LEGENDA DEWA PEDANG S2

LEGENDA DEWA PEDANG S2
V5 # CH 188 DUA BATU PUSAKA


__ADS_3

Tanpa terasa, Heilong sudah berdiri di antara kedua istana yang sangat megah itu karena ia tak kunjung menemukan apa yang ia cari. Padahal ia sudah menghabiskan waktu hampir dua jam hanya untuk mencari benda itu.


Ia sendiri bahkan merasa bingung kenapa bisa berdiri di antara kedua istana ini padahal ia sama sekali tak berjalan menuju ke arah kedua istana ini.


Sejak tadi, Heilong sebenarnya telah merasakan ada sesuatu yang aneh dengan kedua istana ini. Namun, ia tak memiliki kesempatan untuk memeriksanya karena serangan yang datang secara bertubi-tubi ke arahnya.


Dan, semua tombak-tombak es yang sejak tadi terus menyerang ke arahnya tiba-tiba berhenti melakukan serangan saat Heilong berdiri di antara ke dua istana ini. Semua tombak-tombak es itu seakan-akan takut merusak bagian dari ke-dua istana ini.


“Jangan-jangan kedua istana ini adalah benda yang mengendalikan semua Ilusi yang ada di tempat ini. Aku harus memeriksanya agar bisa menemukan jawaban.”


Heilong segera memusatkan konsentrasinya dan menggunakan teknik mata dewa dengan kekuatan penuh hingga mencapai level seorang Dewa karena tingkat kultivasi yang ia miliki sekarang sudah cukup untuk mencapai hal itu.


Heilong akhirnya bisa melihat menembus ke dalam ke-dua istana itu. Di sana ia bisa melihat ada sebuah kerangka Burung Phoenix raksasa setinggi dua puluh meter di dalam masing-masing istana dan kerangka phoenix itu terlihat masih utuh tanpa ada kerusakan sedikitpun layaknya sebuah kematian yang normal.


“Itu pasti kerangka Burung Phoenix Api dan Burung Phoenix Es. Tidak salah lagi dunia Ilusi ini adalah Tambang Batu Es Khayalan yang sebenarnya.”


Heilong teringat dengan ucapan Casbah tentang Tambang Batu Es Khayalan yang murupakan Makam dari Burung Phoenix. Tapi, ia tidak pernah menyangka bahwa burung phoenix yang mati di tempat ini bukan hanya satu saja, melainkan ada dua ekor burung phoenix. Namun, ia juga terlihat sedikit bingung kenapa makam ini harus berada di dalam dunia Ilusi?


Heilong lalu duduk di atas sebuah batu yang ada di tengah-tengah istana itu. Ia berniat untuk bermeditasi di tempat ini sambil menyerap energi api dan energi es yang keluar dari kedua kerangka phoenix itu.

__ADS_1


Ia sangat tertarik dengan energi yang keluar dari kedua kerangka Burung Phoenix itu karena kerangka itu berasal dari seekor hewan suci. Jadi, hanya dengan menyerap energi yang keluar dari kerangkanya saja, kekuatan elemen api dan elemen es milikinya akan mengalami peningkatan.


Terlebih lagi walaupun kedua burung phoenix ini telah lama mati dan hanya meninggalkan kerangkanya saja, energi yang keluar dari kerangka itu masih sangat melimpah dan murni. Sepertinya dunia Ilusi dan istana yang menjadi tempat pemakamannya, memiliki kemampuan untuk melindungi bagian-bagian terpenting yang ada di dalam tubuh phoenix itu.


Heilong sepertinya telah lupa bahwa tujuan awalnya datang ke tempat ini adalah untuk mencari Batu Es Khayalan yang merupakan jantung dari seekor phoenix.


Pikirannya terus terbenam dalam meditasi dan semua panca inderanya tertutup. Ia seakan-akan telah berada di dalam dunia sendiri. Sampai …


Seluruh dunia Ilusi ini tiba-tiba berguncang dengan kuat seolah-olah akan runtuh dan membuat konsentrasi Heilong terganggu. Heilong pun segera mengakhiri meditasi kerena merasakan ada sesuatu yang aneh.


