arancione. Sebab, apa yang ia rencanakan ternyata bisa berjalan dengan begitu lancar. Ia memaksakan indera pendengaran yang ia miliki untuk melacak dari arah mana suara Raja Api Arancione berasal karena Indera penglihatan yang ia miliki sama sekali tidak berguna di dalam kepungan kabut Ilusi yang sangat tebal ini.
“Dasar Bocah!! Kenapa kau malah tertawa? Apakah tawamu itu adalah cara untuk menyembunyikan ketakutanmu!” Raja Api Arancione geram karena suara tawa Heilong ini seolah-olah mengejek ancamannya. Padahal ia tidak tahu bahwa Heilong sedang melacak letak persembunyiannya.
Setelah memeriksa asal itu cukup lama, Heilong akhirnya menemukan lokasi persembunyian Raja Api Arancione. Akan tetapi, ia sengaja membalikkan tubuhnya ke arah yang berlawanan dengan posisi Raja Api Arancione agar tidak terlalu menarik perhatian.
“Jika kau mampu, cepatlah buktikan omong kosongmu itu! Jangan banyak bernyanyi seperti seekor nyamuk yang kesepian,” balas Heilong membuat Raja Api Arancione semakin geram.
...“Sayap Kaisar Phoenix.”...
Aura energi es dan energi api dari Phoenix kedua Phoenix seketika menyebar dari tubuh tubuh Heilong satu ia mengeluarkan Sayap Kaisar Phoenix.
__ADS_1
“Kau benar-benar mencari kematian sendiri anak muda!”
Raja Api Arancione yang sudah terbakar amarah, langsung melesat menyerang Heilong yang sedang membelakangi tubuhnya.
Aliran kabut yang ada di sekitarnya, langsung berkumpul dan masuk ke dalam tubuh Raja Api Arancione dan merubah sosoknya menjadi seekor Naga raksasa setinggi tiga puluh meter dengan kedua cakar yang sangat tajam bagai tombak pencabut nyawa.
Hanya dalam waktu empat nafas, Raja Api Arancione sudah berada tepat di belakang Heilong dan langsung menghunuskan kuku cakarnya yang sangat tajam itu ke tubuh Heilong.
Heilong yang yang membelakangi Raja Api Arancione seolah-olah tak mengetahui serangan Raja Api Arancione dan hanya berdiri mematung di tempatnya.
Darah langsung menyembur keluar dari dada Heilong saat kuku cakar Raja Api Arancione yang seperti sebuah tombak itu menembus dadanya dari arah belakang.
__ADS_1
“Haha … Terimalah kematianmu dengan tenang! Ini adalah balas yang harus kau terima karena kau telah berani menganggap remeh kekuatan seorang Raja Api.”
Raja Api Arancione sangat senang hingga suara tawanya bergema di seluruh ruangan lantai empat Pagoda Raja Api saat Heilong tidak bergerak lagi.