LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 233 KEMBALINYA KEKUATAN GREMLIN


__ADS_3

Alam Gaib, Planet Bumi.


Semua energi alam yang ada di seluruh penjuru Alam Gaib tiba-tiba berkumpul di satu tempat yaitu di Tanah Ungu dimana Gremlin sedang bermeditasi menyerap kembali kekuatan aslinya.


Seluruh energi alam itu membanjiri tubuh Gremlin yang sedang bermeditasi dan membuatnya tenggelam dalam luapan energi alam.


Langit mulai bergemuruh dan bumi pun ikut berguncang seolah-olah sedang ketakutan. Hukum dunia yang merupakan pertahanan alami sebuah Planet mulai bereaksi dan mengirimkan petir-petir surgawi untuk menyerang Gremlin. Sebab, kekuatan yang dimiliki Gremlin terlalu besar dan akan menjadi ancaman bagi seluruh kehidupan yang ada di Planet Bumi ataupun seluruh Alam Semesta.


Gremlin mendongak ke atas dan tersenyum seolah-olah menertawakan kekuatan langit. “Kalian mencoba menghalangiku untuk mendapatkan kembali kekuatanku sendiri? Huph!! Cobalah jika kalian mampu! Tapi, aku juga tidak akan menyerah begitu saja.”


Gremlin yang telah selesai menyerap kembali semua kekuatan miliknya yang disegel oleh Dewa Tertinggi di masa lalu, sebenarnya hanya tinggal menggunakan kekuatan itu untuk menerobos ke Tingkat Kultivasinya semula yaitu saat-saat dimana ia masih berada di puncak kejayaannya yaitu Tingkat Divine God.


Akan tetapi, tidak ada yang menyangka jika hukum dunia yang ada di Planet Bumi akan melakukan perlawanan karena menganggap kekuatan yang memancar dari tubuh Gremlin ada sebuah ancaman. Benar saja, jika Tingkat God saja sudah menjadi batas tingkat kultivasi yang bisa diterima oleh Dunia Tengah, maka Tingkat Divine God adalah ancaman yang dapat menghancurkan Dunia Tengah.


Duar ...


Puluhan petir surgawi yang memiliki kekuatan setara dengan seorang kultivator Tingkat Divine God mulai turun dari langit dan menyerang ke arah Gremlin yang saat ini tingkat kultivasi masih berada di puncak Divine God.


**


Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora yang selalu berjaga di dekat tempat ini, menggunakan seluruh kekuatan untuk memperkuat medan pelindung yang ada di sekitar Gremlin agar dampak benturan kekuatan antara Gremlin dengan petir surgawi tidak mempengaruhi kehidupan di Alam Gaib.


“Sepertinya kita telah melakukan hal salah dengan membiarkan Gremlin menerobos tingkat kultivasi di Alam Gaib ini. Tanpa disadari, kita berdua telah mendorong Alam Gaib ini ke ambang kehancuran.” Divine Beast Zaha merasa gelisah saat melihat puluhan petir surgawi menyerang tempat ini tanpa henti.


“Tidak ada yang bisa menebak bahwa hukum dunia ini akan menggunakan kekuatan penuhnya untuk menghentikan Gremlin. Karena itu, tidak ada gunanya menyalahkan diri sendiri. Lebih baik kita berdua menyatukan kekuatan untuk melindungi Alam Gaib ini dan berdoa agar Gremlin bisa melakukan terobosan tingkat kultivasi di bawah serangan petir surgawi,” balas Divine Beast Aurora yang memiliki pemikiran setenang air.

__ADS_1


Jika mereka berdua tahu bahwa hukum dunia di tempat ini akan menurunkan petir surgawi dengan kekuatan penuh untuk menyerang Gremlin, mereka berdua pasti akan mengirim Gremlin ke sebuah planet yang tak berpenghuni sebelum membiarkannya menyerap kekuatan yang ada di dalam kotak pemberian Dewa Tertinggi.


Namun, mereka berdua sudah terlambat dan hanya bisa menyatukan kekuatan untuk menahan agar benturan kekuatan yang terjadi tidak bocor keluar dan merusak apa yang ada di sekitarnya.


**


Gremlin merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya karena diserang oleh puluhan petir surgawi tanpa henti. Jika dihitung dengan teliti, sudah ada seratus petir surgawi yang manyerang tubuhnya tanpa ampun. Ia juga tidak dapat menghindar karena terjebak dalam medan pelindung yang dibuat oleh Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora untuk melindungi Alam Gaib ini.