“Apa yang sebenarnya terjadi dengan tempat ini? Apakah aku terlalu banyak menyerap energi yang keluar dari kedua kerangka phoenix itu sehingga membuat keseimbangan dunia Ilusi ini menjadi terganggu?”


Kedua istana yang ada di dekatnya tiba-tiba runtuh secara bersamaan. Kedua kerangka burung phoenix yang ada di dalam istana itu pun juga ikut hancur dan hanya meninggalkan dua buah bola permata, satu berwarna berwarna merah dan yang satu lagi berwarna biru.


Heilong tertawa renyah saat kedua matanya melihat ke-dua bola permata itu. Sebab, salah satu dari bola permata itu adalah benda pusaka yang ia cari selama ini.


“Yang berwarna biru itu pasti Batu Es Khayalan karena Batu Es Khayalan adalah sebuah batu pusaka yang berelemen es. Tapi, batu pusaka yang yang berwarna merah ini, bukankah di Alam Gaib ini seharusnya hanya ada satu buah batu pusaka saja yaitu Batu Es Khayalan.”


Kedua mata Heilong menatap lekat ke arah bola permata yang berwarna merah karena benda itu seterusnya tidak ada di tempat ini. Ia memang telah memiliki pemikiran sendiri tentang nama dari bola permata berwarna merah itu. Tapi, ia segera menepisnya karena hal itu sepertinya tidak mungkin.

__ADS_1


“Bola permata yang berwarna merah itu adalah Batu Api Matahari. Sepertinya keberuntunganmu sangat baik. Sebab, Batu Api Matahari seharusnya hanya bisa kau temui di Benua Atlantis.”


Sebuah suara tiba-tiba muncul dan membuat Heilong terkejut karena suara ini jelas-jelas adalah suara Li Zen. Sedangkan Li Zen saat ini seharusnya sedang tertidur dalam keadaan meditasi di dalam ruang rahasia yang ada di dalam pesawat Max Lightning.


“Gu—Guru?! Benarkah itu kau?” suara Heilong sedikit bergetar karena menahan terkejut.


“Siapa lagi yang memiliki suara yang dapat membuatmu ketakutan kalau bukan aku. Haha,” jawab Li Zen tertawa renyah tanpa memperlihatkan wujudnya karena ia masih berada di dalam pesawat Max Lightning.


“Bukankah seharusnya kau sedang berada dalam keadaan meditasi untuk menyempurnakan Pedang Penjaga Surga? Apakah guru telah selesai menyerap semua inti Planet itu?” lanjut Heilong.


“Mana mungkin bisa secepat itu! Aku sengaja menghentikan meditasiku untuk sesaat karena aku merasakan adanya aura yang sangat luar biasa di sekitarmu. Dan, instingku ini ternyata benar. Kau seraplah kedua batu pusaka itu ke dalam dantiannya untuk menyempurnakan kekuatan elemen api dan elemen es yang kau miliki.” Li Zen memberikan perintah yang cukup mengejutkan Heilong.


“Bukankah Guru juga membutuhkan ke-dua batu ini untuk menyempurnakan Pedang Penjaga Surga?” Heilong segera menolak permintaan Heilong itu karena ia merasa bahwa Li Zen lebih membutuhkan ke-dua batu pusaka ini.


“Sudah tidak lagi sekarang. Sebab, aku sudah memiliki puluhan Inti Planet sebagai gantinya. Saat aku memang berkata seperti itu karena aku mengira bahwa ruang rahasia yang ada di dalam pesawat Max Lightning juga ikut hancur saat perang besar waktu itu.”


Dan, suara Li Zen pun akhirnya menghilang. Sepertinya ia sengaja muncul hanya untuk mengatakan hal ini saja pada Heilong.


Heilong juga merasa sangat senang karena ia sendiri sebenarnya juga sangat menginginkan kedua batu pusaka itu.

__ADS_1


__ADS_2