
Setelah satu jam memasak di dapur Kerajaan Banteng Api dengan di temani para koki profesional di Kerajaan ini, Heilong akhirnya berhasil membuat sepuluh menu makanan istimewa untuk Raja Banteng Api.
Para koki Istana itu sangat takjub dengan semua makanan yang dibuat Heilong. Sebab, meskipun mereka belum pernah melihat makanan seperti ini sebelumnya, tapi mereka semua bisa memastikan bahwa rasa makanan itu pasti sangat enak karena aroma harus dari makanan itu sangat menggugah selera makan.
Mereka semua tidak berani mencicipi rasa dari makanan itu meskipun mereka sangat ingin memakannya karena makanan itu di buat khusus untuk Sang Raja yang sangat terkenal dengan sifat kejamnya.
“Wakil kepala koki, kau yang memimpin jalan untuk membawa semua makanan ini ke ruang makan Raja,” seru Heilong pada seorang siluman banteng yang selalu berdiri di dekatnya.
“Ta-Tapi pak, bukankah hanya anda yang memiliki kunci untuk masuk ke ruang makan raja, selain para anggota keluarga Istana Kerajaan Banteng Api.”
Wakil kepala Koki berusaha menolak perintah Heilong secara halus karena memang sudah ada di papan peraturan bahwa hanya Kepala Koki saja yang boleh membuka pintu ruang makan istana raja untuk menyiapkan makanan. Jika ada koki lain yang berani melanggar peraturan ini, maka koki itu akan dipenjara selama 1 tahun di penjara bawah tanah.
Heilong yang tidak tahu tentang peraturan ini tetap berusaha keras untuk memaksa wakil kepala koki agar dia mau memimpin jalan. Sebab, Heilong sebenarnya tidak tahu di mana lokasi pasti dari ruang makan raja karena peta yang ditunjukkan oleh Mao Shizi, tidak menunjukkan bagian dalam istana Kerajaan Banteng Api dengan detail.
Heilong lalu berusaha mencari tahu tahu kenapa wakil kepala koki berusaha keras untuk menolak perintah darinya. Padahal dia sangat yakin bahwa wakil kepala koki seharusnya memiliki sifat yang sangat patuh.
“Apa alasanmu menolak perintahku ini? Jika kau terus berusaha untuk menolak perintahku, maka aku bisa melaporkan hal ini pada Raja,” ucap Heilong dengan suara tegas dan sedikit mengancam.
“Bukan begitu pak kepala. Sebenarnya saya tidak ingin menolak perintah anda,tapi di Kerajaan ini memang ada peraturan yang melarang koki lain untuk membuka pintu ruang makan raja. Hanya kepala koki saja diijinkan untuk membuka pintu ruang makan raja,” jawab wakil kepala koki dengan wajah sedikit ketakutan.
Heilong kemudian tersenyum dan pura-pura lupa tentang peraturan ini agar penyamarannya tidak terbongkar. Sebab, mustahil bagi seorang Kepala Koki untuk tidak mengetahui peraturan yang sepenting ini.
“Haha … Ternyata kau masih ingat dengan peraturan penting di dapur istana ini. Tadi aku hanya mengujimu saja.”
__ADS_1
Wakil kepala koki langsung menjadi sangat lega setelah mendengar ucapan Heilong ini. Dia langsung mengambil nafas panjang dan berdiri dengan tenang.
“Tapi kau tetap harus memimpin jalan untuk pergi menuju ke ruang makan raja karena aku mendampingi tamu dari Kerajaan Singa Bulu Emas.”
Tubuh Wakil Kepala Koki seketika menjadi lemas kembali setelah mendengar Heilong mengucapkan perintah itu lagi. Namun, dia tidak berani lagi membantah perintah itu. Wakil Kepala Koki itu hanya berdiri dengan diam di depan Heilong sambil menundukkan kepala.
Heilong yang menyadari ketakutan yang ada di wajah Wakil Kepala Koki, langsung melanjutkan kembali ucapannya.