Akan tetapi, petir-petir surgawi itu tidak ternyata tidak hanya meninggalkan luka saja di tubuh Gremlin. Dengan kecerdikan dan pengalaman yang ia miliki saat menjadi seekor Divine Beast, Gremlin memanfaatkan petir-petir surgawi ini untuk menempa kekuatan fisik yang ia miliki. Sebab, tidak ada kekuatan yang layak untuk menempa fisik seekor Divine Beast selain petir surgawi dengan kekuatan penuh.


Hal seperti ini juga sering terjadi pada seorang kultivator saat ia akan menerobos ke Alam Besar tingkat kultivasi yang lebih tinggi. Tapi, tingkat kekuatan petir surgawi itu jauh lebih rendah daripada kekuatan petir surgawi yang menyerang Gremlin saat ini.


Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah petir surgawi yang menyerang tubuhnya, kekuatan fisik dan pondasi yang dimiliki Gremlin menjadi semakin kokoh.


Auuu ...


Lolongan serigala yang memekakkan telinga mulai bersenandung dari ketiga kepala yang dimiliki Gremlin. Aura yang memancar dari tubuhnya pun juga langsung meledak-ledak tak terkendali. Namun, Gremlin sama sekali tidak merasa panik dan malah menjadi semakin nyaman seakan-akan ia akan menyelesaikan semua penantian panjang yang telah lama ia rindukan.


Boom ...


Sebuah ledakan energi yang sangat dahsyat muncul dari tubuh Gremlin dan menjadi pertanda bahwa Gremlin telah berhasil menerobos ke Lapis Divine God tingkat pertama.


Semua ekor yang dimiliki Gremlin bersinar dengan warna cerah dan berbeda-beda seakan-akan ekor itu adalah perwujudan dari sebuah pelangi yang mewakili setiap jenis elemen kultivasi.


Duar ....

__ADS_1


Petir surgawi terakhir akhirnya muncul dan turun menyerang ke arah Gremlin. Kali ini kekuatan dari petir yang menyerang Gremlin jauh lebih kuat dan hanya hanya berjumlah satu saja kerena petir surgawi ini adalah gabungan dari puluhan petir surgawi yang sengaja disatukan oleh kekuatan langit. Sebab, hukum dunia telah merasakan peningkatan tingkat kultivasi yang dimiliki Gremlin.


“Grrr ... Sudah saatnya aku mengakhiri semua ini dan segera pergi ke Planet Dreamland bersama Tuan-ku untuk membalas dendam.”


Gremlin langsung menyembur kekuatan elemen Api, Petir dan Angin dari ke-tiga mulutnya untuk melawan petir surgawi yang datang menghampirinya.


Boom ...


Ledakan dahsyat kembali terdengar saat kedua kekuatan yang sangat besar ini saling berbenturan.


Langit seolah-olah terbelah saat awan yang memunculkan petir-petir surgawi dihancurkan oleh kekuatan Gremlin.


Seluruh daratan Alam Gaib pun ikut berguncang hebat seakan-akan mau runtuh. Sehingga membuat Divine Beast Zaha harus turun tangan untuk meredam getaran ini dengan kekuatan elemen tanah miliknya.


Divine Beast Aurora pun juga melakukan hal yang sama. Ia segera menggunakan kekuatan elemen air miliknya untuk mengendalikan lautan yang ada di seluruh Alam Gaib sehingga tidak terjadi ombak tsunami yang dapat membunuh sebagian besar makhluk hidup di tempat ini.


Serangan dari petir surgawi akhirnya berhenti dan Gremlin mulai menstabilkan aura yang memancar dari tubuhnya.


**


“Akhirnya dia berhasil!!” Divine Beast Zaha terlihat senang dengan pencapaian Gremlin walaupun ia harus bekerja keras untuk melindungi Alam Gaib ini selama proses itu berlangsung.


“Sudah saatnya kita menghilangkan medan pelindung yang ada di sekitarnya,” balas Divine Beast Aurora walaupun ia tahu bahwa kekuatan yang dimiliki Gremlin saat ini lebih dari cukup untuk menghancurkan medan pelindung yang ia buat dengan Divine Beast Zaha.


Divine Beast Zaha dan Divine Beast Aurora segera membuat beberapa gerakan segel untuk menghilangkan medan pelindung khusus yang ada di sekitar Gremlin.

__ADS_1


__ADS_2