“Kau jangan khawatir karena aku juga akan tetap pergi mendampingimu menuju ke ruang makan raja. Tapi aku akan berjalan di barisan paling belakang karena aku harus mendampingi tahu kita. Jadi yang membuka pintu gerbang ruang makan raja, tetap aku.”
Meskipun ucapan Heilong ini terdengar sedikit aneh, tapi tidak ada yang berani membantah perintah ini.
Setelah Heilong menyelesaikan ucapannya, para koki itu langsung meletakkan piring-piring makanan untuk Sang Raja disebuah nampan yang terbuat dari emas. Mereka semua lalu membawa nampan-nampan itu keluar dari dapur istana dan menuju ke ruang makan raja.
Ternyata Mao Shizi sudah menyadari bahwa sebentar lagi Heilong akan menjemputnya karena dia sudah berdiri di depan pintu ruang makan para prajurit.
“Akhirnya kau datang juga, aku sudah hampir bosan menunggumu,” ucap Mao Shizi dingin sambil melirik Heilong.
“Tadi ada sebuah masalah yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. Tapi, sekarang sudah aman,” jawab Heilong santai.
“Masalah apa? Apa kau telah membuat kesalahan yang menyebabkan penyamaranmu hampir terbongkar?” ucap Mao Shizi menyelidik.
Heilong berusaha tetap tenang agar prajurit yang berjaga di sekitar sana tidak curiga dengan obrolan yang dilakukan oleh Heilong dan Mao Shizi.
__ADS_1
Heilong lalu menarik nafas panjang sebelum mulai menjelaskan. Akhirnya dia mengatakan pada Mao Shizi bahwa penyamarannya hampir saja terbongkar karena dia tidak mengetahui tentang peraturan siapa saja yang diijinkan untuk membuka pintu ruang makan raja.
“Hehe …” Mao Shizi menertawakan kebodohan Heilong yang tidak mengetahui hal sekecil ini. “Di Kerajaan manapun, memang hanya seorang Kepala Koki yang diijinkan untuk membuka ruang makan Raja. Bukankah kau adalah seorang koki, masa peraturan sekecil ini kau juga tidak tahu. Padahal ini adalah peraturan dasar di dapur istana. Di Kerajaan Singa Buku Emas juga ada peraturan seperti ini, makanya aku tidak memberitahukan tentang peraturan ini padamu sebelumnya.”
“Aku memang seorang Koki tapi aku hanya seorang Koki biasa yang hidup di alam bebas. Aku tidak pernah bergabung dengan istana dan menjadi bagian dari koki sebuah kerajaan karena aku tidak ingin terikat dengan berbagai peraturan rumit ketika aku sedang memasak. Jadi aku sama sekali tidak tahu tentang peraturan yang ada di dapur istana,” ucap Heilong sedikit geram tapi dia berusaha untuk menahan nada suaranya.
“Baiklah, aku akan mengatakan padamu semua peraturan yang ada di dalam dapur istana sambil berjalan menuju ke ruang makan raja.”
Mao Shizi merasa sedikit bersalah karena dia melupakan tentang hal itu. Padahal Divine Beast Zaha pernah mengatakan padanya bahwa Heilong sebenarnya bukan berasal dari Alam Gaib Ini.
“Tidak perlu. Karena penyamaranku sebagai seorang Kepala Koki Istana sebentar lagi akan selesai. Lebih baik kita menyiapkan diri untuk rencana selanjutnya.”
Mao Shizi dan Heilong akhirnya pergi menyusul para koki Istana yang sudah pergi dulu ke ruang makan raja.
*****
Nanti malam akan aku tambah satu bab lagi.
Dan mulai hari ini LDP season 2 akan update setiap hari lagi sampai akhir bulan.
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar setelah membaca karena itu akan mempengaruhi jumlah chapter update dan frekuensi update.
Jangan lupa juga follow IG ku. Jika sempat, mampir juga di Novel Petualangan Li Wen.
__ADS_1
Terimakasih 🙏